The Bride Of The Sacred Forest God

The Bride Of The Sacred Forest God
Bab 86. Kamu Sangat Cantik



Selesai sarapan, Reda dan rubah kecil mulai merapikan kembali semua peralatannya. Mereka mencuci piring dan mangkuk seperti biasa dan mulai menyapu pintu depan.


"Bunga sakuranya banyak sekali yang berguguran, Ryuunosuke." kata gadis itu


"Nanti akan terbawa angin lagi dan akan tumbuh kembali, Reda-sama. Mereka adalah jiwa teman-teman kami dan ada jiwa ibu juga."


Mendengar hal itu, Reda tersenyum dan berkata pada rubah kecilnya, "Ibu Ryuunosuke pasti sedang senang seperti Ryuunosuke sekarang."


Rubah kecil itu menggoyang-goyangkan ekornya sambil berkata dengan telinga tegak, "Ibu pasti senang karena Reda-sama sudah bisa menjadi sangat dekat dengan Aragaki-sama."


"Ryuunosuke..." gadis itu malu dan bermaksud menggoda si rubah kecil


Tidak lama setelah itu, terdengar suara seseorang dari pintu luar. Suara itu memanggil.


"Permisi, Aragaki-sama."


Kedua orang itu saling melihat. "Ada suara orang, Ryuunosuke. Seperti suara perempuan. Apakah Nushi-sama memiliki janji dengan seseorang?" tanya Reda


"Ryuunosuke akan memberitau Aragaki-sama dulu."


Rubah kecil itu berlari masuk ke dalam untuk memanggil tuannya.


Karena ditinggal sendirian, Reda akhirnya mendekati pintu setelah meletakkan sapu yang dipegangnya pada salah satu pohon di sana.


Gadis itu membuka pintunya.


"Maaf, siapa yang datang?"


Reda terkejut melihat kedatangan wanita cantik yang dikenalnya.


"Jorogumo...-sama?"


"Selamat pagi, Reda-sama. Kami ada sedikit urusan dengan Aragaki-sama. Ada barang yang harus kami antar."


Reda hanya bisa menatapnya.


**


Di ruangannya, Aragaki yang sedang menulis laporan miliknya mengingat senyum manis dan masakan lezat yang dimakannya saat sarapan.


"Aku menyadari bahwa masakannya itu memang begitu enak."


"Selain itu, dia juga selalu menggunakan sisir dan cermin yang kuberikan."


"Apa ini yang dinamakan kebahagiaan karena hadiah dari kita digunakan oleh orang yang menerimanya?"


Tidak lama setelah itu, sang penguasa tersenyum dan berbicara sendiri.


"Aku tidak sabar melihatnya menggunakan pakaian yang aku pesan untuknya."


"Aku yakin dia pasti akan terlihat sangat cantik."


Tidak lama setelah itu, terdengar suara langkah kaki kecil yang tidak asing. Bersamaan dengan itu, suara manis berteriak memanggil.


"Aragaki-sama, Aragaki-sama! Ada orang di luar, ada orang di luar!"


Aragaki melihat rubah kecil manisnya tergesa-gesa.


Karena penasaran, dia mengikuti rubah kecilnya.


Begitu sampai, dia melihat ada tamu dengan hal yang sudah dia tunggu-tunggu.


"Jorogumo..."


Jorogumo datang bersama dengan empat pekerjanya, membawa beberapa tumpuk kain yang dibungkus sangat rapi.


Aragaki tersenyum dan menghampirinya.


"Aku tidak tau akan jadi secepat ini." kata sang penguasa


"Kami sudah membuatnya sesuai pesananmu, Aragaki-sama."


"Kalau begitu, silahkan masuk."


Ryuunosuke menghampiri Reda, "Apakah ada sesuatu, Reda-sama?"


"Aku tidak tau, Ryuunosuke. Jorogumo-sama tidak mengatakan apapun padaku saat masuk."


"Begitu..."


Ryuunosuke sendiri memiliki sedikit perkiraan, "Mungkinkah itu adalah bagian dari hadiah Aragaki untuk Reda-sama? Kenapa Ryuunosuke sangat berharap itu semua benar."


Setelah itu Aragaki menghampiri keduanya.


"Kalian berdua juga ikut masuk ya."


"Kami juga ikut masuk? Tapi, bukankah Jorogumo-sama memiliki urusan dengan Nushi-sama."


