The Bride Of The Sacred Forest God

The Bride Of The Sacred Forest God
Bab 96. Sumber Berita Buruk di Pasar bag. 2



“Oi! Berani sekali kalian mengatakan hal seperti itu dengan percaya diri siang-siang begini!”


Dengan kesal, kalimat itulah yang keluar dari mulut Nagi. Bahkan Ginko tidak menahan diri untuk marah.


“Kalian tidak bisa menyebarkan berita bohong seperti itu tentang Nushi-sama. Kami berdua peringatkan kalian semua.”


Kedua youko tersebut mulai terlihat serius. Mereka emosi mendengar kerumunan tersebut. Nagi bahkan terlalu emosi sampai mendekati pria berwujud siluman burung dan memegang kerah pakaiannya.


“Berani sekali kalian bicara begitu mengenai Aragaki-sama. Aku harap, kalian tidak bosan hidup.”


“Hiii!!! A–ampuni aku, tuan! Aku benar-benar tidak bermaksud begitu! Aku bersumpah!”


“Aku tidak butuh sumpah darimu, burung tua. Beraninya kau menyebarkan berita di tempat yang jelas-jelas milik Aragaki-sama. Kalau niat mati lebih cepat, katakan yang jujur agar aku permudah.”


“Ampun! Kami benar-benar tidak ada maksud begitu! Kami…kami juga mendengarnya dari seekor siluman yang baru saja lewat sini!”


“Apa?!” kedua youko itu begitu syok sekarang. Nagi melepaskan tangannya dari kerah pakaian siluman burung itu dan mendengarkan ceritanya.


“Ka–kami tadi sedang…berdiri dan bicara hal lain di sini. Tidak ada sedikitpun pembahasan mengenai Aragaki-sama pada awalnya.”


“Tapi, tiba-tiba saja ada seekor siluman yang mengatakan bahwa Aragaki-sama berjalan dengan gadis kemarin di tempat ini dan dia bercerita bahwa gadis itu adalah calon ‘pengantin’ yang tiba sekitar dua minggu lalu.”


“Lalu…dia mengatakan bahwa gadis itu licik. Dia bahkan melihat bahwa gadis itu berusaha menggoda Aragaki-sama dengan kata-kata dan sifat manisnya karena menggunakan semacam sandiwara.”


“Siluman itu juga mengatakan bahwa dia pernah mendengar kabar dari kediaman Aragaki-sama langsung bahwa gadis calon ‘pengantin’-nya hampir meracuni dan membunuhnya.”


Nagi dan Ginko saling melihat satu sama lain. Di dalam pikiran mereka, jelas mengingat apa yang tuan mereka katakan.


[Aku pernah mendengar kabar buruk saat pergi mengunjungi Jorogumo. Ada kabar bahwa gadis itu adalah gadis licik yang mencoba membunuhku seperti yang lainnya]


[Kabar buruk tentang datangnya gadis kotor dari desa itu pasti akan menyebar cepat. Namun, kabar bahwa dia akan meracuniku itu…sesuatu yang seharusnya tidak diketahui oleh banyak orang]


Nagi mengepalkan tangannya karena menahan marah.


“Beraninya siluman itu menyebarkan berita tentang gadis desa dan tuanku seperti itu. Tidak bisa dimaafkan!” kesal Nagi di dalam hati


Ginko lebih tenang dari Nagi, meskipun dia sama marahnya. Namun, menemukan kebenaran lebih penting untuknya saat ini.


“Kalau boleh tau, seperti apa rupa siluman itu dan pergi kemana dia?”


“Itu…”


“…”


Semua siluman-siluman yang ada di sana saling melihat satu sama lain seperti kebingungan. Mereka seperti tidak tau atau bisa dibilang tidak lagi ingat seperti apa dan kemana siluman tersebut pergi.


“Kami tidak tau.”


“Ini aneh. Aku tidak ingat sama sekali seperti apa dia. Padahal dia ada di sini beberapa waktu lalu.”


“Bagaimana bisa?”


“…” kedua youko itu terdiam dengan ekspresi dingin


Mereka mengamati semua siluman-siluman itu tampak seperti tidak berbohong, namun rasa emosi mereka juga tidak bisa ditahan. Nagi bahkan mengancam mereka.


“Kali ini, aku akan memaafkan kalian. Tapi tidak untuk kedua kali. Jika sampai berita ini sampai menyebar, kalian akan mendapat hukuman dan harus siap keluar dari Higashi no Mori.”


“Ba–baik!!”


Semua kerumunan itu bubar. Mereka berlari karena ketakutan.


Sekarang sudah jelas bahwa memang ada yang menyebarkan hal itu. Namun, Nagi dan Ginko tidak bisa mendapatkan informasi mengenai siapa si penyebar berita tersebut.


“Ini benar-benar masalah serius, Nagi. Benar apa yang kamu katakan. Siluman ini sepertinya memiliki karakteristik yang tidak biasa.”


“Dia bahkan bisa membuat orang lain tidak mengingatnya. Ini sungguh aneh. Siluman apa yang mungkin terpikirkan olehmu, Ginko?” tanya Nagi


“Aku tidak yakin. Kita harus laporkan ini pada Nushi-sama.”


“Aku setuju. Kalau begitu, kita kembali sekarang!”


