Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 50



“Shita boleh aku mengatakan sesuatu padamu? Aku minta maaf jika perasaanku padamu begitu besar untukmu. Aku menyukaimu sejak awal kita bertemu dirumah sakit mungkin lebih tepatnya bayangmu menghantui sejak kecelakaan yang menimpaku.”


“Aku tak tahu kenapa darahku mendesir dan jantungku berdegub kencang saat menatapmu. Bahkan hanya dengan menyebut namamu membuatku tenang dan nyaman. Entah sejak kapan aku mulai slalu memikirkanmu dan perasaanku menuntut agar aku slalu memberi kabar padamu dan begitu ingin tahu apa yang selalu kamu lakukan.”


“Kamu boleh tak percaya dengan apa yang aku katakan, namun sudah ku buktikan padamu selama 3 bulan ini aku tak pernah menjauhimu sekalipun kamu dingin padaku, acuh padaku tapi aku tetap bertahan karena hati dan keyakinanku. Shita, kamu bukan orang pertama dalam hatiku, namun aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.”


“Aku tak bisa berjanji akan membahagiakanmu tapi aku bisa memberi kenyamanan padamu untuk bersandar.  Because of you, you are the reason. Bersamamu adalah tempat terbaik untukku. Aku bisa menjadi berubah seperti ini dan menjadi diriku yang berbeda yang tak pernah orang lain tahu hanya ketika aku bersamamu. Aku menerima apa adanya dirimu.”


“Jadi saat ini maukah kamu memberi jawaban atas pernyataanku 2 bulan yang lalu? Maukah kamu menjadi teman hidupku? Jika kau menerimanya, kita akan bertunangan secepatnya, aku akan ke Bali meminta restu keluargamu.” Ucap Rendra dengan lantang. Shita yang mendengar semua itu matanya kembali berkaca – kaca.


“Aku bersedia Rendra. Tapi bisakah kita menjalani hubungan ini dan menikmati kedekatan kita sebelum bertunangan? Aku ingin berpacaran dan mengenalmu. Setelah itu temui keluargaku terlebih dulu baru nanti aku akan menjawab pernyataanmu itu. Jika memang kau serius terhadapku” ucap Shita yang langsung memeluk Rendra erat.


Begitu bahagia hati Rendra mendengar jawaban Shita. Saat ini lah yang paling ditunggu – olehnya.


“Dengan senang hati aku akan menemui keluargamu Shita, kapanpun aku siap. Jika aku salah, tegur aku Shita. Jika aku keliru beritahu aku, aku hanya memintamu untuk selalu mendengarkan penjelasanku jika nanti ke depannya ada hal - hal yang mengganggu hubungan kita dan akupun akan seperti itu. Berjanjilah untuk mempercayaiku dan selalu jujur padaku. Aku tak mau kehilanganmu.” tegas Rendra yang memeluk Shita dengan erat, mengelus rambut wanita yang masih berada dipelukannya.


Shita yang begitu nyaman dipelukan laki – laki yang kini menjadi sandaran hatinya. Ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan bertubi – tubi dari kekasihnya.


Kruyuukkkk


“Ups Shita,  itu bunyi apa ya? Rasanya itu bunyi dari perutmu.” ucap Rendra menahan tawanya.


“Kamu tak ingin membawaku pergi makan sekarang?” ucap Shita yang kemudian tertawa.


“Ehh, siapa yang begitu? Baiklah kamu selalu menang dariku princess. Ayo kita pergi,” Ajak Rendra sembari berdiri dan memegang tangan Shita. “Akhirnya dia menerimaku, eh belum ya. Eh dia bilang berpacaran kan, tunangan juga setelah nanti bertemu orang tuanya. terimakasih princess. I love you.” Teriak Rendra yang masih berada di pantai sembari berjalan ke arah mobilnya dengan memegang tangan Shita yang terus tertawa karena ucapan Rendra.


Shita hanya terkekeh geli mendengar apa yang di ucapkan oleh Rendra. Mereka pun menuju restoran terdekat untuk makan malam. Dalam perjalanan Rendra terus memegang tangan, sesekali melirik Shita dengan senyum manisnya.


“Jangan menatapku seperti itu”


“Aku sangat bahagia, jangan salahkan aku Shita, salahkan perasaanku ini” jawab Rendra dengan senyuman manisnya.


Shita semakin salah tingkah dengan apa yang dilakukan Rendra saat ini. Pandangan dan tangan Rendra tak pernah lepas dari Shita, seolah takut jika wanita itu menghilang dari hadapannya.


“Hei kita akan makan bukan tapi kenapa kau terus menatapku seperti itu?” shita berdecak kesal dengan tingkah Rendra. Bahkan saat mereka makan malam tangan Rendra tak melepaskan tangan wanita itu.


“Aku hanya mengangumi makhluk Tuhan paling indah dan cantik” ucapnya santai. Dengan cepat mereka menyelesaikan makan malamnya. Dan perjalanan pulang ke tempat tinggal Shita pun laki – laki itu tetap saja menatap lekat wajah wanita yang ia temani seharian ini.


