
Beberapa hari telah berlalu, dan sikap Ayaneru mulai berubah semenjak dia mengetahui jika masih ada gadis lain yang ada di hati Reo sampai saat ini.
Bahkan Ayaneru sering sekali untuk menghindari Reo ketika di kantor maupun saat mereka bertemu di luar, meskipun Ayaneru tak memutuskan untuk membatalkan pesta penikahannya.
Ayaneru tidak memiliki keberanian untuk membatalkan pernikahannya dengan Reo, karena Ayaneru tak ingin membuat kecewa keluarga Ryusei dan keluarga Fukushi untuk yang kedua kalinya.
Namun Ayaneru juga merasa bersalah karena merasa menjadi penghalang cinta Reo dengan gadis itu. Bahkan Ayaneru berfikir jika Reo menikahinya hanya karena Leon dan Leona saja. Dan bukan karena cinta! Semua karena terpaksa! Begitu pemikiran Ayaneru.
Hari demi harinya semakin menjadi tidak tenang dan gelisah. Bahkan dia menjadi sering melamun saat bekerja. Bahkan hari ini dia mengatakan jika akan sedikit pulang terlambat, agar Reo tidak mengajaknya untuk pulang bersama.
Dan benar saja, hingga larut wanita cantik itu masih saja bekerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya di dalam ruangan divisi marketing. Bahkan kini hanya dia saja yang tersisa, sedangkan teman-temannya sudah pulang beberapa saat yang lalu.
DRTT ...
Ponselnya bergetar, setelah melihat nama si pemanggil yang tak lain adalah Leon, Ayaneru segera menggeser tombol hijau itu ke atas dan segera menempelkan benda pipih itu di dekat telinganya.
"Halo, Leon ..." sapa Ayaneru sejenak menghentikan kesibukannya di depan komputernya.
"Ma, mama jam berapa pulang? Mama jangan terlalu memforsir diri. Sebentar lagi mama kan mau menikah. Seharusnya mama itu mengambil cuti bukan malah bekerja berlebihan seperti ini." si pria kecil dingin mulai berdakwa dengan untaian katanya yang dewasa.
Ayaneru terkekeh pelan dan merasa terhibur akan ucapan dari Leon.
"Sebentar lagi mama pulang kok. Baiklah. Besok mama akan mengambil cuti deh. Apa kalian sudah makan malam, Sayang? Dimana, Leona?"
"Sudah, Ma. Paman Xavier membawakan makanan enak untuk kita. Dan Leona sedang menonton reality show, Ma. Ya sudah, mama cepat berkemas dan pulang ya."
"Baiklah. Sampai jumpa nanti, Sayang. Bye ... emmuuaachhh ..." Ayaneru memberikan kiss bye dengan ceria, lalu mengakhiri panggilan itu.
Sedangkan bagaimana dengan Leon di seberang sana yang mendapatkan kiss bye itu? Tentu saja ekspresi si pria kecil itu mulai membeku dengan ekspresi anehnya. Wajahmya juga mulai bersemu merah karena sikap manis sang mama untuknya.
Ayaneru mulai mematikan komputer kerjanyadan mengemasi barang-barangnya. Wajah ayunya kembali terlihat murung. Dan tiba-tiba saja ucapan di bawah alam sadar Reo beberapa hari yang lalu mulai terngiang kembali.
Maafkan kakak, Putri tidur kecil. Kakak harus pergi ...
"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tau harus bagaimana? Dan ... sebenarnya siapa gadis itu?" gumam Ayaneru dengan manik-manik yang sudah berkaca-kaca karena hatinya semakin gundah di kala hari pernikahannya hanya tinggal menghitung hari saja.
"Ughhh ... bagaimana ini?" Ayaneru mulai menutupi wajahnya dengan kedua jemarinya saking gundahnya.
CEKLLEEKK ...
Tiba-tiba saja pintu ruangam divisi marketing mulai terbuka. Seorang pria dengan setelan jas berwarna abu-abu tua mulai melenggang mendekati Ayaneru.
Derap langkah dan suara dari sepatu loafer miliknya terdengar dengan ritme tenang namun tegas. Ayaneru bahkan tak menyadari kehadira sosok itu karena pikirannya sudah semakin kacau saat ini.
