Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Menjadi Seorang Model Dadakan?



"Udara Tokyo yang begitu menyegarkan. Rasanya sudah cukup lama sekali tidak menikmatinya. Ahh ... segarnya." seorang wanita cantik dengan setelan pakaian formalnya terlihat mulai turun dari sebuah busway lalu mulai melenggang dan berakhir memasuk F Group.


Hari ini harus bekerja dengan baik dan hanya fokus untuk mencari uang! Dan semoga saja keberuntungan dari Dewi Fortuna akan selalu membersamaiku. Semoga saja presdir dari Fukushi Group pusat tak pernah berniat untuk melihat perusahaan cabangnya di Yohohama ini. Dengan begitu kami tak akan pernah bertemu kembali. Hhm ... semoga saja seperti itu.


Batin wanita yang tak lain adalah Ayaneru yang terlihat masih cukup cantik dan muda untuk ukuran seorang wanita yang sudah memiliki 2 orang anak. Bahkan mungkin jika ada orang asing yang bertemu dengannya, maka akan mengira jika Ayaneru masih belum menikah dan belum memiliki anak.


"Hari ini tiba-tiba saja ada beberapa model wanita berhalangan hadir. Perusahaan F Group ini akan mendapatkan masalah besar karena model yang ada hanyalah 5 orang saja!! Karena desainer ternama akan datang untuk melihat beberapa produk baru yang akan segera launching yang seharusnya dikenakan oleh para model wanita itu." Yuan sang pemimpin dari divisi marketing rupanya juga ikut dipusingkan akan masalah ini.


Karena perusahaan ini masih cukup baru, maka beberapa dari mereka masih saja saling meng-cover dan saling membantu antar divisi.


"Lalu? Bagaimana? Padahal kita tidak mungkin hanya menggunakan 5 model wanita saja? Akan memakan cukup banyak waktu jika kita hanya menggunakan model yang sama dan harus sering berganti-ganti pakaian. Dan tentu saja itu akan membuat nyonya Lingling tak sabaran. Kamu tau kan seperti apa desainer nomor satu itu? Dia sangat keras dan tak sabaran." Kara menyauti tak kalah bingung dan juga panik.


"Entahlah. Aku juga bingung. Beberapa karyawan perempuan juga sudah ditarik untuk menggantikan model itu, namun masih saja kurang." ucap Yuan menautkan kedua jemarinya. Sementara raut wajahnya terlihat masih begitu pusing.


"Ada Kara. Mengapa tidak kamu saja yang ikut menggantikan para model itu, Kara? Lagipula kamu juga cantik dan memiliki tubuh yang bagus." ucap Ayaneru yang tak sengaja mendengarkan semua itu di tempat kerjanya.


"Aku memang salah satu yang akan menggantikan mereka, Neru. Namun kita masih kekurangan beberapa model." celutuk Kara.


Yuan yang menyadari keberadaan Ayaneru, kini mulai mendapatkan sebuah ide yaitu dengan meminta Ayaneru menjadi salah satu model pengganti hari ini. Sepasang mata Yuan mulai menatap Ayaneru penuh dengan binar.


"Neru!! Ikutlah bersama dengan Kara dan bantulah divisi itu!"


"Aku? Tapi aku sama sekali tidak tau dunia permodelan. Bagaimana jika aku membuat sebuah kesalahan dan malah memperburuk keadaan? Tidak ... tidak ... Yuan ... aku tidak mau." ucap Ayaneru dengan cepat dan melambaikan kedua tangannya.


"Neru, ingat! Disini aku adalah atasanmu dan bukan teman sekolahmu lagi! Jadi kamu harus mematuhi dan menjalankan semua perintahku!" ancam Yuan yang sukses membuat Ayaneru seakan tak memiliki pilihan lain dan tak bisa menolak semua itu.


Sebenarnya Yuan masih mengucapkannya dengan nada yang begitu rendah dan sama sekali tidak bermaksud untuk mengekang Ayaneru. Dan semua itu begitu dipahami oleh Ayaneru. Karena sebenarnya mereka pernah duduk di bangku SMU di sekolah yang sama.


