
Setelah kepulangan Ratu dan Kumala tinggallah Riko dan Rahma di rumah. Rahma yang baru saja selesai mandi dan mengenakan piyamanya beranjak dari kamar menuju meja makan.
Seperti biasa Rahma melintas di depan kamar Riko.
"Apa mas Riko sedang sibuk??." gumam Rahma ketika melihat pintu kamar Riko tertutup dengan sempurna.
Rahma melangkah mendekati pintu kamar Riko. Ia yang hendak mengetuk pintu lantas menghentikan pergerakan tangannya di udara ketika pintu kamar tiba tiba terbuka dan menampilkan wajah tampan suaminya yang berdiri di ambang pintu.
"Kenapa tidak langsung masuk saja, sayang??." tanya Riko ketika mendapati keberadaan Rahma yang berdiri di depan pintu.
"Tidak apa apa mas, tadinya aku hanya ingin bertanya mas mau pesan makanan apa untuk makan malam karena aku mau memesan makanan saja, tidak sempat memasak sore tadi.!!." tutur Rahma.
"Tidak perlu sayang, lagi pula tadi mas sudah meminta pegawai di restoran untuk membawakan makanan ke sini." jawaban Riko membuat Rahma bertanya dalam hati.
"Pegawai restoran???" batin Rahma, namun setelahnya Rahma pun tak lagi terlalu ambil pusing dan segera melangkah bersama Riko menuju meja makan.
"Selamat menikmati tuan dan Nyonya, semua menu sesuai dengan pesanan anda." kedatangan mereka di sambut oleh seorang wanita yang berpenampilan layaknya pelayan restoran pada umumnya.
Sementara Riko hanya menanggapi ucapan pelayan dengan anggukan kecil sebelum kemudian menarik sebuah kursi untuk di tempati oleh sang istri.
Rahma menatap wajah Riko dengan tatapan penuh tanya sebelum menjatuhkan bokongnya di kursi. Sedangkan pelayan tadi segera pamit undur diri setelah kedatangan mereka.
Pandangan Rahma di penuhi dengan berbagai macam menu makanan yang di sajikan di atas meja makan.
Bukannya mencicipi makanan tersebut Rahma justru diam terpaku seraya menatap sajian di meja makan sehingga membuat Riko bingung dibuatnya.
"Ada apa sayang, apa kamu tidak suka dengan menunya?? Jika kamu tidak suka mas bisa meminta untuk menggantinya dengan menu yang lain." tanya Riko yang berpikir menu di atas meja tak sesuai dengan keinginan Rahma.
"Mas, kenapa kamu bersikap semanis ini padaku?? sebaiknya kamu tidak perlu sampai bersikap seperti ini padaku mas karena ini bisa membuatku salah mengartikan kebaikanmu padaku."
"Kenapa kamu bicara seperti itu sayang??."
"Mas, aku hanya tidak ingin berpikir jika kamu melakukannya karena kamu mencintaiku. seandainya kamu tahu bagaimana tersiksanya di saat mencintai seseorang yang tidak menginginkan kita, sakit sekali rasanya mas." dengan tatapan berubah sendu Rahma berucap.
Riko yang kini tengah duduk berhadapan dengan Rahma hanya sebuah meja yang menjadi pembatas sontak menggenggam kedua tangan Rahma dengan penuh kelembutan.
"Apa selama ini kamu tidak bisa merasakan cintaku, sayang?? Mas melakukan semua ini karena mas sangat menginginkanmu Mega Rahmawati, mas tidak ingin berpisah lagi darimu karena mas sangat mencintaimu."
"Mas melakukan semua ini karena mas mencintaimu sayang, maafkan atas sikap mas selama ini padamu!!. Kamu boleh menghukum mas dengan cara apapun asalkan jangan pernah pergi lagi dari kehidupan mas, jangan pernah tinggalkan mas lagi, sayang!!." dengan wajah sendu Riko berujar sehingga membuat Rahma menarik diri dari pelukannya untuk memberi jarak agar dapat menatap kedua matanya.
"I love you, sayang." ucap Riko sebelum kemudian mendaratkan sebuah kecupan di bibir pink alami milik sang istri. Sementara Rahma perlahan memejamkan matanya seolah menikmati kecupan Riko yang terasa begitu lembut dan hangat.
Riko mengusap sisa air mata di wajah Rahma setelah menyudahi kecupannya yang cukup lama.
"Don't crying, sayang!!.". pinta Riko karena tidak tega melihat istrinya menangis.
"Apa kamu melakukan semua ini hanya karena aku sedang mengandung anak kamu, mas??." Rahma yang belum sepenuhnya yakin dengan ungkapan perasaan Riko kembali bertanya.
"Perasaan mas akan tetap sama sayang, meski kamu tidak mengandung sekalipun."
Riko berlutut di hadapan Rahma.
"Sayang, berikan mas kesempatan untuk memperbaiki semuanya, kita akan memulai rumah tangga kita dari awal lagi!!." ucap Riko bersungguh sungguh.
"Berdiri mas, jangan seperti ini!! Rahma meminta Riko untuk berdiri dan Riko pun akhirnya menurut.
Kini pandangan Rahma di penuhi oleh wajah tampan Riko, wajah tampan yang selama tiga bulan terakhir selalu di rindukannya. Cukup lama Rahma menatap Riko dengan intens, sampai kemudian Rahma mengangguk sebagai jawaban.
"Tapi mas Harus janji, mas tidak akan pernah meninggalkan Rahma jika suatu saat nanti mantan kekasih tercinta mas itu kembali lagi." Riko spontan menarik sudut bibirnya ke samping saat mendengar Rahma menekan kata mantan kekasih.
"Jadi ceritanya istrinya mas cemburu nih??." ujar Riko dengan tatapan menggoda.
"Sorry ya...aku tidak pernah cemburu sama mantan pacar mas itu, lagian cantikan aku kemana mana." tepis Rahma dengan penuh percaya diri meski ia sendiri tidak yakin dengan ucapannya dan dalam hati Riko pun mengakui itu, wajah serta body sang istri masih jauh di atas Mona, namun bukan hanya itu yang membuatnya jatuh cinta pada Rahma, ketulusan serta kesabaran Rahma yang membuatnya sampai bertekuk lutut dibuatnya.
"Semua yang ada pada dirimu memang sangat indah, sayang.". Puji Riko dengan tatapan penuh makna, kala terbayang malam pertama mereka di mana ia menik_mati dan melihat dengan jelas setiap inci keindahan tubuh istrinya itu.
Rahma yang mendengarnya lantas memutar bola matanya dengan malas, seolah bisa menebak apa yang kini berada di pikiran suaminya itu.
***
Untuk pertama kalinya setelah tinggal di rumah itu Riko bisa tidur sekamar dengan sang istri, meskipun belum terjadi sesuatu yang iya iya namun Riko tetap bersyukur karena bisa kembali tidur seran_jang dengan istrinya.