The Bride Of The Sacred Forest God

The Bride Of The Sacred Forest God
Bab 90. Seseorang yang Mengincar Calon Pengantin



Di jalan menuju pasar, Ryuunosuke yang masih senang dengan lagu ciptaannya berhasil membuat Reda merasa senang dan tertawa karena lirik lagunya yang lucu.


“Ryuunosuke, sebaiknya jangan sering-sering menyanyikan lagu itu.” ucapnya sambil tersenyum


“Memang kenapa? Ryuunosuke mau Aragaki-sama juga mendengarnya nanti! Lagu jajan milik Ryuunosuke~”


Rubah kecil itu tampaknya sangat senang dengan uang yang diberikan oleh sang penguasa. Meskipun tujuan awalnya bukan untuk membeli jajanan, tapi karena ada bagian mereka di sana, rubah kecil manis itu merasa bahwa dia baru mendapatkan jatah jajan tambahan.


Reda hanya bisa bertahan dengan suara dan lirik lagu tersebut, sampai akhirnya mereka tiba di pasar.


“Kita beli bumbu dan sayurannya dulu ya, Ryuunosuke. Baru setelah itu, kita akan jajan makanan yang Ryuunosuke sukai.” seru gadis itu pada si rubah kecil


“Iya, Reda-sama!” rubah kecil itu tampak semangat sekali


Keduanya mulai berjalan mengelilingi pasar.


Hal yang tidak lagi dilakukan oleh Reda adalah menutupi seluruh tubuhnya dengan kain agar aroma tubuhnya menghilang. Ini karena dia sedikit mulai mendapatkan kepercayaan dirinya dengan pakaian buatan Jorogumo.


Sebelumnya, saat pakaian itu diantar kepadanya, si pembuatnya mengatakan bahwa pakaian ini terbuat dari jaring laba-laba miliknya yang bisa menekan aroma tubuh Reda yang merupakan manusia.


Hal itulah yang membuat Reda sedikit percaya diri untuk terlihat oleh penduduk Higashi no Mori, yang seluruhnya merupakan siluman.


Keduanya pergi menuju tempat bumbu. Di saat Reda sedang membeli dan memilih bumbunya, Ryuunosuke mendengar beberapa orang sedang mengobrol.


“Katanya calon ‘pengantin’ di kediaman Aragaki-sama sangat cantik. Menurut kalian apakah itu benar?”


“Aku mendengarnya dari karyawan Jorogumo-sama yang mengantarkan pakaian ke tempat Aragaki-sama. Katanya Aragaki-sama juga begitu perhatian padanya.”


“Tidak mungkin! Bukankah dia hanya gadis jelek dan licik? Apa itu semua benar?”


“Aku tidak yakin. Mungkin saja yang dikatakan oleh karyawan Jorogumo-sama itu benar.”


“Tapi bagaimana dengan gosip sebelumnya?”


“Mungkinkah itu sebuah kebohongan? Tapi aku rasa itu juga benar. Bisa saja Aragaki-sama telah ditipu.”


Ryuunosuke sempat kesal mendengar ucapan para penggosip itu.


“Dasar siluman-siluman jelek yang menyebalkan! Ryuunosuke ingin sekali memukul mereka!”


Rubah kecil itu menunjukkan wajah tidak senangnya, namun begitu mendengar Reda yang sedang menawar harga, dia berhasil menekan emosinya dan bisa kembali tersenyum ceria dengan wajah imutnya.


“Baiklah. Aku beli niboshi dan…Ryuunosuke, apa ada sesuatu?” Reda melihat rubah kecilnya yang sedang senyum-senyum sendiri. Dia melihat ekornya bergoyang-goyang dengan cepat tanda hatinya senang.


“Syukurlah pendengaran Reda-sama hanya sebatas pendengaran seperti manusia lain. Dengan begitu, Reda-sama tidak perlu mendengar pembicaraan para siluman menyebalkan di sana.”


