Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Masakan Reo ?



Setelah menyelesaikan makan malam, kali ini Leona mengusulkan agar Leon dan Reo bertanding game dengan console game.


Dan sebenarnya kali ini bukanlah sebuah rencana, hanya saja kedua anak itu sebenarnya juga sangat nyaman saat bersama dengan Reo. Ada perasaan rindu jika tak bertemu.


Begitu juga dengan Reo. Mungkin jika diperbolehkan untuk menginap, maka Reo akan dengan senang hati untuk menginap di rumah ini, agar bisa selalu bersama dengan kedua anak kembarnya serta Ayaneru, wanita yang pelan-pelan sudah mencairkan hatinya yang sudah lama beku.


"Ayo, Kak Leon!! Kalahkan paman dengan serangan super thunder bomber!! " seru Leona bersemangat dan berada pada pihak Leon.


"Paman! Gunakan juga elemen es milik paman untuk melawan kak Leon!!" namun kali ini Leona juga mulai berada pada pihak Reo.


"Leona! Sebenarnya kamu berada di pihak siapa sih?!" protes Leon tanpa mengurangi konsentrasinya bermain game peperangan itu.


"Hehe ... aku berada di pihak siapa saja yang mau mentraktirku makan." jawab Leona dengan asal, membuat Reo mulai mengulum senyum.


"Baiklah, besok paman akan ajak kalian berdua untuk makan enak sepuasnya deh." sahut Reo masih fokus memainkan karakter game miliknya.


"Ckk ... jangan harap aku akan mengalah ya setelah paman mengiming-imingiku juga dengan makan enak!" celutuk Leon dingin.


"Ahaha ... paman sedang tidak menyogok kalian kok. Tapi paman hanya ingin makan bersama dengan kalian saja kok." jawab Reo dengan jujur.


"Bolehkah kami mengajak mama besok, Paman? Karena sebenarnya mama juga sangat menyukai makanan enak!" celutuk Leona sangat blak-blakan.


Ayaneru yang sejak dari tadi ikut tersenyum samar karena melihat kelakuan mereka bertiga, kini senyumannya seketika membeku karena ucapan dari Leona.


Hingga akhirnya akhirnya Ayaneru memutuskan untuk pergi ke dapur saja dan mencuci piring-piring kotor saja.


"Tentu saja. Ajak saja mama kalian! Paman sama sekali tidak keberatan kok!" samar-samar masih terdengar suara Reo.


"Huft ... sudah seharusnya aku menjawab penawaran dari Reo. Anak-anak terlihat begitu menyukai Reo. Mereka juga terlihat begitu nyaman saat bersama dengan Reo. Huft ... apa aku menerimanya saja ya? Leon dan Leona juga membutuhkan sosok seorang papa. Akan terlalu egois jika aku hanya memikirkan diriku sendiri. Setidaknya lakukan semua ini untuk Leon dan Leona. Hhm ... semoga aku tidak salah mengambil keputusan. Dan semoga Mr. Rei sudah melupakan masa lalu dan tidak menyimpan dendam ... setelah kemunculanku dan kembalinya aku di Tokyo lagi."


Gumam Ayaneru lalu menghela nafas panjang lalu mulai mencuci piring-piring kotor itu.


Setelah beberapa saat, Ayaneru mulai kembali kenruang tengah. Dan rupanya Reo, Leon dan Leona sudah tertidur dengan keadaan layar TV dan console game yang masih dalam keadaan menyala.


Reo terduduk di atas karpet dengan menyandarkan tubuh serta kepalanya pada sofa. Sementara Leon dan Leona sudah berbaring di atas karpet dengan masing-masing anak itu menggunakan kaki Reo sebagai bantalan kepalanya.


Ayaneru menantap penuh haru dari kejauhan. Lalu Ayaneru mulai mengambil beberapa bantal dan juga selimut untuk mereka. Perlahan Ayaneru mulai memberikan selimut untuk mereka.


Bahkan Ayaneru juga mulai duduk di atas karpet dan menyandarkan kepalanya di atas sofa. Tak butuh waktu lama Ayaneru juga sudah tertidur begitu saja.


...🍁🍁🍁...


