Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 110



Tok tok tok


“Nona, anda belum beristirahat? Maaf saya ingin menyampaikan jika nona diminta untuk mendatangi ruang kerja tuan muda. Ia baru saja kembali dari luar negeri, saya sarankan nona untuk menemuinya agar tidak mengurung nona lagi disini” ucap salah seorang pelayan.


‘Laki – laki itu sudah datang? Sudah satu bulan ini aku menunggu kedatangan laki – laki ini. aku harus membuat perhitungan dengannya sekarang juga, aku tak ingin berlama – lama disini dan meninggalkan semuanya disana, cinta dan keluargaku’


Kriieet


“Baiklah bi, antarkan aku ke ruangannya”


Tak tak tak


Tok tok tok


“Permisi tuan saya datang dengan nona Shita. Silakan masuk Nona”


Ceklek


“Hei cantik, bagaimana kabarmu? Apa kau betah tinggal di istana yang ku bangun untukmu?” tanya seorang laki – laki yang berdiri membelakangi Shita.


“Istanamu memang megah dan indah tuan, tapi cobalah kau ingat apa yang kurang dari istanamu ini” ucap Shita tanpa ragu.


“Heh, istana semewah ini mana ada kurangnya, semua bangunan dan di dalamnya di desain oleh orang hebat dengan material yang tak mudah untuk di hancurkan sayang. Apa kau sudah merindukan aku?” tanyanya lagi.


“Sayang sekali tuan, bangunan ini memang mewah tapi tidak ada kasih sayang dan cinta di dalamnya, begitu sepi dan dingin tidak ada kehangatan sama sekali. Aku tahu kenapa kamu mengurungku disini, karena kau takut aku pergi bukan? Tapi ketahuilah aku tidak akan pernah pergi dari sini jika kau tidak melepaskan keluargaku. Apa kau juga tahu, rumah mewah tanpa ada cinta dan kasih di dalamnya hanya bagaikan bangunan kosong tak berpenghuni, sama sepertimu tuan tidak memiliki hati” tegas Shita yang kini mendekati laki – laki yang masih sama seperti tadi, tidak merubah posisinya.


“Aku tahu, kau orang yang baik tapi mungkin karena ada sesuatu yang membuatmu marah dan tertekan hingga membuat kamu berubah seperti ini. Apa aku benar tuan muda yang terhormat?” tanya Shita menekankan kata – katanya.


“Hahaha kau benar Shita tapi kau salah jika kamu mengatakan aku tidak punya hati karena hatiku telah kamu miliki sejak dulu. Kau sangat benar tapi tahukah kamu siapa aku? Kau bahkan tak ingat dengan suaraku. Coba kau ingat siapa aku hanya dengan mendengar suaraku”


“Kau. Kau Tomy?” tanya Shita setelah sekian lama ia berusaha mengingat apa yang dikatakan laki – laki yang masih membelakanginya.


“Kau benar – benar mengesankan Shita. Ya ini aku Tomy laki – laki yang begitu mencintaimu” ujar Tomy seraya membalikkan tubuhnya kini menghadap Shita.


“Tapi bagaimana bisa itu kamu Tomy, kamu sahabatku sejak dulu dengan Jodi dan kamu juga tahu aku sudah memiliki kekasih karena kau mencari tahu tentangku dan tidak menutup kemungkinan kamu pun mencari tahu siapa kekasihku” terang Shita tak percaya dengan apa yang ia lihat.


“Apa kau tidak percaya jika aku mencintaimu? Inilah bukti aku mencintaimu Shita aku membangun ini semua untuk


membahagiakanmu, jika dulu aku merelakanmu dengan Marvin tapi kini aku tidak akan melepasmu untuk kedua kalinya” ucapnya seraya melangkahkan kaki kemudian duduk di kursi putar yang ada di dalam ruangan.


“Tapi, tapi aku tidak mengerti Tomy”


“Hahahha kau tadi berlagak pintar tapi mengapa setelah mengetahui semuanya apa kamu merasa takut? Apa kamu takut mengetahui kenyataan yang sebenarnya, baiklah dengan senang hati aku akan menceritakan semuanya padamu”


Flashback on Masa lalu Tomy.


