Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Rencana Jay Yeol Dan Aaroon



Mendengarkan saran dari Aaroon sebenarnya cukup membuat Jay Yeol terdiam cukup lama dan berpikir keras.


Jika Maria masih saja berusaha untuk mengejar Reo saat itu, maka apa salahnya jika aku juga mendekati Ayaneru? Reo membuatku kesal karena membuatku terlihat seperti pria bodoh yang sedang diselingkuhi oleh Maria. Jadi ... tidak masalah bukan jika aku sedikit membalasnya? Hhm ... aku hanya ingin membuat Reo juga sedikit merasakan apa yang aku rasakan saat inu. Kecewa, marah, murka ...


Batin Jay Yeol mulai tersenyum licik karena mulai merencanakan sesuatu.


"Aaroon, kemarilah!! Aku punya ide!!" ucap Jay Yeol mulai memberikan isyarat melalui jemarinya agar Aaroin mendekatinya.


Setelah Aaroon mendekat, Jay Yeol mulai membisiki sesuatu kepada sang adik. Aaroon mulai tertawa renyah setelah mendengarkan ide dari sang kakak.


"Aku sangat setuju, Kak!!! Dan aku sudah sangat tak sabar!!" sahut Aaroon masih tertawa renyah.


...🍁🍁🍁...


Awal pekan Reo disibukkan kembali dengan rutinitasnya di dalam ruangan kerjanya. Namun tiba-tiba saja Gavin datang ke ruangannya untuk memberikan sebuah informasi yang cukup penting.


"Tuan, lihatlah ini ..." Gavin menyodorkan tablet miliknya untuk Reo yang masih saja duduk dan berkutat di depan laptopnya.


Reo mulai melihat layar tablet itu dengan seksama. Seketika ekspresinya yang pada awalnya dingin dan datar kini berubah semakin semakin mencekam dan menakutkan.


"Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa Neru bisa melakukan pemotretan bersama Blink Fashions? Sejak kaoan kapan dia bekerja sama dengan perusahaan Jay Yeol?! Dan mengapa dia tak pernah mengatakan semua itu kepadaku?!" gumam Reo tak mengerti.


"Sa-saya juga tidak tau, Tuan."


"Panggil Ayaneru kemari!!" titah Reo tegas.


"Mengapa tuan Reo tidak menelponnya atau menelpon divisi marketing menggunakan telpon kantornya saja, Tuan?" ucap Gabin menyarankan.


"Kau sudah berani mengaturku, Gavin? Jika aku mau malakukannya maka aku tidak perlu lagi menyuruhmua!!" timpal Reo bertambah geram karena Gavin berani menjawabnya.


"Ma-maaf, Tuan. Ba-baik! Akan segera aku panggilkan nona Ayaneru." jawab Gavin dengan cepat dan membunggkukkan badannya lalu segera undur diri sebelum Reo semakin meledak kembali.


Reo kembali menatap layar tablet yang sedang memperlihatkan beberapa hasil pemotretan Ayaneru bersama Aaroon. Mereka berdua terlihat begitu serasi dan profesional.


Karena wajah Aaroon juga hampir mirip dengan Jay Yeol. Sedikit kebulean dengan rambut pirang. Namun rambut Aaron sedikit gondrong.


Namun beberapa pose dari Ayaneru dan juga Aaroon membuat Reo kesal. Bahkan Aaroon terlihat terlalu berlebihan dan sangat dekat dengan Ayaneru.


Terlebih sebenarnya Reo cukup mengetahui seperti apa Aaroon dan Jay Yeol itu. Mereka adalah pebisnis dan model yang sedikit berbeda daripada yang lainnya. Mereka juga sering menggunakan cara kotor.


Tok ... tok ... tok ...


Ditengah kekesalannya, kini mulai terdengar sebuah ritme teratur yang berasal dari pintu ruangannya.


"Masuk!!"


CEKLEK ...


Pintu itu mulai terbuka, terlihat seorang wanita dengan setelan pakaian formal berwarna pastel mulai melenggang anggun memasuki ruangan kerjanya.


"Ada apa, Reo?" tanya wanita itu to the point.


"Bisa kamu jelaskan padaku soal ini, Neru?!" Reo mulai menyodorkan sebuah tablet kepada Ayaneru.