“Aku pulang ya sayang. Boleh aku kecup keningmu?” tanya Rendra dan diangguki oleh Shita.


“Kamu hati – hati ya” Shita nampak masih canggung dengan status barunya.


20 menit kemudian…


Dreett dreettt


“Aku baru selesai mengeringkan rambutku. Kenapa meneleponku ? ada apa?” ucap Shita.


“Aku merindukanmu. Baru saja berpisah tapi aku sudah rindu lagi.” ucap laki – laki itu seraya memasuki rumahnya sesekali tersenyum dan tanpa ia sadari ada 8 pasang mata yang memandangnya dari ruang keluarga.


“Dasar Alay. Hahaha.. kamu tak lelah menemaniku seharian ini?” tanya Shita.


“Baru 1 hari princess, jika kau mau aku bisa menemanimu seumur hidupku.”


Blushh, pipi Shita merona mendengar kata – kata Rendra tanpa tersadar senyum diwajahnya tak hilang dari wajahnya dengan mata terpejam. Rendra membayangkan apa yang telah mereka lakukan tadi sore.


“Halo, princess. Kok kamu diem? Shita halo? Kamu kenapa? Jangan membuatku khawatir Shita atau aku akan datang kesana sekarang” ucap Rendra khawatir.


Beberapa saat tak ada jawaban dari Shita, Rendra melempar ponselnya ke ranjang dan segera mengenakan bajunya kembali karena Rendra terbiasa tak pernah meengenakan baju saat tidur. Selesai menggunakan baju ia menyambar kembali ponselnya yang tergeletak diatas tempat tidur dengan panggilan yang masih terhubung.


Ketika ia telah menyambar kunci mobilnya dan meletakkan lagi ponsel ditelinganya sambil berlarian menuruni anak tangga ia mendengar nafas teratur Shita yang menandakan jika ia telah lelap dalam tidurnya. Rendra menetralkan perasaan yang membuncah sedari tadi.


“Jadi kamu tidur disaat aku khawatir seperti ini karena keadaanmu? Kamu membuatku terlalu mengkhawatirkanmu. Selamat malam princess. Semoga mimpi indah.” ucap Rendra kemudian berbalik menaiki tangga namun suara khas Ratna menghentikan langkahnya.


"Rendra, tadi kau datang senyum - senyum, obatmu habis? Nana ambilkan obat kakakmu sayang" teriak Ratna pada anaknya yang tengah menonton televisi.


"Tunggu sebentar mah, kakak mau obat yang gimana kak?" ejek Nana.


"Ayolah maa, kayak mama gak pernah muda saja. Kamu juga dek, keterlaluan" Ucap Rendra setengah berteriak menaiki anak tangga kembali ke kamarnya. Sesampainya ia di kamar, laki - laki itu membuka bajunya, ikut berbaring dan meletakkan ponselnya di samping bantal kemudian ikut terlelap dalam tidurnya.


---


Mentari pagi menyapa dan menyelinap masuk ke sebuah kamar wanita yang sedang berbaring dengan lelapnya. Wanita itu menggeliat saat merasakan ada sinar yang menyilaukan matanya. Ia terkejut ketika melihat ke arah ponsel yang panggilan masih terhubung dengan laki – laki yang menjadi sandarannya belum genap sehari. Wanita itu tertawa cekikan mengingat betapa tegang dan serius wajah laki – lakinya kemarin mengatakan bagaimana perasaan yang ia miliki padanya.


“Semoga pilihanku tepat Hyang Widhi. Jika memang dia takdirku maka aku akan menerimanya dengan sepenuh hati, namun jika dia bukan takdirku maka jadikan dia sebagai takdirku” gumam Shita yang kini telah bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandinya untuk bersiap – siap.


1 jam kemudian sebuah mobil mewah telah terparkir didepan kost Shita. Seorang pria yang berada dibalik kemudi menatap dengan lekat tempat tinggal Shita. Tak lama kemudian wanita yang ditunggu pun keluar dan memandang lekat mobil yang berhenti di depan kostnya


Rendra melihat Shita pun langsung keluar dari mobil dan menghampiri kekasihnya.


“Hai Princess, udah siap? Sudah sarapan?” tanya Rendra yang sudah berdiri di depan Shita.


“Hai sayang, aku sudah siap. Ayo.” ucap Shita setengah berlari menjauh dari kekasihnya merasa malu dengan panggilannya. Kaki Rendra terasa lemas dan hampir jatuh ketika mendengar panggilan Shita untuknya. Dengan senyum yang begitu lebar ia mencoba menguatkan hatinya untuk berjalan cepat meraih tangan wanita yang kini menjadi ratu dihatinya.


Rendra kini sudah berada dikursi kemudi melajukan mobilnya ke JMC tempat Shita bekerja.


Tanpa mereka sadari ada sebuah mobil yang berada tak jauh dari mobil Rendra. Seorang laki – laki menatap kegiatan yang mereka lakukan sejak Shita keluar dari rumah dan masuk ke mobil Rendra.


“S****n\, takkan ku biarkan kamu bersama dengan Shita ku. Kembali sekarang”