“Aku adalah seorang laki – laki yang pemalu. Perkenalkan namaku Tomy Sanjaya, bisakah aku dekat denganmu” ucapku pada wanita yang selalu aku kagumi yang satu jurusan denganku sejak awal memasuki perkuliahan saat dia menemaniku di ruang kesehatan.


“Aku hanya menginginkan sebuah persahabatan karena aku ingin fokus pada masa depanku” ucap wanita itu yang bernama Akshita.


Ya hanya dengan menyebut namanya sudah membuatku senang, hanya dengan memikirkannya saja aku begitu bahagia. Sejak awal aku melihatnya ketika Ospek mahasiswa jurusan kedokteran aku sudah jatuh hati padanya. Dia cantik, pintar, mandiri dan supel dalam bergaul menjadikannya pribadi yang disenangi oleh setiap orang baik laki – laki maupun perempuan begitu juga denganku.


Ku ucapkan terima kasihku pada Tuhan karena aku bisa satu kelas dengannya sampai sebelum kita melakukan praktek lapangan jadi aku bisa dekat dengannya selama 3 tahun ini.


Bruukkk


“Ah maafkan aku, aku terburu – buru dan tidak melihatmu”


Deg. Hanya kata – kata seperti itu membuat jantungku berdegub kencang, suaranya terdengar sangat merdu di telingaku.


“Tidak, tidak apa – apa. Aku yang tidak melihat jalan dan menabrakku” kataku padanya dan membantu wanita itu merapikan barang – barang yang berserakan di bawahku.


“Hei bukankah kamu satu kelas denganku tapi maaf aku belum mengenal semua teman – teman sekelasku. Perkenalkan namaku Akshita bisa kau panggil Shita” ucapnya tersenyum sambil menjulurkan tangannya.


‘Tanpa kau katakan aku sudah mengetahuinya Shita, kau begitu cantik saat tersenyum’


“Hei kau kenapa melamun?” tanya Shita lagi.


“Ah bukan apa – apa, aku pergi” secepat kilat aku meninggalkan Shita yang masih menunggu jawabanku atas pertanyaannya. Aku begitu gugup sampai aku tak bisa mengendalikan hatiku dan meninggalkannya.


"Mengapa dia aneh sekali" Shita menggidikkan bahu melenggang pergi melihat laki - laki yang ia tabrak sudah tak ia lihat lagi.


“Woy kenapa lu?” tanya Jodi teman satu team ku saat ospek. “Apa itu karena Shita?” tebaknya dengan benar. Aku pun tidak menutupi apa – apa dari sahabatku ini.


“Kau tahu, tadi dia menabrakku dan aku senang sekali bisa melihatnya dari jarak dekat. Tolong bantu aku dekat dengannya kau tahu kan aku sangat malu jika berhadapan dengannya” ujar Tomy pada sahabatnya itu.


“Baiklah aku akan membantu tapi asal ke depannya kamu lebih berusaha lagi dekat sendiri tanpa bantuanku semua juga harus ada usahanya bro tidak bisa terus di bantu” ucap Jodi. Kata – katanya selalu terngiang di telingaku membuatku akhirnya mengumpulkan keberanianku untuk dekat dengan Shita.


2 hari kemudian Jodi menepati kata – katanya yang akan mendekatkan aku dengan Shita tapi dengan rencana yang tidak aku tahu sebelumnya yaitu berpura – pura sakit perut salah makan.


“Shita Shita” teriak Jodi sambil berlarian ke arah Shita yang sedang menuju ke kantin.


“Ada apa Jod? Kau membutuhkanku?” tanya Shita ketika melihat Jodi berada di hadapannya.


“Jika saja kamu bukan sahabatku takkan mau aku menuruti permintaanmu itu. Ya sudah kamu kerjakan saja tugasmu aku akan ke sana sekarang menemani temanmu.” Ujar Shita kemudian pergi dari hadapan Jodi dan melangkah ke ruang kesehatan.


