Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 46



Rendra hanya menatap lekat wanita yang dipujanya dengan senyum indah tanpa berkedip. Melihat Shita yang sudah masuk ke dalam kos nya ia pun langsung melajukan mobilnya dengan kencang menuju rumahnya.


30 menit kemudian…….


Ting


Pesan masuk diponsel Shita.


“Aku sudah sampai dirumah, kamu beristirahatlah. Semoga mimpi indah ya princess.”


Shita yang membaca pesan dengan sedikit tersenyum.


---


Keesokan harinya Shita yang sudah bersiap untuk berangkat dikejutkan dengan kehadiran Rendra di depan kostnya.


“Hei princess. Kamu cantik hari ini memakai blouse itu” sapa Rendra dengan senyum manisnya.


Blusshhh, seketika wajah Shita merona mendengar kalimat yang terlontar dari bibir laki - laki itu.


“Untuk apa kemari? Aku tak merasa menghubungimu atau mengirimkanmu pesan. Kau tak bekerja? Terlalu luang waktumu tuan CEO” Ucap Shita dingin.


“Aku ingin menjemputmu dan mengantarmu ke tempat kerja. Setelah itu aku akan ke perusahaan. Aku hanya ingin mengumpulkan moodku yang akan bekerja seharian.” Jawab Rendra yang sudah membukakan pintu untuk Shita.


Tanpa banyak kata, Shita langsung masuk mobil dan Rendra pun masuk ke kursi pengemudi melajukan mobilnya.


“Kamu sudah sarapan?” tanya Rendra yang sedang melajukan mobilnya.


“Nanti saja aku sarapannya” jawab Shita.


Cekiittt


“Kamu tunggu disini” Ucap Rendra terburu – buru dan meninggalkan mobil memasuki sebuah restoran cepat saji.


Kedatangan Rendra membuat seisi restoran heboh, tak menyangka mereka akan bertemu dengan pemimpin Jaya Corps secara langsung. Ada yang mengabadikan moment dan membagikannya ke akun sosial medianya.


Dengan cepat Rendra mengambil pesanan yang sudah siap dan berlari keluar menuju mobilnya.


“Ini makanlah, jangan kosongkan perutmu. Kau dokter tapi kenapa sarapanmu selalu telat”


“Aku hanya terburu – buru dan tak sempat membuat sarapan. Kau mengerti tuan” ketus Shita.


“Secara tidak langsung kau mengatakan padaku jika kau butuh pasangan hidup bukan, aku bersedia menjadi pasanganmu Nona yang terhormat” ucap Rendra dengan entengnya.


“Isss, kau terlalu percaya diri tuan”


Rendra tersenyum menoleh dan memastikan makanan yang di belinya di makan oleh Shita.


30 menit kemudian mereka sudah sampai di Rumah sakit. Shita segera masuk ke rumah sakit.


Tuuttt


“Rian cek sosial mediamu dan kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan”


Rendra segera menutup panggilan dan kembali melajukan mobilnya untuk ke perusahaan.


30 menit kemudian…


Ting


“Shita, aku sudah sampai diperusahaan. Aku akan sangat sibuk nantinya, tapi jika aku memiliki waktu luang aku akan menjemputmu untuk makan siang nanti. Kau jangan sampai terlalu lelah. Ingat berisitirahat juga.”


‘Dasar laki – laki pemuja’ desis Shita yang kembali mengembalikan ponselnya seperti semula.


Pesan – pesan yang dikirim Rendra sudah masuk di ponsel Shita. Ia kini terbiasa dengan Rendra yang mengirimkan pesan setiap saat padanya. Shita yang membaca pesan itu hanya tersenyum.


“Woy jaga tu senyum. Tuhh diliatin terus sama dr. Andi. Liat wajahnya udah ditekuk gitu pagi – pagi gini.” Nana yang baru sampai melihat Shita berada di lorong ruangannya yang bersebelahan dengan ruang Shita.


Shita yang melihat dr. Andi hanya bisa tersenyum tipis kemudian melangah ke ruangannya bersama Nana.


“Kamu tu Na, jangan kayak gitu. Kamu tahu kan dr. Andi itu bagaimana. Dia sudah pernah menyatakan perasaannya padaku dan itu membuatku jadi canggung terhadapnya, tapi kau malah begitu tadi aku jadi makin canggung jika bertemu dengannya.” ucap Shita sembari melepas blouse yang ia pakai.


“Aku juga tahu, bahkan seluruh pegawai disini tahu bagaimana dr. Andi dari cara dia menatapmu. Bahkan ia terus tersenyum ketika berbicara denganmu. Mengapa dulu kau tak mau dekat dengannya Shita? Ohya bagaimana hubunganmu dengan kakakku? Apakah Sudah-


“Ee apa maksudmu Nana. Aku tak ada hubungan apa – apa dengan kakakmu. Kami hanya berteman sedikit lebih dekat dan aku mulai nyaman dengannya sejak malam di Bandung 2 hari yang lalu dan kau pun tahu bukan. Dengan dr. Andi aku tak pernah nyaman begitupun dengan Marvin.” ucap Shita memotong ucapan Nana.


“Mengapa kau bisa melakukan itu dipesta semalam jika kamu tidak punya rasa padanya? Atau kau nyaman dengan kakakk? Yah walaupun dia dingin dia begitu perhatian dengan keluarga.”ucap Nana.


