Trust Me Please.

Trust Me Please.
Ternyata Dia calon istri pilihan mama.



Pagi itu Ratu terlihat seperti tengah mencemaskan sesuatu. Bahkan saat bersiap berangkat kerja ia nampak tidak bersemangat, Entah apa yang membuatnya sampai seperti itu.


Dengan ogah ogahan Ratu tetap berangkat kerja.


Setiba mobilnya di area basemen rumah sakit secara kebetulan mobil Dr Toni pun baru saja tiba.


Entah mengapa kejadian kemarin membuat Ratu merasa enggan bertemu dengan Dr Toni, sehingga ia dengan sengaja menghindari pria itu. Ratu urung turun dari mobilnya, membiarkan Dr Toni lebih dulu berlalu terlebih dahulu. Bahkan saat pandangan Dr Toni tak sengaja tertuju ke arah mobilnya, Ratu dengan sigap merunduk padahal kaca mobilnya tak tembus pandang.


Di dalam lubuk hati terdalam Ratu merasa bersalah karena secara tidak langsung telah berdusta pada Dr Toni, meskipun sebenarnya ia sendiri tidak mengetahui tentang pernikahan Rahma dan Riko sebelumnya.


"Apa setelah kejadian kemarin kak Toni akan membenciku??." entah mengapa Ratu kepikiran hal itu jika sampai benar-benar terjadi.


Setelah merasa langkah Dr Toni semakin menjauh, Ratu baru turun dari mobilnya.


Hampir seharian Ratu dengan Sengaja menghindari Dr Toni, ia bahkan beralasan agar tidak menemani pria itu memeriksa kondisi pasien.


Bagi Ratu hari ini berjalan begitu lamban selamban menunggu waktu berbuka puasa.


Ratu akhirnya bisa bernapas lega saat hampir berada di basemen, namun sepersekian detik kemudian napas Ratu kembali terasa sesak kala seseorang menghentikan pergerakannya yang hendak membuka pintu mobil.


"kak Toni." ternyata Toni yang mencekalnya.


Tanpa penjelasan Toni membawa Ratu masuk ke dalam mobilnya dan membiarkan mobil Ratu begitu saja di tempatnya.


Ratu yang kini telah berada di dalam mobil Toni sudah berpikiran negatif pada pria itu.


"Apa kak Toni akan menculik dan membunuhku??." dalam hati Ratu yang kini mulai terlihat ketakutan. Apalagi saat ini mobil Toni telah melaju meninggalkan kawasan rumah sakit.


"Hey, apa yang kau lakukan??." karena cemas melihat Ratu hendak membuka pintu mobil yang tengah melaju, tanpa sengaja intonasi suara Toni terdengar sedikit meninggi, sehingga membuat tubuh Ratu semakin bergetar ketakutan dibuatnya.


"Kak, aku benar benar minta maaf atas kejadian kemarin, tetapi aku berani bersumpah bahwa aku memang tidak mengetahui tentang pernikahan Rahma." ucap Ratu seraya mengatupkan kedua tangan di dada.


Kalimat Ratu mampu membuat kerutan halus tercipta di dahi Toni. "Apa maksudmu, lagi pula siapa yang mempersalahkan kamu atas kejadian kemarin??." jawaban Toni membuat Ratu semakin tidak paham dengan tindakan pria itu.


"Lalu, untuk apa kakak membawaku??."


"Saat ini saya sangat membutuhkan bantuan seseorang dan saya rasa kamulah orangnya." jawaban Toni semakin membuat kepala Ratu Seperti mau pecah memikirkannya.


"Apa sebenarnya yang kak Toni inginkan dariku, kak Toni tidak akan mengambil organ tubuhku lalu menjualnya kan??." kalimat Ratu hampir saja membuat tawa Toni pecah.


"Aku jadi penasaran, siapa dosen yang meluluskan Kamu saat pengajuan dulu." ujar Toni tidak habis pikir dengan pemikiran Ratu yang menurutnya Sangat dangkal.


Mendengar itu akhirnya Ratu pun memilih diam seraya memanjatkan doa berharap Toni tidak sampai melakukan hal hal yang seperti yang ada di pikirannya.


"Apa yang akan kita lakukan di sini??." tanya Ratu saat Toni memasuki area parkiran sebuah restoran.


"Hari ini orang tuaku akan mengajakku bertemu dengan calon istriku dan_." ucapan Toni berakhir begitu saja saat Ratu telah menyela.


