Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 21



Matanya tertahan melihat sebuah email yang dikirimkan oleh sahabatnya Riko. Rendra melihat jika itu dikirimkan 5 jam setelah keberangkatannya ke Amerika saat itu. Betapa terkejutnya ia melihat isi email dari sahabatnya.


Merasa panas dan geram, Rendra menggenggam kencang ponselnya yang ingin ia lemparkan karena melihat foto yang dikirim oleh sahabatnya Riko. Beruntung Rendra bisa menahan amarahnya. Setelah berhasil


meredam amarahnya ia pun melihat secara detail informasi yang ada di dalam email.


Dadannya kembali bergemuruh kala melihat wanita yang menjadi kekasihnya dulu kini berubah status menjadi mantan kekasih walau ia belum mengatakan secara langsung pada wanita itu.  Wanita itu bersama dengan laki – laki yang selama ini menjadi musuhnya. Baik dalam usaha yang dijalankan maupun dulu saat mereka bersekolah ditempat yang sama namun teman - teman sekolah Rendra tidak tahu tentang status Rendra terkecuali ketiga sahabatnya.


“s*****n. Semakin ku biarkan semakin kamu berani terhadapku Tara. Tak akan lagi ada kesempatan untukmu. Kesempatan yang ku berikan sudah cukup. Dan kau\, Ternyata kau tidak berubah sejak dulu. Kau


selalu saja kalah terhadapku namun tak pernah kau berhenti. Penghianat dan musuhku menjadi 1 untuk melawanku, aku tak tahu darimana kalian saling mengenal, kita lihat siapa yang akan menang aku takkan membuat kalian tenang. Untuk sementara selamat bersenang – senang dan nikmati waktu kalian selagi aku beristirahat disini.” Ucap Rendra dengan seringai yang mampu membuat siapapun begidik ngeri melihatnya.


Seminggu pun berlalu kini Rendra bersiap – siap akan pulang ke Indonesia bersama Ratna. Ia sudah rindu dengan tanah kelahirannya dan rindu dengan keluarga serta temannya.


“Mamah sudah selesai semuanya? Mari kita segera berangkat mah. Jet sudah siap sedari tadi.” Ucap Rendra setelah ia sampai dikamar mamahnya dan memeluk mamahnya dari belakang.


“Kamu ini selalu saja mengangetkan mamah. Jika mama terkena serangan jantung bagaimana? Kamu mau mamah mati sekarang?” Marah Ratna sambil memukul pelan lengan anaknya.


“Aku takkan membiarkan itu mah. Karena sampai kapanpun aku tak ingin kehilangan mamah terbaik didunia ini. Semua sudah siap kan ma? Mari kita berangkat aku sudah tak sabar bertemu cerewetku” Ucap Rendra dengan penuh semangat.


Mereka pun berjalan beriringan menuju ke mobil yang membawa mereka ke landasan jet pribadi milik keluarganya.


Dreett drettt dreettt


Rendra hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang dan kasar. Ratna yang melihat pun bingung dan menanyakannya apa yang membuat anaknya seperti itu.


“Kamu kenapa Rendra? Siapa yang mengirimimu pesan?” Tanya Ratna pada Rendra yang sudah menyimpan ponselnya kembali di jas yang ia kenakan.


“Hanya pesan dari nakalku mah. Dia mengatakan tak bisa menjemputku karena saat ini dia berada di Bali bersama sahabatnya. Tapi yang membuatku bingung sejak kapan nakalku memiliki sahabat? Apakah dia perempuan atau laki – laki? Bisakah dia dipercaya? Aku takut jika hal yang dulu sampai terjadi dan menimpa nakalku lagi mah.”


“Kamu tenang saja sayang. Adikmu itu begitu menyukai temannya yang sekarang karena dia juga berasal dari kampung halaman kita nak. Jadi ibu percaya kali ini dengan adikmu itu. Kamu juga tahu kan bagaimana sifat orang – orang yang 1 wilayah dengan kita?” Ucap Ratna meyakinkan anaknya. Ratna mengetahui bagaimana perasaan Rendra dulu ketika melihat adiknya begitu hancur dan terpuruk karena ulah beberapa wanita yang dianggap sahabat oleh anak bungsunya.


“Tapi mah, tak banyak orang yang bisa dipercaya mah. Aku akan percaya dengannya jika aku sudah melihatnya secara langsung. Aku tak bisa membiarkan adikku terluka untuk kedua kalinya. Itu sangat menyakitkan untukku. Mamah tau itu kan?” Lantang Rendra yang kembali terkenang dengan kejadian yang menimpa adik perempuannya.


“Mulailah untuk percaya pada adikmu nak. Dia sudah besar. Dia pasti akan belajar dari masa lalu yang sudah ia lewati dulu. Percaya sama mamah dan berikan kepercayaan itu pada adikmu. Karena kepercayaan itu yang akan menumbuhkan rasa percaya diri adikmu untuk membina hubungan yang baru dengan teman wanita atau laki – laki.” Jawab Ratna meyakinkan anaknya.


“Ngomong – ngomong masalah hubungan, tidakkah kamu berpikir untuk menjalani hubungan yang serius, misalnya dengan wanita pilihanmu itu? Hubungan kalian sudah cukup untuk masa perkenalan dan pendekatan. Mamah menerimanya karena itu wanita pilihanmu. Mamah sebenarnya tidak setuju dengan wanita itu tapi mamah tak mau memaksakan kehendak mamah padamu. Kebahagiaanmu hanya kamu yang tahu dan yang menentukan itu semua adalah kamu. Mamah harap kamu bisa memikirkan kata – kata mamah ini sayang.” Ucap Ratna mengutarakan maksudnya dengan penuh penekanan di setiap kata yang diucapkan.


“Yah mah” jawab Rendra lirih.


Rendra yang mendengarkan penuturan mamahnya hanya bisa menghela nafas. Bagaimana pun juga mamahnya belum tahu tentang hubungannya dengan Tara yang akan ia akhiri secepatnya. “Mamahnya benar,


kebahagiaanku hanya aku yang tahu. Aku tak mungkin menikah dengan Tara yang sudah menghianatiku. Maafkan Rendra yang tak mengatakan apapun mah. Rendra hanya tak ingin membebani pikiran mamah.” gumam Rendra dalam hatinya.