Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 15



17+


Tanpa terasa air mataku jatuh tak tertahan ketika ku lihat Malvin kembali mengulang apa yang ia lakukan tadi dengan wanita tersebut didalam mobil saat ia berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah dan taxi yang aku tumpangi berada sedikit di depan mobil Marvin. Mereka bahkan melakukan lebih jauh dan ku lihat


tangan kanan Marvin sudah meremas pa****ra kiri wanita itu.


Aku yang tak tahan melihat adengan itu bermaksud menghampirinya namun keadaan yang tak berpihak padaku hingga ku tersadar jika mobil Marvin sudah melaju kembali. Aku menyuruh sopir taxi yang aku tumpangi untuk mengikuti mobil Marvin. Mobil Marvin terlihat berhenti disalah satu hotel terbesar yang ada di Jakarta Selatan. Marvin keluar begitupun dengan wanita itu\, Marvin juga menggandeng tangan wanita tersebut sambil bercumbu memasuki sebuah kamar di Hotel G*** M****a


Setelah kejadian malam itu Marvin tak pernah menghubungiku selama 2 minggu dan aku juga tak berniat untuk menghubunginya mengingat kejadian yang aku lihat dengan mataku sendiri.


Flashback off


“S**t.. lelaki macam apa dia?  Dia kira semua wanita seperti yang ia katakan. Apa katamu tadi? Dia sudah 2 minggu ini tak mengabarimu dan sekarang dia berada di mall ini, di outlet pakaian dalam wanita lagi. Aku yakin dia pasti bersama wanita”


“Sudahlah Na\, mungkin memang aku yang tidak bisa membuatnya nyaman dan senang bersamaku. Aku mengerti itu. Mungkin saja s*** itu adalah hal yang biasa baginya namun bagiku itu terlalu penting untuk masa depanku Na” Ucap Shita dengan mata yang sudah berkaca – kaca sedari tadi menahan agar air matanya tidak jatuh saat membicarakan hubungannya dengan Marvin.


“Itu bukan salahmu Ta, apa yang kamu lakukan itu benar. Kamu hanya menjaga harga


 agar tak dilecehkan dengan orang yang belum sah menjadi suamimu dan aku selalu menghargai orang yang seperti itu. Kamu gak usah takut karena aku pun sepertimu aku menjaga amanat kedua kakak dan kedua orang tuaku.


Dari jauh Nana melihat Marvin yang masuk ke area food court dengan menggandeng seorang wanita seksi. Ia meneliti dengan jelas wanita yang berada disebelah Marvin dan sepertinya ia mengenal wanita tersebut namun ia lupa pernah bertemu dimana dengan wanita itu. Shita yang melihat kemana arah pandang sahabatnya itu pun menoleh.


Sepersekian detik ia di kejutkan lagi dengan keberadaan Marvin dengan seorang wanita di seberangnya hanya menyisakan 4 meja yang memisahkan jarak mereka. Ia melihat dengan jelas wanita yang ada di sebelah Marvin dan benar dugaannya wanita itu adalah 1 wanita yang ia lihat ketika Marvin keluar dari club dan masuk ke hotel


dan sekarang di food court.


“Marvin”


Marvin yang merasa dipanggil namanya pun menoleh ke arah suara. Suara yang ia kenal sebelumnya.


“Hai Shita, sedang apa kamu disini? Mau ikut bergabung makan bersamaku heh? “Tanya Marvin dengan sinisnya.


“Tidak Marvin, aku hanya ingin kejelasan dari hubungan kita yang sudah 2 tahun ini. Mengapa kamu tiba –tiba berubah dan menjadi seperti ini setelah kejadian malam itu? Kamu bahkan tak menghubungiku sampai hari ini Marvin” tanya Shita dengan mata yang sudah berkaca - kaca tanpa menghiraukan sahabatnya yang masih duduk


dan melihat dengan setia nya apa yang tengah ia lakukan.


Nana tahu apa yang akan Shita perbuat, maka dari itu ia tidak mengikuti langkah Shita yang  menghampiri Malvin dan wanita tersebut.


“Hubungan? Apa yang kamu maksud dengan hubungan Shita? Ku rasa kita sudah tidak memiliki hubungan apa – apa lagi setelah malam itu. Dan aku benci dengan wanita munafik dan naïf sepertimu. Kamu bukan siapa – siapa lagi bagiku. Ohya aku lupa memperkenalkanmu. Kenalkan wanita ini adalah Tunanganku. Dia bisa memberiku


segala hal yang selalu kamu larang. Dia tidak sepertimu yang sok suci, naïf dan munafik sepertimu” ucap Marvin lantang tanpa ia tahu dan seperti tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Shita.


“Apa kamu memiliki hubungan dengan wanita lain dibelakangku sayang? Mengapa kamu


melakukan ini padaku Marvin? Aku telah memberikan segalanya padamu Marvin. Kamu jahat!” Ucap wanita itu dengan ekspresi sedih yang seperti dibuat – buat.


“Hei Tara sayang, dengarkan aku dulu. Itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku dulu memiliki hubungan dengan wanita munafik ini tapi itu sudah berakhir lama sebelum aku mengenalmu setahun yang lalu Tara. Percayalah padaku hanya kamu satu wanita yang berarti untukku” Ucap Marvin sambil mengecup bibir tanpa


mempedulikan Shita yang masih berada di hadapannya. Wanita yang dicumbu itu dipanggil dengan nama Tara.