Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 58



Tok tok tok


Shita yang mendengar ketukan pintu segera berlarian membuka pintu dengan wajah senyum.


“Sayang, suda-


Shita begitu terkejut dengan apa yang ia lihat setelah membuka pintu. Dengan cepat ia menutup pintu itu namun langkahnya terhenti saat laki – laki itu dengan kasar menahan dan membanting pintunya. Mengetahui hal itu, Shita segera berlari ke dalam kamar, mengunci dari dalam pintu kamarnya. Laki – laki itu mencoba menggedor pintu kamar Shita.


“Hei manis, mengapa kau berlarian seperti itu? Kaget kenapa aku tahu kamu disini? Itu karena ada yang memberikan informasi keberadaanmu padaku. Dia menjanjikan banyak uang padaku dan kau tahu apa yang dia suruh? Tak perlu bukan kau mengetahuinya. Tapi terlebih dulu aku akan menikmati tubuh sexy mu itu. Jadi secepat kilat aku kemari karena begitu merindukanmu. Tidakkah kau rindu juga padaku? Hahah” seketika tawa laki – laki itu menggema diseluruh ruangan tempat tinggal Shita.


Shita tak gentar ketika mendengar ucapan pamannya dengan cepat wanita itu memegang ponselnya dan mencoba menghubungi Rendra, namun tak kunjung diangkat oleh laki – laki itu. Wanita itu menghela nafasnya sebelum memutuskan langkah apa yang harus diambil.


“Baiklah mungkin sekarang saatnya aku menghadapi laki – laki brengsek itu. Aku bukan wanita yang seperti dulu lagi.” Gumam Shita penuh keyakinan yang kemudian menghela nafas lagi.


Ceklek


“Mau apa lagi kamu menemuiku?” tanya Shita dengan tatapan tajamnya.


“Galak sekali kamu manis, kamu sudah berani menatapku heh? Darimana kamu dapatkan keberanianmu yang secuil itu, hahahaha. Aku hanya ingin menikmati tubuhmu itu, kau tak dengar? hahahha” tawa laki – laki itu begitu kerasnya terdengar sampai ditelinga Shita.


“Jangan kira aku masih sama seperti dulu lagi, Gery.”


“Wow, kamu bahkan bisa menyebut namaku sekarang? Kita lihat seberapa beraninya kamu.”


Gery mulai mendekati Shita dengan tatapan penuh hasrat, seperti seekor kucing yang tengah melihat ikan yang begitu besar dan enak menurutnya. Shita yang sudah menyiapkan hatinya dari jauh hari begitu mendapatkan telepon sebelumnya dari laki – laki itu.


Terjadilah perkelahian yang tak terelakkan, Shita yang dulu pernah belajar ilmu bela diri dan taekwondo sebelum bersama Marvin, kini ia bisa gunakan kemampuannya itu untuk melawan laki – laki yang mencoba melecehkannya dulu dan sekarang.


Shita nampak sedikit lengah saat melihat gery tersungkur dilantai, namun siapa sangka laki – laki itu menjadi lebih gila hingga mampu mencengram erat tangan Shita dan menjatuhkannya ke atas sofa. Shita yang mendapat seragan mendadak begitu terkejut tapi dengan cepat mampu menghindar dari kungkungan Gery kemudian memukul telak dibagian vital Gery hingga akhirnya laki – laki itu meringis kesakitan dan terkapar dilantai.


Rendra yang sudah berada didepan rumah Shita mendengar suara erangan yang ia tahu itu adalah erangan kesakitan seorang laki – laki. Dengan kebingungan dan amarah yang sudah memuncak dan sorot mata tajamnya, Rendra berlari ke dalam rumah Shita dengan segera menyambar tubuh laki – laki yang terlihat mengerang kesakitan di hadapan Shita.


“Shita siapa dia?” Rendra menahan amarah melihat senyum sinis yang ditujukan laki - laki itu.


“Dia Gery, pamanku.”


 “Apa yang membuatmu begitu nekat datang ke hadapan wanita milik keluarga Jaya, kau tak tahu siapa keluarga Jaya huh?”


“Kau kekasihnya? Apa kau tahu dia sudah tak suci lagi? Aku pernah memegang dan menikmati tubuhnya. Apa kau dengar itu? Hahahah” ucap Gery menatap sinis laki – laki yang kini menatap wajahnya.


