Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 24



17+


Aku tak terkejut dengan apa yang dikatakan Tara, aku hanya bisa tersenyum melepas kepergian Tara. “Aku akan melihat dengan mataku sendiri apa yang kamu perbuat dan mencari bukti agar aku bisamenyelesaikan hubungan ini dengan mudah. Bukan mauku Tara, tapi kamu yang memulai.”


Aku mengikuti kemana laju mobil Tara, sampai beberapa menit berlalu mobil Tara memasuki kawasan hotel mewah di daerah Jakarta Selatan. Aku pun mengikutinya sampai kamar hotel yang dituju. “Kamar 719”


Dengan sedikit berlari aku menuju kea rah lift, aku ingin cepat mengetahui siapa yang ada didalam kamar tersebut. Sesampainya di lobby hotel aku bergegas ke meja resepsionis.


“Maaf pak, kami tak bisa memberikan identitas tamu yang menginap di hotel kami” ucap salah satu pegawai resepsionis yang aku lihat namanya adalah Indah.


“Dimana manajermu? Suruh ke sini dan temui aku” teriakku dengan kesal dan amarah.


“Maaf pak Rendra atas kelalaian pegawai baru kami. Dia tidak mengetahui jika pak Rendra pemilik Hotel ini.” Ucap sang manajer.


“Suruh pegawaimu itu untuk belajar mengenali hotel tempatnya melamar pekerjaan agar dia tahu siapa pemilik hotel ini. Sekarang berikan aku kunci kamar 719.” Bentakku pada keduanya hingga suaraku menggema di lobby.


Beberapa orang yang berlalu lalang melihat tingkahku namun aku tak peduli. Yang terpenting adalah Tara dan orang yang berada dikamar 719. Aku ingin segera mengakhiri semua hubungan dan sandiwara ini. Pegawai lainnya memberikan kunci kamar 719 dan aku menyuruhnya untuk mengikutiku.


Aku menyuruh pegawai itu untuk mengetuk pintu kamar yang ku maksud dengan alasan memberikan room service. Begitu lama pintu kamar tak kunjung terbuka, aku memberikan kode pada tersebut membuka kunci dan membuka handle pintu. Setelah pintu kamar terbuka aku pun langsung menerobos masuk.


Betapa terkejutnya aku ketika mendengar desah** yang keluar dari mulut Tara dan laki – laki itu dan melihat Tara yang sudah melakukan penyatuan dengan posisi laki – laki itu menindih tubuh Tara yang sudah tanpa sehelai benang bergerak dengan sangat lihainya. Rancauan tak jelas keluar dari mulut mereka dan sangat jelas bisa ku dengar.


Seketika laki – laki yang berada diatas Tara terkejut dan menghentikan aktifitasnya saat melihat bayanganku yang terpantul dikaca yang disediakan oleh pihak hotel. Dengan cepat laki – laki itu turun dari atas Tara. Tara yang menyadari perbuatan laki – laki itu dengan kesal memaki laki – laki itu.


Tara seketika menoleh ke samping dimana aku berdiri. Terlihat wajah Tara yang begitu terkejut dengan keberadaanku.


“Tara\, aku tak menyangka kamu melakukan ini padaku. Apa salahku padaku hingga kamu seperti ini? Dasar j***ng. Yang kamu lakukan dibelakangku ternyata seperti ini Tara. Aku sangat menghormati dan menghargaimu tapi ini balasanmu” Teriakku pada Tara dan ku lihat wanita itu sudah memakai bajunya dan menghampiriku.


“Maafkan aku Rendra. Aku khilaf sayang. Aku hanya ingin merasakan hal berbeda yang tak pernah aku dapatkan darimu Rendra karena aku juga butuh itu. Kamu selalu sibuk dengan urusanmu. Hanya sedikit saja waktumu untukku Rendra. Aku merindukanmu tapi aku tak bisa memelukmu. Maka dari itu aku melakukan ini. Tolong maafkan aku.” Ucap Tara dengan tangis terisak.


“Apapun alasanmu aku tak bisa menerima Tara. Kamu membohongiku, kamu menghianatiku. Bahkan sudah setahun ini kamu menutupi ini dengan sangat pintar. Namun aku tak bodoh Tara, kebohongan apapun yang kamu


tutupi tak bisa dikubur begitu saja dariku Narendra Adiatma Jaya. Aku tak melakukan itu padamu karena aku ingin memberikannya saat kita sudah menikah Tara. Mulai hari ini jangan pernah mencariku lagi. Aku dan kamu sudah tak punya hubungan apa – apa lagi. Dan kamu Marvin, kamu kali ini menang atas diriku. Urus saja wanita ini. Aku tak ingin memiliki wanita bekasmu” Lantang Rendra dengan tegas seraya pergi meninggalkan 2 orang yang masih mematung ditempatnya.


Aku mengambil ponselku di saku celana dan menghubungi ketiga sahabatku.


“Halo Riko, temani aku minum di Club xxx sekarang dan aku tak ingin dibantah”


Aku pun melajukan mobil yang ku bawa dengan kecepatan penuh hingga sampai di club tempatku biasa bersama sahabatku.


Minuman yang ku pesan pun sudah diantar ke ruang yang biasa ku gunakan bersama teman – temanku. Aku kemari hanya murni untuk minum dan melepaskan lelahku bukan mencari kepuasan bersama wanita j****g yang biasa ku lihat dari banyaknya pengunjung club bersama wanita j***** dari awal mereka datang.


Aku menyesap minumanku merengungkan kata – kata Tara yang terus berputar di kepalaku. “Apa aku memang tak pernah memiliki banyak waktu untuknya? Namun disaat – saat tertentu aku sudah menyempatkan diri menemuinya” ucapku lirih