
“Kapan kau menyiapkan semua ini Rendra?” tanya Shita setengah berbisik ditelinga kiri Rendra.
“Surprise sayang, jangan bertanya apapun sekarang. Silakan tiup lilin nya sayang. Kamu ratu hari ini” ucap Rendra dengan mengecup punggung tangan Shita dan adegan itu membuat para tamu berdecak kagum begitu pula kaum hawa yang tak henti menatap pasangan itu.
Tak tanggung – tanggung kue yang dibawa masuk oleh dua pelayan laki – laki bertingkat 10. Semua yang hadir disana tak henti – hentinya dibuat terkejut. Shita berdiri di belakang kue yang berada di tengah ruang pesta di damping oleh Rendra dan kedua keluarga yang hadir di pesta itu.
“Make a wish dulu dong ta, jangan diem aja” bisik Nana yang sedari tadi melihat Shita melamun tak bergeming dari tempatnya berdiri.
“Ah kamu ini, sabar dulu dong” Shita memejamkan matanya mengucapkan permohonan dalam hati.
Huufff
“Yeaayy, happy birthday Shita semoga cepat di pinang ya” ucap Nana cekikikan.
"Pinang pinang, gundulmu" sahut Shita.
“Happy Birthday Shita sayang, semoga kamu selalu bahagia ya sayang” ucap wanita paruh baya yang tak lain ibunya sendiri.
“Selamat ulang tahun ya Shita, semoga kamu cepat menjadi mantu tante, benar begitu kan pa?” ucap Ratna sembari melihat ke arah suaminya dan menyenggol lengan Rendra.
“Benar ma, papa sudah ingin menggendong cucu. Benar begitu kan pak Fendra dan bu Widya?”
“Kami sangat menantikannya pak” ucap kedua orang tua Shita bersamaan.
Bluusshhh
Wajah Shita memerah mendengar pernyataan kedua keluarga itu. Shita meraba – raba sesuatu di samping kanannya setelah berhasil ia pun menggenggam erat apa yang ia dapatkan.
“Lo kenapa jadi megang tangan aku Ta? Ciie gugup ya ampe merah gitu mukanya, Na sini lihat wajah Shita kayak kepiting rebus” Ejek Anna yang tanpa sadar Shita pegang sedari tadi.
“Terima kasih ANNA” terang wanita itu menahan rasa malunya.
‘Kenapa jadi megang tangannya Anna sih, kemana perginya laki – laki jailangkung itu’ gerutu Shita dalam hati.
Kedua keluarga dan sahabatnya menertawakan tingkah konyol Shita pagi itu.
Jreeengg
Semua yang berada di pesta menatap ke sumber suara. Siapa gerangan yang membunyikan gitar disaat seperti ini. Banyak yang bertanya – tanya dan melihat sekitar namun tak ada yang melihat siapapun di sana.
Jreengg
“Lagu ini kami persembahkan untuk ketiga wanita cantik yang berada di ujung sana, terima kasih telah hadir tak terduga dalam hidup kami. Terima kasih Shita.” ucap salah satu pria yang berada di ujung yang tak lain adalah Rendra
“Ini untukmu Nana” ucap Niko yang kini berdiri tepat di sebelah Rendra di susul oleh Riko.
“Dan ini juga untukmu Anna, kekasihku”
Ketiga laki – laki itu tersenyum melihat ke tempat dimana ketiga wanitanya berdiri.
“Aku hanya tak menyangka jika dia yang super pencicilan itu bisa romantis seperti ini” ucap Anna tak percaya.
“Amazing, berkali – kali dia seperti ini tapi tetap saja bisa membuat jantungku berdetak lebih cepat” ucap Shita yang melihat tiga laki – laki itu berada di ujung sana membawa gitar.
“Me too” teriak Nana.
Jreenggg
Lama sudah ku menanti
Banyak cinta datang dan pergi
Tapi tak pernah aku senyaman ini
Mungkin dirimu lah cinta sejati
\
Ku jaga sampai ke ujung nadi
Takkan ku sia – siakan lagi
Buat hidupku lebih berarti
\
Reff*
Cintamu senyaman mentari pagi
Seperti pelangi selalu kun anti
Cintamu tak akan pernah terganti
Selamanya di hati
Aku bahagia milikimu seutuhnya.
Di sela – sela nyanyian merek bertiga, Rendra menghampiri Shita masih berdiri ditempat dan membawanya kembali ke tempat semula. Banyak penonton yang sedari tadi menikmati alunan musik melihat dengan tatapan iri dan cemburu dengan apa yang di lakukan Rendra terhadap Shita. Sampai lagu berhenti di mainkan Rendra tetap memegang tangan Shita bahkan sampai mencium keningnya.
