
"Aku tau kamu menyukai milik Ryoko yang diberikan oleh rubah kecilku, tapi aku harap meskipun hanya sekali, aku ingin sekali melihatmu memakainya."
Sang penguasa memberikan pita tersebut.
Reda melihat pita dengan warna dan kehalusan yang sama seperti yang diberikan oleh Ryuunosuke.
"Cantiknya~"
Gadis itu begitu bahagia mendapatkan hadiah lainnya dari pria yang dia cintai.
"Terima kasih banyak, Nushi-sama. Aku...aku pasti akan memakainya!"
Mendengar itu, sang penguasa begitu senang. Hal tersebut terpancar dari rona wajahnya yang sedikit memerah dihiasi senyuman.
Rubah kecil merasa bahagia melihat pemandangan impiannya berada di depan matanya saat ini.
"Ibu, lihat itu! Aragaki-sama begitu perhatian pada Reda-sama. Ryuunosuke merasa senang sekali."
Jorogumo dan pelayanannya yang lain ikut senang dengan pemandangan tersebut.
Wanita laba-laba itu menunjukkan pakaian lain dan model lainnya pada sang gadis cantik.
Mereka memperlihatkan banyaknya yukata, kimono, komon (pakaian mirip kimono untuk sehari-hari), irotomesode (pakaian untuk acara formal dan pesta), haori bahkan furisode (kimono formal).
Reda juga mendapatkan banyak sekali kumihimo (tali untuk hiasan pada obi dan rambut) serta obi yang cantik.
Wajah bahagianya begitu terpancar. Entah berapa banyak pakaian baru yang diberikan oleh Aragaki padanya, hampir tidak bisa terhitung jumlahnya karena masih ada bungkus kain yang belum dibuka.
"Apakah ini sudah seluruhnya, Jorogumo?" tanya sang penguasa
Wanita itu menjawab dengan senyum, "Sejujurnya ini belum seluruhnya, Aragaki-sama."
"Masih ada pakaian lain yang akan kami antar sore ini kemari. Beberapa masih dalam tahap pembuatan."
"Kami sengaja membawa yang sudah jadi ke sini agar Aragaki-sama bisa melihat hasilnya dulu."
Reda terkejut mendengarnya. "Ini...ini sudah terlalu banyak!"
Sang penguasa duduk di sampingnya dan mendekatinya.
"Kenapa tidak? Aku hanya melihatmu mengenakan empat pakaian yang diberikan oleh Hakuren dan Kuroto."
"Aku rasa akan jauh lebih baik jika kamu memiliki banyak hal yang indah seperti ini."
"Selain itu, kamu tidak perlu khawatir dengan pakaian lain jika ada yang rusak."
"Aku harap kamu mau memakainya."
Reda tidak tau harus berkata apa.
Mengingat kembali masa-masa sulit yang dialaminya, dia hanya memakai pakaian usang dan lusuh serta bau selama bertahun-tahun.
Gadis itu juga hidup sulit dengan mencari makanan sisa di jalan karena penduduk desa itu tidak mau memedulikan nasibnya.
Hanya untuk tidur tanpa kedinginan dan kehujanan, dia rela tidur bersama hewan dan anjing setiap malam.
Kini, seluruh pakaian ini menjadi sebuah permata untuknya.
Air mata menetes mengingat semua hal buruk itu akhirnya bisa berubah sekarang.
Bahkan, dia merasa bahwa doanya untuk dapat dilihat oleh sang penguasa yang menjadi cinta pertamanya telah terkabul sedikit demi sedikit.
"Hiks..."
"Reda-sama?" rubah kecil menghampirinya
Gadis itu menangis. Mendapatkan semua kebahagiaan itu setelah bertahun-tahun mencoba untuk pasrah pada hidup membuatnya merasakan rasa lega dan senang yang tidak bisa dilukiskan.
"Aku...tidak pernah membayangkan akan...memiliki pakaian secantik ini. Hiks, untuk gadis kotor dan hina sepertiku...ini semua...ini semua–"
Sebuah pelukan hangat menyelimutinya.
"Ini adalah milikmu sekarang. Ini bukan mimpi ataupun hal yang akan hilang saat kamu membuka matamu."
"Kamu pantas bahagia seperti yang lain."
"Jika desa terkutuk itu bisa menggunakan semua cara agar mereka bahagia, maka kamu juga pantas menjadi yang lebih bahagia dari mereka."
Aragaki memeluk, mengusap rambutnya dan memberikan kalimat indah di telinganya.
Tanpa sadar, Reda menangis dan meluapkan semua air matanya.
Jorogumo dan semua yang ada di sana merasa begitu terharu. Bahkan rubah kecil dan beberapa pelayan Jorogumo ikut menangis.
Di luar ruangan, keempat pelayan Aragaki saling melemparkan senyum mereka.
"Akhirnya Reda-sama bisa menjelma menjadi gadis yang tepat untuk Aragaki-sama." kata Nagi
Ginko sependapat. Dia juga berpikir hal yang sama seperti Nagi.
"Kamu benar, Nagi. Nushi-sama akhirnya bisa memperlihatkan sifatnya yang dulu. Dan ini semua berkat cinta murni dari Reda-sama."
