Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 104



“Rian, Desi tolong bersihkan kamar Rendra juga buang semua hal yang bisa mengganggu pikiran Rendra” perintah Wisnu.


“Baik”


Kedua manusia beda jenis itu kemudian memasuki kamar yang disebutkan oleh Wisnu. Betapa terkejutnya mereka melihat kamar seperti kapal pecah. Perlahan langkah mereka memasuki ruangan. Salah satu dari mereka mengambil selebaran foto masa lalu Rendra juga potret Rendra dengan salah satu wanita.


“Nikmati hari kelammu lagi Rendra, selamat berbahagia untuk semua hal yang akan kamu jalani lagi”


“Apa yang kamu lakukan Desi? Mengapa kamu memegang potret tuan Rendra? Tolong cepat bantu aku membersihkan ini semua”


“Ah tidak, aku hanya penasaran seperti apa kekasih tuan muda yang dulu dengan sekarang ternyata lebih cantik yang dulu daripada yang sekarang” ucap Desi. Dengan cepat ia memasukkan beberapa lembar potret ke dalam sakunya dan membantu membersihkan kamar Rendra.


“Ya mereka memang berbeda dan nona Shita jauh lebih cantik hatinya daripada Tara, wanita yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan selalu menginginkan kepuasan batin hingga ia rela menduakan tuan muda dengan mantan kekasih nona Shita” jelas Rian dengan santainya. “Apa kamu bilang? Mengapa kau lancang sekali mengataiku?”


“Siapa yang mengataimu, aku mengatakan yang sebenarnya tentang wanita itu mengapa kamu tersinggung? Siapa kamu sebenarnya?”


“Ah tidak, aku hanya sedikit terkejut dengan ucapanmu barusan” kata Desi tergagap, “Aku akan membuang ini di luar lalu kembali sebentar lagi” tambahnya lagi, cepat – cepat Desi keluar dari kamar dan menjauhi Rian.


“Aneh, mengapa rasanya aku pernah mendengar suara Desi tapi dimana ya” Rian menggidikkan bahunya namun suara Desi yang ia dengar tadi selalu berputar di telinganya. Tak lama kemudian ia keluar dari kamar Rendra setelah selesai dengan pekerjaannya.


“Tuan, saya sudah membersihkan semuanya. Saya akan membereskan pekerjaan di perusahaan, nanti saya akan kemari lagi” ucap Desi menundukkan kepalanya pada Wisnu yang berada diruang tengah dan pergi dari apartemen Rendra.


“Rian kamu pergilah juga urus perusahaan Rendra. Saya percayakan semuanya padamu” ucap Niko yang masih diobati oleh Nana dan bersama kedua sahabatnya.


“Baik tuan, saya permisi”


“Ko, bisa lu ceritain gak kenapa Rendra bisa kambuh gitu?” tanya Wisnu yang sedari tadi penasaran dan sengaja menunggu suasana tenang baru akan bertanya.


“Gue gak tahu persisnya, setelah gue nerima telepon Rendra yang kebetulan gue tadi masih meeting langsung gue stop dan pergi kesini. Seperti yang lu lihat sekarang gue dipukul Rendra karena dia lihat gue kayak wanita yang dulu nyekap dia”


“Lu tahu cerita persisnya?” timpal Riko.


“Gue gak tau persisnya, tapi yang gue denger Rendra dulu di sekap bareng sama sahabatnya yang dulu tapi gue gak tau sekarang sahabatnya dimana”


“Kamu tahu tentang ini Na?”


“Jangan tanya sama dia Wisnu, dia gak tau apa – apa. Atau mungkin dia baru tahu beberapa waktu lalu, dia masih bayi dulu ketika Rendra mengalami kejadian itu. Adik kecil yang dimaksud Rendra tadi adalah Nana”


“Kalian ingin tahu masa lalu Rendra? Tapi saya juga ingin meminta bantuan kalian untuk menjaga Rendra, apa kalian sanggup?”


Keempat manusia yang ada diruangan begitu tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Hendra yang baru saja datang kini berada di hadapan mereka.


“Apa om serius ingin mengatakan luka lama Rendra pada kami?” tanya Wisnu memasang wajah seriusnya.


“Saya ingin mengatakannya agar banyak orang yang bisa menjaga Rendra ke depannya karena saya akan mencari dimana keberadaan Shita juga siapa yang mengirim paket beberapa waktu yang lalu pada Rendra, atau bahkan mungkin kini masih ada paket yang ditunjukkan untuk Rendra”


“Jika memang ini untuk Rendra, kami siap mendengarkan semuanya om”


“Baiklah, jadi begini”


Flashback On Masa kecil Rendra


21 tahun yang lalu.


Keluarga jaya diliputi rasa bahagia dengan kehadiran buah hati mereka yang berjenis kelamin laki – laki yang diberi nama Narendra Adiatma Jaya, buah hati yang mereka tunggu – tunggu selama 3 tahun pernikahan mereka. Hendra dan Ratna yang saat itu tinggal di Inggris berteman dengan keluarga Sanjaya yang sama – sama berasal dari Indonesia.


