Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 19



Nana yang sedari tadi melamun tak mendengar apa yang dibicarakan oleh temannya. Ia hanya mengikuti langkah temannya yang dengan tiba – tiba menyeret lengannya.


Sesampainya di UGD mereka melihat ada 4 pasien tergeletak di brankar pasien. Mata Nana menangkap seseorang yang ia kenal sebelumnya dan itu adalah Niko teman kakaknya. Di samping Niko berbaring seorang anak kecil berumur 8 tahun yang sudah terpasang infus dan selang oksigen di wajahnya.


Nana menanyakan pada perawat yang telah selesai memeriksa kedua pasien yang berdampingan tepat dihadapannya. Perawat menjelaskan jika Niko mengalami retak salah satu tulang rusuk kanan dan pergelangan tangan kanannya karena tubuh dan tangan kanannya terbentur sudut yang sedikit tajam ketika menyelamatkan anak kecil yang ia lihat sedang berdiri disebuah bangunan yang masih berlangsung.


Flashback on


Niko saat itu sedang berhenti ditengah jalan kala itu sedang menerima panggilan dari asistennya yang melaporkan tentang hasil meeting yang dilakukan asistennya dengan client tanpa Niko. Saat sedang menerima panggilan mata Niko tak sengaja menangkap sosok anak kecil di bawah bangunan konstruksi yang tinggi.


Dan disaat yang bersamaan tiba – tiba bagian atas bangunan itu pun terjatuh. Kayu – kayu dan atap bangunan itu runtuh seakan – akan mengetahui bila ada seorang anak berada tepat dibawahnya. Niko yang melihat itu pun melempar ponsel yang sedari tadi berada di telinga kanannya, keluar dari mobil dan berlari menyelamatkan anak kecil itu.


Namun naas niat hati ingin melindungi anak itu malah tubuh Niko yang kena imbasnya. Niko terbentur tumpukan batu yang berada disebelah kanannya dan melukai kepala, tangan dan menyebabkan tulang rusuk Niko


sedikit mengalami keretakan. Anak yang diselamatkan niko juga kepalanya kanannya terbentur batu walau kepalanya sudah dipegang oleh Niko namun bagian lainnya yang terkena dampaknya.


Asisten Niko dengan perasaan khawatir tentang bosnya segera melacak keberadaan ponsel Niko karena panggilannya sejak tadi masih terhubung namun tak mendapat respon yang diharapkan dari Niko setelah asistennya menjelaskan panjang lebar hasil pertemuannya dengan client sore itu.


Setelah mendapat petunjuk dimana keberadaan ponsel Niko, asistennya pun melajukan dengan kencang mobilnya berharap tak ada kejadian yang menimpa bosnya walau ia tahu bosnya bisa melindungi diri dan sangat pandai dalam pertahanan diri.


Terlihat sudah dekat dengan petunjuk yang ia dapatkan, asisten Niko pun melajukan dengan perlahan untuk mencari tahu apa yang dialami bosnya itu. Semakin dekat mata asistennya pun menangkap sebuah mobil yang sangat dikenalnya. Ya itu mobil Niko. Asisten Niko pun keluar dari mobilnya dan melihat pintu kemudi mobil Niko sudah dalam keadaan terbuka.


Dari jauh asistennya melihat Niko dan seorang anak yang berada dalam gendongannya menghampirinya. Belum sempat asistennya bertanya tubuh Niko terjatuh dihadapannya. Ia pun kaget dengan apa yang dialami oleh Niko. Dengan cepat ia memapah tubuh Niko dan membawa masuk ke dalam mobil begitupun dengan anak itu.


Flashback off


Setelah mendengar penjelasan dari perawat, Nana pun menghampiri Niko yang masih terbaring di brankar pasien. Ia melihat kepala Niko yang sudah diperban dan pergelangan tangannya yang berada disamping kanan dan kiri tubuhnya.


Nana menatap wajah Niko yang damai memejamkan matanya. Nana pun beranjak dari hadapan Niko, namun suara berat menghentikan langkahnya. Niko tak benar - benar memejamkan matanya


“Hei Na”


“Hei kak. Kakak sudah sadar? Apa yang kakak rasakan? Ada yang terasa sakit? Aku akan memeriksa keadaanmu.” Tanya Nana pada lelaki yang sedang berbaring lemah mencoba untuk bangun dan menyandarkan tubuhnya di penyangga ranjang pasien.


Nana yang melihatnya pun membantu Niko menyandarkan tubuhnya ke belakang merapat ke penyangga ranjang pasien. “Kakak mengapa kau hanya diam saja. Jika ingin bangun dan bersandar mintalah aku untuk membantumu.” Ucap Nana dengan nada yang terdengar sedikit khawatir dan sedih dengan keadaan Niko.


“Aku tak apa Na. Ini hanya luka kecil dan tak menyakitkan. Semua lebih menyakitkan saat kamu menjauhiku. Lupakan tentang itu, Kamu sedang bertugas malam ini? Sampai jam berapa kamu bertugas malam ini?” Tanya Niko pada wanita yang masih setia berada di sisinya.


Belum sempat Nana menjawab, Asisten Niko sudah mendahuluinya.


“Pak Niko anda sudah sadar? Perlu saya panggilkan dokter?” Tanya asistennya yang bernama Julian.


“Tak perlu Jul, tak lihatkah kau sudah ada seorang yang memeriksaku?” Tanya Niko namun terselip sedikit kemarahan dari nada bicara bosnya seraya melirik wanita yang berseragam dokter yang ada disamping kiri Niko. Niko melihat Julian yang sedari tadi menatap Nana yang berdiri disampingnya. Niko pun berdehem keras untuk mengalihkan perhatian Julian.


“Baiklah pak, jika memang seperti itu saya pamit untuk pulang. Besok pagi bapak ada meeting penting dengan client dan client itu ingin bapak sendiri yang menyambutnya. Selamat malam pak. Permisi.” Ucap Julian yang langsung berbalik pergi meninggalkan Bosnya dengan wanita itu yang diyakininya Jika bosnya mengenal wanita berseragam dokter itu.