Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 26



Author POV


Keesokan harinya di kamar megah nan luas Rendra tengah bersiap2 akan berangkat ke kantor.


Tok tok tok


"Tuan muda pertama sudah ditunggu sarapan oleh tuan dan nyonya besar" ucap pelayan rumah keluarga Jaya.


"Baik lah aku turun sekarang" Rendra langsung menyambar ipad nya yang selalu ia bawa ketika pergi bekerja.


"Pagi mah, pah" sambil mencium kedua pipi orang tuanya.


"Dharma dan Nana mana mah?" Tanya Rendra.


"Apa kamu lupa jika Nana masih berada di Bali? Dharma kemarin bertugas malam. Jadi dia belum pulang Rendra." Ucap Ratna. "Jadi bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan wanita yang sering kamu ceritakan sayang?"


Tambah Ratna yang sedang mengisi selai coklat kesukaan suami dan anaknya.


"Aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apa - apa mah. Jadi jangan tanya lagi bagaimana" jawab Rendra


dengan santainya.


"Mengapa bisa seperti itu sayang?" Tanya Ratna yang seketika menghentikan aktifitasnya.


"Papahmu juga belum mengenalnya secara langsung hanya mendengar darimu. Mengapa sudah berakhir begitu saja" timpal Hendra yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan anak dan istrinya.


"Ada beberapa hal yang aku sembunyikan dari Tara. Aku hanya ingin mengetahui siapkah dia menjadi pendampingku jika seandainya aku tak memiliki apa - apa. Aku mengatakan jika aku ini hanya seorang karyawan biasa di perusahaan. Mamah papah juga tahu  aku selalu memakai topeng  saat bertemu dengan client dan kolega perusahaan kita. Jadi belum ada yang tahu bagaimana wajah anakmu ini pah mah." Ucapnya tersenyum penuh makna.


"Mau sampai kapan kamu menyembunyikan identitasmu Rendra? Apa kamu tak ingin menjalin hubungan lagi? Jika jawabanmu adalah iya maka mulailah semuanya dengan kejujuran Rendra." Tegas Hendra.


"Baiklah pa. Tunggu waktu yang tepat untukku mengumumkan identitasku" jawab Rendra menimpali sesekali memainkan ponsel melihat sosial medianya tersenyum dengan manisnya.


"Apa yang membuatmu senyum - senyum seperti itu Rendra?" Tanya Ratna penasaran


"Adik nakalku sepertinya bersenang - senang di Bali mah. Dia tidak menghubungiku selama disana." Rendra


menggeser slide foto hingga pandangannya tertahan pada 1 foto.


"Siapa dia? Mengapa hanya dengan melihat fotonya saja membuatku ingin terus melihatnya, Seperti devaju." gumamnya pelan hingga tak terdengar oleh mamah dan papahnya.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Rendra pamit untuk berangkat ke kantor.


Ia mengendarai motor nya yang sudah di bawa ke bengkel oleh Dharma. Tak lupa ia mengenakan topeng untuk menutup dirinya. Namun saat sampai di kantor ia akan melepaskan topeng yang dikenakan.


"Halo kak, malam nanti aku balik ke jakarta. Sekitar jam 10 malam aku sudah sampai disana. Kakak bisa menjemputku?" Tanya seorang wanita di seberang sana.


"Kakak tak janji, tapi akan kakak usahakan. Pekerjaan kakak sangat banyak hari ini."


"Baiklah kak jika seperti itu. Nanti aku pesan taxi saja ya kak. Ya sudah kak aku mau jalan - jalan dulu."


Tuutt


"Dasar anak nakal"


Rendra pun menaruh kembali ponselnya di samping laptopnya.


Tok tok tok


"Masuk"


"Maaf mengganggu pak. Kita ada pertemuan jam 13.00 dengan client dari singapura. Jam 15.00 dengan client dari jepang. Nanti malam bapak ada jamuan makan malam dengan pak Riko dan pak Niko. Ini berkas yang anda minta kemarin pak.” ucap Rian menaruh berkas yang diminta Rendra padanya kemarin malam.


"Baiklah untuk pertemuan dengan client kamu urus persiapan dan perlengkapanku. Untuk jamuan makan malam nya aku yang akan berangkat sendiri menemui kedua ******** itu."


"Baik pak. Saya permisi."


"Mmmm"


"Kapan pak Rendra akan mengungkapkan identitasnya. Aku lelah terus ditanya oleh kolega bisnisnya mengenai alasan dia menggunakan topeng." Lirih Rian kemudian berlalu meninggalkan ruangan Rendra.


Setelah melakukan pertemuan dengan client dan menyelesaikan pekerjaannya, pukul 20.00 Rendra menemui Riko dan Niko di restoran XXX. Restoran milik Niko menjadi tempat kumpul mereka berempat dan kali ini mereka bertiga tanpa Wisnu.


“Mana Wisnu Riko? Dia kemana? Tumben banget gak ikut bareng kita.” Tanya Rendra.


“Biasa lah dia lagi ngerjain bisnisnya di Jepang. Gue gak tau apa lagi dia cuma bilang ngurus bisnisnya di Jepang. Tapi aneh dia yang tak pernah suka ke Jepang malah sekarang lebih sering kesana.” Ungkap Riko sambil menyesap coffee expressonya.


“Mungkin dia punya tujuan lain. Kalo dia gak cerita ya kita dukung aja. Toh dia gak akan bisa lama nyimpen rahasianya.” Kekeh Niko.


“Main yuk. Udah lama kita gak main. Sebentar lagi gue bakalan nikah sama permaisuri gue, jadi gak bakalan bisa ngumpul sering – sering. Karena pasti istri gue gak bakalan gue kasi turun dari ranjang.” Ucap Riko tertawa.


“Itu mah mau lu bukan istri lu.” Jawab Niko sembari menoyor kepala Riko


“Sirik aja lu. Kalo lu sirik pepet teruss si Nana. Masih aja lu diem – diem mengagumi. Udah 12 tahun Niko. Gak capek lu? Yuk ahh main.” Sarkas Riko.


“Gue dukung lu sama Nana Niko. Tapi semuanya harus lu perjuangin. Tunjukin perasaan lu gimana ke adik gue. Kalo lu udah dapetin jangan buat dia nangis kalo gak gue bikin perhitungan sama lu. Tapi gue lebih percaya lu yang jaga dan sama adik gue daripada orang lain. Itu aja saran dari gue. Yuk kasian Riko nunggu lama.” Ucap Rendra menepuk pundak Niko.