Tok tok tok


“Permisi dok, apa ada orang yang bernama Tomy disini?” tanya Shita pada penjaga ruang kesehatan.


“Ada silakan masuk, di sebelah situ ruangannya” ucap si penjaga lalu menunjukkan ruangan tempatku beristirahat.


Aku yang baru mendengar langkah kakinya saja berubah gugup, tanganku gemetar apa yang harus aku katakana saat aku melihatnya nanti.


Tok tok tok


“Permisi, apa benar ini ruang istirahat Tomy Sanjaya?” tanya Shita yang masih berada di ambang pintu.


“Iya benar itu aku, siapa kamu?” tanyaku basa basi.


“Aku Akshita sahabat Jodi, boleh aku menemanimu? Tadi Jodi mengatakan jika ia tidak bisa menemuimu jadi dia minta tolong padaku untuk melihatmu, aku masuk ya”


“Hah kamu? Jadi namamu Tomy Sanjaya?” tanya Shita setelah ia mendekat ke tempat tidur.


“Ah ya aku adalah seorang laki – laki yang pemalu. Perkenalkan namaku Tomy Sanjaya, bisakah aku dekat denganmu” ucapku pada Shita yang sudah duduk di sampingku.


“Aku hanya menginginkan sebuah persahabatan untuk saat ini karena aku ingin fokus pada masa depanku” ucap Shita sambil tersenyum dengan manisnya. “Apa itu tak apa? Aku juga bersahabat dengan Jodi” tambah Shita.


“Tak apa, karena semuanya berawal dari persahabatan” ucapku membalas senyuman Shita.


“Apa kau sudah makan? Jika belum makanlah roti ini. Rotinya masih enak kok, aku yang beli tadi pagi setelah kamu makan kamu bisa minum obatmu dan istirahat agar sakitmu cepat hilang” terang Shita yang kini membukakan roti miliknya untukku.


Sungguh aku tersentuh dengan apa yang dilakukannya padaku, orang yang baru saja melakukan perkenalan dengan mudahnya memberikan perhatian. Sungguh hati yang bisa menghangatkan perasaan orang lain.


Tak terasa sudah 2 tahun kedekatanku dengan Shita walau masih dalam hubungan sahabat beberapa kali aku mengatakan perasaanku namun niat itu ku urungkan mengingat Shita begitu sibuk dengan kegiatan juga jadwal kuliah yang padat. Aku harus sabar dan ekstra sabar menunggu Shita memang dia tidak mengatakan agar aku menunggunya tapi aku melakukan ini atas kemauanku sendiri. Aku Jodi, Shita serta Lina dan Sari berada dalam lingkup persahabatan yang sangat mengesankan bagi setiap orang yang melihatnya. Kita saling menjaga, mengasihi dan saling menyayangi.


Sampai suatu hari aku hanya bisa memandang Shita dekat dengan laki – laki lain dari kejauhan saat pesta yang di adakan sahabatku Jodi. Aku merasa aku tidak pantas untuknya karena laki – laki itu sangat kaya dengan perusahaan besarnya, apalah aku yang masih kuliah dan minta pada orang tuaku walau sebenarnya aku tahu apa yang keluargaku miliki jauh lebih besar daripada apa yang dimiliki laki - laki itu.


“Kita kok jadi jarang ngumpul gini sih? Itu kak Marvin gencar – gencarnya lagi deketin Shita sampe nyamperin ke sini buat kita jadi gak bisa ngumpul" ketus Lina. Kami bertiga sedang makan bersama di kantin tanpa Shita juga Jodi.


“Tahu tuh, Jodi juga kenapa ikut – ikutan jodohin mereka sih. Eh gue denger kemarin Jodi ngomong sama kak Marvin, ya dia minta tolong gitu sama Jodi buat jodohin Shita sama kak Marvin karena kak Marvin sudah suka sama Shita sejak pandangan pertama” sambung Sari.


“Hei kalian tahu darimana jangan suka bergosip tentang mereka deh, gak baik kan” bela ku. Aku memang tak suka jika adaa yang menjelek – jelekkan sahabatku sendiri apalagi orang yang aku sukai.