Rendra mengcengkram dengan erat kemeja laki – laki itu dan memukulnya dengan sekali hentakan tepat diwajah Gery hingga pukulan itu menyebabkan pangkal hidung gery menjadi retak seketika, memukul gery di bagian pipi kanan dan kirinya bergantian. Bahkan amarah Rendra kini tidak bisa ia kendalikan saat Shita mengatakan jika laki – laki yang berada dilantai rumahnya tak lain adalah pamannya yang dulu ingin memperkosa Shita.


“Aku tak percaya dengan apa yang kamu katakan\, B*******. Kenapa kamu datang lagi di kehidupan wanitaku? Tak cukup kamu menorehkan begitu banyak luka dihatinya?” ucap Rendra dengan tatapan marahnya.


Shita segera menghentikan apa yang dilakukan oleh Rendra saat dilihat tubuh Gery penuh dengan luka dan dibagian wajah begitu lebam. Dengan cepat Shita memeluk tubuh laki – laki itu dari belakang hingga mampu menghentikan apa yang dilakukan kekasihnya.


“Rendra, jangan terlalu banyak mengotori tanganmu dengan hal yang kotor.”


Seperti sihir, Rendra kini mendekap erat tubuh Shita dan berulang kali mencium kening Shita, dan berulang kali memastikan keadaan wanita yang kini berada dihadapannya.


“Sayang, kamu aman sekarang. All is well sayang, Semua sudah berakhir. Aku akan memusnahkan laki – laki ini tapi tak ku sangka kau begitu tangguhnya” ucap Rendra yang kini mencium kembali kening Shita dan mendekap erat tubuh wanitanya.


“Terima kasih Rendra, ya aku mempelajari semuanya untuk berjaga – jaga disaat seperti ini” ucap Shita balas memeluk tubuh laki – lakinya.


Dengan cepat Rendra menghubungi sekretarisnya dan menyuruh Rian untuk datang ke kontrakan Shita.


“Rian, segera ke kontrakan Shita. Cepat.”


Tuuttt


‘Ya ampun apa lagi ini, kerjaan di kantor masih begitu banyak sekarang ditambah mengurusi masalah dokter Shita. Bisa lemas berdiri aku pak Rendra’ gerutu Rian yang melajukan mobilnya.


Tutt tuttt


“Halo, kalian bisa kemari dengan pasangan kalian? Shita baru saja menghadapi masalah. Aku ingin kalian menghiburnya. Itu saja”


Tuttt


“Rian urus laki – laki ini. selidiki siapa yang berani mencari masalah dengan keluarga Jaya” tegas Rendra pada Rian yang sudah berada di tempat Shita.


Setelah mendapat panggilan dari Rendra, semua sahabatnya, Nana dan Anna datang ke tempat tinggal Shita untuk menghibur wanita yang baru saja mendapat musibah, lebih tepatnya musibah bagi laki – laki yang mengganggu hidupnya lagi. Sahabatnya datang untuk menghibur Shita, hanya kata – kata Riko dan pelukan Rendra yang mampu membuat wanita itu kembali tersenyum dan nyaman.


Wisnu tidak datang sendiri kali ini, ia mengajak Nisa asisten pribadinya untuk menemani ke kontrakan Shita. Rendra dan kedua sahabatnya tercengang dengan kehadiran Wisnu dan asistennya.


“Wisnu” panggil Riko.


“Iya gue tahu, gue bisa jelasin. Nisa kamu gabung sama teman – temanku yang disana” ucap Wisnu yang melihat Nisa masih berdiri disampingnya.


“Baik pak” ucap Nisa seraya pergi mendekati Shita, Nana dan Anna.


“Kita bicara diluar” ucap Wisnu yang keluar dan di ikuti ketiga sahabatnya.


Wisnu POV


Flashback on


Kriingg


"Halo"


"Selamat pagi pak.  Pagi ini kita ada pertemuan dengan pak Richard klien kita dari amerika di restoran xx1"


"Bisakah kau undur atau ditunda?" tanya Wisnu pada laki - laki diseberang sana.


"Tidak mungkin untuk diundur lagi pak. "


"Baik, kemarilah."


Pagi itu aku merasa sangat lelah dan malas, namun pekerjaan ini tak bisa ku hindari. Klien ku adalah rekan bisnis lama papaku jadi aku sebisa mungkin harus menghormatinya. Aku segera bersiap dan menunggu kedatangan asistenku.


