Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 65



Tak berapa lama Niko pun datang ke kamar Shita sesuai instruksi yang diberikan oleh Nisa.


“Sayang, ada ap-


Niko yang berada di ambang pintu terkejut melihat penampilan Shita, bahkan sampai tak mengedipkan matanya sepersekian detik, sadar dari terkejutnya Niko langsung menghampiri 3 wanita cantik itu.


“Kalian sungguh luar biasa, sangat mengagumkan sampai aku tak ingin berpaling melihat penampilanmu Shita” tutur Niko masih dengan kekagumannya hingga Nana mencubit sedikit pinggang Niko.


“Aw aw Sayang, cubitanmu begitu menggoda. Aku hanya memuji Shita, yang tercantik itu tetap kamu dimataku” ucap Niko mencubit pipi Nana, yang lain pun tertawa melihat pasangan itu.


“Sudah berhenti tertawa, bukankah kita harus membawa Shita? Sepertinya jemputan untuknya sudah datang” ucap Anna yang mendengar deru mobil tepat didepan rumah Shita.


“Kau benar Anna, Shita jemputanmu sudah menunggu. Mari kita keluar” ajak Nana dengan menggandeng lengan kanan Shita dan Anna disebelah kiri. ‘Mengapa seperti aku akan melangsungkan pernikahan? Ya ampun, awas saja jika melakukan hal yang tidak – tidak. Aku akan cakar mereka semua’ gumam Shita sambil mengikuti langkah kedua sahabatnya.


Sampai di depan rumah, ternyata yang tengah menunggu Shita adalah asisten Rendra. Melihat kedatangan Shita bersama Nana, sang asisten segera membuka pintu belakang mobil dan mempersilakan wanita cantik itu masuk.


“Silakan Nona”


“Panggil saja aku Shita, jangan ada embel Nona” ucap Shita yang kemudian masuk ke dalam mobil.


“Apa kalian tak ikut bersamaku?” tanya Shita pada kedua sahabatnya yang masih berada diluar kemudian disusul oleh keempat sahabatnya yang lain.


“Mereka akan ikut bersama pasangan mereka Shita” ucap Wisnu yang baru saja bergabung.


“Baiklah” ucap singkat Shita seraya tersenyum pada sahabatnya.


‘Sudah seperti tuan putri sungguhan sampai dijemput segala, senangnya’ gumam Nisa tersenyum membalas senyuman Shita.


“Tuan, Nona saya permisi” ucap Rian menundukkan kepala dan berlarian ke arah kemudi mobil.


Shita hanya duduk terdiam menunggu kemana asisten Rendra membawanya. Semilir angin dan pemandangan kota yang tampak ramai menjadi pemandangan yang ia lihat disepanjang perjalanan.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit sampailah Shita disebuah Hotel milik keluarga Jaya. Rian segera keluar dan membuka pintu mobil.


“Silakan keluar nona” ucap Rian yang telah membuka pintu mobil.


“Terima kasih. Harus berapa kali aku katakan panggil saja namaku Shita” ucap wanita itu setelah keluar dari mobil.


Sedetik kemudian sudah banyak wartawan yang datang mengerumuninya, beruntung ada 2 penjaga tersembunyi yang datang menghalau para wartawan itu dan membuka jalan agar Shita dan Rian bisa melewatinya.


Sesampainya dilobby hotel Rian mengarahkan Shita agar mengikutinya menuju tempat yang sudah disiapkan. Setelah beberapa menit menaiki lift akhirnya Shita sampai dimana tujuan yang sebenarnya.


“Apa yang kita lakukan disini?” tanya Shita pada Rian yang berada di sampingnya.


“Nanti nona akan tahu sendiri. Silakan masuk nona” ucap Rian yang masih saja memanggil Shita dengan panggilan formal. Shita sudah beberapa kali memberitahukan hal itu namun tak sedikitpun ditanggapi oleh laki – laki itu.


Setengah gugup Shita melangkahkan kakinya ke ruangan yang pintunya sudah terbuka. Disana ia melihat seorang laki – laki yang sudah berdiri memunggunginya dengan tangan yang terselip di kedua saku celananya.


Laki – laki itu kemudian berbalik dan tersenyum ke arah Shita.


“Morning sayang, kau begitu cantik. Maaf membuatmu seperti ini. Setelah apa yang kita lalui hari ini apakah kau masih ingin bersama denganku dan memaafkanku?” ucap laki – laki itu berjalan menghampiri Shita yang berdiri dekat pintu.


“Apa maksudmu Rendra? Bukankah kau selalu mengatakan untuk selalu percaya padamu maka kini aku akan selalu berusaha mempercayaimu” ucap Shita dengan tatapan yang begitu dalam.


“Terima kasih sayang, mari kita duduk sebentar selagi menunggu kedatangan yang lain” ucap Rendra begitu santai.


Mereka menghabiskan waktu untuk bercanda dan tertawa hingga tanpa sadar sudah 30 menit mereka menunggu sampai suara ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka.


Ceklek


“Permisi tuan, semua sudah siap” ucap Rian kepada Rendra yang hanya dibalas anggukan oleh Rendra.


“Mari sayang, kita pergi” ucap Rendra sambil berdiri dan mengulurkan tangan membantu wanita itu berdiri dan melangkah bersama – sama keluar dari ruangan tempat mereka sedari tadi.


