
Rendra yang telah memberikan pidatonya langsung turun dari atas panggung bersama Hendra serta sahabat, kemudian menyalami satu persatu kolega dan rekan bisnisnya. Terakhir ia mendatangi Shita yang berdiri
tak jauh dari hadapannya.
Tara berjalan mendekati Rendra yang sudah turun dari panggung. “Sayang, ternyata kamu penerus Jaya corps mengapa tak memberitahuku sebelumnya?” ucap manja Tara bergelayut dilengan Rendra hingga dadanya begitu menempel dan semua terlihat oleh Shita.
Dada Shita begitu bergemuruh melihat kejadian itu mendekat ke tempat mereka berdiri. “Apa tak cukup dulu kamu merebut milikku?” ucap Shita dengan penuh penekanan.
“Apa merebut? Siapa yang merebut milikmu, aku tak merasa. Dia yang datang padaku dan mengatakan tidak memiliki kekasih, jadi salah siapa? Asal kamu tahu, Rendra adalah milikku sedari awal” Tegas Tara.
“Kau yakin? Coba tanya dia, siapa yang akan dipilih olehnya. Rendra, siapa yang kamu pil-
“Tak usah bertanya sudah pasti dia akan memilihku, ya kan Rendra?” tanya Tara memotong pembicaraan Shita.
“Maaf Tara, aku memilih dia daripada kamu” ucap Rendra penuh penegasan.
“Kau dengar bukan? Kau hanyalah ‘MANTAN’ yang harus di taruh pada tempat yang sebenarnya. Kita pergi sekarang?” tanya Shita pada Rendra yang sudah menjulurkan tangannya dan menjauh dari tempat Tara.
“Awas kamu, takkan aku biarkan kamu merebut milikku ******. Kita lihat saja, aku akan membuatmu sepuluh kali lipat lebih malu dariku malam ini.”
Tara mengetikkan sesuatu diponselnya dan tersenyum menyeringai saat pesan sudah terkirim.
Semua sahabat Rendra melihat kejadian yang menyenangkan bagi mereka.
“Bravo, bravo, ternyata dokter Akshita bisa galak juga yah” ejek Nana yang berada disamping Shita.
“Kamu cemburu dengan Tara? Berarti kamu udah cinta sama aku dong?” tanya Rendra yang menaikturunkan alisnya pada Shita.
“Apaan sih, Cuma mau balas dendam aja tuh” ucap Shita santai.
“Hanya seperti itukah, tak ada yang khusus? Apa kamu haus? Akan aku ambilkan minum. Sebentar lagi akan ada lanjutan dari pesta ini.” ucap Rendra yang langsung pergi mengambilkan wanita itu minum. Rendra kemudian datang membawa 2 minuman, 1 untuknya dan 1 untuk Shita.
‘Mengapa wajahnya terlihat seperti itu, apa aku salah bicara? Padahal memang aku tak suka melihatnya bersama wanita itu’ gumam Shita dalam hati.
“Para tamu dan hadirin sekalian, mengingat acara utama kita sudah berakhir, mari kita lanjutkan acara malam hari ini yang akan menjadi hiburan yang menyenangkan untuk kita semua” MC memberikan arahan. “Silakan para hadirin mencari teman untuk kalian ajak berdansa di panggung utama yang telah disediakan” tambahnya.
“Benarkan apa yang aku bilang. Ini akan membutuhkan sedikit tenaga. Jadi bersiaplah.” Menyerahkan gelas yang sedari tadi laki – laki itu pegang.
“Tapi aku tak bisa berdansa Rendra. Kau cari saja wanita lainnya.”
“Takkan ada yang berdansa denganku terkecuali kamu Shita atau kau mau aku berdansa dengan Tara? Baiklah kalau begitu Shita,” ucap Rendra kini berdiri saat tadi laki – laki itu menekuk lutut dan menjulurkan tangan kanan pada Shita.
“Tunggu, i-iya a-aku mau”
Rendra bersorak dalam hati ketika Shita menerima ajakan dansa darinya.
Semua penonton menatap takjub ketika Rendra dan Shita berada ditengah – tengah keramaian dan mulai berdansa mengikuti alunan musik yang dilantunkan.
“Mengapa kau bisa sangat cantik malam ini membuatku tak bisa berpaling untuk tidak menatapmu Shita.” Tatapan Rendra begitu intens pada Shita.
“Jadi yang setiap hari kamu lihat berarti tidak cantik begitukah maksudmu tuan muda? Atau yang terlihat cantik itu dia?” sinis Shita namun masih berdansa dan tak sengaja menginjak kaki Rendra.
“Aww Shita, lebih rapat lagi agar kamu bisa mengikuti gerakanku. Kau bisa membuat kakiku cidera Shita, tapi tak apa ada kamu nanti yang mendorong jika aku menggunakan kursi Roda"
“Tak usah banyak bicara Rendra, tadi aku kan sudah bilang aku tak bisa berdansa”
“Tapi aku bisa mengajarimu” terang Rendra.