Kedua keluarga besar mereka hanya memperhatikan dengan senyum yang begitu hangat dan kebahagiaan terpancar dari wajah masing – masing.
“Tak sangka ya pak, senyum Shita yang sangat jarang bisa kita lihat dulu kini dengan mudahnya ia tampilkan. Ibu semakin yakin dengan nak Rendra pak” ucap Widya begitu terharu melihat apa yang di alami oleh anaknya.
“Ya bu, bapak juga ikut bahagia dengan apa yang di rasakan oleh Shita. Semoga anak kita selalu berbahagia ya bu” Fendra mengusap lembut tangan Widya yang sedari tadi ia genggam.
Rendra menatap kedua orang tuanya dan orang tua Shita seakan meminta persetujuan dengan apa yang akan ia lakukan hari ini. Kedua orang tua itu menganggukkan kepala dan tersenyum penuh arti pada Rendra Senyum begitu mengembang terukir di bibir Rendra. Shita tak mengerti mengapa Rendra sedari tadi menatap bergantian ke empat orang tua itu.
“Akshita Lyla Gayatri maukah kamu menjadi bagian dari hidupku menerima kekuranganku dan kelebihanku menjadi sahabat teman dan kelak menjadi ibu dari anak – anakku?” ucap Rendra berbalik dan menekuk lututnya membuka kotak kecil berwarna merah yang ia arahkan pada Shita.
“Terima terima”
“Terima”
Seketika banyak teriakan – teriakan terdengar dari para tamu menyebabkan pesta itu berubah riuh kala melihat laki – laki idaman wanita, pebisnis muda itu melamar kekasihnya saat acara masih berlangsung.
Shita melihat apa yang Rendra lakukan semakin tak bisa berkata – kata. Yang ada hanya genangan air di pelupuk matanya. Wanita itu mengangguk pelan tanda ia menerima lamaran dari laki – laki yang selama hampir setahun ini menemaninya. Melihat jawaban wanitanya, Rendra segera berdiri dan memasangkan cincin berlian yang ia pesan khusus untuk kekasihnya.
“Terima kasih telah menerimaku Shita, terima kasih” ucap Rendra yang memeluk Shita dan tak hentinya mengecup kening Shita.
Kedua keluarga yang melihat kebahagiaan itu tak terasa mereka pun ikut menangis karena moment lamaran yang di lakukan oleh Rendra di terima oleh Shita. Para tamu juga menatap haru sepasang kekasih itu. Tak lama setelah acara lamaran itu berakhir kini terdengar oleh semua yang ada disana deru motor gede yang berada di bawah hotel.
Para tamu berbondong – bonding mendekat untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata itu semua adalah hadiah untuk Shita yang disiapkan oleh Riko dan Wisnu. Banyak laki – laki menaiki motor gede yang tak lain merupakan teman – teman mereka, membawa buket bunga besar dan melingkar di halaman hotel serta membentuk ucapan selamat ulang tahun. “Selamat Ulang Tahun Akshita”
Tak hanya sampai disitu beberapa menit berselang deru suara helicopter mengusik semua orang yang masih tercengang dengan apa yang mereka lihat dibawah sana. Helikopter itu menjatuhkan begitu banyak balon dan tulisan menjuntai yang bertuliskan ucapan yang sama.
Shita hanya bisa tercengang dengan mulut sedikit menganga hingga meneteskan air mata. Adegan itu tak luput pandangannya dari Rendra yang segera mengabadikan moment special itu dengan ponsel pribadinya.
“Terima kasih teman – teman, tapi tanpa hadiah ini pun aku sudah bahagia memiliki kalian. Sekali lagi terima kasih” ucap Shita penuh haru. Anna dan Nana menghampiri wanita itu dan memeluknya.
“Kita senang bisa menjadi sahabatmu juga Shita” ucap Nana dengan mata berbinar bahagia.
“Boleh kami ikut bergabung dan berpelukan?” tanya Riko dengan gayanya sok cool yang diangguki oleh ketiga wanita itu. Kakak, sahabat, orang tua, adik itulah yang mereka rasakan saat berkumpul bersama.
“Semoga persahabatan mereka tetap terjalin erat ya pah, mama jadi pengen ikut seperti itu” ucap Ratna pada suaminya.
“Sini mah, biar papa saja yang peluk” sahut Hendra dengan cepat merengkuh dan memeluk pinggang istrinya.
Dharma yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya mendadak terdiam dan terlihat bahagia kala melihat kegiatan yang dilakukan oleh kakak dan adiknya.
Saat pesta berlangsung seorang wanita memaksa masuk hingga menimbulkan kericuhan dari arah pintu dan itu terdengar oleh semua tamu yang berada disana. Dengan sekali dorong wanita itu berhasil masuk ke dalam pesta.