Shita hanya menuruti langkah Rendra yang sedari tadi menggandeng tangannya. Mereka menaiki lift menuju atap hotel. Betapa terkejutnya Shita melihat sebuah pesta kecil yang berada di atas hotel dengan 35 lantai.


Tema pesta itu adalah alam terbuka, sesuai dengan tema rooftop hotel itu pun disulap sedemikian rupa oleh Rendra yang tentunya dibantu oleh 200 orang dan selesai dalam waktu 1 jam. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah ketika Shita melihat wajah seseorang yang tak asing berada di depannya.


Dengan sedikit berlari ia menghampiri dan memeluk ketiganya.


“Bapak, ibu, Nayna. Mengapa kalian bisa berada disini?” tanya Shita dengan perasaan penuh haru tanpa terasa air mata menetes membasahi wajah cantiknya.


Para awak media yang sedari tadi berada di rumah Shita pun turut hadir dalam pesta dadakan yang dibuat Rendra khusus untuk Shita. Sahabat – sahabat Shita pun


turut hadir dalam pesta tersebut.


“Kami datang untukmu sayang, pagi tadi kita dijemput oleh laki – laki suruhan orang yang bernama Rian, apakah dia pacarmu?” tanya Widya yang kini melerai pelukannya.


Tak sengaja Rendra, Rian, sahabat dan keluarga Rendra mendengar apa yang di tanyakan oleh Widya dan membuat semuanya terkejut hingga tertawa pelan. Rendra menatap tajam ke arah asistennya.


‘Aduu mengapa ibu dokter Shita mengatakan hal semacam itu, bisa mati aku. Potong persenan potong gaji, nasib - nasib’ gumam Rian yang kini nampak gelisah ditatap seperti itu oleh bosnya.


“Bukan ibu, kekasihku-


“Ehhemm ibu, bapak dan adik Shita perkenalkan saya Rendra. Saya kekasih Shita sebenarnya” sahut Rendra menyela perkataan Shita tak ingin menimbulkan kesalahpahaman lebih lama lagi.


“Ya ampun, maafkan ibu ternyata kamu ya kekasih anak ibu. Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari hidupnya Shita nak” ucap Widya penuh haru hingga memeluk Rendra.


“Saya yang beruntung bisa menjadi bagian dari hidup Shita ibu. Saya juga ingin memperkenalkan keluarga saya kepada kalian” ujar Rendra mendekat ke tempat keluarganya berdiri dan membawa mereka mendekat ke keluarga Shita.


“Ini keluarga saya ibu bapak. Sebelumnya saya juga minta maaf meminta kalian secara mendadak ke sini. Mohon maafkan saya” ucap Rendra menyalami satu persatu keluarga Shita.


Fendra dan Widya terhenyak melihat ketulusan yang terpancar dari mata Rendra kala tatapan mereka bertemu. ‘Semoga kamu selalu ada dan menjaga anakku nak’ gumam Fendra yang kemudian menyalami keluarga Fendra.


Para wartawan pun tidak henti mengambil gambar dan potret keluarga orang nomor 1 di Indonesia.


Tak berapa lama acara pun di mulai.


“Selamat siang pagi menjelang siang para tamu dan hadirin sekalian. Selamat datang dalam acara Birthday party wanita yang paling beruntung di dunia ini yang berhasil mendapatkan hati sang pangeran bisnis. Untuk mempersingkat waktu silakan naik ke atas panggung untuk memulai acaranya” ucap sang pembawa acara.


Rendra yang menyadari lamunan Shita meraih tangan kanannya dan membawanya naik ke atas panggung ditemani oleh kedua keluarga dan para sahabatnya.


“Sebelumnya saya meminta maaf kepada teman – teman karena pesta yang mendadak ini. Jika biasanya pesta ulang tahun diadakan malam, saya ingin mengukir kenangan baru dalam ingatan kekasih saya dengan sesuatu yang berbeda. Shita, kemari sayang” ucap Rendra menjulurkan tangannya meminta wanita yang sedari tadi berada disampingnya mendekat.


Wanita itu terkejut karena pesta itu diadakan untuknya. Perlahan wanita itu mendekat ke tempat Rendra berdiri. Digenggamnya erat tangan kanan wanita itu seakan Rendra tahu kegugupan yang dialaminya. ‘Jadi ini maksud dari perkataan Nana dan semuanya?’ gumam Shita yang saat ini berada disamping kekasihnya.


“Perkenalkan wanita yang berada disamping saya adalah kekasih saya sekaligus calon istri saya.” ucap Rendra dengan senyum yang terukir manis diwajahnya. ‘Sejak kapan aku menjadi calon istrinya’ lirih Shita namun bisa terdengar oleh Rendra.


“Saya tidak menyembunyikan kebenaran, saat itu kami belum sedekat ini jadi saya selalu menekan kalian saat kalian membuat berita, namun saya hanya tak ingin berita yang kalian buat mengusik aktifitas kekasih saya” tambah laki – laki itu yang kini tersenyum dengan sangat manis menatap kekasihnya hingga semua orang terkejut dengan apa yang di tunjukkan oleh lelaki dingin yang tak pernah tersenyum itu.


Betapa beruntungnya para tamu dan media yang diundang dalam acara tersebut hingga bisa melihat senyum laki – laki yang sangat jarang mereka lihat. Para tamu pun bersorak kencang, ada yang tertawa dan tersenyum penuh haru melihat tatapan penuh cinta hingga banyak yang mengabadikan moment tersebut dan mengunggahnya di sosial media pribadi masing – masing.