Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Hot News



Hampir seluruh karyawan dari F Group mendapatkan sebuah notifikasi dan pesan secara bersamaan. Sebuah berita yang cukup mengejutkan seketika membuat heboh dan mengguncang F Group saat ini.


"Whoa!! Apa ini? Sungguh tak bisa dipercaya!" seorang gadis membungkam mulutnya dengan jemarinya, sepasang mata yang membelalak setelah membaca hot news yang baru saja beredar di seluruh F Group.


"Gila! Wanita yang sungguh tak tau malu!" timpal karyawati lainnya dengan mulut pedasnya.


"Dia yang mengkhianati mantan tunangannya dengan cara yang sangat kotor. Kini kembali dan malah bekerja pada perusahaan cabangnya dan malah akan menikah dengan anak buah sekaligus orang kepercayaan dari mantan tunangannya itu?! Sungguh tak tau malu dan tak punya hati nurani!" timpal karyawati lainnya lagi tak kalah pedas.


"Mana tau malu lagi? Bahkan dia saja hamil bersama pria lain di luar nikah? Ckk ... wanita murahan!!" timpal seorang wanita lagi sambil menatap layar ponselnya melihat berita itu kembali, sebuah berita yang disebarluaskan oleh sebuah nomor baru.


"Untung saja saat itu Mr. Rei tak jadi menikahinya. Sangat tak pantas untuk Mr. Rei." timpal karyawan lainnya lagi.


Ayaneru yang baru saja memasuki gedung F Group pagi kini langsung mendapatkan sebuah sambutan dingin dengan para mata dengan tatapannya yang sangat tajam dan begitu menusuk itu.


Namun beberapa orang orang mulai menghentikan cibirannya karena merasa segan, karena saat ini status Ayaneru adalah calon istri dari Reo, CEO selaligus presdir sementara dari F Group saat ini.


Kali ini ada apa lagi? Mengapa mereka kembali menatapku aneh dan begitu tajam? Apa aku sudah membuat sebuah kesalahan?


Batin Ayaneru yang kini melenggang melewati mereka semua. Namun mereka masih saja menatap tajam ke arah Ayaneru.


"Ayaneru!" tiba-tiba saja terdengar suara indah dari seorang wanita dari belakang, hingga membuat Ayaneru mulai berbalik untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.


Terlihat seorang wanita yang kecantikannya sudah sangat tak diragukan lagi, namun sayangnya hatinya sedikit bermasalah dan selalu saja berusaha untuk mencelakai Ayaneru.


Wanita cantik dengan penampilan yang begitu modis itu kini mulai melenggang dengan sangat anggun mendekati Ayaneru dengan senyuman miringnya. Ritme dari hentakan sepatu hak tingginya terdengar begitu beraturan.


"Maria ... ada apa?" tanya Ayaneru seadanya.


"Hhm? Apakah kamu masih memiliki kepercayaan diri untuk tetap berada disini?" sebuah kalimat tanya diucapkan dengan begitu manis oleh Maria, namun sebenarnya cukup membuat hati merasa tak nyaman.


"Apa maksudmu, Maria? Aku bahkan masih bekerja di F Group, seperti yang sudah tertulis di dalam surat perjanjian kontrak kerja sebelumnya." jawab Ayaneru seadanya.


Maria terkekeh mendengar ucapan dari Ayaneru. Seakan wanita cantik itu baru saja mendengarkan sebuah lelucon.


"Setelah kamu mengkhianati mantan tunangannya dengan hal yang sangat menjijikan, kini kamu malah bekerja di dalam perusahaam cabangnya. Dan kini kamu malah mau menikah dengan salah satu orang kepercayannya? Dimana otak dan rasa malumu, Ayaneru?" ucap Maria dengan tawa kecilnya meremehkan.


Ayaneru terdiam selama beberaoa saat, karena apa.yang telah diucapkan oleh Maria adalah bemar. Dan selama ini hal itulah yang selalu saja mengganggu dan membebani Ayaneru.


"Heh!! Dasar tak tau malu kamu ya, Ayaneru!! Apa urat malumu sudah putus ya? Dimana harga dirimu sebagai seorang wanita? Murahan sekali kamu!" cecar Maria tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Ayaneru seakan sulit untuk bernafas kembali. Karena apa yang ditakutkan selama ini, kini benar-benar telah terjadi. Bahkan saat ini semua mata sedang menatap tajam kearahnya. Memandangnya dengan penuh rasa jijik dan muak.


