
Sejak kencan berdua, Reda sedikit mulai dekat dengan sang penguasa.
Setiap pagi, gadis itu mulai menggunakan cermin indah yang diberikan sang penguasa dan menyisir rambutnya dengan sisir yang juga merupakan hadiah.
"Aku benar-benar menyukainya." katanya dalam hati
Reda menyimpan sisir itu dalam sebuah kotak kecil bersama dengan tusuk rambut cantik hadiah dari Aragaki.
"Jika aku pergi ke festival, aku ingin memakainya juga nanti."
Layaknya seorang gadis normal pada umumnya, Reda jadi sering bercermin dan menyisir rambutnya sehingga semakin halus.
Ryuunosuke yang melihat hal itu juga jadi semakin senang. Dirinya kadang masuk ke kamar gadis desa kesayangan hanya untuk melihat dirinya dalam pantulan cermin.
"Ryuunosuke ternyata manis~ibu benar, sejak dulu Ryuunosuke manis sekali ya. Ehehehe~"
Rubah kecil itu tampak begitu senang dengan cermin itu juga.
Reda yang mendengarnya memuji dirinya sendiri jadi merasa hal itu lucu sehingga membuatnya tertawa.
Pagi itu, mereka kembali membangunkan Aragaki di kamarnya dan setiap pagi itu juga sang penguasa jadi memiliki kebiasaan baru, yaitu tersenyum memuji gadis desanya.
Tepatnya sudah tiga hari sejak kencan keduanya, Aragaki selalu memberi pujian pada Reda.
Seakan tau bahwa hadiahnya begitu disukai oleh gadis itu, dia selalu bertanya hal yang sama.
"Apakah kamu menyisir rambutmu juga pagi ini?"
"Iya." jawab gadis itu dengan senyum
Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sama selama 3 hari setiap pagi, tapi karena Reda begitu senang bisa bicara dengan pria yang dicintainya, dia tidak memedulikan hal itu.
Hal itu, karena setelah dia menjawabnya, Aragaki akan memberikan pujian setelah itu.
"Syukurlah. Rambutmu terlihat semakin cantik. Aku senang kamu selalu menggunakannya."
-Bluuuush
Dan setiap kali pujian itu datang, wajah Reda akan berubah merah seperti tomat yang matang.
Ryuunosuke yang selalu mendengar itu semua selama 3 hari sampai hafal dengan semua dialog itu.
Karena sudah tidak tahan untuk menggoda tuannya, rubah kecil itu ikut berkomentar.
"Kyuu~Ryuunosuke juga bercermin hari ini dan menata ekorku. Lihat? Apa Ryuunosuke tidak dapat pujian dari Aragaki-sama?"
Senyum meledek si rubah kecil tampaknya sudah diketahui oleh sang majikan, namun Reda tidak tau kalau itu hanya sebuah ledekan dan godaan.
Gadis itu berlutut dan memberikan elusan di kepalanya, "Iya, ekor Ryuunosuke semakin halus dan tebal. Ryuunosuke jadi bertambah manis. Jadi imut sekali."
"Kyuu~" rubah kecil itu kembali semangat dan senang
Suara imut aneh lain diperdengarkan oleh rubah itu dan dengan ekor tebal yang bergoyang cepat, dia seperti sedang meledek tuannya.
"Elusan tangan Reda-sama lembut sekali. Ryuunosuke senang hanya Ryuunosuke yang bisa dielus oleh Reda-sama."
"..." Aragaki hanya melihat itu dengan senyum
Dalam hatinya, sang penguasa seakan berkata, "Sepertinya rubah kecilku jadi semakin mirip mendiang ibunya yang senang meledek tuannya."
"Sudah begitu, untuk apa dia berkata elusan tangan gadis itu lembut?"
Aragaki terdiam memperhatikan tangan gadis yang masih mengelus-elus kepala si rubah kecil.
"Hanya sekali lihat, aku juga tau kalau tangan itu lembut."
"Karena itu...aku tidak ingin melepaskan tangan itu saat berhasil menggenggamnya."
Aragaki tanpa sadar seakan memiliki keinginan dalam hatinya.
Keinginan aneh yang mungkin bisa dikatakan tidak cocok sama sekali dengan wajah tampannya itu.
"Aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya dibelai dengan tangan itu."
-Deg
Sadar akan pikiran aneh itu, wajah Aragaki sedikit memerah.
Dia menutup mulutnya sendiri sambil bicara dal hati, "Apa yang sudah aku pikirkan? Kenapa aku jadi terdengar seperti orang genit?"
"Ini tidak boleh! Aku harus menjaga wibawaku. Jangan sampai aku membayangkan hal-hal yang tidak sopan! Gadis itu juga pasti tidak akan..."
Saat dirinya melihat sedikit ke bawah, dirinya dan gadis itu saling berpandangan. Kedua mata indah masing-masing saling bertemu.
"Nushi-sama, apakah Nushi-sama baik-baik saja?" tanya Reda dengan ekspresi khawatir
Gadis itu berdiri dan menatap wajah pria yang dicintainya dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
"Ehem ehem, aku baik. Aku hanya berpikir...sarapan kali ini, apakah aku boleh minta tolong padamu?"
