Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 6



“Woyy main nyelonong pergi aja. Untung ketemu disini btw nanti ada acara tidak malamnya?


Aku pengen ajak kamu nonton film ni. Udah lama kan kita gak pergi nonton bareng


setelah kelulusan spesialis kita kemarin” Ucap Nana Sahabat dekat Shita


“Kamu tahu kan ekonomiku bagaimana, aku tak bisa setiap waktu seperti itu Nana, aku


juga tidak ingin merepotkanmu terus menerus. Bagaimana jika nanti kamu datang


ke tempatku kita nonton disana. Kebetulan aku akan memasak makan malam untukku sendiri, jika kamu datang aku bisa sekalian aku buatkan makan malam untukmu” Terang Shita


“Seriuosly?


Baiklah aku takkan menyia nyiakan masakan buatan sahabatku ini. Makanan terenak


yang pernah aku makan selain d restoran bintang lima” ucap Nana Antusias


“Oke aku tunggu kedatanganmu, jadi sekarang aku boleh kan pulang terlebih dahulu


untuk menyiapkan semuanya? Kamu datanglah nanti jam 8. Menginap juga tidak


masalah besok dari tempatku kita berangkat bersama”


“Baiklah Shita. Hati – hati. Sampai jumpa nanti malam”


Shita pun akhirnya pulang tergesa2 agar tidak mengalami kemacetan yang panjang.


Dalam perjalanan Shita tak sengaja melihat orang – orang yang berkerumun di depannya


hingga menyebabkan kemacetan tak seperti biasanya. Tak sengaja ia mendengar pembicaraan orang yang


berlarian menuju kerumunan tersebut.


“Kecelakaan yang sungguh tak terduga. Orang yang bawa motor sepertinya tak sadarkan diri selama


beberapa saat. Mungkin sekarang keadaannya masih setengah sadar. Yang


disana mengatakan sudah menghubungi Rumah Sakit terdekat dan sudah dikirimkan


ambulance. Kalau macet seperti ini gimana mau sampai cepat” gerutu salah satu


laki – laki itu.


Shita pun memarkirkan motornya dengan sembarang untuk melihat kecelakaan yang ada di


depannya dan membawa ransel sedang yang selalu ia bawa kemanapun agar


memudahkannya dalam melakukan pekerjaannya seperti kejadian yang ia temukan


sore ini.


“maaf,


permisi bisa tolong minggir sebentar, saya dokter. Saya ingin melihat keadaan


orang yang kecelakaan ini” teriaknya


keadaan pasien tersebut. Shita mengecek keadaan seorang pria yang tak lain


adalah korban kecelakaan tersebut, mulai dari mengecek keadaan jantungnya


hingga kesadarannya. Dilihat korban yang masih setengah sadar. Ia mulai


meneliti keadaan pria tersebut dari atas sampai bawah hingga ia menemukan kaki


kiri pria tersebut dalam posisi berbeda.


Ia berpikir kemungkinan pria di hadapannya ini mengalami patah tulang pada tulang


keringnya. Dan benar saja dugaan Shita setelah ia selesai menggunting celana yang dikenakan pria itu  penuh dengan darah.


“Pak, pak bisa dengar suara saya?" Shita menepuk - nepuk kedua bahu pria tersebut. "Saya dokter. Jika bapak bisa melihat atau mendengar suara saya cukup anggukkan kepala bapak”


Pria itu menanggukkan kepalanya perlahan.


“Bapak


– bapak bisa bantu saya mengangkat bapak ini kesamping sana?”. Beberapa orang


akhirnya membantu mengangkat pria tersebut ke trotoar. Shita setengah berlarian


mencari beberapa kayu yang ada disana. Setelah mendapatkannya ia kembali ke


tempat pria itu di bawa.


“Sementara


saya akan pakai ini dulu untuk menyangga tulang bapak untuk mengurangi


kerusakan dan resiko cidera yang lebih parah. Bapak – bapak saya bisa minta


tolong bantu saya bersihkan kayu ini sebelum saya menggunakan untuk menyangga


kaki bapak ini, saya akan persiapkan keperluan lainnya.” Ucap Shita ramah.


Sementara menyiapkan keperluannya ia melihat motor sport yang digunakan oleh


pria itu penyok di bagian kirinya. karena menabrak pembatas jalan.


Setelah selesai dengan persiapannya ia perlahan – lahan menempelkan kayu dan


mengikatnya dengan kasa gulung yang ia bawa agar kayu tersebut menempel


sempurna. Hampir 1 jam ia menunggu ambulance datang hingga akhirnya ia


memberitahukan kepada petugas ambulance nya untuk membawa pria tersebut ke JMC


tempatnya bekerja. Shita pun sudah menghubungi teman yang bertugas sore itu


untuk menangani pasien yang sudah ia kirim.