Because Of Your Love

Because Of Your Love
Episode 2



7 tahun yang lalu


“Pak, Shita ingin melanjutkan impian shita sebagai dokter. Impian shita dari dulu


adalah menjadi seorang dokter setelah kematian nenek pun impian dan tekad shita


menjadi semakin besar untuk menjadi seorang dokter. Shita harap ibu dan bapak


merestui dan memperbolehkan shita untuk melanjutkan mimpi shita.” Ucapnya di


depan kedua orang tuanya. Saat itu mereka tengah menonton bersama.


“Bapak dan Ibu sebenarnya tidak melarangmu untuk melanjutkan pendidikanmu apalagi


sampai kamu mengubur semua impian yang kamu miliki sejak dulu, namun bapak


hanya sedikit khawatir nantinya dengan keadaanmu disana. Siapa yang menjagamu,


mengawasimu dan memperhatikanmu. Memang disana ada keluarga adik Ibumu yang


tinggal disana tapi bapak tidak enak jika harus merepotkan mereka. Kamu juga


tahu kan bagaimana keuangan kita disini seperti apa setelah semua harta dan


kekayaan peninggalan nenek dan kakekmu di Australia dijual oleh pamanmu tanpa


sepengetahuan kakek dan nenekmu hingga menyebabkan kakekmu mengalami serangan


jantung dan nenekmu jadi sakit - sakitan ” kata Fendra yang tidak lain adalah


Ayah Shita.


”Bapak, tidak apa – apa jika sementara waktu shita tinggal disana nanti ibu yang akan


bicara dengan adik ibu itu. Bapak tahu sendiri kan dia sudah menganggap Shita


sebagai anaknya sendiri saat dia belum memiliki anak “ terang ibu Shita yang


bernama Widya.


“Coba Ibu diskusikan dan tanyakan dulu dengan Rani dan suaminya. Kalau mereka tidak


keberatan bapak juga tidak akan keberatan juga ibu. “ Ucap Fendra. Rani adalah


adik kandung Widya yang merantau dan tinggal dijakarta bersama suami dan 2


orang anaknya.


“ya pak, besok ibu akan coba menghubungi Rani. Jika sekarang dihubungi sudah malam


pak. Biarlah besok pagi ibu sendiri yang menghubungi Rani” Ucap Widya.


“Maaf ibu bapak jika shita menyela percakapan kalian, untuk biaya pendidikan nantinya


ibu bapak tidak usah khawatirkan itu karena shita mendapatkan beasiswa penuh


selama shita menempuh pendidikan disana dan itu Shita dapatkan saat Shita


mendaftarkan diri waktu itu saat mulai kuliah pun shita akan mencari pekerjaan


sampingan untuk mencukupi kebutuhan shita nanti agar tidak terlalu merepotkan


kalian ” Ucap Shita


“Benarkah sayang? Selamat ya sayang anak bapak dan ibu. Kebanggan ibu dan bapak. Tidak


ada kata merepotkan untuk kalian anak – anak kesayangan bapak ibu” ucap Fendra


dengan mata berkaca – kaca hingga tanpa sadar meneteskan air mata.


“Kakak harus tetap semangat ya kak, walaupun Nayna tidak bisa membantu tapi Nayna akan


selalu berdoa untuk kelancaran kakak menempuh pendidikan disana. “ ucap Nayna


akhirnya angkat bicara setelah memperhatikan obrolan kakak dan kedua orang


tuanya.


“Terimakasih dek, kakak akan selalu ingat pesan dan nasehat kalian bertiga”


Mereka pun akhirnya berpelukan karena haru dan bahagia.


Keesokan harinya Widya menelepon Rani adiknya yang tinggal di Jakarta


tuuuttttt


Tuuutt


tuuutttt


“Om Swastiastu kak”


“Om Swastiastu Ran. Bagaimana kabarmu disana? Semua sehat kan Ran?


“Astungkara sehat kak, semua disini sehat kak. Kakak disana bagaimana? Sehat juga kan


semuanya kak?” Terang Rani


“Astungkara semua baik – baik saja Ran. Ngomong – ngomong kamu tidak sedang sibuk kan Ran? Kakak


mau membicarakan sesuatu denganmu. Ini berhubungan dengan Shita” ucap Widya


“Tidak sibuk kakakku tersayang. Ada apa dengan Shita kak? Mengapa ini berhubungan


dengan Shita? Apakah Sitha sakit kak? “ Serbu Rani dengan cepatnya


“Husssss ngaur kamu Rani. Shita baik – baik saja. Hanya saja kakak mau minta tolong


padamu. Shita akan melanjutkan pendidikannya di Jakarta. Kamu tahu kan


impiannya Shita sejak dulu apa dan setelah kematian neneknya ia makin


bersemangat dan bertekad untuk mewujudkan mimpinya sekalipun sudah diberitahu


oleh bapaknya jika kami tidak mungkin sanggup membayarkan uang kuliahnya. Namun


diluar dugaan Shita mengatakan jika ia sudah mendapatkan beasiswa penuh sampai


ia selesai menempuh pendidikannya “ Jelas Widya Panjang  kali Lebarnya.


“Ohh


begitu kak. Lantas apa yang bisa Rani bantu untuk Shita kak?” Tanya Rani kepada


Widya


“Begini


Ran. Boleh kakak minta tolong kepada kamu untuk mengajak Shita tinggal


dirumahmu untuk sementara waktu sampai Shita menemukan kontrakan nantinya? Kakak


khawatir mengingat ia baru pertama kali ingin melanjutkan pendidikan di kota


besar itu. Tidak ada yang bisa kakak percayai selain kamu Rani” Jelas Widya


“Ya


ampun kakak, Rani kira apa. Tentu saja boleh kak. Boleh sekali. Katakan pada


Akshita untuk tinggal disini saja sampai selesai pendidikannya kak. Suami dan


anak – anak Rani pasti senang kalau Shita bisa tinggal disini bersama kami”


Ucap Rani dengan jelas


“Terima


kasih Ran. Kakak tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa sama kamu dan


suami kamu. Nanti akan kakak bicarakan dengan Shita lagi. Kakak menyerahkan


semua keputusan itu kepada Shita. Kakak tidak mau memaksakannya juga karena ia


juga sudah besar jadi sudah tahu mana yang baik dan buruk untuk dirinya. “ Terang


Widya.


“Ya


sudah kak, terserah kakak saja. Yang jelas Rani menerima Shita disini. Nanti juga


akan Rani sampaikan ke Gery tentang kedatangan Shita nanti ya kak” Jelas Rani.