
Kini tiba-tiba saja Leon, Leona, Reo, dan Ayaneru sudah berkumpul bersama di depan para tim pemotreatan. Dan tentu saja hal itu membuat Ayaneru dan Reo kebingungan dan terpaku selama beberapa saat.
Begitu juga dengan semua tim pemotretan dan F Group yang juga bingung dengan situasi saat ini. Bahkan nyonya Lingling juga sempat dibuat kebingungan saat ini. Karena sebenarnya mereka hanya akan mengambil foto kedua anak kembar itu saja.
"Nyonya Lingling yang terhormat, adikku Leona memiliki sebuah saran untuk ide konsep pemotretan kali ini." ucap Leon seolah bisa membaca kebingungan dari nyonya Lingling melalui dari raut wajah dan bahasa tubuhnya saja.
"Oh, baiklah katakan padaku, Leona sayang ..." ucap nyonya Lingling dengan senyum tipisnya.
"Ehemm ..." Leona memejamkan sepasang mata dan berdehem dengan tangan kanan yang dikepalkan dan didekatkan di dekat bibir mungilnya. Lalu gadis kecil itu mulai membuka sepasang matanya dan melangkah ke depan dua langkah.
"Begini, Nyonya Lingling. Kami menyarankan untuk melakukan pemotretan dengan konsep family travelling. Jadi paman Reo dan juga mama akan ikut berfoto bersama dengan kami. Bagaimana?" ucap Leona dengan memasang wajah manis, membuat setiap orang yang memandangnya tak akan bisa menolak keinginannya.
"Itu tidak mungkin!! Mengapa kalian bisa berpikir seperti itu dan sangat berani?! Reo adalah bos mama kalian! Mengapa kalian bisa dengan mudah mengatakan hal itu?!" Maria yang merasa paling keberatan mulai menyangkal semua permintaan dari Leon dan Leona.
Ini pasti adalah salah satu dari rencana licik wanita penggoda itu dengan memanfaatkan kedua anak kembarnya itu!! Sungguh tak tau diri dan tak tau malu sekali!! Mama dan anak sama saja licik dan tak tau diri!! Ughhh!! Membuatku merasa muak saja!!
Batin Maria menatap tajam Ayaneru, Leon dan Leona secara bergantian.
"Usul dan ide konsep yang disarankan oleh Leona tidak terlalu buruk dan malah cukup menarik. Sepertinya malah akan semakin menarik semua orang dan pasar." gumam nyonya Lingling penuh binar akan ide cemerlang dari Leona.
"Tapi, Bibi Lingling ..." sela Maria masih saja merasa sangat keberatan.
"Tidak masalah mencoba bukan?" sahut nyonya Lingling lagi.
"Bibi ..." sela Maria dengan wajah memelas dan berharap jika nyonya Lingling akan merubah keputusannya.
"Aku tidak keberatan kok!" sela Reo dengan santainya dan tentunya semakin membuat Maria semakin melongo dan terkejut.
Bukan hanya Maria yang terkejut, namun Ayaneru juga sangat terkejut bukan main. Padahal saat pemotratan bersama beberapa saat yang lalu Reo sangat tidak menyukainya dan merasa sangat tidak nyaman. Namun kali ini, Reo malah terlihat sangat bersemangat.
Sementara Leon dan Leona mulai saling berpandangan dan tersenyum lebar dengan salah satu mata yang dikedipkan. Lucu dan sangat menggemaskan!
"Ayo cepat lakukan saja! Apakah aku juga harus berganti pakaian dan melakukan rias make up?, dan apakah aku harus merubah gaya rambutku?" ucap Reo dengan wajah berbinar seakan dia sudah sangat tak sabar untuk segera melakukan pemotretan tersebut.
"Hhmm ..." nyonya Lingling mulai menatap Reo dari ujung kaki dan dan ujung kepala dengan kening berkerut.
Reo sudah terlihat begitu rapi dan elegan dengan brand F Group. Bahkan penampilannya terlihat selalu sempurna di setiap harinya. Tak diragukan lagi, jika pria satu itu memiliki selera fashion yang cukup tinggi.