Namun betapa terkejutnya ketika Ayaneru mulai menyadari jika dirinya kini sudah berada di dalam kamar. Bahkan di sebelahnya juga ada Leon dan Leona. Dan rupanya semalam Reo terbangun lalu memindahkan mereka bertiga di kamar.


Ayaneru sama sekali tak melihat Reo di dalam kamar ini. Hingga akhirnya Ayaneru mulai turun dari tempat tidurnya untuk mencari keberadaan Reo saat ini.


Setelah mencari di beberapa ruangan di dalam rumah ini, Ayaneru sama sekali tak melihat keberadaan Reo. Hingga akhirnya saat Ayaneru berada di meja makan, Ayaneru mulai melihat ada beberapa makanan yang sudah tersaji di atas meja makan dengan penyajian serta aroma yang begitu menghiurkan saliva.


Di bawah salah satu piring itu, ada secarik kertas. Ayaneru mulai mengambilnya dan segera membaca isi di dalamnya yang rupanya adalah sebuah memo.


Maaf tidak berpamitan padamu, namun ada pekerjaan mendadak pagi ini. Makanlah bersama anak-anak. Maaf jika masakanku sedikit kurang enak. Nanti setelah pekerjaan selesai, aku akan menjemputmu bersama anak-anak untuk makan siang. Have a nice weekend! Reo.


Begitulah isi memo yang ditinggalkan oleh Reo. Tulisannya begitu rapi, sangat mencerminkan dirinya yang juga selalu tampil rapi dan bersih.


"Hhm? Dia bisa memasak? Sungguh diluar dugaan ..." gumam Ayaneru tak sadar dia tersenyum tipis lalu segera duduk dinsebuah kursi dan tiba-tiba saja Ayaneru ingin mencicipi sedikit makanan itu.


"Hhm ... benarkah dia yang memasak semua ini? Tidak! Ini tidak mungkin!" Ayaneru segera mencoba lagi menu lainnya karena masih merasa tidak yakin.


Hingga kini semua masakan Reo benar-benar sudah dia cicipi semua dengan masih memasang wajah kebingungan dan tak percaya.


"Ini tidak mungkin! Dia pasti memesan semua ini di ssebuah restoran kan? Karena ini sangat enak!! Bahkan lebih enak dari masakanku!" gumam Ayaneru masih saja meragukan jika Reo mengatakan jika semua itu adalah masakannya.


Ya, Ayaneru masih saja menyangkal semua itu.


...🍁🍁🍁...


"Maria!! Apa kamu sudah bosan untuk semua pekerjaanmu ini?! Gara-gara kamu tidak hadir saat pemotretan kemarin, nyonya Liam sangat murka. Bahkan dia juga mengatakan tak akanmem perpanjang kontrak denganmu! Dan lagi ... dia juga meminta ganti ganti rugi 1000 yen atas kerugian waktu produksi!"


Seorang pria yang masih cukup muda terlihat begitu frustasi saat menghadapi model yang saat ini sedang berada di dalam naungannya.


"Tenang saja, Kak! Uang itu tak seberapa. Dan aku juga akan mendapatkan lebih! Aku juga tidak peduli jika nenek tua itu memutuskan kontrak kerja sekalipun denganku. Jay Yeol masih sepenuhnya mendukungku. Kakak tidak perlu khawatir."


Ucap Maria dengan begitu santainya tanpa rasa bersalah sedikitpun sambil memoleskan kembali sebuah liptint berwarna pink lembut itu pada bibirnya.


Sementara sang asisten pribadi mulai mengusap wajahnya dengan kasar karena kelakuan dari Maria.


"Sebaiknya kamu tidak main-main dengan Jay Yeol! Karena dia juga sangat berbahaya! Dan aku sarankan padamu, sebaiknya kamu segera melupakan Reo, Maria. Karena jika sampai Jay Yeol tau jika kamu hanya memanfaatkan dirinya saja, dia tak akan segan lagi untuk menghukummu." sang asisten pribadi mulai memperingatkan Maria kembali, karena dia juga tak ingin Maria mendapatkan masalah.


"Huft ... sayangnya aku juga masih menginginkan Reo, Kak ..." ucap Maria terlihat sedikit murung, karena sampai saat ini Maria masih saja belum bisa melepaskan Reo.