"Baiklah ... baiklah ... tapi jangan salahkan aku jika aku tidak bisa melakukannya dengan sempurna ya!" jawab Ayaneru pasrah dan mulai bangkit dari duduknya.


"Kau pasti bisa melakukannya, Neru! Penampilanmu selalu saja terlihat begitu stylish dan fashionable. Kamu cantik dan tubuhmu juga tak kalah bagus dari para model lainnya. Ayo kita takhlukkan nyonya Lingling dan tunjukkan pesona kita!! Go!!" ucap Kara begitu bersemangat dan segera menarik Ayaneru untuk meninggalkan ruangan itu.


...🍁🍁🍁...


Para model terlihat sudah mulai mengenakan gaunnya masing-masing, dan dress code hari ini adalah dengan memakai gaun yang berkesan ceria dan muda.


Jadi sebisa mungkin para make up artist, hair stylish, dan fashion stylish harus bisa bekerja sama dengan baik dalam menciptakan kesan fresh and young untuk para model hari ini.


Dan tentu itu semua akan sangat dinilai oleh nyonya Lingling yang saat ini akan menilainya langsung, karena hari ini akan ada seorang model yang akan dipilihnya untuk mewakili F Group untuk bekerja sama dengan perusahaanya sendiri, yaitu dengan menjadi model utamanya.


Ayaneru baru saja mengenakan sebuah gaun berwarna soft purple dengan desain lengan rendah dan memiliki panjang mencapai lututnya. Dengan inisiatifnya sendiri, kini Ayaneru mulai sedikit mengikat rambutnya agar memberikan kesan lebih young and fresh.


"Wah!! Kamu terlihat semakin muda dan ceria ketika kamu mengikat rambutmu. Keren!! Aku bahkan tak berpikir sampai kesana!! Good job, Neru!" ucap salah satu hair stylish yang kebetulan sedang menghias dan menata rambut seorang model yang berada tak jauh dari Ayaneru.


"Hehe ... terima kasih, Kak. Aku hanya sering melakukan hal seperti ini saat di London. Sebenarnya agar tidak terlalu rusuh saja dan agar terlihat lebih rapi dan manis." jawab Ayaneru seadanya diiringi tawa kecil.


"Oh iya, Kak. Coba berikan belt lembut pada nona ini. Sabuk pinggang lembut dan tidak kaku akan membuatnya terlihat lebih ramping dan menonjol. Sayang sekali jika harus mengurangi salah satu poin ini, Kak." ucap Ayaneru mulai meraih sebuah sabuk pinggang berbahan kain yang begitu lembut dan memakaikannya untuk seorang model wanita.


Dan benar sekali dengan apa yang sudah Ayaneru katakan, model wanita itu terlihat lebih ramping dan semakin mencolok setelah memakai ikat pinggang lembut itu. Bukan hanya itu, Ayaneru juga mulai membantu beberapa fashion stylish dan hair stylish lainnya untuk merias para model itu.


Setelah beberapa saat mereka mereka mulai melakukan cat walk di sebuah tempat yang sudah disediakan. Satu persatu model itu melakukan pekerjaannya dengan baik.


Namun kini Ayaneru mulai terlihat gugup disaat menantikan dirinya mendapatkan giliran untuk melakukan cat walk di hadapan nyonya Lingling. Terlebih di sebelah desainer nomor 1 itu kini sudah ada seorang pria berjas yang selalu terlihat dingin, arogan, angkuh dan selalu beraura misterius itu.


Siapa lagi pria itu kalau bukan Reo. Seorang Presdir pengganti yang sombongnya mencapai langit tahap tertinggi. Sepertinya begitulah pemikiran Ayaneru.


Mengapa dia ada disini? Dan apa yang sedang dia lakukan disini? Ughh ... sial!! Semoga saja dia benar-benar tidak mengingatku. Fokus saja dengan pekerjaanmu dan lakukan semua ini dengan baik, Neru!!


Batin Ayaneru menyemangati dirinya sendiri.