"Baik, Nyonya!" sahut mereka semua lalu mulai bersiap.
Reo, Leon dan Leona telihat begitu berbinar saat ini. Tidak seperti Ayaneru yang tiba-tiba saja malah merasa kikuk karena gugup. Padahal di hari-hari biasa Ayaneru sangat terlihat profesional saat melakukan pemotretan.
"Neru, just be rilex ... anggap saja kita sedang melakukan sebuah pemotretan foto keluarga bersama. Dan jangan pikirkan kamera serta pandangan orang lain. Kamu pasti bisa melakukannya, karena selama ini nyonya Lingling sangat mempercayaimu." bisik Reo begitu lirih dan tepat di dekat telinga Ayaneru.
"Ambil nafas panjang dan lepaskan perlahan. Kamu pasti bisa ..." bisik Reo lagi tersenyum hangat menatap Ayaneru.
Tanpa membantah, Ayaneru mulai melakukan semua itu sesuai dengan instruksi dari Reo. Dan benar saja, kini Ayaneru mulai merasa lebih baik dan tidak terlalu gugup.
GREPP ...
Tiba-tiba saja Reo mulai menggandeng Ayaneru dan beralih menatap nyonya Lingling dan para anak buahnya yang sudah bersiap dengan kamera super canggihnya dan peralatan lainnya.
"Ambil saja beberapa gambar! Candid kamera akan memiliki hasil yang lebih alami." titah Reo mulai menggendong Leona.
Sementara tangan kirinya masih menggandeng Ayaneru. Sedangkan Leon hanya bergandengan tangam dengan Ayaneru. Mereka mulai melenggang menyusuri sungai Seine di pagi yang cerah ini.
Sungguh sangat terlihat seperti sebuah keluarga kecil yang begitu harmonis dan sangat hangat. Meskipun pada awalnya Ayaneru masih merasa sangat malu dan canggung dengan situasi saat ini, namun perlahan perasaan itu berubah menjadi nyaman dan hangat.
Sialan!! Apa-apaan semua ini?!! Mengapa Reo malah dengan mudahnya mengiyakan semua ini? Padahal akan jauh lebih baik jika memakai diriku sebagai model wanita!! Ayaneru dan anak-anaknya benar-benar harus diberi pelajaran!!
Batin Maria kegeraman sendiri dengam kedua tangan yang sudah mengepal.
Reo terlihat begitu menikmati momen-momen ini. Apakah dia begitu tulus dan menginginkan untuk hidup bersama dengan anak-anak dan juga ... denganku? Lalu ... bagaimana jika Mr. Rei sampai mendengar dan mengetahui semua ini? Apalagi Reo juga sangat mengenal dekat Mr. Rei. Apakah semua akan baik-baik saja? Bagaimana jika sampai Mr. Rei membuat perhitungan dengan Reo? Aku harus bagaimana?
Batin Ayaneru mulai terlihat sangat murung.
"Neru, jika wajahmu seperti itu terus maka pemotretan ini tak akan pernah selesai. Bisa jadi nyonya Lingling akan meminta kita untuk terua melakukannya hingga esok." ucap Reo dengan nada jenaka, tidak terdengar dingin seperti biasanya.
"Benar, Ma. Bukankah selama ini mama selalu saja melakukannya dengan sangat baik?" ucap Leon mendongak menatap Ayaneru.
"Apa semua ini karena kami, Ma? Apa mama tidak senang berfoto bersama dengan kami? Jika mama tidak nyaman ..." ucap Leona dengan wajah murung dan ucapannya jugavterpotong karena Ayaneru segera memotong ucapannya.
"Tidak, Sayang! Ini bukan karena kalian kok. Mama hanya merasa sangat senang karena bisa berfoto bersama dengan kalian kok. Hehe ... ayo kita lakukan yang terbaik!!" ucap Ayaneru dengan cepat dan berusaha untuk bersikap dengan profesional.