
10 menit kemudian…
“Tak perlu membawa banyak barang, kita akan membelinya sebentar lagi di mall. Tak ada bantahan.”
“Apa sih maumu, datang – datang mengejar waktuku, sekarang memintaku tak membantahmu. Aku membawa pakaianku sedikit, jika kau keberatan aku tak akan ikut.” ancam Shita pada Rendra.
“Baiklah, temani aku membeli perlengkapanku sebentar. Ayo kita berangkat sekarang.” Ucap Rendra yang sekarang sudah menggandeng tangan wanita itu dan mensejajarkan langkahnya dengan wanita itu.
20 menit kemudian mereka sudah sampai di Mall terdekat yang berada dikawasan yang mudah dijangkau menuju bandara. Setelah berkeliling beberapa menit mereka menemukan apa yang mereka cari.
“Kamu mau membeli apa? Tanya Rendra pada Shita yang sedari tadi memperhatikan wanita itu hanya melihat apa yang dilakukan pelayan pada Rendra.
“Ah tidak, aku sudah membawa banyak hal untukku.” Ucap Shita.
Dreett dreett
“Halo”
“Halo pak, semuanya sudah siap. Dan teman – teman bapak sudah menunggu sejak tadi disini.”
“Baiklah aku segera kesana.” Ucap Rendra yang sudah mematikan panggilan pada ponselnya dan mengajak Shita untuk menuju bandara.
“Mengapa kau menggunakan jet pribadimu bila hanya kita berpergian diluar kota? Buang – buang uang saja.”
“Bukan seperti itu Shita, aku hanya ingin menghemat waktu perjalanan agar kamu bisa menikmati suasana disana tanpa menunggu lama. Karena waktu liburan kita hanya hari ini sampai malam nanti.” Ucap Rendra dengan senyum lebar yang dperlihatkan pada Shita.
Shita hanya menghela nafas karena bingung harus seperti apa menjawab pernyataan Rendra.
Tak berapa lama setelah itu mereka tiba di Bandung. Pendaratan dilakukan tak jauh dari vila milik keluarga Rendra yang nantinya akan digunakan oleh semua orang untuk bersenang – senang.
Orang – orang yang sedari tadi berada dalam jet pribadi Rendra berhambur keluar dengan pasangan mereka terkecuali Wisnu yang sendiri tanpa pasangannya namun tak menjadikan laki –laki itu menghindari sahabatnya yang bersama dengan pasangan mereka.
“Wisnu, gimana perusahaan? Gak ada halangan?” tanya Riko yang menggandeng tangan Anna.
“Semua lancar dan baik – baik saja ko, tenang saja.” Ucap Wisnu santai sambil menyeruput cappuccino kesukaannya.
“Jangan sungkan untuk minta bantuan kita, kamu sudah seperti saudara bagi kita Wisnu.” Tegas Rendra pada sahabatnya yang masih memegang gelas kopinya.
“Ladies, mari kita berenang. Aku sedang ingin bermain air.” Ajak Nana yang berlari dari arah kolam renang.
“Ayooo”
Tak lama Shita, Anna dan Nana keluar dari kamar masing – masing dengan memakai baju renang. Keempat laki – laki yang sedari tadi tertawa mendadak terdiam melihat ketiga wanita itu terlihat begitu sexy.
“Nana, mengapa kau memakai pakaian seperti ini?” tanya Niko sambil menutup tubuh Nana yang memakai bikini dengan kedua tangannya.
“Kak, namanya juga akan renang masak aku memakai dress. Kau salah minum obat kak?” ketus Nana.
“Sayang, mengapa kau suka sekali membangkitkan gairahku atau kau ingin mengundang yang lain ikut bergabung?” sinis Riko pada kekasihnya yang tak direspon kekasihnya.
“Shita, kau begitu menggoda.” Ucap Wisnu menyindir laki – laki yang sedari menatap Shita dan tak melepas pandangannya.
“Bajingan lu, cewe gue lu mau embat juga. Shita ganti bajumu. Kau mau semua orang melihat tubuh sexy mu? Tidak untukku ataupun orang lain. Ganti!” seru Rendra yang membuat semuanya diam.
“Siapa wanitamu? Aku mau bermain air tuan muda. Tak seharusnya kamu membentakku seperti itu. Kamu siapaku hah?” ucap Shita yang kemudian berpaling segera menuju kolam renang. Mendengar hal itu Rendra hanya
menghela nafasnya panjang dan kasar.
"Lu sabar dong, lu lagi nahan apa gimana Ndra? hahaha " ejek Riko.
"Sialan lu, gue cuma gak mau orang lain liat tubuhnya itu. Udah bikin gue mode on, malah dibentak kayak gitu tadi"
"Hahahah, buruan cepet nyatain ****, kelamaan lu Ndra, yang katanya bisa naklukin 10 wanita sekaligus sekarang bertekuk lutut di hadapan seorang dokter."