Keluarga Sanjaya juga memiliki seorang anak laki – laki bernama Andika Sanjaya dimana beda usia Rendra dan Andika hanya terpaut 6  bulan namun tak membuat pertemanan kedua anak kecil itu berbeda dengan anak seumuran mereka.


Anton Adiatma Jaya, kakek Rendra yang tinggal di Amerika datang ke Inggris untuk menemui cucu kesayangannya yang sedang berulang tahun yang ke 8. Anton sering memanjakan cucunya namun tak lupa juga ia sering memberikan nasehat dan petuah pada Rendra maupun Andika yang sudah ia anggap sebagai cucunya juga.


Sampai suatu hari Anton meminta ijin untuk mengajak Rendra serta Andika untuk jalan – jalan bersama ke kanada selama 1 minggu hanya berempat saja. Anton, Rendra, Andika dan satu pelayan mereka yang bernama Lita berangkat ke kanada dengan pesawat pribadi Anton setelah di perbolehkan pergi oleh Hendra.


Setelah 3 hari berada di kanada, Anton yang awalnya menemani kedua cucunya bermain dan menghabiskan waktu namun entah mengapa hari itu ia begitu sibuk dengan pekerjaannya di Amerika hingga ia seperti mengabaikan kedua cucunya. Tanpa disadari Anton, Lita adalah anak dari saingan bisnis Anton yang perusahaannya telah Anton hancurkan setelah menjebak perusahaan Anton pada kontrak kerjasama kedua perushaan yang membuat perusahaan Anton Rugi hingga milyaran dollar.


Lita yang menyamar sebagai pengasuh menculik Rendra dan Andika saat Anton lengah dan membawa kedua laki – laki itu kembali ke Inggris tanpa sepengetahuan Anton. Lita mengajak mereka kembali ke Inggris dengan iming – iming akan memulangkan mereka atas suruhan kakeknya, Anton.


"Sayang, kita berdua disuruh pulang oleh kakek Anton dan mbak juga sudah menyiapkan semuanya jadi kalian harus bersiap - siap ya" kata Lita sembari mengusap secara bergantian puncak kepala Rendra juga Andika.


"Ah tadi kakek Anton mengatakan jika ia akan sangat sibuk nanti takutnya tidak punya waktu luang untuk kalian makanya mbak di minta untuk mengajak kalian pulang dan bertemu papa mama. Apa kalian tidak rindu dengan mereka?"


"Baiklah jika memang begitu, menurutmu gimana dik?"


"Kau saja yang memutuskan, jika kamu pergi maka aku akan ikut pergi bersamamu"


"Baiklah kita berangkat 30 menit lagi ya"


Namun sesampainya di Inggris, bukannya menepati janji Lita malah membawa kedua anak kecil itu ke rumahnya yang tidak bisa diakses oleh siapapun kecuali dirinya. Disanalah Lita menekan emosi kedua anak itu yang niat awalnya hanya dilakukan pada Rendra namun karena khawatir Andika akan membongkar semuanya, maka jalan satu – satunya hanya menjadikan mereka sebagai mainan Lita.


Anton merutuki kebodohannya karena gampang sekali ia mempercayai seseorang yang datang untuk menjadi pengasuh cucunya tanpa melihat latar belakang terlebih dulu, ia juga tidak waspada dengan semua musuh yang ia miliki saat itu. Dengan muka pucat dan rasa khawatir Anton kembali ke Inggris dan memberitahukan semuanya pada keluarga Jaya juga keluarga Sanjaya.


“Ayah, mengapa kau pulang sendiri mana anakku dan juga Andika?” tanya Ratna yang saat ini sedang menggendong anak ketiganya yang bernama Nana baru berusia 1 tahun juga pelayan disebelahnya yang bermain bersama anak keduanya bernama Dharma yang berusia 6 tahun.


“Dimana Hendra dan keluarga Sanjaya? Ayah ingin berbicara pada kalian semua” ucap Anton dengan kepala menunduk lalu duduk di ruang keluarga. Anton sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada kedua bocah itu.


“Kita disini ayah, maaf sudah membuat menunggu. Lalu ayah dimana anaku juga Andika anak Rendi mengapa ayah datang sendiri? Apa mereka masih betah disana? Kami begitu merindukannya” tanya Hendra dengan senyum sumringah yang memang tak sabar menunggu kepulangan anak kesayangannya itu.


Namun senyum Rendi juga Hendra hilang dari wajahnya kala ia melihat wajah Anton begitu muram.


"Tuan Anton, dimana Andika juga Rendra? Apa kalian bertiga menyiapkan kejutan untuk kami semua?" tanya Rendi yang sudah mulai tak sabar dengan jawaban Anton.