Tak lama kemudian asistenku datang dan mambawaku menuju restoran tempat yang dijadikan pertemuan.


“Senang bekerja sama denganmu tuan Wisnu semoga kerja sama kita bisa sampai nanti.”


“Senang juga bekerja sama denganmu tuan Richard.”


Kemudian klienku meninggalkan restoran dan aku memesan makanan untuk sarapanku. Tiba – tiba seorang wanita masuk ke dalam restoran dari pertama melihat pun aku sempat berpikir jika dia adalah Nisa kekasih kecilku. Semua kebetulan terjadi begitu saja, saat dia menghubungi temanya meminta pekerjaan dan terpikir olehku untuk membuka lowongan di perusahaan yang khusus ku peruntukkan baginya.


Dia mulai mengirimkan CV nya dan meng-interview nya. Dan sekali lagi aku mengujinya dengan menyuruhnya masak makan siang untukku. Aku tak menyangka dia akan membuatkanku makanan favorite ku sejak kecil membuatku semakin yakin jika dia adalah Nisaku, Nisa Astari. Tapi dia mengatakan jika ia sudah memiliki kekasih dan itu adalah temannya sejak dulu.


Flashback Off


Semua yang mendengar cerita Wisnu hanya manggut – manggut saja.


“Jadi begitulah kira – kira. Jadi ku harap kalian tak salah paham.” tegas Wisnu dengan tatapan sendunya.


“Sepertinya dia bukan Nisa gadis kecilmu. Kau butuh bantuanku untuk menyelidikinya?” tanya Rendra pada Wisnu dengan setengah berbisik.


“Tak perlu, aku bisa mengatasi semua ini Rendra. Aku pun sudah mulai menyerah dengan pencarianku. Data terakhir yang aku dapatkan banyak yang mengatakan jika ia sudah meninggal 10 tahun yang lalu karena kecelakaan mobil” Ucap Wisnu kembali memperlihatkan tatapan sedihnya. Kali ini laki – laki itu berusaha menyerah dengan pencariannya selama ini.


“Baiklah jika memang inginmu seperti itu, aku tak bisa melarangmu. Aku harap kau tetap baik – baik saja. Jika kau mengalami kesulitan jangan sungkan untuk memberitahu kami. Kau adalah sahabat sekaligus saudara untuk kami”  ucap Riko yang menepuk pundak Wisnu menatap iba sahabatnya.


“Ah ya Rendra, aku tidak bisa mendapatkan data siapa pemilik nomor yang sering menghubungi Shita. Pemilik nomor itu menggunakan sistem keamanan yang begitu tinggi, ku rasa bukan Marvin orangnya karena yang ku tahu Marvin saat ini berada di Surabaya setelah perusahaannya mengalami krisis dan bangkrut karena masalah kepemimpinan Marvin” jelas Wisnu pada ketiga sahabatnya. Ya Wisnu telah melakukan pencarian dan melacak nomor yang sering menghubungi Shita dengan bantuan Jack asisten pribadinya.


“Tak apa Wisnu, kita lihat sejauh apa dia berani mengganggu wanitaku. Sudah lama sekali aku tak melihat pesan aneh lagi di ponsel Shita mungkin dia mengetahui kamu melacak nomor ponselnya. Mari kita bergabung bersama para wanita, tak enak jika meninggalkan mereka disana terlalu lama” ajak Rendra yang kini beranjak dari duduknya di teras kontrakan Shita.


“Apa yang kalian bicarakan ladies?” tanya Niko pada para wanita yang tampak asik dengan perbincangan mereka dan segera duduk disamping kekasihnya.


Diperhatikannya baik – baik wajah baru yang ada diantara sahabat kekasihnya, seperti ada sesuatu yang membuatnya penasaran namun ia lebih memilih untuk memendamnya sendiri. Tak begitu jauh dengan Niko, Rendra pun merasakan hal yang sama dengan Niko, karena mereka bertiga telah berteman sangat lama dengan Wisnu namun yang paling peka hanya Rendra dan Niko.


“Kalian ini datang – datang mengganggu kita saja. Duduk dulu, aku siapkan minuman untuk kalian” ucap Shita kini berdiri menuju dapur yang tak begitu jauh dari tempat sahabatnya berkumpul.