Trust Me Please.

Trust Me Please.
Tudingan Warga.



Hari terus berlalu, Tanpa terasa sudah seminggu Riko tinggal bersama dengan sang istri dan sudah menjadi keseharian Riko mengantar jemput sang istri bekerja.


Tanpa di sadari keduanya ada pula pandangan buruk tetangga ketika melihat Rahma dan Riko yang kini tinggal serumah. Bagaimana tidak, selama ini setahu mereka Rahma merupakan wanita single namun seminggu terakhir ada seorang pria yang tinggal bersama dirumahnya.


Sore ini saat baru saja tiba di rumahnya, Rahma di buat terkejut sekaligus bingung ketika melihat teras rumahnya telah ramai di datangi oleh para warga komplek, di antara para warga ada juga Ratu yang terlihat kewalahan menghadapi warga.


Rahma segera turun dari mobilnya.


"Ada apa ini ibu ibu bapak bapak, tumben pada berkumpul di sini??." tanya Rahma dengan kening berkerut bingung.


"Itu dia si wanita pembuat dosa di komplek kita." salah seorang dari ibu ibu berjalan ke arah Rahma dengan posisi berkacak pinggang.


Untungnya Toni yang sejak tadi secara diam diam mengikuti mobil Rahma untuk memastikan sang pujaan hati tiba dengan selamat, dengan sigap menahan tubuh Rahma agar tidak sampai terjatuh saat ibu ibu tersebut hendak mendorongnya.


"Apa yang anda lakukan??." Toni menaikan intonasi suaranya, jika bukan seorang wanita mungkin saat ini Toni sudah melayang tinju ke arah ibu tersebut.


"Siapa lagi pria ini??." cetus ibu tersebut dengan tatapan sinis mengingat sosok pria yang kini melindungi Rahma berbeda dengan pria yang setiap hari dilihatnya.


"Anda tidak perlu tahu siapa saya." jawab Toni dengan tatapan tak bersahabat.


"apa yang anda lakukan nyonya, tindakan anda bisa membahayakan anak yang ada di dalam kandungan sahabat saya." Ratu yang tak kalah kesalnya dengan tindakan ibu itu pun ikut bersuara.


Ratu membawa Rahma agar sedikit menjauh dari jangkauan Warga.


"Kalian dengar kan?? Wanita ini bahkan telah mengandung anak haramnya sekarang." ucapan wanita itu membuat Rahma tak sanggup lagi menahan air matanya.


"Anak saya bukan anak haram." tepis rahma berlinang air mata.


"Diam kamu !!!! sudah pak RT Usir saja wanita itu dari sini, dasar wanita pembawa sial." kini justru salah seorang bapak bapak yang juga berada di antara para warga ikut memanas manasi keadaan.


"Iya benar, tidak menutup kemungkinan setelahnya wanita ini akan menggoda suami suami kita, iyakan ibu ibu..." semakin panas suasana tatkala salah seorang dari ibu ibu yang lainnya juga ikut bersuara.


Rahma yang terlihat semakin ketakutan dan terpojokkan tersebut hanya bisa menangis.


"Maaf ibu ibu bapak bapak, sebaiknya kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin!! Lagi pula kita tidak bisa bertindak seenaknya saja." pak RT masih berusaha menenangkan warga agar tidak sampai berbuat di luar batas.


Toni semakin di buat bertanya tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi saat mendengar berbagai macam pernyataan dari para Warga tentang Rahma.


Tak berselang lama, suara deru mobil yang memasuki pekarangan rumah Rahma mengalihkan perhatian semuanya tak terkecuali Toni dan juga Ratu.


"Tuan Riko, kenapa anda datang di saat yang seperti ini tuan." lirih Ratu, yang berpikir kedatangan Riko hanya akan membuat suasana semakin panas.


Riko yang baru saja memasuki pekarangan rumah pun di buat bingung dengan keberadaan banyak warga di sana.


Riko segera turun dari mobil saat melihat dari balik kaca mobil Rahma tengah menangis ketakutan.


"Ada apa ini Sayang??." Riko yang telah berada di dekat Rahma membawa wanitanya itu kedalam pelukannya.


"Aku takut mas.". Hanya itu yang terlontar dari mulut Rahma dengan bibir yang bergetar ketakutan.


"Hei...jangan takut sayang, ada mas di sini!! semua akan baik baik saja." Riko menghapus air mata di wajah Rahma.


Kini tatapan Riko berubah tajam saat memandang ke arah para warga, yang sudah membuat istrinya sampai menangis seperti ini.


"Ini dia pak pasangan kumpul kebonya." ucap salah seorang wanita seolah mengadu pada pak RT.


