Trust Me Please.

Trust Me Please.
Berbesar hati.



Setelah mendapatkan maaf serta memastikan pihak Riko tidak akan membawa kesalahpahaman ini sampai ke Rana hukum, pak RT pamit meninggalkan rumah Rahma dengan bernapas lega. Namun sebelumnya, di hadapan Riko dan yang lainnya Pak RT berpesan kepada warganya agar tidak bertindak serupa karena itu bisa merugikan diri mereka sendiri ke depannya.


Setelah kepergian Pak RT serta warga, Ratu mengajak Rahma masuk ke dalam rumah sehingga meninggalkan Riko, Dr Toni dan juga Kumala di teras depan.


"Cari tahu tentang pria tadi!! Pastikan jika perusahaanku ataupun perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milikku tidak memiliki karyawan seperti pria tadi." titah Riko dengan penuh penekanan, sementara Kumala yang sejak tadi terus memperhatikan sikap Riko, paham dengan siapa yang di maksud oleh Riko. Kumala paham betul jika Riko sangat marah kepada pria tadi yang mengatakan anaknya dengan sebutan anak haram.


"Baik tuan." jawab Kumala patuh.


Sedangkan Toni yang sejak tadi memperhatikan interaksi Riko dan Kumala bisa memastikan jika pria di hadapannya saat ini bukanlah orang sembarangan.


Meskipun merasa kecewa setelah mengetahui jika ternyata pujaan hatinya telah menikah, namun sebagai pria sejati Toni tetap merasa bersalah pada Riko karena telah mencintai istri dari pria itu.


"Saya ingin meminta maaf kepada anda." ucap Toni setelah Kumala masuk ke dalam rumah.


Riko yang paham dengan permintaan maaf Dr Toni itupun sontak mengulas senyum di wajah tampannya.


"Saya rasa anda masih patut di maafkan sebab saat itu anda tidak tahu jika Rahma adalah istri saya, namun mulai saat ini saya harap anda tidak lagi mendekati istri saya!!!." jawab Riko. Baginya ini semua bukanlah murni kesalahan Toni, setiap manusia berhak mencintai dan dicintai. Mungkin Toni menaruh harapan karena tidak mengetahui kebenaran jika ternyata Rahma telah menikah dan saat ini tengah mengandung.


"Anda tidak perlu cemas, saya bukan pria brengsek yang rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Meskipun saya sangat mencintai Rahma tetapi setelah saya mengetahui kebenarannya saya sama sekali tidak berniat merebutnya dari pria yang sangat dicintainya."


Toni dapat Menarik kesimpulan demikian sebab tempo hari Ratu pernah bercerita jika Rahma menolak terus menolak cintanya dikarenakan kehadiran seorang pria yang kini mengisi hatinya dan Toni yakin pria itu adalah Riko.


"Sekali lagi saya minta maaf dan juga selamat atas pernikahan anda, maaf jika saya terlambat mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian."


Dengan berbesar hati Toni mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan Riko pun menyambutnya dengan baik.


"Terima kasih untuk ucapannya, semoga anda juga secepatnya mendapatkan pendamping hidup." Tak ada sorot dendam di mata keduanya, yang ada hanya kebesaran hati menerima kenyataan. Riko sama sekali tidak menaruh dendam kepada Toni karena selama ini istrinya tidak pernah membuka hati untuk pria itu dan pria itu pun masih kekeh mengejar cinta Rahma karena tidak mengetahui kebenarannya.


***


Suasana di dalam rumah Rahma cukup hening, Ratu membiarkan Rahma untuk tenang dulu sebelum mencecar sahabatnya itu dengan berbagai macam pertanyaan yang kini bersarang di benaknya.


Setelah meneguk beberapa tegukan Rahma meletakkan gelas yang masih terisi setengahnya ke atas meja.