“Kita tahu sendiri dari Shita kok kak Marvin katanya yang bilang sama dia jadi kan itu bukan gossip namanya. Udah


kenyataannya begitu” sergah Sari.


“Ya udah kita doain yang terbaik untuk sahabat kita. Gue denger sih ya Shita kan gak pernah pacaran jadi kak Marvin pacar pertamanya dong? Ih beruntung ya kak Marvin pasti seneng deh bisa jadi yang pertama” sahut Lina.


Braakkkk


“Gue balik duluan”


“Iyaiyaa ya udah atiati ya Tom”


"Eh kenapa tu Tomy, jealous kali ya sama kak Marvin secara kan kita tahu kalo dia udah suka sama Shita sejak dulu"


"Kamu bener Sari, semoga saja apa yang dia rasakan tidak membuat persahabatan kita berantakan"


Aku begitu marah mendengar obrolan dari kedua sahabatku. Hanya aku hanya aku yang berhak atas Shita, hanya aku yang boleh memilikinya sampai nanti. Dengan langkah lebar aku putuskan untuk mencari keberadaan Jodi sampai akhirnya aku menemukan dimana dia saat itu.


“Jod, kenapa lu deketin Shita sama Marvin? Lu tahu kan gue suka sama dia sejak lama” teriakku pada Jodi saat aku mengetahui semua itu dari Lina dan Sari.


“Lu tenang dulu dong, gue bisa jelasin baik – baik. Gue cuma kenalin sepupu gue itu ke Shita aja sama kayak yang gue lakuin ke lu sama Shita dulu, selebihnya ya dia bertindak bukan gue” jelas Jodi namun seakan pendengaranku tuli terhadap apa yang dia katakan. Aku mulai menghajarnya dan pergi meninggalkan dia begitu saja.


Memang selama 2 tahun ini aku tidak menyatakan perasaanku, aku lebih memilih menyimpannya sendiri sampai aku lulus dan bekerja bersama dengannya. Hingga pada akhirnya aku mendengar kabar jika kakakku dalam kondisi yang serius dan mengharuskan aku untuk berhenti dan pergi dari Indonesia. Saat itulah aku menyesali semua yang seharusnya sudah aku katakan pada Shita.


“Tunggu aku kembali, aku akan mencarimu dan menjadi milikmu tak peduli apapun kondisinya nanti. Aku akan merebutmu Shita”


Flashback Off


“Selama ini aku mencari kamu ternyata kamu sudah berpacaran dengan Marvin. Aku merelakanmu jika memang kamu bahagia, tapi tidak dengan Rendra. Aku tidak akan membiarkanmu dimiliki lagi oleh orang lain selain aku Shita. Aku sangat mencintaimu apa kau tahu itu? Aku akan memaksamu agar tahu bagaimana hatiku” jelas Tomy panjang lebar hingga membuat Shita terdiam.


“Pantaskah kamu memaksakan perasaanmu padaku? Aku hanya menganggapmu sebagai temanku sahabatku begitu juga dengan Jodi. Aku tak memiliki perasaan apapun padamu” jelas Shita dengan tegas.


“Cobalah untuk mencintaiku saat ini dan lupakan Rendra karena saat ini aku akan mempersiapkan pernikahanku denganmu. Jangan coba – coba untuk melawanku jika tidak keluargamu yang menjadi taruhannya. Dan ini untukmu, setiap hari aku akan mengirimkan foto tentang keluargamu jadi kamu bisa melihatnya hanya dari ponselmu” balas Tomy dengan sengit. “Jangan coba – coba untuk menghubungi siapapun termasuk sahabatmu dengan ponsel ini”


 


 


Maaf teman - teman yang selalu sabar menunggu update ceritaku, Karena aku ada kesibukan kuliah beberapa hari yang lalu dan aku mutusin buat fokus dulu ke tugas akhir yang sudah di kejar deadline. Aku usahakan untuk tetap update tapi tidak bisa setiap hari seperti dulu karena aku juga baru saja membuat novel yang kedua dan tugas akhirku, jadi ditunggu ya waktunya untuk mampir disana kalian bisa cek di profil aku, terima kasih.