"Eh?"
"Tempo hari, aku memintamu untuk membuatkan aku makanan kan? Aku ingin sarapan dengan masakan yang kamu buat."
"Hari ini, aku ingin memakan sarapan dari masakanmu."
Ini adalah kejutan. Reda masih belum percaya bahwa sang penguasa memintanya untuk memasak.
"Aku tidak ada masalah dengan aroma tanganmu. Aku hanya ingin memakannya." Seakan merayu sang gadis, dia menggenggam kedua tangannya. "Apakah kamu mau memasak untukku?"
Di telinga rubah kecil, itu justru terdengar seperti lamaran.
"Kyaaa! Masih pagi dan Aragaki-sama sudah melamar Reda-sama! Kyaaa, Aragaki-sama jadi semakin genit setiap pagi."
"Uu~tapi Ryuunosuke suka, Ryuunosuke suka Aragaki-sama yang jadi semakin genit pada Reda-sama. Kyaaa~"
Reda memerah mendengar godaan rubah kecilnya yang melompat kegirangan.
Sedangkan di atap rumah, keempat pelayan setianya hanya menahan tawa keras mereka mendengar tuannya habis digoda anak kesayangan sendiri.
Reda terlihat malu, namun dia memberikan senyuman pada sang penguasa.
"Apa aku benar-benar boleh memasak untuk Nushi-sama?"
"Tentu. Aku sangat ingin memakannya."
"Ka–kalau begitu, aku akan memasak makanan yang lezat untuk Nushi-sama."
Aragaki tersenyum senang sekali. Gadis itu menggandeng tangan rubah kecilnya dan mulai berjalan menuju dapur.
Sesampainya di dapur, gadis itu memeluk rubah kecilnya.
"Ryuunosuke, dengar itu kan? Nushi-sama...Nushi-sama memintaku untuk memasak!"
"Iya, Reda-sama! Sekarang Reda-sama tidak perlu lagi memasak secara diam-diam lagi. Tidak perlu berbohong lagi pada Aragaki-sama!"
Reda melepaskan pelukannya dari rubah kecil.
"Akhirnya Nushi-sama mau meminta sesuatu dariku. Rasanya senang sekali. Pagi ini, kita masak yang lezat untuk semua ya."
Keduanya terlihat senang.
Seluruh sayur dan sisa daging yang ada dimasak oleh Reda.
Kali ini, hampir semua menu dan lauk dilacak oleh gadis itu. Rubah kecil hanya membantu mencuci beras dan memasak nasi.
"Ibu, akhirnya Aragaki-sama mau mengenal lebih dekat Reda-sama."
"Ryuunosuke senang, Ryuunosuke senang sekali, ibu! Semoga Aragaki-sama cepat mengakui perasaan cintanya pada Reda-sama!"
Rubah kecil itu begitu bahagia. Untuk pertama kalinya sang majikan yang dingin, penuh dendam dan kebencian pada manusia, mau memberikan perhatian pada gadis yang menjadi kesayangannya.
Selesai membuat banyak menu lezat, keduanya membawa masakan tersebut ke ruang makan.
"Aku cinta makanan lezat dan sarapan mewah. Ini yang terbaik!" ucap Nagi dengan senang
Kuroto juga tidak kalah senang dari Nagi.
"Ini yang disebut kebahagiaan di pagi hari. Ada banyak daging dan lauk di sini. Gadis desa, kau harus sering-sering seperti ini!"
"Terima kasih banyak, Nagi-sama, Kuroto-sama. Ini..." Reda melihat ke arah pria yang dicintainya dengan malu-malu, "Ini permintaan Nushi-sama dan...aku ingin Nushi-sama menyukainya."
Keempat pelayan Setia Aragaki tersenyum. Hanya Reda yang belum mengetahui kenyataan tentang rahasia yang telah diketahui sang penguasa.
Tapi, tidak ada dari mereka yang mau memberitahu. Ini demi menjaga senyuman gadis yang sedang berbahagia.
Mereka memakan sarapannya bersama.
Sebuah kata keluar dari mulut Aragaki.
"Enak. Aku menyukai rasanya." Aragaki melihat gadis itu dan tersenyum, "Terima kasih untuk makanan lezatnya."
Reda hanya tersipu dan menunduk malu.
"Mulai sekarang, maukah kamu memasak lebih banyak masakan untukku dan kami semua?"
Reda yang tertunduk, melihat ke arah sang penguasa.
Itu adalah permintaan yang selalu ingin didengar olehnya.
Tidak butuh waktu lama, gadis desa itu memberikan senyuman merona dan menjawab dengan sangat semangat.
"Iya. Aku akan selalu menyatakan masakan yang enak untuk Nushi-sama dan semua."
Seperti sedang menyaksikan pasangan yang baru menikah, rubah kecil beserta keempat pelayan setia Aragaki pura-pura tidak tau soal adegan cinta itu dan menyeruput sup miso bersama.
-Sluuuuurp
"Ah~enaknya makan ditemani pasangan rumah tangga yang akur."
Keempatnya kompak berkata seperti itu, meskipun saat ini tidak ada satupun dari kedua orang yang dimaksud mendengarnya.
****