Reda hanya tersenyum melihat rubahnya senang tanpa tau apa yang ada dalam pikirannya.


Di kejauhan, di suatu sisi yang tidak diketahui, sesuatu melihat dari keramaian.


“Pengantin milik Aragaki-sama…kali ini harus menjadi makanan Aruji-sama.”


Sosok itu menghilang.


Hakuren dan Kuroto yang menyadari keberadaan kedua orang di bawah mendarat di atap bangunan tinggi dan


mengawasi mereka.


“Itu dia, Reda-sama dan Ryuunosuke. Tampaknya semua baik-baik saja. Tidak ada yang aneh.” kata Hakuren


Kuroto mengawasi keadaan lebih teliti lagi, “Aku ingin tau apa yang membuat Aragaki-sama khawatir. Selama ini, tidak pernah beliau meminta kita untuk mengawasi secara lebih ketat lagi calon ‘pengantinya’. Apakah mungkin ada sesuatu yang dirasakan oleh beliau?”


“Aku tidak tau. Tapi, ini pertama kalinya beliau tertarik dengan calon ‘pengantin’-nya. Aku juga tidak ingin sesuatu terjadi pada Reda-sama.”


Hakuren melihat rubah kecil yang menggandeng tangan gadis cantik itu tersenyum ceria seperti anak-anak lain.


“Ini pertama kalinya Ryuunosuke bisa tersenyum seperti itu lagi sejak kematian Ryoko-san. Aku ingin mempertahankan senyuman anak itu. Aku yakin Aragaki-sama juga berpikir demikian.” lanjut Hakuren


“Hakuren, kita lihat mereka lebih dekat lagi sekarang.”


“Baiklah.”


Keduanya mulai berlari di atas atap dan mengikuti mereka tanpa diketahui.


**


Di kediaman Aragaki, Aragaki tidak bisa berhenti cemas.


“Ada sesuatu yang aku pikirkan dan selama ini tidak pernah aku pedulikan. Sikap dan perubahan sifat dari para gadis yang tiba di tempat ini.”


“Mereka awalnya ketakutan dan menunjukkan ketidaksukaan mereka pada rubah kecilku.”


“Aku menganggap semuanya adalah karena kelemahan mereka sendiri. Namun, sifat mereka akan berubah kemudian menjadi begitu berani menyiksa rubah kecilku dan bahkan mencoba meracuniku.”


“Aku selalu benci pada mereka hingga tidak menyadari hal itu. Bagiku mereka semua memang pantas mati sejak awal.”


“Tapi…”


Aragaki mengingat setiap hal yang dilakukannya bersama gadis itu. Dia yang begitu nyaman dekat dan ingin menggenggam tangan lembut itu selalu merasa begitu cemas sekarang.


“Perasaan tidak mengenakan yang baru aku rasakan tadi…aku tidak ingin dia dalam bahaya.”


Aragaki bergumam, “Aku ingin gadis itu selamat dan terus ada di sini.”


**


Di sebuah tempat yang asing, seseorang yang sedang mengawasi sosok Reda melalui perantara sesuatu mendengar suara yang begitu dikenalnya.


“Aku ingin gadis itu selamat dan terus ada di sini.”


Sosok itu terkejut, “Suara ini…suara Aragaki-sama?!”


Dia seperti sosok besar yang begitu menakutkan.


“Aragaki-sama menyukai gadis itu? Gadis dari desa terkutuk yang selalu diabaikan olehnya?! Kenapa?”


“Ini tidak boleh! Aragaki-sama tidak boleh menyukai gadis itu! Aku harus makan! Aku tidak akan pernah membiarkan ada manusia terkutuk mencoba bertahan di Higashi no Mori. Mereka harus mati! Mereka harus menjadi makananku!”


“Aku akan…membuat gadis itu menjadi sosok yang dibenci oleh mereka semua.”


**


Di pasar, Reda yang menggandeng tangan rubah kecil melihat-lihat sayuran.