"Dan kak Toni Sengaja mengajakku ke sini untuk bersandiwara sebagai kekasih kak Toni begitu??." tebak Ratu, seperti cerita kisah yang sering ia baca di novel kesukaannya.


"Aku tidak mau." tegas Ratu padat singkat dan jelas.


Bahkan tadi pagi ia sampai hampir terlambat berangkat kerja dikarenakan harus mencari berbagai macam alasan untuk menolak ajakan kedua orang tuanya ingin mempertemukan ia dengan calon suami pilihan mereka, lantas sore ini ia justru harus memainkan perannya sebagai calon istri pura pura dari Toni. Tentu saja Ratu menolaknya dengan tegas.


"Baiklah, jika kau tetap kekeuh dengan keputusanmu maka kita akan tetap berada di dalam mobil saya sampai restoran ini tutup." jawaban Toni membuat Ratu memicingkan matanya ke arah pria itu.


Setelah kurang lebih setengah jam berada di mobil akhirnya Ratu pun pasrah dan memilih menuruti permintaan Toni. Pikir Ratu biarlah untuk kali ini saja tidak untuk lain kali dan lain waktu.


Kini keduanya pun turun dari mobil kemudian memasuki pintu masuk restoran, dengan wajah tertunduk Ratu mengekor di belakang Toni layaknya seorang kerbau yang di cucuk hidungnya.


"Sayang, kenapa kamu sampai terlambat??." tanya ibunya kepada Toni, pandangan wanita itu fokus pada wanita yang kini berdiri di belakang punggung putranya.


"Maaf ma, sebelum berangkat ke sini, Toni menjemput kekasih Toni terlebih dahulu." jawab Toni seraya membawa tubuh Ratu sejajar dengannya.


"Ratu." suara yang terdengar begitu familiar membuat Ratu sontak mengangkat pandangannya.


"Mama." bukan hanya kedua orang tua mereka yang terkejut, Toni pun tidak kalah terkejutnya kala Ratu memanggil wanita yang saat ini duduk semeja dengan orang tuanya tersebut dengan sebutan mama.


"Oh astaga.... ternyata dunia ini begitu sempit ya jenk ternyata tanpa sepengetahuan orang tua masing-masing, anak anak kita sudah menjalin hubungan spesial" raut wajah Ibunya Toni kembali ceria saat menyadari jika gadis yang saat ini di akui putranya sebagai kekasihnya ternyata adalah putri dari sahabatnya yang sengaja ingin mereka jodohkan.


Jika saat ini Toni terlihat memijat pangkal hidungnya, Ratu justru terlihat tersenyum kaku saat ibunya Toni terus melontarkan pujian padanya.


Cukup lama mereka berada di dalam situasi canggung seperti itu, sampai dengan dua jam kemudian Toni pamit lebih dulu dengan alasan ingin mengantarkan kekasihnya mengambil mobil yang tadi sengaja di tinggalkan di area rumah sakit.


***


Toni Nampak menghela napas dalam setibanya di mobilnya.


"Kenapa kamu tidak bilang jika gadis yang di jodohkan denganku itu ternyata adalah kamu??."


"Mana aku tahu, lagian kenapa juga kak Toni mengajak aku ke sini??." ujar Ratu seolah tidak terima saat Toni hendak mempersalahkan dirinya.


"Itu karena Saya juga tidak tahu kalau gadis itu ternyata adalah kamu." jawab Toni. Helaan napas pria itu terdengar memberat.


"Lalu kenapa kak Toni tidak berterus terang saja, dengan begitu orang tua kita pasti akan membatalkan perjodohan ini."


"Apa kau pikir aku sudah tidak waras dengan mempermalukan kedua orang tuaku di hadapan kedua orang tua kamu??." jawab Toni dan setelahnya tak lagi terdengar obrolan di Antara keduanya hingga mobil Toni tiba di basemen rumah sakit untuk mengantar Ratu mengambil mobilnya yang tadi sengaja di tinggalkan begitu saja.


"Jangan lupa, besok kamu harus menemani mamaku ke butik!!." pesan Toni membuat Ratu menghentikan sementara pergerakannya hendak membuka pintu mobilnya.


"Iya." jawab Ratu dengan raut wajah malas.


Awalnya perjanjian Toni dan ibunya berlaku tahun depan, namun entah kenapa kedua orang tuanya seakan berubah pikiran. Tiba tiba pagi tadi ibunya mengabarkan padanya jika sore ini mereka ingin mempertemukan Toni dengan calon istrinya.


Sayang sayangku please berikan ulasannya biar aku makin semangat lagi dalam berkarya!!. 🙏🙏😘😘🥰🥰🥰