Trust Me Please.

Trust Me Please.
Kedatangan mertua.



Ketika waktu makan siang tiba, ratu menemui Rahma dan menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu. setelah mendengar semua cerita dari Ratu, tentu saja sebagai sahabat Rahma bisa mengerti.


Selain menceritakan alasan mengapa sampai hari pertunangannya dipercepat, Ratu juga memberi tahukan kepada Rahma jika hari pernikahannya dan Toni akan di laksanakan dua Minggu mendatang dan tentunya hal itu cukup mengejutkan bagi Rahma, namun begitu Rahma hanya bisa berdoa yang terbaik untuk sahabatnya itu.


***


Tepat pukul dua siang Rahma meninggalkan rumah sakit setelah Riko tiba untuk menjemputnya . Siang ini rencananya mereka akan ke bandara untuk menjemput kedua orang tua Riko, yang rela datang jauh jauh dari ibu kota demi bertemu dengan menantu serta calon cucu mereka.


Ketika melangkah keluar pintu utama rumah sakit, Rahma sudah di sambut dengan senyuman manis di wajah Riko.


Tanpa peduli dengan sekitarnya Riko mendaratkan sebuah kecupan di puncak kepala Rahma ketika istrinya itu usai mencium punggung tangannya.


"Apa kita langsung ke bandara, mas??." tanya Rahma ketika Riko mulai melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.


"Iya Sayang, sebentar lagi penerbangan domestik yang ditumpangi mama dan papa akan segera lending, Kasian kalau mereka harus menunggu." jawab Riko dan Rahma pun mengangguk setuju.


Empat puluh menit kemudian, akhirnya mobil Riko tiba di bandara Mutiara sis Al-Jufri palu.


Riko dan Rahma duduk di bangku yang telah disediakan bagi pengunjung bandara, sebelum kemudian kembali beranjak dan bergabung dengan beberapa orang dengan tujuan yang sama dengan mereka, yakni menjemput sanak saudara yang baru saja tiba di kota yang terkenal dengan bawang gorengnya tersebut.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya yang di nanti pun tiba, kedua orang tua Riko pun mulai terlihat oleh Rahma dan juga Riko.


Dari jarak yang cukup jauh, Terlihat jelas gurat bahagia di wajah Mama Rika ketika melihat keberadaan Menantunya, terbukti dengan senyuman yang tak surut dari wajah cantiknya meski usianya telah memasuki kepala Lima.


"Sayang, mama kangen banget sama kamu." orang pertama yang dipeluknya adalah Rahma, menantu yang begitu dirindukannya selama beberapa bulan terakhir.


"Rahma juga kangen banget sama mama." Rahma yang juga begitu merindukan sosok ibu mertuanya tersebut terlihat membalas pelukan hangat mama Rika, hingga sejenak suasana haru pun tak bisa dihindarkan.


"Apa benar di dalam sini ada cucu mama, sayang??." tanya mama Rika seraya menatap ke arah perut Rahma, meski dari yang terlihat jawaban pasti iya, terbukti dari perut Rahma yang semakin terlihat membesar


Rahma mengangguk mengiyakan. "Iya mah, usia kandungan Rahma saat ini sudah masuk empat bulan." jawaban Rahma semakin membuat kedua bola mata mama Rika berbinar bahagia.


"Terimakasih Sayang." baru juga melerai pelukannya kini mama Rika kembali memeluk menantunya itu. Mama Rika mengusap air mata bahagia yang kini membasahi pipinya, setelah kembali melerai pelukannya.


Rahma mengangguk saja. ketika melihat sikap hangat mertuanya, Rahma semakin dihinggapi rasa bersalah karena pergi begitu saja tanpa kabar berita.


"Maafkan Rahma Ma, karena pergi tanpa pamit pada mama dan papa." dengan wajah tertunduk Rahma berujar.