“Kau lihat, ruanganku kini penuh dengan bunga seperti toko bunga. Dan setiap saat ia mengirimiku pesan.” Ucap Shita menunjukkan lemari yang dipenuhi bunga pemberian Rendra yang tak pernah ia buang.


Nana tercekat melihat lemari yang ditunjukkan oleh Shita. Ia tak percaya dengan apa yang kakaknya lakukan.


“Umm aku ada janji makan dengan kakakmu. Bagaimana kalo kita makan malam bersama? Dia mengatakan jika hari ini ada meeting penting di perusahaan” ucap Shita.


“Ide bagus, aku juga ajak kak Niko biar aku gak jadi pengganggu kalian. Kita bisa double date juga kan.”


Blusshhh


“D-double date apaan? Ngaco ajja kamu. Udah s-sana balik kerja. Aku juga mau balik kerja” ucap Shita dengan gugup.


Nana terkekeh melihat sahabatnya yang terlihat gugup kemudian menyusul cepat Shita yang sudah tak terlihat oleh matanya.


Ting


“Kamu sedang apa Shita?”


Ting


“Mengapa kau selalu mengacuhkan ku Shita? Mengapa kau tak pernah membalas pesanku?”


Shita mengerutkan dahinya melihat pesan yang masuk d ponselnya. Dilihatnya lebih jelas dan teliti siapa pengirim pesannya yang tak diketahui oleh Shita.


Shita mengacuhkannya dan menyimpan ponselnya kembali dalam saku jas yang dikenakannya.


Berulang ia mendapatkan pesan dari orang yang sama setiap harinya namun selalu ia acuhkan.


Jam makan malam pun tiba, Rendra memajukan waktu meeting di kantornya agar bisa makan malam bersama dengan wanitanya. Ya kini ia menautkan nama Shita sebagai wanitanya.


“Kamu dimana princess? Aku sudah menunggu dilobby. Perlu aku menjemputmu?”


“Tidak perlu tuan muda, aku akan datang sendiri kesana.”


Beberapa menit kemudian..


“Kakak, Shita…” ‘Ini adek gue gak bisa apa ngasi kesempatan buat kakaknya seneng’


Dengan wajah cemberut Rendra melihat adiknya yang sudah berdiri disamping Shita.


“Tunggu kak Niko dulu ya, jadi kan kita makan sama – sama? Double date, ya kan Shita?”


“Apaan sih.”


“Jadi ini ide kamu Shita?” tanya Rendra dengan wajah penasaran.


“Bu-


“Iyaa idenya Shita ini kak.” Sela Nana yang kini menutup mulut Shita dengan tangan kirinya


“Iyesss akhirnyaaaa” ucap Rendra kegirangan tanpa sadar dirinya berjoged ria di depan lobby rumah Sakit hingga membuat semua orang menertawakan dirinya.


“Woy ngapain lu jogged – jogged gini? Malu penerus Jaya corps jadi gila gara – gara cinta” Rendra langsung terdiam seketika melihat kedatangan Niko tepat dihadapannya.


“Ehmm ayo kita berangkat” ucap Rendra dengan ekspresi yang sudah kembali dingin menuju mobilnya.


Mereka berempat makan siang dengan menu seafood kesukaan Shita. Setelah makan siang mereka pergi ke timezone menghabiskan waktu.


“Kak aku pengen main itu” rajuk Nana pada Niko


“Ayo sayang kita tinggalkan mereka berdua”


Nana dan Niko bermain maximum tune dengan tertawa lepas. Sementara disisi lain Rendra dan Shita bermain Street Basketball dengan penuh tawa hingga tanpa sadar wajah mereka saling berdekatan.


“Eh maaf, aku hanya kelepasan tertawa. Kita lanjut main capitan boneka yuk. Aku akan kasi kamu semua boneka yang ada di dalam sana.”


Shita pun menuruti kata Rendra. Laki – laki itu berulang kali gagal hingga membuatnya tampak malu dihadapan Shita.


“Hei jangan menatapku seperti itu, aku memang gagal disini tapi aku bisa membelikan semua boneka yang kamu inginkan.” Ucap Rendra menahan malu.


“Kau memang gagal tuan, tak apa. Aku tak butuh banyak boneka.”


“Hahahah, kau gagal kak?” terdengar tawa Nana yang mendekat ke arah mereka.


Rendra yang masih kesal dan mendengar ejekan Nana langsung pergi meninggalkan dua wanita yang masih tertawa dengan kerasnya.


“Nana, ayo kita foto box. Abadikan moment ini.” ajak Shita,


“Aku panggilkan dua laki – laki itu, kamu tunggu di dalam box ya Shita.” Dengan cepat Nana mendatangi dan menyeret kedua laki – laki itu.


Mereka melakukan foto box bersama. Hasil cetaknya mereka bawa satu persatu. Shita yang asyik bermain lagi diam – diam difoto oleh Rendra dan ia jadikan wallpaper diponselnya. Dengan cepat Rendra menyimpan ponselnya setelah berhasil memotret wajah Shita dengan berbagai ekspresi. Shita melihat Nana dan Niko yang bermain di depannya dengan sangat romantis. Niko yang humoris dan romantis membuat Nana sering tertawa dan tersenyum lebar ketika mereka bersama.