Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Kehadiran Bidadari Kecil



Reo masih menunggu di dalam ruangan, namun tidak bisa melihat sang istri karena terhalang oleh gorden putih yang menutupinya. Sebenarnya dia sangat ingin menemani Ayaneru disampingnya, karena dia juga selalu mendengar sang istri sedang mengaduh kesakitan.


Namun saking tegang dan khawatirnya, Reo malah hanya bisa berdiam diri di atas kursi rodanya saja. Hingga akhirnya tangisan seorang bayi mulai terdengar.


"Oeekkkk ... oekkk ..."


Mendengar tangisan sang bayi, membuat Reo merasa sedikit lega. Namun sebenarnya dia juga masih mengkhawatirkan sang istri.


"Tuan Reo, selamat. Putri tuan sudah lahir dengan selamat. Kondisinya sangat sehat. Kondisi nyonya juga sehat dan hanya butuh untuk beristirahat saja." ucap sorang perawat kepada Reo.


Reo menghembuskan nafas kasarnya ke udara, dan mulai merasa lega ketika mendengarkan semua itu.


"Dimana putriku?" tanya Reo tak sabaran.


"Ada bersama nyonya di dalam, Tuan." sahut perawat itu lagi dengan ramah.


Reo menggerakkan kursi rodanya dan segera mendatamgi Ayaneru dan putrinya yang baru saja melihat dunia. Semyum haru dan penuh kebahagiaan menghiasi wajah tampannya.


Reo menghentikan kursi rodanya tepat disamping brankar. Lalu dia mulai mengendong putrinya yang baru lahir dan menimang-nimangnya.


"Cantik sekali putri papa." ucap Reo penuh binar menatap putri kecilnya


Ayaneru juga terlihat bahagia dan lega setelah melahirkan putrinya yang termasuk cepat dan lancar. Tidak seperti saat dia melahirkan Leon dan Leona yang membutuhkan waktu cukup lama. Dan disaat itu, Ayaneru malah tidak didampingi satupun keluarganya.


"Jadi ... apakah sudah kamu memutuskan namanya, Sayang?" tanya Ayaneru penasaran, karena mereka sudah sepakat jika Reo-lah yang akan memberikan nama untuk putrinya.


"Uhm ... sebenarnya aku sudah memiliki sebuah pandangan nama, namanya adalah ... Yu ..."


Belum sempat melanjutkan ucapannya dengan sempurna, tiba-tiba saja pintu sudah terbuka. Dan dua anak kecil yang begitu lucu dan menggemaskan mulai memasuki ruangan rawat ini dan diikuti oleh seorang wanita oaruh baya.


Mereka adalah Leon, Leona dan Nami yang segera datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Reo, jika Ayaneru sudah melahirkan.


"Namanya adalah Anya!! Aku mau nama adikku adalah Anya, Papa!!" ucap Leona menandaskan dengan cepat dan berlari mendatangi Reo yang sedang menggendong adik kedilnya.


"Anya?" tanya Reo mengkerutkan keningnya bingung. Karena nama itu bukanlah nama seorang gadis Asia Timur pada umumnya.


"Iya, Papa! Please!! Boleh ya, Mama ... papa ..." ucap Leona lagi dengan memasang ekspresi mata kucing dan memelas, dengan kedua jemari mungilnya saling bertaut satu sama lain dan terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Tapi, Sayang ... kamu dapat nama Anya itu darimana?" tanya Reo yang sepertinya sangat keberatan dengan penamaan dari Leona.


"Itu adalah salah satu nama karakter anime kesukaan Leona, Papa. Seorang anak dari keluarga mata-mata dan pembunuh." jawab Leon menjelaskan.


"Mata-mata?" ucap Reo mengulangi ucapan Leon.


"Pembunuh?" celutuk Ayaneru terkejut.


"Sudaah, Reo. Nama Anya juga tidak buruk kok. Samgat manis malahan. Sekali-kali tidak masalah bukan membuat Leona senang dengan menuruti permintaannya. Permintaannya juga tidak aneh kok." ucap Nami akhirnya.


Reo beralih menatap sang istri. Namun Ayaneru juga terlihat bingung kali ini. Hingga akhirnya dia hanya mengangkat kedua bahunya saja. Menanggapinya dengan pasrah saja. Karena nama apapun yang akan diberikan untuk putrinya tidak masalah untuknya, selagi masih wajar dan memiliki makna yang baik.


