Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Happy Birthday, Mama



Fraser Residence Nankai, Osaka 7 PM


Malam ini Reo dan keluarga kecilnya telah tiba di sebuah kediaman di Osaka, sebuah mansion mewah yang menjadi tempat tinggal utama dari keluarga besar Fukushi di Osaka.


Mereka datang dengan ditemani beberapa mobil yang berisi beberapa pengawalnya. Karena tak menutup kemungkinan, jika masih akan ada beberapa orang yamg masih berusaha untuk mencelakai dan mengincar keluarga kecil mereka.


Frazer Ressidense Nakai, Osaka salah satu tempat tinggal yang cukup mewah dan luas. Bahkan halaman rumah itu juga cukup luas. Properti unik seluas kira-kira 343 kaki persegi ini dimiliki oleh keluarga besar Fukushi.


Halaman mansion mewah itu terlihat sudah cukup ramai oleh para tamu undangan. Dan tentunya para tamu undangan itu bukanlah sembarang tamu. Mereka adalah kelas menengah ke atas. Dan kebanyakan dari mereka adalah rekan bisnis Fukushi Group.


Sudah bisa dibayangkan, seberapa elegan penampilan para tamu undangan itu ketika menghadiri pesta ulang tahun Nami malam ini? Sangat berkelas dan elegan.


Reo melenggang bersama Ayaneru, Leon dan Leona memasuki mansion mewah yang kini sudah disulap menjadi sebuah tempat berpesta. Mereka disambut hangat oleh beberapa pelayan dan juga keluarga mereka, seperti Shin dan teman-temannya VCPD yang juga menghadiri pesta ini.


"Hallo, Mr. Rei!! How are you?" Shin menyapanya dengan senyum lebar menyambut Reo.


"Kabarku baik, Shin! Bagaimana denganmu? Kamu tidak datang bersama Ava?" balas Reo.


"Aku juga baik. Ava ..." ucap Shin terpotong.


"Ava sedang marah dan ngambek dengannya, Reo. Shin ketahuan berdansa dengan gadis lain." sahut Aso, sahabat Shin tertawa kecil.


"Apaan sih?! Lagipula kan kamu juga tau, Aso. Jika semua untuk misi kita ..." Shin berusaha untuk membela diri.


"Rasakan! Cemburu para wanita itu menakutkan!" timpal Reo tersenyum smirk menatap sepupu jauhnya itu. "Oh iya, kenalkan ini adalah istriku Ayaneru. Dan ini adalah kedua anakku, Leon dan Leona." imbuh Reo memperkenalkan keluarga kecilnya kepada mereka.


Shin, Aso, Ibby, Shika dan Igarashi mulai berkenalan dengan Ayaneru dan juga si kembar. Mereka adalah para anggota VCPD, semacam organisasi kecil yang membantu pihak kepolisian dalam meringkus para penjahat.


"Wah ... lucunya!! Hallo, Sayang. Jalan-jalan sama kakak yuk! Kita cari makanan enak!" Igarashi terlihat begitu tertarik dan menyukai Leon dan Leona.


Hingga akhirnya gadis itu segera mengajak si kembar pergi bersama dengannya. Karena sepertinya Leon dan Leona juga menyukai Igarashi.


"Ayo, Kakak cantik!!" seru Leona bersemangat sambil meraih gandengan tangan Igarashi, namun tangan yang satunya segera menarik tangan Leon.


"Ya sudah. Kami juga akan menemui mama dan papa dulu. Kalian nikmati saja pesta ini. Sampai jumpa ..." ucap Reo mulai mengajak Ayaneru untuk meninggalkan tempat ini dengan menggandengnya.


Di sepanjang perjalanan para tamu undangan selalu membungkukkan badannya untuk memberikan sapaan penghormatannya ketika mereka berpapasan dengan Reo.


Sedetikpun Reo tak pernah melepaskan genggamannya untuk Ayaneru di sepanjang mereka melenggang bersama. Sungguh pasangan ini akan membuat iri para tamu yang sedang melihatnya. Karena pasangan ini terlihat begitu manis dan hangat.


Hingga akhirnya mereka berdua mulai menghampiri papa dan mama Reo yang masih menyambut beberapa tamu undangan di ruangan utama.


"Selamat malam, Mama ... Papa ..." Reo mulai menyapa kedua orang tuanya tanpa melepaskan tangannya yang masih melingkar pada pinggang ramping sang istri.


"Ahh putraku dan menantuku tersayang sudah datang. Selamat malam, Sayang ..." Nami terlihat begitu berbinar saat menyambut Reo dan Ayaneru.


