Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 75



“Kalau bukan yang itu yang lain boleh kan? Yess, makan besaar” Rendra pun menerima piringnya dengan hati yang berbunga.


“Aku tak pernah sekalipun di layani seperti ini dengan yang terlebih dahulu. Kamu selalu bisa membuatku terkesan dengan apapun yang kamu lakukan sayang” ucap Rendra disela – sela makannya.


“Jangan banyak bicara jika makan sayang, nanti kamu tersedak” jawab Shita pelan.


Mereka pun melanjutkan makan malam tanpa ada yang berbicara lagi. Hingga selesai makan Rendra membantu membawa piring kotor ke wastafel dan mencucinya, sementara Shita merapikan meja makan dan membersihkan sisa – sisa makanan.


“Sayang, aku sudah selesai kamu juga sudah selesai. Bagaimana dengan misi yang sedari tadi aku katakan sayang, apa kau siap?” ucap Rendra yang kini melingkarkan tangannya dipinggang ramping Shita.


Tanpa menunggu lama, Rendra membalikkan tubuh Shita kemudian ******* bibir wanita itu sedikit membungkuk karena Shita lebih pendek darinya. Ciuman itu hanya ungkapan cinta keduanya. Hingga Rendra menggendong tubuh Shita tanpa melepaskan pagutan bibirnya.


Shita melingkarkan kedua tangannya dileher Rendra hingga sampai di depan pintu kamar Rendra, Shita membuka pintu dengan tangan kirinya dan Rendra menggunakan kaki kanan untuk mendorong pintu.


Dengan perlahan Rendra menurunkan tubuh Shita diatas ranjang dengan kasur king size nya.


Dreett dreett dreett


Ponsel Shita yang berada di dalam tas berbunyi sedari tadi namun tak diketahui oleh pemiliknya. Beberapa pesan masuk di ponsel Shita.


‘Kak, Nayna sudah sampai dengan selamat’


‘Aku selalu menunggumu Shita’


Begitulah isi pesan yang masuk dalam ponsel Shita.


Kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu masih tenggelam dalam lautan cinta dan hasrat yang begitu menggebu. Rendra beralih mencium telinga kiri dan kanan Shita bergantian sementara kedua tangan Rendra bertautan dengan tangan Shita seolah takkan melepaskan wanita itu dengan mudah.


Puas dengan telinga dan bibir Shita, Rendra beralih ke leher jenjang putih mulus Shita. Ia mengecup dan meninggalkan tanda kepemilikan di pertautan tulang selangka dengan leher bawah Shita.


“Ahhhh”


Shita mendesah begitu keras dengan apa yang dilakukan oleh Rendra. Setelah puas dengan leher Shita Rendra menaikkan wajahnya menghadap wajah Shita dan kembali ******* bibir Shita, mengecup dan menyesap bibir bawahnya begitu kuat. Shita tak menyangka apa yang dilakukan Rendra malam ini membuat rasa traumanya bangkit lagi walaupun ia juga menginginkannya.


“Jang- aaahhh Rendra”


“Keluarkan sayang, aku suka desahanmu itu. Sebut namaku sayang”


“Jangan Rendra, jangan jangan Rendra tolong”


Degdeg


Wajah Rendra yang tadinya menunjukkan betapa besar hasrat yang ingin ia salurkan mendadak pucat pasi ketika mendengar ucapan wanita yang berada di bawahnya. Seketika Rendra menghentikan aktifitasnya pada telinga Shita, dengan cepat ia menatap dalam wajah kekasihnya yang menampakkan genangan air dipelupuk mata.


Menyadari kesalahan yang lakukan sangat fatal yang berawal dari candaan konyolnya berubah sama seperti kejadian yang pernah di alami Shita, Rendra memeluk tubuh kekasihnya dan membenamkan wajah kekasihnya yang menangis didada bidangnya.


“Maafkan aku Shita, maaf entah mengapa aku tak bisa mengontrol diriku saat bersamamu. maafkan aku sayang, jangan menangis. Aku tak bisa melihatmu menangis, aku tak ingat dengan trauma mu.” ucap Rendra membelai rambut Shita.


Bingung dengan apa yang harus ia lakukan karena dirasa tangisan Shita makin kencang Rendra melepaskan pelukannya serta turun dari ranjang menuju dinding dan membentur – benturkan kepalanya.


“Maafkan aku Shita, maafkan aku. Aku yang salah. Aku minta maaf. Aku laki – laki yang bodoh yang hanya bisa menyakitimu. Hukum aku Shita, hukum aku tapi jangan menangis seperti ini. sungguh aku tak bisa melihatmu seperti ini”


Shita melihat apa yang dilakukan oleh Rendra beranjak dari tempat tidur dan memeluk tubuh laki – lakinya dari samping.


