
Begitulah keseharian dan aktifitas yang mereka lakukan selama 2 hari ini saat Shita libur dari tugasnya, sampai hari pesta tiba. Pesta diadakan di hotel mewah yang di kelola oleh Rendra yang berada di Jakarta. Pesta itu di hadiri oleh seluruh teman dan kolega bisnis Jaya Corp dan JMC dan para wartawan serta media yang sejak tadi menunggu diluar dipersilakan masuk ke aula pesta. Pesta perayaan Anniversary pernikahan kedua orang tua Rendra tampak mewah dengan nuansa biru dan putih.
Kedua orang tua Rendra tampak begitu tampan dan cantik. Ayahnya memakai kemeja hitam yang dipadukan dengan jas hitam. Dharma memilih jas biru yang melekat pada tubuh kekar dan atletis. Nana memakai gaun berwarna merah tanpa lengan dengan panjang diatas lutut, sedangkan Rendra memakai kemeja putih dengan jas warna hitam yang menutup tubuh sempurna Rendra. Orang tua Rendra datang bersama Nana namun lain halnya dengan kedua anak Hendra yang datang sendiri – sendiri diwaktu yang berbeda.
Tamu yang hadir di pesta tersebut tidak melepaskan pandangannya dari Rendra dan Dharma ketika mereka telah memasuki aula pesta. Kedua laki- itu tampak gagah dan begitu mempesona dengan kedatangannya dipesta itu. Sahabat Rendra yaitu Riko, Niko dan Wisnu juga datang ke acara tersebut. Riko dengan tunangannya Anna, Niko dengan Nana dan Wisnu yang datang tanpa pasangan dan terlalu sering diejek oleh ketiga temannya
karena dari awal mereka berteman Wisnu sama sekali tak terlihat dengan wanita.
Sudah banyak wanita yang datang mendekati Wisnu, namun tak pernah ia respon dengan baik. Rendra bergabung dengan ketiga sahabatnya yang sedang asik bersenang – senang.
Dari kejauhan ada seseorang wanita yang terus memperhatikan Rendra sejak kedatangannya ditengah – tengah pesta berlangsung. Wanita itu adalah Tara. Tara terkejut melihat kehadiran Rendra yang berada pesta mewah itu. Karena yang Tara tahu Rendra itu hanya pegawai biasa di Jaya Corp. Tara bisa datang ke sana karena ayahnya adalah rekan bisnis Hendra, ayah Rendra.
10 menit sebelum acara dimulai, Rendra terlihat panik karena yang ia tunggu – tunggu belum juga datang.
“Kenapa lu Ndra? Gugup lu?” tanya Riko
“Gak kenapa gue.”
“Lu panic gitu kayak setrikaan tau.” tambah Niko.
“Kakak nungguin Shita?” deg seketika Rendra menghentikan langkahnya.
Niko yang melihat Rendra yang terdiam mendengar perkataan Nana mengerti dengan apa yang dialami laki – laki itu.
“Tenang aja ndra, lagian masih ada waktu lagi 5 menit. Dia pasti datang.”
Tuk tuk
Tuk
Tak lama berselang terlihat banyak orang yang berada di dekat pintu masuk berbisik dan membuat heboh dengan kedatangan seorang wanita yang dengan anggunnya memasuki area pesta.
Rendra yang sedari tadi melihat jam ditangannya dengan gelisah kini menatap wanita yang tengah menjadi pusat perhatian. Wanita itu menggunakan gaun putih tanpa lengan yang sangat pas dengan tubuhnya dengan rambut disanggul ke atas memperlihatkan lehernya yang jenjang putih bersih dan menambah kesan cantik dan sexy nya.
Rendra dan ketiga sahabatnya menatapnya tanpa berkedip sedikitpun pada wanita yang sedari tadi sudah menghentikan langkahnya karena menjadi pusat perhatian. Nana yang paham dengan situasi canggung yang dialami oleh Shita segera mendekat menghampiri Shita.
“Nona manis. Selamat datang di pesta orang tuaku. Sejak tadi ada seseorang yang begitu panik menunggumu. Mari kita kesana bergabung dengan teman – teman kak Niko. Aku akan memperkenalkanmu pada mereka. Sebentar lagi pestanya akan dimulai.”
"Apakah aku tidak terlalu terlambat?" tanya Shita.
"5 menit lagi kau datang pasti kau akan terlambat, apa yang membuatmu begitu lama?" tanya Nana yang berada disamping Shita berjalan menuju ke arah teman - temannya.
Mereka berdua kini sudah bergabung dengan teman - teman Rendra. Shita yang tak pernah datang ke pesta seperti itu gugup setengah mati ketika banyak orang memandangnya. Terlebih lagi Rendra yang menatapnya dengan intens tanpa berkedip dengan mulut menganga.