“Sepertinya membuat tumis daging dengan terong dan tomat akan bagus. Apa Ryuunosuke mau makan tumis dengan daging, tomat, terong?”


“Mau! Ryuunosuke suka semua yang dimasak Reda-sama!” jawabnya senang


Reda tersenyum, sampai ada seseorang yang memanggilnya dari arah samping.


“Reda-sama? Reda-sama!!”


Itu adalah suara wanita yang sangat tidak asing untuknya. “Jorogumo-sama?”


Jorogumo menghampirinya, “Senang sekali bisa bertemu denganmu di sini, Reda-sama. Ryuunosuke juga, bagaimana kabarmu rubah kecil?”


“Ryuunosuke baik. Jorogumo-sama, apa yang sedang Jorogumo-sama lakukan di sini?” tanya rubah kecil


“Aku habis mengantarkan pesanan sisir dan pita rambut ke pelanggan. Ini baru saja akan kembali ke tokoku. Mau mampir sebentar tidak?”


“Kami sedang belanja bumbu dapur, Jorogumo-sama. Mungkin akan mampir lain kali jika tidak keberatan.” jawab gadis itu dengan lembut


“Begitu. Tidak apa-apa, tapi pastikan Reda-sama mampir kembali ya. Kalau bisa, saat hendak mencoba pakaian pengantinnya.”


“Eh?! Pa–pakaian pengan–”


-Bluuuuush


Gadis cantik itu langsung memerah. Dia tidak bisa digoda tentang hubungannya pada Aragaki yang masih belum memiliki status apapun. Bagaimanapun juga, dia merasa bahwa Aragaki tidak akan menikah dengannya. Sekalipun sang penguasa tidak lagi membencinya.


“Jangan besar kepala, Reda. Ingat bahwa akan ada gadis yang jauh lebih beruntung untuk menjadi pendamping Nushi-sama.”


“Dan tugasmu adalah mencairkan kebekuan hati Nushi-sama agar mau tersenyum seperti keinginan rubah kecil yang manis.”


Bohong jika Reda tidak senang mendengar godaan Jorogumo, sejak dia sangat mencintai Aragaki. Tetapi dia juga ingat takdirnya yang hanya akan hidup selama 2 bulan yang tersisa.


Senyum lembut tidak hilang dari wajah Reda yang mencoba menyembunyikan perasaan miliknya yang campur aduk.


“Ka–kami permisi dulu, Jorogumo-sama.”


“Ahahaha, baiklah. Hati-hati ya, kalian berdua.”


Keduanya pergi. Sambil digandeng oleh Reda, rubah kecil itu terlihat senang.


“Ryuunosuke ingin melihat pakaian pengantin milik Reda-sama nanti~”


“Ryuunosuke…”


“Reda-sama pasti akan sangat cantik nantinya.”


“Ryuunosuke, itu belum tentu–”


“Pokoknya Ryuunosuke hanya akan menerima Reda-sama yang boleh menikah dengan Aragaki-sama! Ryuunosuke tidak menerima gadis lain! Pokoknya tidak boleh! Kita akan berjuang bersama, ingat kan?”


“…” Reda terdiam dengan senyum tipis di bibirnya


Gadis lugu itu mulai menguatkan tekadnya, “Benar. Kali ini aku sudah memutuskan untuk berjuang. Jika…jika langit mengizinkan, aku ingin selalu berada di sisi Nushi-sama.”


“Aku ingin menghabiskan sisa hidup yang kumiliki dengan melayani Nushi-sama. Aku ingin…selalu ada untuk Nushi-sama. Berjuanglah kali ini, Reda! Kamu harus bisa!”


Di sisi yang tidak disadari oleh kedua orang itu, ada sosok yang mengikutinya.


“Makanan Aruji-sama. Gadis itu akan menjadi makanan untuk Aruji-sama. Tidak boleh, dia juga harus mati seperti yang lainnya.”


****