Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 7



Setelah mobil ambulance nya melaju ke tempat yang sudah di beritahukan ia pun pulang


dengan kondisi baju yang penuh dengan darah dari pria yang ditolongnya. Ia


merasa senang dapat menolong orang lain yang membutuhkan seperti halnya pria


yang mengalami kecelakaan tadi. Semoga alm. Neneknya bangga melihat apa yang


dilakukan oleh Shita.


Jam menunjukkan setengah 8 malam Saat Ia baru memasuki kamar Kosan yang sudah


ditempatinya 4 tahun lalu sejak Ia memutuskan hidup mandiri tanpa bergantung


pada tante Rani. Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum sahabatnya


datang Nanti.


Ia menyelesaikan dengan cepat acara mandinya dan tak lama kemudian Shita mulai


memasak makanan kesukaan sahabatnya itu. Bahkan sejak memasuki program


spesialisasi dulu Shita sering mengajak Nana untuk menikmati bekal yang selalu


ia Bawa dari rumah karena memang mereka 1 rumah sakit. Spesialisasi yang


diambil oleh Shita dan Nana berbeda. Shita yang mengambil Spesialis Bedah dan


Nana yang mengambil Spesialis Anak.


Tok tok tok


"iyaa sebentar"


"Haiihaii beiby, sudah lama menunggu ku? Ucap Nana setelah shita membukakan pintu kostnya


dengan membawa 2 kantong belanja besar.


"Gak juga na, kamu bawa apa itu? Kan sudah ku bilang tadi makannya disnii saja."


Jelas Shita kesal


"Selow,, inii hanya camilan beiby, untuk teman kita nonton nanti setelah makan malam.


Apa kamu tak ingat dengan apa yang akan kita lakukan malam ini? " Nana


mengingatkan sahabatnya.


"Tapi ini berlebihan Nana, bagaimana kita bisa menghabiskannya?" Tanya Shita


langsung mengambil kantong belanja yang ada ditangan kanan Nana.


"Aduhhh bawel sekali wanita satu ini. Kalau masih ada sisanya yaa taruh disini lah kamu


makan besok2 bisa kan" ucap Nana sambilang ngeloyor duduk di meja makan.


"Lahh ini kenapa meja kosong begini?? gak jadii Masak Ta?" Tanya Nana kembali


"Sudah Na tinggal tunggu matang aja. Tadi aku agak terlambat sampai dirumah Karena menolong


orang yang kecelakaan di Jalan sewaktu Aku pulang" terang Shita.


"Masakanmu sesuai dengan ekspetasiku kan Ta?? Trus bagaimana keadaannya? "Tanya Nana


lagi


"Dia hanya patah tulang kering. Sudah Aku berikan penanganan pertama dan aku suruh


jelas Shita sambil terkikik.


Nana yang mendengar pun hanya memangut2kan kepalanya..


Setelah menunggu 15 menit, Shita mulai menghidangkan makanan yang Ia buat tadi. Ayam


Betutu Khas Bali dan Ayam Pedas Manis serta Sambal Matah adalah selera Nana.


Nana yang melihatnya pun tercengang tanpa sadar mulutnya pun sedikit terbuka.


“Woyy jaga tu mulut. Awas ilermu jatuh ke masakanku. Kan udah sering aku buatkan ini


untukmu dulu saat kita masuk spesialis.” Ejek Shita


“Mana aku ileran? Somplak emang nii cewek satu. Aku tak bisa Santuyy kalau mengenai


makanan yang sudah kamu buat. Ingin ku ***** dan habiskan tanpa sisa” terang


Nana dengan semangatt 45 (Emang gerak jalan 45 bukkk)


Mereka pun menikmati makanan malam dan melanjutkan rencana yang mereka sepakati tadi


sore.


Sementara di tempat lain semua Pegawai di JMC heboh setelah Seorang dokter mengenali


Seorang pria yang dibawa oleh petugas ambulance. Pria itu tidak lain adalah


putra pemilik Dari rumah Sakit tersebut sekaligus kakak dari seorang professor


muda yang bekerja disana. Tanpa menunggu lama Ia menyuruh rekannya untuk


menghubungi Keluarga pasien yang tak lain adalah pimpinan mereka.


Tuuuutttt tuuuutttt


"Halo dengan kediaman Keluarga Jaya"


"......"


"Apa??? Baik saya Akan memberitahukan Tuan besar Dan tuan muda kedua. Terimakasih"


Setelah menerima telepon, Mirna yang tak lain adalah Asisten kpercayaan Keluarga Jaya


bergegas menuju kamar Utama untuk memberitahukan informasi yang Ia dapatkan..


Tok tok tok


"Tuan Tuann.. Nyonyaa"


"Ada apa Mirna? Mengapa kamu sampai teriak2 sepertii inii? " tanya Ratna yang


tak lain nyonya besar dirumah itu.


Dengan nafas yang masih terengah2 karena menaiki tangga yang begitu tinggi untuk


mencapai kamar tuan dan nyonya besarnya "Maaf mengganggu nyah, tuan saya


Tadi menerima telepon dari Rumah Sakit katanya tuan muda pertama mengalami


kecelakaan dan kaki kirinya patah nyah"


"Apaa?" pekik Ratna