"Di depan warga saja mereka sampai berpelukan apalagi kalau di belakang warga. Sudah pak RT bawa saja mereka ke kantor polisi atas tuduhan perzi_nahan." seorang bapak bapak bermulut ember terdengar melontarkan perkataan yang membuat Riko hampir saja kehabisan kesabaran.


Mendengar pengakuan Riko, bukan hanya Toni yang terkejut bukan main tetapi Ratu pun begitu.


"Istri." lirih keduanya hampir bersamaan.


"Halllaaah.... Sudahlah jangan bersandiwara lagi!!!."


Melihat situasi semakin tak terkontrol akhirnya pak RT bersama dengan dua orang security komplek kembali menengahi.


"Jaga bicara anda pak, jangan bicara keterlaluan!!." Pak RT menegur salah satu warganya yang tadi memberi tudingan pedas.


Kini pak RT beralih pada Riko.


"Maaf tuan, Jika benar Nona Rahma adalah istri sebaiknya anda tunjukkan bukti untuk itu!!." Pak RT mencoba menengahi dan Riko pun mengiyakannya kemudian meraih ponselnya di dalam saku jasnya lalu menghubungi seseorang.


"Bawa berkas yang di kirimkan mama kemarin ke rumah istri saya!!.". Titah Riko pada seseorang di seberang telepon.


Tak berselang lama, sebuah mobil tiba di pekarangan rumah Rahma dan seorang wanita muda nampak turun dari mobil tersebut.


"Kak Mala." lagi lagi Ratu di buat terkejut dengan kedatangan Kumala.


"Ini berkas yang anda minta, Tuan." Kumala menyerahkan amplop coklat yang berisikan beberapa surat penting kepada Riko.


"Terima kasih."


"Di dalam amplop ini ada dokumen yang membuktikan jika saya, Riko pranata Abraham merupakan suami sah dari wanita bernama Mega Rahmawati. Kami sudah menikah selama satu tahun tiga bulan dan anak yang ada di dalam kandungan istri saya saat ini merupakan buah cinta kami. bukan anak haram seperti yang tadi tuduhkan oleh warga." beritahu Riko. Dan di akhir kalimatnya ia menunjuk ke arah seorang warga yang tadi sempat menyebut calon anaknya dengan sebutan anak haram.


Duar.


Semuanya kembali di buat terkejut dengan pangkuan Riko tidak terkecuali Toni dan juga Ratu.


Pak RT mengambil alih amplop coklat dari tangan Riko lalu membukanya. Setelah membacanya terlebih dahulu pak RT kemudian mengangkat tangannya ke udara untuk memperlihatkan bukti bukti pernikahan termasuk dua buah surat nikah milik Riko dan Rahma kepada warga.


"Dokumen serta surat nikah ini telah membuktikan jika Tuan Riko merupakan suami dari Dr Rahma, dan semua bukti bukti ini sekaligus mematahkan tudingan kalian." beritahu pak RT, kini Warga terdengar hening tak ada lagi yang berani bersuara.


"Ternyata selama ini Rahma telah menikah?? Jadi ini alasannya mengapa ia terus menolak cintaku." batin Toni. reaksi Toni tidak jauh berbeda dengan reaksi para warga, pria itu sangat terkejut saat melihat bukti bukti yang di tunjukkan oleh Pak RT.


Pandangan Pak RT kini kembali fokus pada Riko dan juga Rahma.


"Atas nama warga, saya ingin meminta maaf kepada anda tuan, maafkan tindakan kurang berkenan dari warga saya." sebagai ketua RT setempat pria paru baya tersebut nampak meminta maaf kepada Riko dengan wajah penuh penyesalan.


"Tidak perlu minta maaf pak, lagi pula ini bukan sepenuhnya kesalahan bapak, mungkin saya juga salah karena kesibukan saya belum sempat melapor pada anda selaku ketua RT di sini." pak RT di buat takjub dengan sikap Riko, biasanya pria seperti dirinya yang terkenal berduit tidak akan mudah memaafkan.


Berbeda jauh dengan sikapnya kepada Pak RT, Riko justru menatap ke arah salah satu warga yang tadi sempat mengatai calon anaknya dengan sebutan anak haram dengan tatapan mematikan, sehingga membuat pria itu bergidik ngeri dibuatnya.


Jangan lupa dukungannya ya sayang sayangku.


Jangan lupa mampir ke karya ku yang lainnya ya...


-MENIKAH DI USIA REMAJA.


-TERPAKSA MENIKAH DENGAN KEKASIH SAHABATKU.


-AKHIRNYA AKU MENYERAH.