Baru ingin berlari, Ginko menahannya pergi.


“Kenapa kau menahanku?!”


“Kita harus belanja dulu. Kalau tidak, kamu dan aku tidak akan makan siang. Tidak lupa kalau mangkuknya banyak yang pecah?”


“…” Ginko menatap Nagi dengan wajah datar yang aneh


Mereka akhirnya memutuskan untuk belanja terlebih dahulu sebelum kembali dan melapor.


Dari kejauhan, terlihat sesosok siluman yang mengawasi dari kejauhan.


“Itu adalah pelayan setia Aragaki-sama, Nagi-sama dan Ginko-sama. Jika nanti aku berhasil mengikuti mereka, aku mungkin bisa mencari tau tentang gadis itu.”


“Syukurlah aku melihat mereka sebelum sampai pasar. Jadi aku bisa menyebarkan berita seperti waktu itu.”


“Aruji-sama harus mendapatkan darah segar calon ‘pengantin’ itu. Apapun yang terjadi, mereka tidak boleh diterima oleh Aragaki-sama. Biarlah semua kebencian sang penguasa terus menguat pada manusia.”


***


Beberapa saat sebelumnya…


Ketika sosok siluman yang baru saja keluar dari tempat yang gelap di sisi lain hutan, dia segera pergi menuju kediaman Aragaki. Saat dia sudah hampir sampai, dia merasakan ada sesuatu seperti tembok panas di bagian hutan.


“Akh!!”


Sosok itu merasa kesakitan. Dia mengalami luka pada bagian tangannya.


“Apa ini?! Kenapa bisa ada penghalang di sini?!”


Dia mengamati semua tempat tersebut dan mengelilingi daerah sekitarnya.


“Sial!! Ini semua pasti karena aku sempat disadari oleh Nagi-sama! Ini kekkai, selain itu ini adalah reimei no kekkai yang dipasang oleh Aragaki-sama.”


“Tidak bisa dihancurkan jika bukan dari dalam! Dan lagi, hanya orang yang dipikirkan Aragaki-sama yang bisa menghancurkan penghalang ini.”


“Kalau begini, bagaimana aku tau siapa yang bisa menghancurkan kekkainya?”


Setelah lama berkeliling, sosok siluman itu akhirnya berhenti di dekat pintu masuk kediaman Aragaki.


“Niatku ingin mengawasinya dari dekat. Namun sepertinya untuk sekarang tidak bisa. Aku harus melihat apakah mungkin akan ada yang keluar atau tidak dari tempat itu.”


Setelah lama menunggu, ada dua orang yang keluar dari tempat itu dengan cepat. Itu adalah Nagi dan Ginko yang berlari dengan kecepatan yang cukup cepat.


“Dua pelayan setia Aragaki-sama! Aku harus mengikutinya!”


Saat dia mengikuti keduanya, mereka sempat berhenti sejenak dan membahas sesuatu.


“Merasakan sesuatu?” tanya Ginko


“Tidak, tapi aku masih merasa bahwa sosok siluman yang belum diketahui itu pasti masih ada di pasar.”


“Kamu mungkin benar, Nagi. Apalagi kemungkinan, dia adalah pelaku yang memberitaukan rumor buruk soal Reda-sama dan Aragaki-sama.”


“Kau benar. Kita sebaiknya tetap waspada. Ayo, Ginko.”


Keduanya kembali berlari. Setelah itu, sosok siluman itu akhirnya menampakkan wujudnya. Itu adalah Ara-mitama.


“Begitu rupanya. Rumor yang sempat aku sebarkan di antara para penduduk sudah terdengar sampai ke telinga Aragaki-sama. Mungkin ini bisa dimanfaatkan.”


“Dengan menyebarkan kembali rumor yang lebih buruk lagi mengenai hubungannya dengan Aragaki-sama, beliau pasti akan membenci gadis itu.”


“Kemarin aku mengikuti dan mengawasinya. Dia juga seperti sudah sangat dekat dengan Aragaki-sama. Mungkin ini bisa dimanfaatkan.”


Ara-mitama mulai memasang senyumannya, “Aku akan membuat Aruji-sama mendapatkan gadis itu. Rumor buruk sampai memberikan racun kepada pada gadis bodoh sebelumnya telah aku lakukan.”


“Aku juga sudah berhasil membuat para gadis itu dibenci dengan menyiksa si rubah kecil kesayangan Aragaki-sama hingga akhirnya Aragaki-sama membenci mereka.”


“Akan aku lakukan semua cara agar tidak ada manusia di sini dan Aragaki-sama harus tetap membenci manusia.”


***


Saat berada di tempat yang tidak jauh, Ara-mitama membaur dengan para siluman lain, menyebarkan semua berita buruk tentang sang gadis calon ‘pengantin’ dan memperluas semua rumor buruk tersebut.


Sejak awal, dia adalah orang yang berada di balik semua rumor yang didengar Ryuunosuke saat pertama kali mengajak Reda ke pasar, dia juga yang bertanggung jawab atas penyiksaan yang dilakukan gadis-gadis sebelumnya pada si rubah kecil dan dia juga yang membuat mereka menjadi makanan iblis Nue.


“Semua itu demi Aruji-sama. Aruji-sama harus memiliki darah segar itu untuk mempertahankan kekuatannya.”


****