Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 42



“Makanlah makanan ini, aku menyiapkan semua ini special untukmu. Aku buru – buru pergi, ada urusan yang begitu mendesak di perusahaan. Maaf aku tak bisa menemanimu, akan aku usahakan untuk datang jika urusanku sudah selesai. Aku bahagia bisa menemanimu hari ini, dan itu akan aku lakukan terus sepanjang hidupku jika kamu mengijinkannya”


“Gunakan waktumu sebanyak – banyaknya untuk pekerjaanmu, aku telah terbiasa sendiri, tapi sekarang ada kamu disini membuatku terbiasa dengan kehadiranmu, aku juga tak tahu sampai kapan kamu akan bertahan mengejar hatiku, jika kamu lelah menjauhlah jangan membuatku kembali berharap dengan ketidakpastian seperti yang dulu.” gumam Shita lirih.


Melihat note yang ada disana seketika membuat perasaan Shita menghangat. Belum pernah ada yang menyiapkan makanan seperti ini untuknya. Namun ia tak boleh terlena begitu saja dengan apa yang dilakukan oleh laki – laki itu.


Tin tin


“Ah sepertinya itu Nana, aku akan mengajaknya makan makanan laki – laki itu. Aku tak bisa menghabiskannya sendirian.” Ucap Shita dalam hati dan kemudian membuka pintu untuk menyambut kedatangan Nana.


“Shitaa, hai aku rindu. Kita satu rumah sakit tapi tak pernah ada waktu untuk bertemu. Ah ya, aku juga membawa temanku. Perkenalkan ini Anna, tunangan kak Riko teman Kak Niko. Dan Anna ini temanku dia seorang dokter bedah yang sangat berbakat namanya Shita.” Ucap Nana memperkenalkan kedua wanita yang tadinya berdiri terdiam melihat satu sama lain.


“Aku Shita, senang berkenalan denganmu Anna.”


“Aku Anna, senang juga berkenalan denganmu. Akhirnya aku memiliki teman disini selain Riko dan teman – temannya.” Ucap wanita cantik bernama Anna yang ternyata adalah tunangan Riko, pacar Nana.


“Mari silakan masuk, kita makan malam bersama ya. Ada seseorang yang menyiapkan makan malam untukku terlalu banyak.” Ucap Shita dengan santainya seraya mengambilkan dua piring lagi untuk dua wanita yang telah duduk di kursi meja makan.


“Wow, ku rasa masakannya pasti enak terhirup dari aromanya saja sudah menggugah seleraku.” Ucap Nana dengan mata berbinar menatap masakan yang ada didepannya.


“Cicipilah Anna, tak usah sungkan karena sekarang kita berteman. Mungkin aku akan menyukaimu sama seperti aku menyukai Nana.” Kata – kata yang terlontar dari bibir sexy Shita seketika membuat dada Anna bergetar. Bagaimana mungkin seorang wanita yang baru ia kenal berapa detik yang lalu mengatakan hal seperti itu. Tanpa sadar Anna menganggukkan kepalanya mengiyakan apa perkataan Shita.


Makan malam pun mereka lewatkan dengan nikmat dan penuh tawa karena sesekali Nana membuka mulut mengeluarkan candaan yang membuat kedua wanita yang berada disampingnya. Setelah selesai makan ketiga wanita itu menuju sofa untuk sekedar berbincang – bincang.


“Shita, ku rasa aku tahu siapa seseorang yang memasak untukmu.” Shita tersedak mendengar ucapan Nana yang saat itu sedang menegak teh yang ia buat untuk ketiganya.


“Eeee siapa memangnya? Jangan mengarang cerita nona muda.” Ucap Shita sedikit kesal dengan tingkah sahabatnya.


“Anna, kau tahu sahabat Riko yang bernama Narendra/Rendra? Dia adalah kakakku, dan sekarang kakakku sedang memperjuangkan cinta Shita. Jadi kau satu pemikiran denganku bukan?” tanya Nana pada Anna yang seketika wajahnya berubah menjadi sangat paham dengan apa yang dikatakan wanita itu.


“Kalian ini, jangan memojokkanku. Baiklah baiklah karena hanya boleh ada kejujuran dan keterbukaan dalam persahabatan maka aku akan menjawab iya.” Ucap Shita singkat yang akhirnya membuat kedua wanita itu bersorak penuh gembira.