Semua orang mulai saling berbisik kembali untuk mencibir dan menghujat Ayaneru dengan untaian-untaian kata super pedasnya.


"Apa jangan-jangan kamu memang sengaja melakukan semua ini ya untuk menghancurkan hubungan antara Mr. Rei dan juga Reo? Jahat sekali kamu, Ayaneru!" timpal Maria lagi tak pernah merasa lelah untuk menjatuhkan Ayaneru dan merusak mental Ayaneru.


Ayaneru menggeleng lemah dan semakin tak berdaya akan semua yang terjadi saat ini.


"Neru!!" tiba-tiba seorang pria terlihat berlari kecil mulai mendekati Ayaneru.


Pria itu adalah Lin Chen yang hendak mengantarkan ponsel Ayaneru yang tertinggal di dalam mobilnya, saat hari ini Lin Chen mengantar Ayaneru pergi bekerja. Karena pagi ini tak sengaja Lin Chen melihat Ayaneru berjalan ke arah di halte, hingga akhirnya Lin Chen menawarkan diri untuk mengantarnya.


"Ponselmu tertinggal di dalam mobilku. Dan aku datang untuk mengembalikannya kepadamu." ucap Lin Chen dengan ramah seperti biasanya sambil mengulurkan benda pipih itu untuk Ayaneru.


"Cckk ... siapa lagi ini? Apa dia juga salah satu kekasih gelapmu, Ayaneru?" cibir Maria masih memasang senyuman licik menatap Ayaneru dan Lin Chen secara bergantian.


"Kamu salah paham, Nona. Aku hanya teman sekolah Neru. Dan aku hanya mengantarkan ponselnya yang tertinggal. Jadi tolong jangan sembarangan menuduh Neru!" tandas Lin Chen menatap Maria tegas.


"Whoa ... hebat sekali kamu, Ayaneru!! Mengkhianati Mr. Rei, dan malah bekerja pada perusahaan cabangya, lalu akan menikah dengan orang kepercayaannya, namun juga masih memiliki kekasih gelap yang selalu saja membelamu. Ahaha ... hebat sekali!" Maria tertawa renyah kembali.


Semua orang kembali beradu argumen kembali dan saling berbisik-bisik. Kini suasana kantor benar-benar sangat ricuh dengan Ayaneru sebagai bahan gosip dari mereka.


Ayaneru tak kuasa lagi untuk menahan air matanya, hingga akhirnya air mata hangat itu mulai membasahi pipi putihnya itu.


"Sebaiknya kamu segera meninggalkan Reo dan mengundurkan diri dari F Group jika kamu memang masih punya wajah!!" Maria mulai mendorong tubuh Ayaneru yang sudah mulai rapuh kembali, karena luka masa lalunya kini telah terbuka lagi.


BRRUGGHH ...


Tubuh Ayaneru terhuyung ke belakang, namun tiba-tiba seseorang menangkap dan menaham tubuh ramping itu. Seorang pria berkharisma tinggi kini sudah berdiri dengan gagahnya di belakan Ayaneru dan mulai membantu Ayaneru untuk berdiri kembali.


"Maria hentikan!! Apa yang sedang kamu lakukan?! Mengapa pagi-pagi sudah membuat masalah?!" tiba-tiba saja suara seorang pria yang terdengar begitu familiar untuk mereka semua mulai terdengar.


Beberapa orang yang mulai menyadari jika pria itu adalah Reo, kini mulai membungkukkan badannya untuk memberikan salam hormatnya untuk menyambut kedatangan Reo.


GREPP ...


Maria segera memeluk lengan Reo dan mulai mengadu kepada Reo.


"Reo! Apa kamu sudah melihat berita yang beredar di media sosial pagi ini? Ayaneru itu rupanya adalah mantan dari tunangan Mr. Rei 5 tahun yang lalu. Wanita yang hamil di luar nikah dan malah mengkhianati Mr. Rei. Sebaiknya kamu melepaskan wanita itu. Dia sangat tidak pantas untukmu, Reo ... hubunganmu dengan Mr. Rei bisa hancur hanya karena wanita ini." ucap Maria memperlihatkan mata kucingnya mendongak menatap Reo.


Sementara Ayaneru seakan sudah merasa hancur dan dunianya roboh seketika. Wanita itu sudah menangis dan sangat tak berdaya saat ini. Di sebelahnya juga sudah ada Lin Chen yang berusaha untuk menenangkannya.