Reo menghela nafas dan mengeluarkannya perlahan. Sebenarnya dia sudah sangat ingin memberikan nama untuk putrinya yang baru lahir, namun kali ini putrinya malah ngotot ingin memberikan nama untuk adiknya.


Hingga akhirnya, mau tak mau Reo harus mengalah kepada Leona demi semua dan apapun yang terjadi. Karena jika ditentang, maka Leona akan ngamuk dan menangis-nagis tak akan beehenti.


"Baiklah, Sayang. Mulai sekarang nama adek kecil ini adalah Anya." ucap Reo pasrah.


"Horeee!! Asyik nih!! Adek kecil namanya Anya!!" seru Leona berjingkrak senang.


Leon yang melihat semua ini hanya menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali karena tingkah konyol dari Leona.


"Papa, bolehkah aku menggendongg adek kecil Anya?" tanya Leona penuh binar.


"Tunggu adeknya sudah sedikit lebih besar ya, Sayang. Baru Leona boleh menggendongnya deh nanti. Karena saat ini adek kecil Anya masih terlalu kecil, dan rentan." ucap Reo tersenyum tipos, berharap Leona akan memahaminya.


"Hhm. Okay deh, Papa! Cepat gede ya adek kecil Anya! Kakak ingin segera bermain dengan kamu loh! Adek kecil Anya harus cepat besar ya!" ucap Leona mengusap lembut rambut sang adek.


Semua orang yang berada di tempat ini tertawa kecil karena melihat tingkah dari Leona, kecuali Leon yang selalu saja memasang wajah cool dan datar.


...🍁🍁🍁...


Setelah beberapa hari, akhirnya Reo membawa Ayaneru kembali ke apartemennya. Mama dan papanya juga masih berada di Yokohama karena masih merindukan cucu-cucunya. Bahkan kedua orang tua Ayaneru sesekali juga datang dan menginap di apartemen mereka.


Kehidupan mereka semua kini sudah semakin lengkap dan berwarna setelah kehadiran Anya di kehidupan mereka. Rumah mereka juga semakin ramai. Karena Leon dan Leona terkadang masih selalu memperebutkan sang adik.


Suatu ketika Ayaneru mendatangi kepolisian dan dikawal oleh beberapa pengawalnya. Dia juga meminta ijin kepada Reo untuk mengunjungin Lin Chen. Pada awalnya, Reo merasa sangat keberatan. Namun karena bujuk rayu dari Ayanery, akhirnya Reo mengijinkannya dengan syarat dia harus datang bersama dengan para prngawalnya.


Sebenarnya bukan ingin mengunjungi, namun lebih tepatnya Ayaneru ingin meminta penjelasan dari Lin Chen tentang semuanya. Bahkan tentang rumor yang telah beredar, karena Ayaneru sudah mengetahui semuanya dari Leon sendiri.


Saat itu, Ayaneru tak sengaja memergoki Leon yang sedang berada di kamarnya untuk memeriksa sebuah video. Sebenarnya Leon ingin menyelidiki dan mencari tau siala yang sebenarnya menyebarkan rumor dan berita tidak benar itu pada seluruh media.


Namun pergerakan Leon malah diketahui oleh Ayaneru, hingga akhirnya Leon tak bisamenutupi semuanya lagi. Dan disaat itulah Leon mulai menyelidiki dan mencari tau sumber daei video itu berasal.


Yang rupanya, video itu disebarkan oleh sebuah alamat IP. Leon terus melacak dan mencari tau, hingga dia menemukan jika pelaku tak lain adalah Lin Chen.


Selain itu Ayaneru juga pernah mendengarkan perbincangan antara Reo dan Gavin mengenai salah satu petugas cleaning service yang pernah berusaha untuk mencelakainya. Dan lagi-lagi orang itu adalah suruhan Lin Chen.


Maka dari itu Ayaneru bersikeras memohon kepada Reo untuk menemui Lin Chen untuk terakhir kalinya. Karena biar bagaimanapun Lin Chen pernah menjadi teman baiknya di masa lalu. Bahkan cukup lama mereka berteman.