Gadis cantik itu menjadi bingung. Dia tidak mengerti sang penguasa memintanya untuk ikut bersamanya ke dalam.


Namun pada akhirnya mereka mengikuti permintaan Aragaki dan masuk ke dalam.


**


Di sebuah ruangan yang disiapkan khusus sang penguasa, Jorogumo dan para pelayannya memperlihatkan semua barang yang telah mereka bawa.


Reda bersama rubah kecil itu hanya melihat dari jarak yang tidak begitu dekat.


Jorogumo membuka bungkus kain yang telah dibawanya dan mengeluarkan sebuah pakaian yang sangat indah.


"Aragaki-sama, ini adalah salah satu yang Anda pesan."


"Aku membuat detailnya sangat cantik dan indah sehingga aku yakin anda pasti akan menyukainya."


Wanita cantik itu memberikan pakaian yang baru dikeluarkannya kepada sang penguasa.


Betapa senangnya Aragaki melihat pakaian yang dipesannya terlihat begitu cantik.


"Ini indah sekali. Aku tahu kalau Jorogumo sudah pasti sangat ahli dengan semua ini."


Wajah Aragaki tersenyum. Dia begitu detail melihat kimono dan yukata yang diperlihatkan oleh Jorogumo.


"Apakah Anda menyukainya?"


"Tentu. Aku sangat suka."


Rubah kecil itu mendekati tuannya dan berkata, "Cantik sekali pakaian ini, Aragaki-sama~"


"Aku tau itu."


Reda yang melihatnya juga begitu terpesona.


"Pakaian yang mirip seperti yang aku lihat saat berada di tempat Jorogumo-sama waktu itu. Cantiknya~"


"Nushi-sama mungkin akan menghadiahkannya untuk gadis beruntung saat aku sudah pergi nanti."


"Reda...sangat iri. Tapi, aku yakin pakaian cantik itu pasti akan sangat cocok untuk gadis itu."


Pikiran aneh yang muncul dalam benak Reda memang sedikit membuatnya sedih, namun bohong jika dia tidak menyukai seluruh pakaian itu.


Warna lembut dan motif bunga yang indah, ditambah obi yang sangat serasi dengan kimononya. Pakaian indah itu mungkin tidak akan pernah dimiliki oleh Reda seumur hidupnya.


"Nushi-sama?"


"Apakah menurutmu ini cantik?"


"Iya. Ini sangat cantik, Nushi-sama. Tapi, kenapa–"


"Aku ingin memberikan ini untukmu. Aku harap kamu menyukai semuanya."


"Eh?!"


Gadis itu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh sang penguasa.


"Untukku?"


"Benar. Anggap saja hadiah dariku juga. Terimalah."


Reda masih tidak percaya. Dia menyentuh pakaian halus yang diberikan oleh sang penguasa.


Matanya mulai berkaca-kaca dan melihat ke arah sang penguasa.


"Ini benar-benar untukku? Pakaian sebagus dan seindah ini?"


Jorogumo tersenyum pada gadis cantik itu, "Reda-sama, seluruh bahan pakaian ini dipilih langsung oleh Aragaki-sama."


"Beliau membeli banyak kain indah untuk dijadikan sebagai pakaian agar Anda bisa memakainya setiap hari."


Ryuunosuke terlihat senang, "Ryuunosuke sudah menduganya! Syukurlah, syukurlah!"


Aragaki menatapnya lembut dan berkata, "Apakah kamu mau menerima hadiah ini dan memakainya?"


Tangis haru gadis itu tidak bisa disembunyikan dan dia terlihat begitu bahagia.


"Terima...kasih, Nushi-sama. Hiks..."


Tangan lembut sang penguasa menghapus air mata di wajah sang gadis, disaksikan oleh seluruh mata di sana termasuk Jorogumo dan para karyawannya.


Keempat pelayan Aragaki yang mendengar dari luar tersenyum senang.


"Jangan menangis, cobalah dulu. Aku ingin melihatmu memakainya."


Reda tersipu malu dan mengangguk.


Dia segera berdiri dan membawa pakaian yang diberikan oleh Aragaki untuk dicoba.


Aragaki melihat ke arah semua orang di ruangan tersebut yang menatapnya dengan tatapan aneh mereka.