Hakuren melihat pohon seribu sakura yang tampak lembut tertiup angin. Dia tersenyum.
"Tidakkah kalian berpikir bahwa mereka yang ada di langit juga turut bahagia atas hal ini?"
"Aku yakin Ryoko juga sedang melihatnya." Kuroto menjawab Hakuren
Mereka semua sangat bahagia mendengar tangisan Reda dari luar.
"Itu adalah air mata kebahagiaan. Aku berharap Reda-sama tidak akan pernah menjatuhkan air mata kesedihan lagi."
Semua hal yang dilakukan oleh mereka yang ada di luar hanya memperhatikan.
Setelah beberapa waktu berlalu, Jorogumo beserta pelayannya pamit.
"Jorogumo-sama, aku minta maaf telah memperlihatkan hal memalukan padamu." kata Reda sembari menundukkan dan meminta maaf
"Ahahah tidak, itu tidak benar. Aku akan ke sini lagi. Aragaki-sama, mohon ditunggu ya."
"Aku mengerti."
Jorogumo dan pelayanan kembali pulang.
**
Di perjalanan pulang, semua pelayan yang pergi bersama dengan Jorogumo saat itu langsung membicarakan hal yang mereka saksikan.
"Aragaki-sama memeluk gadis itu. Benar-benar sulit dipercaya ya!"
"Gadis itu sangat cantik. Siapa namanya, Jorogumo-sama?
"Namanya Reda-sama. Dia adalah manusia." jawab Jorogumo
"Eh?! Jadi benar dia adalah manusia? Pantas saja aku mencium aroma manusia dari tubuhnya."
"Tunggu, bukankah Aragaki-sama selalu membenci manusia. Apakah itu gadis licik yang mencoba menyakiti dan meracuni Aragaki-sama?"
Jorogumo yang berjalan di depan para pelayannya berhenti dan menengok ke belakang.
"Kalian semua, jika kalian melihat yang barusan, apa yang bisa kalian simpulkan?"
Mereka saling melihat satu sama lain.
"Gadis itu...cantik."
"Dia juga sangat sopan dan...lembut."
"Selain itu, tampaknya Aragaki-sama tidak membencinya sama sekali. Justru aku melihat Aragaki-sama sangat peduli padanya."
"Ini seperti...Aragaki-sama jatuh cinta pada gadis itu. Kalau tidak, mana mungkin beliau memesan dan membeli begitu banyak pakaian indah untuknya."
Jorogumo tersenyum, "Kalau begitu, sudah bisa dipastikan bahwa gosip itu bohong. Aragaki-sama tidak mungkin menyukai gadis yang licik dan penuh tipu daya."
Dengan nada tegas, wanita laba-laba itu berkata, "Mungkin penduduk Higashi no Mori masih belum mengetahui apapun, tapi Reda-sama adalah calon 'pengantin' Aragaki-sama dan itulah kenyataannya!"
Semua pelayan Jorogumo tampak setuju dengan kalimat tersebut.
Mereka seperti begitu yakin dengan kalimat itu dan meyakininya.
"Kalau begitu, beliau tidak akan mengumpankan gadis itu pada iblis Nue?" tanya seorang pelayan
"Tidak. Aku rasa, Aragaki-sama tidak akan tega melakukannya."
Jorogumo berjalan kembali bersama dengan pelayannya.
Dari langit yang jauh, ada sesuatu yang menatap dan mencuri dengar pembicaraan Jorogumo tersebut.
Seekor siluman berbentuk burung kecil yang buruk rupa mulai mencoba melakukan sesuatu.
"Aragaki-sama mulai jatuh cinta pada calon 'pengantin' dari desa terkutuk itu? Ini tidak bisa dibiarkan!"
"Aku akan memberitau hal ini pada Aruji-sama "
**
Di kediaman Aragaki, sang penguasa menggandeng tangan gadis itu setelah kepergian Jorogumo dan yang lain.
Reda terkejut saat tangannya digemggam oleh sang penguasa
"Nushi-sama?!"
"Apa kamu baik-baik saja?"
Gadis itu mengangguk malu. Aragaki begitu senang mendengarnya.
"Kita masuk ke dalam ya."
Reda mengangguk. Rubah kecil di samping mereka mulai tidak terlihat. Keduanya seperti asyik dengan dunianya sendiri.
Tapi itu bukan masalah. Rubah kecil itu justru sangat senang melihatnya.
"Syukurlah~" gumamnya kecil
Dalam hati Reda, dia sendiri bertanya-tanya.
"Dewa, apakah ini rasanya dicintai oleh Nushi-sama? Apakah ini rasanya mendapatkan perhatian dari orang yang begitu kita cintai?"
"Ini seperti di surga, Dewa. Aku tidak ingin melepaskan genggaman ini."
"Aku mencintai Nushi-sama. Aku begitu mencintainya."
Gadis desa yang manis akhirnya bisa merasakan perhatian dari sang penguasa.
Meskipun tanpa disadari, ada badai yang mencoba mendekat. Namun saat ini, biarkan semua cinta bersemi di Higashi no Mori.
****