“Terserahmu saja tuan muda”
Hari semakin malam, pesta berakhir tepat pukul11 malam. Rendra akan mengantarkan Shita kembali ke kost nya meminta ijin terlebih dahulu pada mamah dan papahnya.
“Mah, pah, perkenalkan ini Shita, teman dekat Rendra. Jika kalian merestui Rendra berniat menjadikannya bagian dari keluarga Jaya.” ucap Rendra berterus terang dihadapan orang tuanya.
“Aww aww sakit Shita. Bukankah benar apa yang aku katakan? Atau jangan – jangan kamu tak mau denganku?” ucap Rendra yang sekali lagi mendapat cubitan dari Shita. “Awww aww”
“Kamu ini jangan seperti itu terhadapnya. Mama tahu apa yang dia rasakan. Dia begitu cantik Rendra, Antarkan dia pulang ya. Ini sudah malam tak baik untuknya, besok kamu akan bekerja cantik? Lain kali saja kamu main ke rumah bersama Nana ya” ucap Ratna pada Shita.
“Ummm iya tante, saya bekerja besok sampai sore.” ucap Shita gugup, tangannya gemetaran menjawab pertanyaan mamah Rendra.
“Jika seperti itu lebih baik kamu pulang saja. Ini sudah larut sekali.” jawab Hendra yang mendapat anggukan dari Rendra.
“Mengapa kau begitu gugup Shita?” kekeh Rendra.
“Baik pah, aku akan mengantarnya dengan selamat tanpa lecet sedikitpun.” cengir Rendra yang mendapat pukulan
langsung dipundaknya.
“Huss ngaur, kamu kira dia barang? Udah antardia pulang nanti hari semakin malam.”
Rendra dan Shita pun berpamitan juga pada sahabatnya yang masih berada disana.
“Ehh lu Ndra, gue temenin lu anter Shita pulang. Gue takut pulang – pulang lu bingung ntr kyk anak ayam gak nemuin induknya hahahahha.” ejek Niko pada Rendra yang kemudian mengundang gelak tawa dari semua sahabatnya.
“Enak aja lu ngatain gue. Katain ajja terus. Awas aja lu aneh – anehin adek gue. Gue goreng lu jadiin abon manusia.” jawab Rendra. “Guys gue anter calon pacar gue dulu ya. Doain biar dia nerima gue.” tambahnya lagi pada sahabatnya yang langsung diangguki oleh semua sahabatnya.
45 menit kemudian mereka telah sampai didepan kost Shita. Shita yang beniat turun dari mobil seketika berhenti karena tangan Rendra yang memegang lengan Shita.
“Tunggu 5 menit lagi. Aku ingin melihatmu lebih lama sekarang. Kamu cantik sekali malam ini.” ucap Rendra yang memancarkan kejujuran pada sorot matanya.
“Berhenti menatapku atau wajahku ini akan menjadi tipis. Dan satu lagi kita hanya teman bukan calon pacar seperti yang kamu katakan tadi. Seorang CEO Jaya corps dengan dokter sepertiku? Aku tak ingin membuatmu malu.” ucap Shita dengan penuh penekanan.
“Berapa kali aku katakan, aku tak peduli dengan pandangan orang. Mereka hanya bisa menilai. Aku yang menjalani semuanya, aku yang menentukan jalan mana yang aku hadapi dan dengan siapa aku ke depannya. Jadi jangan berkata seperti itu lagi. Di luar identitasku, aku hanya orang biasa sepertimu. Hanya saja jalan keberuntunganku yang membawaku seperti ini.” tegas Rendra.
“Baiklah jika kamu seperti itu. Jika kamu benar – benar yakin aku akan memberikanmu kesempatan untuk membangun istana dihatiku. Aku terkesan dengan caramu, tapi aku benar – benar masih takut untuk memulai
kembali, kamu ingat dengan semua itu bukan? Jadi yakinkan aku dengan caramu.” ucap Shita mengalihkan pandangan yang sedari tadi menatap lurus kini menatap
Rendra yang berada disampingnya.
“Terima kasih karena telah percaya padaku. Akan ku buktikan kesungguhanku. Tunggu dan lihat Shita. Akan ku buat kau mencintaiku.” ucap Rendra yang penuh penekanan diakhir kalimatnya. “Sudah malam. Kamu masuklah, aku akan pergi ketika kamu sudah masuk ke dalam. Selamat malam, semoga mimpi indah.” tambahnya yang kini memegang tangan kanan Shita kemudian mengecup punggung tangannya.
Shita hanya mendengar apa yang dikatakan oleh Rendra dan membalasnya dengan menganggukkan kepalanya. “Kamu berhati – hatilah.” ucap Shita sembari keluar dari mobil Rendra.
Ini dia visual keempat karakternya..
Ayo terus dukung Authornya agar semakin bersemangat berkarya..
Jangan lupa bintang 5 ya..
Vote dan like tiap episodenya..
Terima kasih semuanya............