"Neru, mengapa masih belum keluar? Aku sudah menunggumu dari tadi." suara maskulin seorang pria yang sangat tak asing untuk Ayaneru mulai terdengar, membuat Ayaneru mendongak dan menatap ke arah sang pemilik suara.
"Reo? Kamu belum pulang dan menungguku?" ucap Ayaneru dengan kening berkerut.
Karena Ayaneru berfikir jika Reo sudah pulang sejak dari tadi.
"Tidak kok. Aku melakukan karena inisiatif sendiri, menyelesaikan beberapa yang lambat untuk aku kerjakan." jawab Ayaneru seadanya dan datar. "Ayo pulang! Aku akan naik taxi saja, karena aku masih mau mampir untuk membeli sesuatu." imbuhnya mulai bangkit dan meraih sling bag-nya.
GREPP ...
Reo meraih lengan Ayaneru dan membuat kedua mata itu mulai saling bertemu intents.
"Neru ... sebenarnya ada apa? Mengapa kamu selalu begini? Mengapa kamu selalu menghindariku akhir-akhir ini?"
"Aku tidak menghindarimu. Ayo pulang! Leon dan Leona sudah menungguku di rumah." ucap Ayaneru masih datar.
"Kita akan segera menikah, tapi kamu masih saja tidak terbuka padaku ..."
"Bukankah kita hanya menikah karena Leon dan Leona? Jadi tidak masalah bukan jika kita saling menghormati privasi satu sama lain?" ucap Ayaneru yang sebenarnya mulai teringat dengan sebuah rahasia yang selama ini disimpan rapat oleh Reo.
"Begitukah menurutmu?" tanya Reo yang sebenarnya cukup kecewa akan ucapan dari Ayaneru.
"Kamu sendiri yang mengatakannya padaku saat itu bukan? Kita hanya menikah untuk anak-anak. Dan aku menerimanya." ucap Ayaneru berusaha untuk tetap tegar, meskipun hatinya sangat sesak saat ini.
Untaian kata itu cukup membuat Reo merasa kecewa. Padahal selama ini dia berfikir jika Ayaneru juga sudah mulai membuka hati sepenuhnya untuk dirinya.
Cengkeraman itu mulai melonggar dan terlepas begitu saja. Reo tak bisa berkata-kata lagi. Karena pada awalnya semua yang dikatakan oleh Ayaneru adalah benar.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Reo saat itu. Meskipun pada akhirnya pria dingin itu kembali hangat dan mencintai Ayaneru sepenuhnya.
"Aku akan pulang." ucap Ayaneru mulai meninggalkan Reo begitu saja.
Reo masih saja terdiam dengan tatapan penuh luka. Tangannya mengepal seakan berusaha untuk melawan gejolak yang terjadi di dalam hatinya.
Apakah kamu benar-benar tidak pernah mengharapkan bertemu denganku lagi, Neru? Apakah kamu berfikir bertemu denganku kembali hanyalah sebuah kesalahan? Apakah kamu benar-benar ingin melepaskan aku seperti kamu melepaskan kupu-kupu itu?
Batin Reo mengeraskan rahangnya dengan tatapan nanarnya menatap lurus ke depan.
Bersambung ....
...๐๐๐...
Hayoo sudah ada kisi-kisi nih. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Reo setelah ini ya? Dan apakah Ayaneru masih tetap ingin melanjutkan pernikahan mereka meskipun hatinya menyimpan luka?
Tetap ikuti kisah Ayaneru dan Reo hanya di Release Me, Love Me yah ...
Jangan lupa like, comment, rate, vote, dan gift bila mampu. Karena setiap dukungam dari kalian sangat berarti untukku dan jadi mood boster untukku. Love you, All โกโกโก
Leona : Happy new year, Semuanya! Jangan lupa untuk selalu mengikuti kisah mama dan papaku ya. Harapanku tahun ini adalah mereka akan benar-benar bisa bersatu. ( Meskipun di dalam cerita tahun baru kami sudah lewat ya. Hehe ...). Sampai jumpa di bab-bab selanjutnya. โกโก