“Maafkan ayah nak, maafkan saya nak Rendi. Kalian bacalah ini” ujar Anton kemudian memberikan kertas dengan pesan yang ditinggal oleh Lita.


Ratna penasaran dengan apa yang di berikan Anton yang juga tertulis disana dengan cepat ia bergabung disamping suaminya dan membaca isi surat itu.


“Tua Bangka, begitu mudahnya kamu aku bohongi kau telah menghancurkan perusahaanku, orang tuaku juga kehidupanku. Sekarang aku akan membalas sakit hatiku tapi tidak melalui dirimu melainkan melalui kedua cucumu ini, aku akan bersenang – senang dengan mereka Anton. Jika kamu mengusikku maka mayat kedua cucumu inilah yang akan kamu lihat nantinya”


Hendra, Ratna maupun Rendi tercengang dengan apa yang baru saja mereka baca. Haruskah kedua anak kecil yang tidak tahu apa – apa itu menanggung dosa dari seorang yang melakukan kesalahan pada orang lain?


Ratna menangis sesegukan dipelukan Hendra bahkan anak yang sedari tadi di gendong sampai ia berikan pada pengasuh Nana, wanita itu tak kuat menahan pilu dan sesak dihatinya memikirkan apa yang terjadi pada kedua anak kecil itu.


“Bagaimana ini pa, anak kita diculik dan kita tak tahu apa yang mereka lakukan pada anak kita pa” kata Ratna terbata – bata sesegukan menahan tangisnya.


“Bagaimana ceritanya mengapa sampai terjadi semua ini? Anakku masih kecil pa, ia tak tahu apa – apa tentang masalah papa begitu juga Andika. Lakukan sesuatu pa, jika anakku sampai kenapa – kenapa aku takkan memaafkan papa” ucap Hendra yang kini memeluk istrinya yang sedari tadi menangis.


“Maafkan papa nak, 3 hari setelah papa di Kanada papa menerima telepon dari orang kepercayaan papa yang mengatakan jika ada klien papa dari Kanada ingin bertemu langsung dengan papa. Aku awalnya tidak ingin bertemu bisa – bisa kedua cucuku akan bosan nantinya jika aku ajak menemui klien. Tapi Lita memaksaku, meyakinkan aku agar mau menerima pertemuan itu. Setelah aku berdiskusi dengan Lita karena aku hanya akan pergi selama 3 jam dan aku menitip kedua cucuku padanya. Namun tak disangka selama tidakadanya aku disana kesempatan itu  dimanfaatkan oleh Lita untuk membawa kabur mereka. Maafkan aku nak, maafkan aku” ucap Anton dengan wajah sedihnya.


Sakit dan perih pun begitu Anton rasakan, sudah tidak ada lagi kini tawa dan ocehan cucunya yang ia dengar.


Rendi Sanjaya ayah Andika pun turut merasakan kesedihan yang sama seperti sahabatnya itu. Ia pun tak tahu apa yang harus ia lakukan seperti yang sudah tertulis di surat yang diberikan Anton tadi jika ia mengusik penculik itu maka nyawa anak mereka lah taruhannya. Kediaman keluarga Jaya dan Sanjaya seketika diliputi awan hitam yang sangat tebal bahkan mentari yang menampakkan sinarnya seperti di kalahkan oleh perasaan gelisah dan cemas orang – orang yang merasa kehilangan.


"Arrrggg" teriak Hendra begitu frustasi dengan apa yang terjadi.


Sementara itu di kediaman Lita setiap hari kedua anak itu dikurung, Rendra dan Andika memang diberi makan tapi tidak selayaknya manusia melainkan binatang.


“Heh anak kecil kalian berdua makan ini” bentak Lita kemudian menumpahkan makanan itu tepat di hadapan mereka. Wanita itu Kesal karena mereka tidak menuruti apa yang ia katakan, akhirnya Lita mendorong kedua kepala mereka hingga menyentuh makanan yang berada dilantai dengan kondisi kedua tangan terikat.


"Mbak mengapa mbak lakukan ini pada kami?"


“Inilah balasan untuk ulah kakek kalian Anton tua itu. Cepat makan karena setelah ini aku akan mengajari kalian bagaimana caranya bersenang – senang” ucap Lita dengan tawa yang menggelegar dan mampu memekik telinga keduanya.


Rendra dan Andika menangis sesegukan karena perbuatan kejam Lita. Setiap hari mereka dicaci maki, dibuat ketakutan oleh Lita.


1 jam kemudian setelah memberi makan Lita datang lagi dengan beberapa pakaian wanita untuk anak seusia mereka.


“Sepertinya kau akan terlihat cantik memakai ini, aku akan memakaikan ini untukmu” kata Lita sembari memakaikan baju pada Andika namun anak itu menolak hingga menggigit tangan Lita.


“Dasar bocah tidak tahu diri, kurang ajar”


Plaakkk


Sebuah tamparan keras mengenai pipi kiri Andika yang membuat bibirnya sedikit robek dan terlihat darah keluar dari sana.