Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 12



"Siapa Shita? Jika seperti itu mengapa kamu diam disini dan hanya melihat saja?


Bukankah seharusnya kamu menghampirinya untuk menanyakan kabarnya? Memang siapa yang ada disana?" Tanya balik Nana pada sahabatnya.


"Marvin.”


Satu nama yang mampu membuat Nana kembali melirik ke arah samping tepat dimana Shita berdiri.


“Mari kita temui dia Shita. Kamu harus minta penjelasannya mengapa dia tak menghubungimu beberapa hari ini” ajak Nana


“Mengapa harus seperti itu Na? Aku yakin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Sebenarnya ini juga sebagian mungkin kesalahannya ada di diriku Nana. Aku tidak bisa membahagiakannya" ucap Shita dengan tatapan sendu


"Hei beiby maafkan aku jika aku terlalu memaksamu. Kamu ingatkan aku adalah sahabatmu apapun yang kamu alami katakan lah padaku mungkin aku bisa membantumu. Dan apa itu kesalahan? Memangnya kamu melakukan kesalahan apa padanya?" Tanya Nana bertubi-tubi pada Shita.


"Mari kita cari tempat yang santai terlebih dahulu dan aku akan menceritakannya padamu semua dan bagaimana hubunganku dengan Marvin" Ajak Shita.


"Baiklah mari kita ke food court saja yaa Ta"


Sesampainya di food court, Mereka mencari tempat duduk dan memesan makanan ringan.


“Baiklah Na, aku akan menceritakan masalahku dengan Marvin. Jangan menertawakanku ya Na.


Bila aku ada salah tolong tegur aku nantinya"


Flashback on


Shita POV


Dy setiap harinya mengirimiku pesan namun selalu aku tanggapi dengan cuek dan dingin karena aku takut mengabaikan kuliahku, pekerjaanku kemudian jatuh cinta yang mengakibatkan fokusku pada tujuan utamaku terpecah. Dy tidak pernah absen seharipun dia mengirimiku chat atau pesan dan mengirimkan bunga ke kostku. Aku tak mengerti darimana dia tahu kost dan nomor ponselku. Aku menduga dia mengetahui semua tentangku dari Jodi teman sekelasku.


2 bulan berlalu aku tak melihat adanya tanda - tanda dia akan menyerah mengejarku. Akhirnya aku mencoba membalas pesan yang dikirim. Yg semula hanya membalas 2-3 kali pesan yang dikirimkannya padaku lambat laun aku semakin sering membalas pesan ataupun chat yang Marvin kirim padaku. Dan hampir setiap malam Marvin


menghubungiku untuk sekedar bertukar kabar maupun mengobrol. Sampai saat ujian kelulusanku tiba tanpa aku sadari dia menungguku di taman dimana aku selalu menghabiskan waktu jika sedang santai karena dia mengirimiku pesan mengatakan jika dia menungguku disana. Dia membawa bunga mawar putih kesukaanku yang tak bisa ku bayangkan berapa harganya.


"Hei Shita, bagaimana kabarmu? Maaf kemarin aku tak sempat mengabarimu. Aku sangat sibuk di tempat kerjaku kemarin. Dan ini aku bawakan ini untukmu. Maaf ini jika ini tak terlalu murah untukmu" ucap Marvin.


"Terimakasih kak. Ini terlalu mewah bagiku. Selama ini tidak ada yang pernah memberiku hal seperti ini" ucap senang Shita.


"Berarti ini yang pertama untukmu? Benarkah? Jika begitu maukah kamu makan malam denganku nanti? Aku ingin mentraktirmu sebagai hadiah kelulusanmu dariku" Tanya Marvin dengan antusias.


"Tidak usah kak. Aku tidak terbiasa dengan hal seperti itu. Dengan ini saja sudah membuatku senang" pancaran kebahagiaan terlihat jelas dimata Shita yang memang baru pertama kali ada yang memberikannya bunga.


"Ayolah Shita, tidakkah kamu mau mengabulkan permintaanku dihari bahagiamu? Ada yang ingin aku sampaikan juga padamu" pinta Marvin dengan memelas.


"Baiklah kak. Jika kakak memaksa." akhirnya Shita mengalah


"Terima kasih Shita, aku sangat bahagia. Nanti malam aku akan menjemputmu di kostmu.


Dandanlah yang cantik" ucap Marvin antusias sembari memegang tangan Shita tanpa ia sadari.


"Ya kak. Mmmm boleh dilepas dulu tanganku kak? Aku malu dilihat orang" pinta Shita yang merasa sedikit risih dengan tindakan Marvin yang tiba - tiba.


"Ummm baiklah. Sekarang aku kembali bekerja dulu. Ingat nanti malam kamu harus dandan yang cantik ya. Aku pergi ya Shita sampai jumpa nanti malam" ucap Marvin seraya pergi menjauh dari Shita.