"Sialan lu semua"
Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa hari berganti sore membuat para laki – laki melaksanakan rencananya untuk barbeque bersama. Para wanita yang sudah selesai bermain air hanya membiarkan saja apa yang dilakukan para laki – laki itu dan duduk dengan manisnya. Nana dan Anna yang sudah mengetahui rencana Rendra dari kekasihnya hanya bisa mendukung dan mendoakan semoga hal baik terjadi pada keduanya.
“Aku akan mengganti bajuku dulu udara disini bisa membuatku flu. Kalian tunggu yah ” Shita bergegas masuk menuju kamarnya.
Shita yang baru saja kembali dari kamarnya kebingungan karena tak melihat keberadaan setiap orang. Ia mengernyitkan dahi kala melihat ada bunga mawar berserakan dilantai ruang tamu dengan note kecil di dalamnya
“Ikuti arah kelopak bunga mawar”
“Hei kalian dimana? Nana, Anna jangan bercanda”
Seketika tempat dimana Shita berdiri kini mulai terang dengan pencahyaan yang diberikan oleh banyaknya lilin berjejer disamping kanan kirinya. Dengan lambat ia mulai melangkahkan kakinya mengikuti arah lilin – lilin itu hingga sampai diujungnya. Shita terperanjat kaget melihat kedua sahabat dan kekasihnya berdiri di samping seorang laki – laki yang nampak gagah dengan jas yang membalut tubuh kekarnya.
“Tetap berada ditempatmu, aku yang akan menuju ke arahmu, berlari menuju dimana kamu berada dan akan tetap seperti itu.”
Kini laki – laki itu membuka suaranya dan membuat Shita terdiam seketika. Laki – laki itu mulai melangkahkan kakinya menuju wanita yang sedang berdiri diujung penerangan lilin terakhir.
Seketika alunan suara gitar menggema diseluruh penjuru taman itu, hingga menampilkan sosok laki – laki yang sedang memainkan gitar tepat disamping pandangan mata kanannya agak menjauh. Laki – laki yang sedari tadi berjalan ke arahnya melantunkan suara indah yang membuat Shita seketika merasakan tubuhnya bergetar.
Awalnya ku tak mengerti apa yang sedang ku rasakan
Segalanya berubah dan rasa rindu itupun ada
Sejak kau hadir disetiap malam ditidurku
Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku
\
Sudah sekian lama ku alami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku
Kau berbeda dari yang ku kira
Reff *
Aku jatuh cinta kepada dirinya
Sungguh – sungguh cinta oh apa adanya
Tak pernah ku ragu namun tetap selalu menunggu
Sungguh aku jatuh cinta kepadanya
\
Coba – coba dengarkan apa yang ingin aku katakan
Yang selama ini sungguh telah lama terpendam
Aku tak percaya membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang ku rasa
\
Kadang aku cemburu
Kadang aku gelisah
Seringnya ku tak tentu lalui hariku
Tak dapat ku pungkiri hatiku yang terdalam
Betapa aku jatuh cinta kepadanya
Kini laki – laki itu menghentikan nyanyiannya berdiri di depan wanita yang masih diam mematung, “Kau dengar laguku dan isi hatiku dengan jelas?” tanya laki – laki itu yang dibalas anggukan oleh Shita. “Maukah Kau Akshita Lyla Gayatri menjadi yang terakhir untukku?” tanya Rendra kemudian memberikan buket bunga mawar yang ia selipkan dibelakang punggungnya.
“Maafkan aku, aku hanya belum bisa lepas dari traumaku. Maukah kau memberiku waktu untuk itu? Aku perlu meyakinkan hatiku sekali lagi. Maafkan aku.”ucap Shita dengan mata berkaca – kaca mengeluarkan bulir bening dipelupuk mata.
“Hei mengapa kau menangis? Apa cintaku begitu membuatmu tertekan?” tanya Rendra kemudian mengusap bulir bening yang mulai jatuh dipipi wanita itu.
“Tidak, itu tidak membebani hatiku. Hanya saja aku ingin mengubur masa laluku dan memulainya saat hatiku sudah bisa melepaskan. Berusahalah membangun istana dihatiku sebagai tempatmu dengan terus meyakinkan diriku, maka aku juga akan berusaha lepas dari masa laluku.” ucap Shita yang kini memegang tangan lembut Rendra yang sedari tadi memegang rahang hingga ke pipinya.
“Bolehkah aku melakukan semuanya, mendekatimu perlahan?” ucap Rendra yang diangguki oleh Shita. Melihat itu Rendra langsung berlarian kesana kemari mengungkapkan rasa bahagianya, ia memeluk Shita dengan erat mencurahkan kasih sayang dan cinta yang ada di dalam hatinya.