Setelah merasa cukup tenang akhirnya Rahma pun mulai bersuara. "Seperti yang kau dengar tadi, aku dan mas Riko sudah menikah lebih dari setahun dan suami yang selama ini aku ceritakan padamu tak lain adalah mas Riko. Maaf jika sebelumnya aku belum bisa berterus terang kepadamu." ucap Rahma merasa bersalah karena selama ini telah menyembunyikan hal Sebesar itu dari sahabatnya itu.


"Aku melakukannya karena memiliki alasan, aku hanya ingin melihat kesungguhan suamiku untuk mempertahankan rumah tangga kami. Wajar jika kau marah dan benci padaku tapi aku mohon padamu jangan terlalu lama marah padaku!!."


Rahma semakin tersentuh dengan sikap Ratu padanya, Ratu merupakan sahabat yang selalu pengertian padanya di dalam kondisi dan situasi seperti apapun.


"Terima kasih Ratu karena selama ini kamu selalu mendukungku dalam situasi terburuk sekalipun, jika selama ini kau tidak ada bersamaku mungkin apa jadinya aku sekarang ini." keduanya berpelukan dengan berlinang air mata, mereka sama sama merasa bersyukur karena saling memiliki.


Kumala yang sejak tadi melihat interaksi keduanya dibuat terharu dengan persahabatan Rahma dan Ratu. di zaman sekarang sangat sulit mendapatkan persahabatan seperti yang mereka miliki.


Deheman Riko yang baru saja memasuki ruang tengah membuat Rahma dan Ratu saling melepas pelukannya dan kompak menoleh ke arah Riko.


"Maaf." ucap keduanya hampir bersamaan.


"Tidak masalah, lagi pula aku seperti tengah menyaksikan film gratis tentang persahabatan." seloroh Kumala. Walaupun sejujurnya Kumala pun seperti ingin ikut menangis haru melihat persahabatan keduanya.


Ratu berpindah tempat duduk untuk memberi ruang kepada Riko.


"Sebentar, sejak kapan kak Mala tahu kalau Rahma itu sebenarnya istrinya tuan Riko??." kini Ratu mencecar kakak sepupunya itu kala teringat akan kedatangan Mala yang turut ambil andil dalam memberikan bukti kepada warga tadi.


"Seminggu yang lalu, saat kita berada wisata bukit doda tidak sengaja kakak melihat tuan Riko dengan seorang wanita dan keesokan harinya tuan Riko mengatakan kepada kakak Jika beliau telah berhasil menemukan keberadaan istrinya." beritahu Mala.


"Kenapa kak Mala tidak pernah menceritakannya kepadaku??." kembali Ratu bertanya.


"Karena kamu tidak pernah bertanya.". Jawaban Mala sontak membuat Ratu memasang wajah sebal padanya.


"Iiisssh...kak Mala."


"Kakak memang sudah tahu jika tuan Riko telah bertemu dengan istrinya di kota ini, tetapi kakak juga tidak tahu jika sebenarnya sahabat yang pernah kamu ceritakan Tempo hari itu ternyata adalah istrinya tuan Riko." akhirnya Mala pun menjelaskan yang sebenarnya kepada Ratu, setelah mendengar penjelasan Mala akhirnya Ratu pun mengangguk paham.


Terlalu asyik mendebati kakak sepupunya itu Ratu Sampai melupakan keberadaan Riko di tengah tengah mereka.


"Maaf." ucap Ratu pada Riko karena merasa tidak enak dan Riko hanya mengangguk saja.


"Sekarang kamu juga tahu kan kenapa selama ini aku selalu saja menolak kak Toni untuk sekedar mampir ke rumahku, aku tidak ingin sampai terjadi pemban_taian di rumahku." ucapan Rahma hampir saja membuat tawa Kumala dan Ratu meledak, apalagi saat ini sahabatnya itu melirik ke arah suaminya kala berucap.


Sedangkan yang kini tengah di Sindir hanya terlihat santai.


Terima kasih sayang sayangku karena sudah meluangkan waktu untuk menikmati karya recehku. 😘😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