Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 4



Ingatan kejadian 7 tahun yang lalu saat ia memutuskan untuk pergi dari tanah


kelahirannya meninggalkan keluarga masih terlintas dan berputar jelas didalam


otaknya. Namun kini semua perjuangannya telah selesai ia tempuh dan akan melanjutkan


apa yang menjadi cita – citanya.


Kriiingg


kriingg


“halo”


“Shitaaaaa,


kamu dimana? Inget gak hari ini jam kerjamu sudah diganti? Ini sudah jam berapa


ta?” ucap seorang disebrang sana


“iyaa


inget cerewet dah kayak emak-emak. Aku sudah akan berangkat kesana tapi aku masih hidupin


motorku”


“ya


sudah kalo begitu. Aku sudah ada disini sejak tadi dan aku menunggu kamu shita”


“upss maafkan aku. Baiklah tunggu aku disana jangan kemana – mana yaa cerewetku”


“apaan sihhh.. yaa bawel aku tunggu. Cepetan! Bye!


Shita hanya tersenyum saat menerima omelan yang sudah sering ia dapatkan sejak awal


 ia menjadi KOAS. Ya dia memiliki sahabat atau lebih tepatnya sudah


seperti saudara yang selalu memperhatikannya dan meneriakinya jika ia ada


salah. Sahabatnya itupun hampir selalu ia ajak bersaing selama masa KOAS


walau tak dipungkiri ia lebih unggul hanya sedikit dari sahabatnya. Nana. Nana


Adiatma itulah nama Sahabat Shita sejak awal KOAS selalu bersama,


bahkan kini mereka bekerja ditempat yang sama pula. Nana tak mengatakan dengan


jujur Siapa dirinya karena ia takut akan memiliki teman seperti dulu


memanfaatkannya untuk kepentingan mereka sendiri.


30 menit kemudian ia telah sampai di JMC tempat dimana ia diterima bekerja setelah


mengirimkan email ke beberapa rumah sakit.


“woyy lama woyy lamaa.. kakiku rasanya lumutan nungguin kamu aja ta”


“maaf dehh tau sendiri kan Jakarta tu gimana macetnya, apalagi jarak dari kosan ku


“makanya kalo berangkat itu jangan mepet waktu begini kan jadinya”


“eleehh kayak kamu gak pernah telat aja. Inget gak dulu waktu kuliah dah berapa kali


kamu telat sampe mau dihukum sama dosen killer”


“itu beda taa, sekarang kita sudah bekerja jadi manfaatkan waktu, karena waktu


adalah uang, hehe”


“Capek ngomong sama kamu.. kamu menang deh. Yokk buruan masuk keburu jam kerja


dimulai”


Mereka berdua pun memasuki Area Rumah sakit tempat dimana banyaknya orang yang


memeriksakan kondisi kesehatan mereka dan ada pula yang hanya sekedar menemani


keluarga, saudara, teman bahkan yang terkasih sekalipun.


Pagi itu adalah minggu pergantian jam dinas ke 6 bagi Shita dan Nana setelah ia


bekerja setahun mereka bekerja disana. Tepatnya Di UGD lah saat ini ia bekerja.


Berbekal pengetahuan yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan ia dipercaya


untuk di tempatkan bekerja disana.


“Berapa jumlah pasien yang datang pagi ini nita? Apakah ada yang serius?” Tanya Shita


kepada Nita perawat yang bertugas pagi itu dengannya.


“Tidak ada dok, saya harap jangan sampai ada yang gawat karena saya masih lelah


setelah kemarin dinas sore dan hari ini dinas pagi. Mana rumah saya jauh lagi


dok, jadi gak terasa waktu santai dan istirahatnya” keluh nita yang hanya


dibalas gelengan oleh Shita.


Dari pagi hingga sore hari ia hanya menangani pasien yang bisa dikatakan memerlukan


peawatan yang tidak begitu gawat menurutnya. Hanya beberapa pasien yang datang


dengan keluhan panas, tertusuk paku dan luka robek ringan. Hingga jam kerjanya


pun sudah berakhir.


Sebelum pulang ke kosan ia mengganti bajunya terlebih dahulu diruangannya. Di dalam


ruangan tersebut tempat khusus tempat ia menemui pasien jika ia sedang bertugas


di Poli, dan ia akan mendapatkan jam kerja poli jika tidak ada waktu jaga di


UGD. Setelah selesai mengganti baju tiba – tiba handphone nya berdering