“Aku takkan menangis lagi, tapi jangan berbuat bodoh seperti ini lagi dengan membenturkan kepalamu. Kau tahu aku dipaksa dulu jadi ini adalah hal yang baru dan pertama untukku tapi sungguh aku tak ingin lagi dan tentunya kamu sudah sering melakukan hal seperti ini bukan” ucap Shita menahan tubuh Rendra.


“Kau yang pertama untukku Shita, tak ada yang terdahulu. Aku tak pernah seperti ini sebelumnya entah mengapa bersamamu aku bisa lepas kendali. Aku tak pernah menyentuh tubuh wanita yang menjadi kekasihku dulu, kamu yang pertama dan terakhir” ucap Rendra penuh penegasan.


“Bisakah aku mempercayaimu Rendra? Aku hanya tak ingin dikecewa-


“Sssstt, aku takkan pernah mengecewakanmu sayang. Percaya aku Shita. Aku berubah seperti ini sebagian besar karena kamu sayang. Maafkan atas kelancanganku tadi ya sayang” Ucap Rendra memeluk dan mengelus rambut Shita.


“Ini sudah malam sayang, kamu tidur disini ya? Aku yang akan pergi dari sini jika kamu merasa tak nyaman dengan keberadaanku sayang.” tambah Rendra menunjukkan jam di dinding kamarnya.


“Kamu yang nginep disini ya, kan ini apartemen kamu Rendra. Aku saja yang pulang ya” ucap Shita berjalan melewati Rendra namun langkahnya terhenti oleh tangan kekar Rendra.


“Kita tidur disini saja ya sayang, aku janji kita hanya akan tidur. Tapi kalo kamu godain aku dikit aja aku bisa jamin gak bisa tahan. Aku akan tidur disofa sana” Tunjuk Rendra mengerlingkan mata mencoba mengembalikan situasi lalu tangannya kini dengan cepat menggelitik pinggang ramping Shita.


“Rendraa, hentikan. Geli Rendra geli”


Mereka tertawa begitu lepas hingga tak menyadari keduanya sudah berada diatas ranjang dengan saling menatap dan saling tertawa.


“Selamat malam ya sayang, semoga mimpi indah. Cup”


“Selamat malam juga Rendra, kamu juga ya”


Rendra pun berjalan menjauh dari ranjang dan menuju sofa merebahkan diri kemudian tidur terlelap.


‘Aku percaya jika kamu tak sengaja melakukannya, tapi mengapa aku merasa hari – hari seperti ini takkan lama bisa aku rasakan. Aku hanya ingin melalui setiap detik dan menit bersamamu Rendra, tak ingin melewatkannya begitu saja. Semoga ini hanya perasaan gelisahku semata, Selamat tidur sayangku’ gumam Shita membaringkan diri dan membalut tubuhnya dengan selimut tebal diatas ranjang.


‘Apakah nantinya kamu bisa menerima masa laluku


jika aku jujur padamu? Aku takut kamu akan meninggalkanku selamanya Shita’


gumam Rendra, tatapannya menerawang jauh mengingat masa lalunya. Degub jantung


Rendra berdetak kembali, suara nafasnya memburu.


“Tidak, jangan. Pergi aku, pergi. Aku takut”


Suara teriakan Rendra tengah malam membangunkan Shita dari tidur lelapnya. Dengan cepat ia menghampiri Rendra yang nampak mengeluarkan banyak keringat.


“Rendra, bangun sayang. Kamu kenapa? Ada aku disini, jangan takut”


Shita begitu khawatir sudah berulang kali menepuk kedua pipi Rendra namun seakan laki – laki itu masih setia dengan mimpi buruknya hingga tangan Shita pun tak pernah ia lepaskan.


“Aku tak tahu apa yang kamu mimpikan, tapi aku berjanji aku akan berada di sampingmu sampai nanti”baru s


 


Hai teman - teman semua, maafkan jika jalan ceritanya masih kesana kemari,


Walaupun ceritanya tidak menarik dan yang membaca juga berkurang sedikit demi sedikit (Masih amatiran guys) Tapi saya akan menyelesaikan novel ini sampai tamat.


Jadi kalau ada yang masih setia dari awal sampai saat ini, saya ucapkan terima kasih.


Untuk mb Muli Ani terima kasih atas vote nya kemarin, baru sempat saya lihat dan cek..


Terima kasih sudah setia membaca, jangan lupa beri dukungan terus, terima kasih..