"Oh, ini adalah pemotretan yang aku lakukan kemarin. Presdir Jay Yeol sedang membutuhkan seorang model, dan aku hanya ingin membantunya saja waktu itu." jelas Ayaneru dengan jujur.


"Dan kamu menerimanya begitu saja?" tuduh Reo tiba- tiba.


"Aku hanya berniat untuk membantunya saja kok. Dan itupun hanya sekali itu saja." jawab Ayaneru saeadanya.


Reo terlihat mengeraskan rahangnya dan pusing untuk berkata-kata lagi.


"Jangan sekali-kali pernah kamu bertemu dengan mereka lagi! Aku tidak suka!" ucap Reo akhirnya.


Dan ucapannya malah terdengar begitu ambigu dan terlihat seakan Reo hanya sedang merasa cemburu saja.


"Kamu kenapa sih, Reo? Mengapa bersikap aneh seperti ini?"


"Neru! Jay Yeol itu adalah kekasih Maria sebelum Maria dijebloskan di dalam penjara! Aku harap kamu berhati-hati padanya. Lagipula kamu tak perlu lagi bekerja setelah kamu menikah denganku!" ucap Reo menandaskan.


"Hhm. Aku akan mempertimbangkannya soal itu. Karena selama ini aku selalu bekerja tak berdiam diri. Dan soal Jay Yeol, aku akan berusaha untuk tak berhubungan kembali dengannya. Kamu tenang saja, Reo."


Reo mulai menghembuskan nafasnya ke udara dan sebenarnya merasa tenang karena Jay Yeol tidak sampai melakukan hal buruk untuk Ayaneru.


"Pakaian pernikahan kita akan segera selesai dijahit. Akhir pekan kita akan melakukan fitting pakaian pernikahan. Ajak juga putra dan putriku saat itu. Karena pakaian Leon dan Leona kemungkinan juga akan selesai lebih awal."


"Hhm. I-iya ..." jawab Ayaneru yang masih merasa sangat kikuk ketika membahas mengenai pernikahan bersama dengan Reo. "Jika tidak ada lagi yang dibicarakan, aku akan kembali. Karena masih banyak pekerjaan di divisi marketing."


"Baiklah. Nanti aku akan pulang sedikit terlambat. Jadi tidak perlu menungguku. Langsung pulang dan jangan pergi kemana-mana!"


"Oh, baiklah. Kalau begitu aku kembali dulu." ucap Ayaneru segera meninggalkan ruangan kerja Reo.


"Datar sekali hubunganku dengan Neru. Apakah dia tidak bisa bersikap lebih manis saat berada di hadapanku? Huft ..." gumam Reo mulai meraih sebuah majalah yang berada di dekatnya.


Dan lagi-lagi mood-nya menjadi buruk ketika membuka sebuah halaman yang memperlihatkan foto bersama Ayaneru bersama dengan Aaroon. Dan full power, Reo mulai menghempaskan majalah itu hingga terjatuh di atas lantai.


SRAAKK ...


"Ciihh ... foto mereka berdua sangat mengganggu prmandanganku dan sangat jelek!!" timpalnya kesal. "Bahkan saat berfoto bersama denganku saja tidak pernah berpose sedekat ini!" geramnya kesal.


...🍁🍁🍁...


Disaat Ayaneru baru melangkah 2 langkah saja meninggalkan gedung F Group. Tiba-tiba saja ponselnya mulai berbunyi. Menandakan ada sebuah pesan masuk yang baru saja diterimanya.


TRING ...


Ayaneru segera mengeluarkan ponselnya dari dalam sling bag kesayangannya untuk melihat isi pesan di dalamnya.


Neru, aku sangat membutuhkan bantuanmu saat ini. Bisakah kamu membantuku lagi? Lagi-lagi kami membutuhkan seorang model profesional dadakan. Saat ini aku sudah menunggumu di depan kafe seberang F Group. Jay Yeol.


Begitulah isi pesan itu. Sebenarnya Ayaneru merasa sangat ragu untuk menemui dan membantu Jay Yeol lagi. Dan keraguan itu hadir karena Ayaneru yang mulai mengingat pesan dari Reo beberapa saat yang lalu.


PUKK ...


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk bahu Ayaneru dan membuatnya terkejut.