Nami juga segera memeluk menantu yang saat ini begitu disayanginya. Bahkan gadis yang seharusnya dinikahi putranya 5 tahun yang lalu.


"Selamat ulang tahun, Mama. Ini adalah hadiah dari kami ..." ucap Ayaneru sambil menyodorkan sebuah bingkisan biru navy berukuran kecil dengan tekstur lembut.


"Wow!! Perhiasan keluaran terbaru satu paket lengkap dari Ruby Shine. Mama sangat menyukai semua perhiasan dari Ruby Shine, Sayang. Terima kasih banyak ..." ucap Nami penuh binar dan terharu karena menantunya mengetahui apa kesukaannya.


Dan sebenarnya hal ini adalah karena Reo yang memberitahukannya kepada Ayaneru. Agar Ayaneru membelikan perhiasan di Ruby Shine untuk sang mama.


"Iya, Ma. Nyonya Yuna yang merekomendasikan hadiah ini untuk mama. Dan nyonya Yuna juga menitipkan hadiah ini untuk mama, karena dia tidak bisa datang malam ini." ucap Ayaneru sambil menyodorkan sebuah bingkisan lagi untuk Nami.


"Aahhh ... iya, Sayang. Nanti aku akan menghubunginya. Lama tidak bertemu dengannya, kangen juga." gumam Nami. "Oh iya, dimana kedua cucu lucuku?" imbuh Nami mulai celingukan untuk mencari sosok Leon dan Leona.


"Mereka sedang bersama Igarashi, Ma." sahut Reo.


"Oh ya, Ma. Ibu dan ayah tidak bisa datang. Dan mereka juga mengirimkan hadiah untuk mama. Mungkin sebentar lagi akan segera tiba hadiahnya, karena akan diantar oleh kurir."


"Iya, Sayang. Tidak masalah kok. Pasti mereka sangat sibuk ya."


"Reo, ada yang ingin papa bicarakan sebentar. Kemarilah ..." papa Reo mulai melenggang meninggalkan mereka semua.


"Sayang, aku akan berbicara sebentar dengan papa." ucap Reo berpamitan dengan Ayaneru.


"Hhm. Pergilah ..." sahut Ayaneru dengan senyum tipisnya.


Reo mulai menyusul sang papa. Sementara Nami juga mulai meninggalkan Ayaneru karena harus menyambut beberapa tamu undangannya.


"Sayang, mama akan menyambut beberapa tamu dulu ya. Kamu nikmati saja pesta ini ..." Nami berpamitan dan mengusap lembut sisi samping wajah Ayaneru lalu meninggalkannya.


Karena bingung dan tidak memiliki teman berbincang, akhirnya Ayaneru memutuskan untuk berjalan-jalan melihat sekitarnya. Dia juga mengambil segelas jus jeruk dan membawanya untuk berjalan-jalan.


Namun tiba-tiba saja Ayaneru melihat sosok yang sangat tidak asing untuknya. Seorang pria berpenampilan rapi yang sedang berada di taman samping seorang diri, dan terlihat sedang menghubungi seseorang melalui ponselnya.


Ayaneru memutuskan untuk menghampirinya karena merasa cukup senang bisa bertemu degan pria itu di tempat ini.


"Lin Chen ..." ucap wanita cantik itu seakan masih saja tak percaya jika Lin Chen bisa berada di mansion milik mertuanya malam ini.


Dan yang membuat Ayaneru lebih terkejut adalah, malam ini Lin Chen berpakaian begitu rapi, dengan setelan jas mewah layaknya seorang CEO perusahaan saja. Padahal biasanya Lin Chen hanya menyukai berpakaian dengan kemeja dan coat saja.


"Aku akan menghubungimu lagi nanti."


Lin Chen segera mematikan panggilannya dengan seseorang karena kedatangan Ayaneru yang menghampirinya.


"Neru, uhm ... hai, selamat malam ..." sapa Lin Chen dengan ramah seperti biasanya.


"Hhm. Iya ... tapi ngomong-ngomong apa yang sedang kamu lakukan disini, Lin Chen? Apa kamu mengenal nyonya Nami dan tuan Nara?" tanya Ayaneru begitu ingin tau.


Lin Chen tersenyum tipis mendengarkan pertanyaan dari Ayaneru.


"Benar, Neru. Bisa dikatakan seperti itu. Lebih tepatnya partner bisnis. Dan aku sungguh tidak menyangka jika putra mereka adalah suamimu." jawab Lin Chen dengan senyum tipisnya.