
Rahma yang tengah duduk santai di sofa ruang tengah usai makan malam terlihat membuka akun sosial media miliknya. terus menggeser ke atas sampai menampilkan akun sosial media milik Ratu yang baru saja memposting sebuah foto.
"Indahnya." lirih Rahma saat melihat foto Ratu dan seorang wanita, yang memperlihatkan pemandangan yang begitu indah dan eksotis, menampilkan gemerlap lampu kota dari ketinggian.
Riko yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik sang istri terdengar berdehem.
"Apa Mas butuh sesuatu??" tanya Rahma saat mendengar Riko berdehem hingga dua kali.
"Mas haus sayang, boleh minta tolong ambilkan segelas air??."
Rahma lantas meletakkan ponselnya di atas meja kemudian beranjak ke dapur.
Untuk memastikan jika saat ini istrinya telah berada di dapur Riko menoleh ke arah dapur sejenak. Merasa aman Riko pun mengambil ponsel Rahma yang sejak tadi membuatnya hampir mati penasaran.
"Ratu dan Kumala, mereka saling kenal." akhirnya kini Riko bisa bernapas lega. Tadinya Riko berpikir jika saat itu istrinya tengah berbalas pesan dengan seseorang sehingga membuatnya sampai tersenyum sendiri.
Dengan cepat Riko meletakkan kembali ponsel tersebut ke tempat semula saat mendengar suara langkah kaki, yang ia pastikan adalah langkah kaki Istrinya.
"Ini airnya mas."
"Thank you, sayang." Riko menerima segelas air yang di berikan Rahma padanya kemudian meminumnya barang seteguk karena kenyataannya ia tidak merasa haus.
"Mau nggak kalau mas ajak jalan jalan??."
Melihat wajah istrinya yang begitu senang melihat pemandangan yang ada di postingan Ratu di akun sosial miliknya, Riko pun menawarkan Rahma untuk jalan jalan.
"Memangnya mau jalan jalan kemana??." tanya Rahma dengan gurat wajah tak yakin mengingat suaminya baru pertama kalinya menginjakkan kaki di kota tersebut tentunya belum begitu paham dengan kawasan Wisata di sana.
"Tenang saja, kita bisa menggunakan google maps." jawab Riko seolah ingin mematahkan keraguan sang istri yang terlihat jelas dari sorot matanya.
"Baiklah, kalau begitu aku siap siap sebentar." kata Rahma kemudian beranjak ke kamarnya. Tak berselang lama, Rahma kembali dari kamarnya dengan mengenakan dres santai berwarna dusty pink dengan ukuran oversize yang di padukan dengan sepatu casual warna putih serta rambut panjangnya yang di biarkan terurai rapi.
"Aku sudah siap mas." Riko yang tengah memasang jaketnya sontak menoleh ke sumber suara. Riko di Buat terpaku melihat penampilan istrinya yang begitu cantik meski hanya mengenakan make-up seadanya.
"Maaf sayang, sepertinya mas terlalu terbawa suasana, habisnya kamu sangat cantik " ucap Riko ketika menyadari tindakannya. Riko merutuki kecerobohannya yang tidak bisa mengontrol diri sehingga mengecup bibir Rahma tanpa izin. Meskipun semua yang ada di dalam diri Rahma mutlak miliknya namun Riko tidak ingin bertindak gegabah yang hanya akan membuat istrinya tersebut berpikir jika perubahan sikapnya itu karena ada niat yang terselubung.
Sejujurnya saat ini Rahma merasa berbunga bunga saat Riko memuji kecantikannya namun begitu Rahma tetap berusaha terlihat biasa saja di hadapan Riko.
"Sepertinya jika anak kita perempuan dan memiliki wajah yang mirip dengan mommy-nya, Daddy harus lebih ekstra menjaganya karena sudah pasti banyak pria di luar sana yang terpesona dengan kecantikannya." tutur Riko saat mereka berjalan menuju mobil Riko berada, setelah memastikan pintu telah terkunci.
Riko membukakan pintu mobil untuk istrinya setelahnya ia pun mengitari mobil lalu masuk dan duduk di balik kemudi.
Setelah membantu Rahma memasangkan sit belt di tubuhnya Riko pun memasang sit belt pada tubuhnya, sebelum kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju sebuah wisata yang biasa ramai di datangi anak muda apalagi di saat malam Minggu seperti saat ini.
Dengan bermodalkan google maps kini mobil Riko tiba di tujuan. Suasana di tempat itu sangat ramai mengingat malam ini adalah malam Minggu.
Rahma tersentuh ketika melihat beberapa badut yang berseliweran di sekitarnya, dari ukuran serta tinggi badan badut tersebut Rahma menarik kesimpulan jika seseorang yang berada ada di balik pakaian badut tersebut masih berusia anak anak.
Rahma melambaikan tangannya pada badut tersebut dan badut itu pun berjalan ke arah Rahma dengan membawa sebuah kotak di tangannya. Sebuah kotak yang biasanya di masukan uang seikhlasnya oleh pengunjung yang sekedar ingin berfoto bersama.
Setelah memasukkan beberapa lembar uang berwarna merah ke dalam kotak yang di bawa badut tersebut Rahma mengusap wajah badut itu dengan lembut.
"Sekolah yang rajin ya dek,,,, biar besar jadi orang sukses!!." badut itu mengangguk-anggukan kepalanya saat mendengar pesan Rahma.
Badut itu pun berpose seperti sedang mengajak Rahma untuk berfoto bersama dan Riko yang paham segera mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya untuk mengambil gambar.
Setelahnya Badut tersebut berpamitan pada Rahma dan Riko dengan bahasa tubuh dan Rahma pun mengiyakannya.
Tanpa sepengetahuan keduanya ada sepasang mata tak sengaja tertuju pada mereka.
"Bukankah itu tuan Riko??." batin Kumala saat tak sengaja melihat keberadaan Riko bersama seorang wanita. "Tapi siapa wanita yang saat ini bersama dengan Tuan Riko??." lanjutnya. Posisi Rahma yang membelakanginya membuat Mala tak dapat melihat wajahnya.
"Ada apa kak??." tanya Ratu seraya mengikuti arah pandang Mala.
"Tidak ada apa apa." Mala kini kembali fokus pada Ratu, sementara Ratu percaya begitu saja dengan ucapan Mala.