"Tidak perlu minta maaf sayang kamu tidak salah, mama yang salah karena merasa gagal mendidik Riko sampai bersikap seperti itu padamu, Rahma." sifat bijak mama Rika yang selalu membuat Rahma merasa beruntung bisa menjadi menantu dari wanita itu.


"Terima kasih atas pengertian mama." Ucap Rahma seraya membalas genggaman tangan mama Rika.


"Bagaimana kabarmu nak??." tidak jauh berbeda dengan sang istri, papa Abraham yang juga begitu merindukan putranya itu terlihat memeluk Riko barang sejenak.


"Alhamdulillah, kabar baik pa." jawab Riko setelah pelukan mereka terlerai.


"Terima kasih untuk semuanya pah, terima kasih juga karena selama ini papa sudah menjadi ayah yang sempurna untuk Riko." tutur Riko yang bangga dengan sosok ayahnya, seorang ayah yang selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak anaknya.


Papa Abraham menanggapi pujian Riko dengan senyuman. Kini perhatian papa Abraham beralih pada Menantunya.


"Bagaimana kabar menantu dan calon cucu papa??." tanyanya.


"Alhamdulillah, Rahma dan calon cucu papa dalam keadaan sehat serta baik baik saja." jawab Rahma seraya mengulas senyum bahagia, karena bisa kembali bertemu dengan kedua mertua yang begitu menyayanginya layaknya anak kandung sendiri.


"Syukurlah." papa Abraham lega mendengarnya.


Setelahnya Riko pun mengajak kedua orang tuanya untuk segera beranjak meninggalkan bandara menuju rumah. Rahma dan Mama Rika berjalan di depan sedangkan papa Abraham terlihat di belakang membantu putranya untuk menarik koper milik mereka.


Baik Rahma, mama Rika dan juga papa Abraham telah masuk ke dalam mobil sementara Riko masih sibuk memasukkan dua buah koper besar milik kedua orang tuanya ke dalam bagasi mobil. Setelah memastikan tidak ada barang yang ketinggalan Riko pun ikut masuk ke mobil dan duduk di balik kemudi.


Selama di perjalanan menuju rumah, Rahma dan Mama Rika terlibat obrolan seputaran kehamilan Rahma. Mama Rika sengaja tidak membahas masa lalu karena tidak ingin kembali mengingatkan menantunya itu akan kisah di awal pernikahannya bersama Riko, yang ternyata berjalan cukup pelik.


***


"Jam berapa sih Oma sama Opa sampainya, mah??." Boy yang sejak tadi menunggu di rumah Rahma terlihat sudah tidak sabar menunggu kedatangan kedua orang tua Riko.


"Sabar dong sayang, sebentar lagi juga Oma sama Opa tiba." jawab Cristi yang kini tengah menemani Boy duduk di sofa yang berada di ruang tengah.


Tak berselang lama akhirnya yang di nanti pun tiba.


Boy berlari keluar ketika mendengar suara deru mesin mobil yang memasuki pekarangan rumah.


"Oma ...Opa....." Boy berlari kecil menyambut kedatangan mama Rika dan papa Abraham.


"Cucu Opa makin ganteng saja." puji papa Abraham ketika boy berlari ke arahnya.


"Opa kalau ngomong suka benar sih." jawaban Boy mampu menciptakan tawa renyah bagi orang dewasa disekelilingnya.


"Dasar bocah genit." Riko yang hendak membuka bagasi mobil dibuat geleng geleng melihat sikap narsis keponakan kesayangannya itu.


"Bagaimana kabar Tante dan Om??." Cristi yang juga ikut ke depan untuk menyambut kedatangan mama Rika dan papa Abraham, memeluk tantenya tersebut barang sejenak.


"Baik, kamu sendiri??."


"Kabar Cristi juga baik Tante." jawab Cristi sebelum kemudian ia dan Rahma mengajak mama Rika dan papa Abraham untuk masuk ke dalam rumah.


.