“Benar dugaanku, kau tahu aku sangat mengenal wangi parfum kakakku, sekilas aku tadi mencium aroma parfum maskulinnya dan itu semakin menguat kala aku duduk di meja makan. Apa kakakku membuat itu khusus untukmu Shita?” tanya Nana yang hanya dibalas anggukan oleh Shita.


“Apa kalian bekerja sama untuk membangun image baik Rendra dihadapanku karena sampai saat ini aku dingin padanya? Come on Na, kamu tahu kan aku bagaimana dulu dengan laki – laki.” Ucap Shita pada Nana yang sudah tahu tentang masa lalunya.


“Aku tidak seperti itu Shita, tapi itulah kenyataannya. Dia sangat berbeda dengan yang dulu, dia yang dulu begitu dingin, cuek dan tampak angkuh perlahan – lahan mulai bisa tersenyum setiap mengingatmu Shita, hanya dengan memanggil namamu kau paham apa maksudku Shita. Aku dan Anna tak menyanjungnya karena kita tahu Rendra orangnya bagaimana.”


“Benar apa yang dikatakan Nana padamu. Banyak orang yang kini bisa melihat Rendra tersenyum Shita. Aku sudah lama berpacaran dengan Riko dan hampir setiap hari aku berkumpul dengan sahabat – sahabat Riko jika aku sudah pulang dari urusan bisnisku diluar negeri. Jadi sedikitnya aku paham mengenai hati Rendra. Jika kau memiliki sedikitnya perasaan itu maka biarkan ia mengalir dengan caramu Shita. Kami hanya bisa mendukungmu, tidak memaksamu.” Ucap Anna yang kini memeluk Shita erat, Shita pun tak kalah erat membalas pelukan Anna.


“Terima kasih kalian udah ngasi saran buat aku yang tidak berpengalaman ini. tapi bolehkah aku menguji cintanya terlebih dulu sebelum aku memantapkan hatiku padanya?” tanya Shita yang kini mulai memandang satu persatu sahabatnya yang kemudian dibalas anggukan oleh kedua wanita cantik itu.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan sampai waktu tengah malam hingga suara dering ponsel Anna menghentikan aktifitas mereka. Kedua wanita itu berpamitan pulang dan pergi dari tempat tinggal Shita.


---


Tok tok tok


Tok tok


Tok tok


Dengan langkah gontai wanita yang sejak tadi masih betah berada didalam selimutnya membuka pintu rumah yang sedari tadi diketuk oleh seseorang dari luar. Tak berapa lama ia mengetahui siapa yang mengetok pintu dan mempersilakan masuk.


“Kau masih tertidur? Dasar pemalas” ucap laki – laki itu dengan penampilan begitu sempurna, yang sedari tadi menunggu tuan rumah membuka pintu kini sudah berjalan ke arah dapur membuka kulkas dan mengambil air dingin meneguknya hingga tandas tanpa sisa.


“Kamu siapa? Mengapa kau datang dengan terburu – buru masuk rumah orang lain tanpa permisi dan meminum minumanku? Urat malumu putus hah?” ketus wanita itu seraya masuk ke dalam kamarnya meninggalkan laki – laki yang sedari tadi menahan senyum karena makian wanita itu.


“Bersiaplah, kita akan ke bandung jika masih ada waktu kita ke bogor juga dengan teman – temanku dan kedua sahabatmu itu. Kita akan berlibur disana hari ini sampai malam atau bisa menginap juga, apakah kau mau ikut?” teriak laki – laki itu. Jika ada orang yang berada disebelah rumah itu mungkin bisa mendengar dengan jelas teriakannya. Wanita itu seketika membalikkan badan dan mendongakkan kepala, mengerucutkan bibirnya menatap laki –laki itu hingga membuatnya gemas dengan perilaku wanita itu.


“Mengapa kau baru memberitahuku sekarang, kenapa tak mengiri-


“Cepatlah bersiap atau kita akan terlambat. Kita hanya punya waktu 2 jam dan akan berangkat dengan jet pribadiku. Jadi cepatlah, dipercepat Shita sayang.” Ucap laki – laki itu yang seketika membuat wajah wanita itu memerah mendengar panggilannya.


“sayang pala lu peyang, iyaa aku cepat – cepat.” gerutu Shita yang kini mulai mandi dan segera merapikan barang bawaannya.