"Kenapa kalian begitu? Apa ada sesuatu?"


Jorogumo mulai menggoda sang penguasa, "Tidak aku sangka Aragaki-sama bisa sangat romantis seperti itu. Apakah ini yang disebut dengan perhatian saat sedang jatuh cinta?"


"Apa yang kalian bicarakan itu?" Aragaki berusaha mengelak


Namun semua yang ada di sana menjadi saksi bahwa sang penguasa telah berubah.


Perhatian yang ditunjukkannya barusan adalah bukti nyata yang tak terbantahkan.


Melihat banyaknya orang di sana membuat rubah kecil itu mulai merasa lega, "Ryuunosuke yakin, gosip buruk yang pernah Ryuunosuke dengar pasti akan mulai hilang."


"Bukan hanya Jorogumo-sama namun juga pelayannya telah melihat sendiri seperti apa perlakuan Aragaki-sama terhadap Reda-sama."


"Reda-sama pasti akan diterima oleh seluruh penghuni Higashi no Mori. Ryuunosuke yakin! "


Jorogumo membuka sebuah kotak kayu kecil yang dikeluarkan olehnya.


"Aragaki-sama, ini benda lain pesanan Anda."


Aragaki menerima dan melihatnya. Dia tersenyum.


"Terima kasih. Aku yakin dia akan senang dengan pita ini."


Tidak lama setelah itu, Reda datang dan mengejutkan semua orang termasuk para pelayan Aragaki yang melihatnya dari jauh.


"Nushi...-sama, Jorogumo-sama..."


"Huwaaa~" rubah kecil terlihat berbinar


Seperti seorang putri, Reda terlihat memukau dan begitu cantik.


Para pelayan Jorogumo terpana dengan kecantikan Reda dan pakaian barunya. Jorogumo sendiri langsung berdiri menghampiri sang gadis.


"Cantik sekali, Reda-sama! Sudah kuduga semua ini akan begitu indah jika dikenakan olehmu."


Reda terlihat malu dan saat menatap ke depan, dia telah melihat sang penguasa berdiri di hadapannya.


"Nushi-sama?"


Aragaki terperangah seakan pikirannya hanya tertuju pada sosok cantik nan indah di depannya.


"Cantik sekali. Kamu sangat cantik, begitu indah."


-Bluuuush


Begitu merah wajah sang gadis cantik mendengarnya dan begitu lembut tangan sang penguasa membelai wajah dan rambutnya.


Seperti sebuah adegan romantis, semua yang ada di ruangan tersebut adalah saksi bahwa penguasa Higashi no Mori bisa membelai lembut gadis manusia yang dibenci olehnya selama ini.


"Apa...kamu merasa nyaman dengan pakaiannya? Obinya terlalu ketat untukmu? Apakah ada hal yang kurang?"


Sang penguasa menjadi yang begitu peduli dengan tiap detail pakaian yang dikenakan Reda, berharap sang gadis merasa nyaman memakainya.


Tiap pertanyaan Aragaki membuat hati Reda tidak bisa tenang. Dia begitu canggung dipandang begitu dekat dan disentuh oleh sang penguasa.


Suaranya sulit untuk keluar dan dia hanya bisa tertunduk malu saat menjawabnya.


"Ini...ini sudah nyaman, Nushi-sama. Sudah tidak ada lagi yang...kurang."


"Sungguh?"


-Bluuuush


Merah melebih tomat, sekarang Reda seperti sedang sakit demam. Benar, ini demam cinta dan kasmaran yang dialami keduanya.


Reda menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab pertanyaan sang penguasa.


Kemudian, Aragaki menyadari bahwa dia bermaksud memberikan satu hadiah lainnya.


"Ini, aku ingin kamu memakainya juga."


"Apa ini?"


"Pita hiasan rambut untukmu. Ini sama seperti milik Ryoko yang sedang kamu pakai."


"Aku tau kamu menyukai milik Ryoko yang diberikan oleh rubah kecilku, tapi aku harap meskipun hanya sekali, aku ingin sekali melihatmu memakainya."


Reda melihat pita dengan warna dan kehalusan yang sama seperti yang diberikan oleh Ryuunosuke.


Tatapan kebahagiaan terlihat begitu jelas dan senyum manisnya memberikan debaran seperti sebuah musim semi untuk sang penguasa yang sedang jatuh cinta.


****