“Woy iler lu tu jatuh Ndra. Santai aja liatnya.” ejek Niko. Tanpa sadar Rendra mengusap dagunya seperti anak kecil yang mengusap air liurnya. Kegiatan yang dilakukan Rendra tak lepas dari penglihatan sahabatnya yang seketika tawa mereka pecah karena berhasil menggoda Rendra.
“Awas lu. Bikin malu gue ajja lu Ko.” ucap Rendra pada Niko. Rendra hanya bisa menahan malu dan mengalihkan wajahnya yang sudah merah ketika Shita berdiri disampingnya.
“Kakak – kakak perkenalkan ini temanku Shita dan sekaligus akan menjadi iparku itu pun jika ia mau dengan kakakku yang dingin, galak dan acuh ini. Tapi tampan kok ya kan Shita?”
Mereka pun saling memperkenalkan diri kecuali Niko dan Anna yang sudah kenal dengan Shita.
“Kamu cantik.” Rendra yang menatap intens Shita tanpa sadar mengucapkan kata yang membuatnya digoda oleh sahabatnya.
Blushh
Seketika wajah Shita merona mendengar ucapan Rendra.
“Rendra kok wajah lu merah banget kayak kepiting rebus? Lu demam? Itu Shita juga merah pipinya, banyakan make up Shita?” ejek Wisnu.
“Sialan lu. Mana muka gue kayak kepiting rebus? Gue biasa aja dari tadi.” sergah Rendra menahan malu.
Diam – diam Rendra dan Shita saling memandang. Tanpa sadar dari jauh ada seorang wanita menahan geram dan amarah memperhatikan mereka sedari tadi. “Awas kamu ******. Aku takkan membiarkan Rendra menjadi milikmu. Karena sedari dulu ia tetap menjadi milikku dan selamanya tetap seperti itu.”
Acara pesta pun dimulai yang dibuka oleh MC dengan acara pertama yaitu pemotongan kue yang bertingkat 10. Sang pemegang kekuasaan tertinggi yaitu Hendra dipersilakan oleh MC memberikan sambutannya.
“Terimakasih saya ucapkan pada para hadirin yang telah datang di acara pesta saya yang sederhana ini. Terima kasih sudah memenuhi undangan kami dan datang jauh – jauh kesini. Saya tidak akan basa basi lagi. Seperti yang rekan – rekan tahu saya sudah tidak memegang Jaya Corp lagi karena saya fokuskan ke rumah sakit yang saya kelola. Sudah ada yang menggantikan saya di Jaya Corp. Namun yang sering kalian lihat dan kalian dengar adalah bukan yang sebenarnya.
Saya tahu mungkin rekan – rekan heran saat bertemu dengannya karena dia memakai topeng. Saya menghargai apa yang dia jalani dan saya mendukungnya karena ia punya alasan tersendiri mengapa identitasnya disembunyikan dan saat itu saya juga sedang menguji kesiapannya menjalankan perusahaan. Dan mari kita sambut penerus Jaya Corp, Narendra Adiatma Jaya, silakan naik ke atas panggung” Rendra menaiki panggung sesuai dengan instruksi Hendra.
Para tamu, teman bisnis dan kolega Hendra terkejut dengan mendapati kenyataan penerus Jaya Corps begitu tampan dan gagah. Para wartawan dan media yang datang begitu terkejut dengan apa yang mereka lihat. Tanpa mmembuang waktu mereka mengambil banyak potret penerus Jaya Corp Wajah yang selama ini bersembunyi dibalik topengnya kini telah terbuka identitas aslinya.
Tara yang melihat Rendra yang berada diatas panggung begitu terkejut. “Jadi kamu penerus Jaya Corp Rendra? Aku sudah menyianyiakan sumber uangku. Aku akan mendapatkanmu kembali tak peduli dengan apapun itu. Marvin bahkan tak bisa dibandingkan dengan Rendra.” gumam Tara tersenyum licik.
Hendra mempersilakan Rendra untuk memberikan pidatonya.
“Pertama – tama Maaf bapak dan ibu jika selama ini saya menyembunyikan identitas saya. Saya sudah membuka identitas saya dengan jelas hari ini, mohon dukungan dan kerjasamanya agar hubungan bisnis kita lebih terjalin erat.”
Kata – kata Rendra sontak mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para tamu yang hadir disana tak terkecuali Shita. Ia terus menatap Rendra yang berada diatas panggung begitupun Rendra yang sedari tadi tak melepaskan pandangan matanya pada Shita.
Tara yang melihatnya pun sangat kesal dibuatnya. “Awas kamu ****** tak akan aku biarkan kamu merebut milikku dulu dengan mudahnya aku merebut Marvin darimu, dengan Rendra pun juga pasti akan sama.” erang Tara lirih dengan kepalan tangan yang begitu kuat.