
Setelah mobil ambulance nya melaju ke tempat yang sudah di beritahukan ia pun pulang
dengan kondisi baju yang penuh dengan darah dari pria yang ditolongnya. Ia
merasa senang dapat menolong orang lain yang membutuhkan seperti halnya pria
yang mengalami kecelakaan tadi. Semoga alm. Neneknya bangga melihat apa yang
dilakukan oleh Shita.
Jam menunjukkan setengah 8 malam Saat Ia baru memasuki kamar Kosan yang sudah
ditempatinya 4 tahun lalu sejak Ia memutuskan hidup mandiri tanpa bergantung
pada tante Rani. Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum sahabatnya
datang Nanti.
Ia menyelesaikan dengan cepat acara mandinya dan tak lama kemudian Shita mulai
memasak makanan kesukaan sahabatnya itu. Bahkan sejak memasuki program
spesialisasi dulu Shita sering mengajak Nana untuk menikmati bekal yang selalu
ia Bawa dari rumah karena memang mereka 1 rumah sakit. Spesialisasi yang
diambil oleh Shita dan Nana berbeda. Shita yang mengambil Spesialis Bedah dan
Nana yang mengambil Spesialis Anak.
Tok tok tok
"iyaa sebentar"
"Haiihaii beiby, sudah lama menunggu ku? Ucap Nana setelah shita membukakan pintu kostnya
dengan membawa 2 kantong belanja besar.
"Gak juga na, kamu bawa apa itu? Kan sudah ku bilang tadi makannya disnii saja."
Jelas Shita kesal
"Selow,, inii hanya camilan beiby, untuk teman kita nonton nanti setelah makan malam.
Apa kamu tak ingat dengan apa yang akan kita lakukan malam ini? " Nana
mengingatkan sahabatnya.
"Tapi ini berlebihan Nana, bagaimana kita bisa menghabiskannya?" Tanya Shita
langsung mengambil kantong belanja yang ada ditangan kanan Nana.
"Aduhhh bawel sekali wanita satu ini. Kalau masih ada sisanya yaa taruh disini lah kamu
makan besok2 bisa kan" ucap Nana sambilang ngeloyor duduk di meja makan.
"Lahh ini kenapa meja kosong begini?? gak jadii Masak Ta?" Tanya Nana kembali
"Sudah Na tinggal tunggu matang aja. Tadi aku agak terlambat sampai dirumah Karena menolong
orang yang kecelakaan di Jalan sewaktu Aku pulang" terang Shita.
"Masakanmu sesuai dengan ekspetasiku kan Ta?? Trus bagaimana keadaannya? "Tanya Nana
lagi
"Dia hanya patah tulang kering. Sudah Aku berikan penanganan pertama dan aku suruh
jelas Shita sambil terkikik.
Nana yang mendengar pun hanya memangut2kan kepalanya..
Setelah menunggu 15 menit, Shita mulai menghidangkan makanan yang Ia buat tadi. Ayam
Betutu Khas Bali dan Ayam Pedas Manis serta Sambal Matah adalah selera Nana.
Nana yang melihatnya pun tercengang tanpa sadar mulutnya pun sedikit terbuka.
“Woyy jaga tu mulut. Awas ilermu jatuh ke masakanku. Kan udah sering aku buatkan ini
untukmu dulu saat kita masuk spesialis.” Ejek Shita
“Mana aku ileran? Somplak emang nii cewek satu. Aku tak bisa Santuyy kalau mengenai
makanan yang sudah kamu buat. Ingin ku ***** dan habiskan tanpa sisa” terang
Nana dengan semangatt 45 (Emang gerak jalan 45 bukkk)
Mereka pun menikmati makanan malam dan melanjutkan rencana yang mereka sepakati tadi
sore.
Sementara di tempat lain semua Pegawai di JMC heboh setelah Seorang dokter mengenali
Seorang pria yang dibawa oleh petugas ambulance. Pria itu tidak lain adalah
putra pemilik Dari rumah Sakit tersebut sekaligus kakak dari seorang professor
muda yang bekerja disana. Tanpa menunggu lama Ia menyuruh rekannya untuk
menghubungi Keluarga pasien yang tak lain adalah pimpinan mereka.
Tuuuutttt tuuuutttt
"Halo dengan kediaman Keluarga Jaya"
"......"
"Apa??? Baik saya Akan memberitahukan Tuan besar Dan tuan muda kedua. Terimakasih"
Setelah menerima telepon, Mirna yang tak lain adalah Asisten kpercayaan Keluarga Jaya
bergegas menuju kamar Utama untuk memberitahukan informasi yang Ia dapatkan..
Tok tok tok
"Tuan Tuann.. Nyonyaa"
"Ada apa Mirna? Mengapa kamu sampai teriak2 sepertii inii? " tanya Ratna yang
tak lain nyonya besar dirumah itu.
Dengan nafas yang masih terengah2 karena menaiki tangga yang begitu tinggi untuk
mencapai kamar tuan dan nyonya besarnya "Maaf mengganggu nyah, tuan saya
Tadi menerima telepon dari Rumah Sakit katanya tuan muda pertama mengalami
kecelakaan dan kaki kirinya patah nyah"
"Apaa?" pekik Ratna