Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Happy Birthday, Leon & Leona!!



Leon masih saja berkutat di depan mini computer kesayangannya. Sementara Leona sudah terlihat rapi, cantik dan wangi dengan balutan sebuah gaun berwarna dusty pink yang begitu manis yang dihiasi dengan manik-manik kristal yang begitu indah. Dan menjadikan putri kecil itu terlihat begitu manis dan menggemaskan.


"Kak Leon!! Sampai kapan kakak mau berduaan dengan mini computer itu, Kak?! Mama sudah menunggu kita di bawah loh!" celutuk Leona yang masih saja bergaya berputar-putar di depan cermin, hingga gaunnya terbang-terbang saat Leona menari dan berputar.


"Leona!! Kemarilah!! Sepertinya kakak sudah menemukan seauatu yang sangat luar biasa!!" Leon menyauti dengan sepasang mata yamg masih menatap lekat layar mini computer kesayangannya itu.


"Kak Leon menemukan apa?" tanya Leona mulai beranjak mendatangi Leon dan segera duduk di sebelah Leon.


"Lihatlah, Leona!!" titah Leon sambil memperlihatkan sebuah video untuk sang adik.


Leona mulai mengamati dan menonton sebuah video rekaman CCTV yang baru saja diperlihatkan Leon untuknya. Sudut-sudut bibir kedua bocah itu mulai ditariknya hingga membuat mereka tersenyum penuh kemenangan.


"Hehe!! Kak Leon memang yang terbaik!! Kakakku yang paling luar biasa!! Tak ada yang akan bisa menandingi kakak geniusku!! Hehe ..." puji Leona begitu takjub dengan apa yang baru saja ditemukan oleh Leon.


CEKLEK ...


Tiba-tiba saja pintu kamar kedua bocah kembar itu mulai terbuka tanpa ada sebuah ketukan atau kata permisi sebelumnya. Hingga tentu saja semua itu membuat Leona dan Leon menjadi kalang kabut dan gelagapan.


Dengan cepat Leon segera mematikan mini computer itu. Sementara Leona segera berlari le arah Ayaneru untuk menahan sang mama agar tidak memasuki kamarnya lebih jauh lagi dan agar Ayaneru tak melihat apa yang baru saja ditontonnya bersama sang kakak.


Dan tentunya Leona juga harus sedikit memainkan sebuah drama, agar semua ini terlihat begitu alami dan tak membuat sang mama curiga. Namun meskipun sepertinya Ayaneru seakan tak curiga sama sekali, sebenarnya jauh di dalam hatinya dia sangat memahami dan tau betul bagaimana kedua anaknya itu.


"Ma!! Lihat aku!! Aku sudah cantik kan?" ucap sang gadis kecil dengan nada manja dan memperlihatkan wajah lucu nan cantik itu yang dibumbui dengan sebuah senyuman lebar, hingga memperlihatkan deretan gigi susunya yang tersusun rapi dan putih itu.


"Tentu saja, Leona sayang!! Kamu adalah gadis kecil mama yang sangat cantik!" sahut Ayaneru dengan tulus memuji sang putri kecilnya sambil duduk bersimpuh untuk mengimbangi tinggi Leona.


"Dan kakakmu Leon adalah seperti pangeran kecil mama yang juga sangat tampan." imbuh Ayaneru yang mulai beralih menatap Leon yang saat ini sudah melenggang mendekatinya dengan gaya cool dan santainya.


Sangat mirip seorang CEO kecil yang begitu lucu dan sangat menggemaskan!! Bayangkan saja anak laki-laki berusia 4 tahun yang mengenakan sebuah setelan formal dan mulai melenggang dengan kedua jemari yang saling disematkan pada saku celama berbahan super drill berwarna hitam yang sangat mewah dan berkelas itu!!


Pasti sangat lucu!! Dan sebenarnya pakaian Leon dan Leona yang sedang mereka kenakan saat ini adalah pemberian dari Reo beberapa hari yang lalu. Dan Reo meminta agar Leon dan Leona memakainya disaat acara ulang tahun mereka.


Meskipun sebenarnya pesta ulang tahun ini hanya dirayakan kecil-kecilan dan hanya orang-orang terdekat saja yang diundang.


"Sungguh benar-benar sangat cantik dan tampan anak mama!! Ugghh gemas sekali rasanya. Melihat pangeran kecil dan tuan putri kecil ini membuat mama seakan sudah memasuki negeri dongeng saja." ucap Ayaneru merasa sangat gemas sendiri ketika melihat kedua anak kembarnya dengan outfit-nya hari ini.


"Ma, jangan seperti ini! Nanti pakaianku menjadi kusut kembali dan terkena make up mama yang luntur!" celutuk Leon yang membuat Ayaneru sedikit membatu, namun akhirnya Ayameru malah tertawa renyah dan segera melepaskan mereka berdua.


"Ya sudah, ayo kita segera turun! Sudah ada bibi Yora, paman Xavier, bibi Kara dan juga paman Yuan." ajak Ayaneru.


"Mengapa kakek dan nenek tidak datang, Ma? Apa mereka benar-benar tak menginginkan kita di kehidupan mereka?" tanya Leon tiba-tiba.


DEGHH ...


Mendengar sebuah pertanyaan dari putranya seketika membuat senyuman Ayaneru membeku dan mulai memudar. Hatinya menjadi begitu ngilu jika mengingat akan semua hal itu, terutama saat sang ayah malah mengusirnya dari rumah besar Ryusei tanpa bertemu dengan kedua cucunya terlebih dulu.


Namun Ayaneru berusaha untuk tersenyum kembali. Wanita itu tak ingin membuat kedua anaknya menjadi sedih jila mengetahui kebenaran. Terlebih Leon dan Leona masih terlalu kecil untuk mengetahui semua apa yang sebenarnya sudah terjadi saat ini.


"Tidak seperti itu, Leon sayang. Kakek dan nenek sedang sibuk, Sayang. Jika mereka sudah tidak sibuk lagi, pasti mereka akan datang kok." ucap Ayaneru kembali mengusap lembut kepala Leon dan Leona.


"Kalau begitu bagaimana jika kita mengunjungi kakek dan nenek saja, Ma? Pasti mereka akan senang melihat kita? Lagipula aku juga ingin sekali bertemu dengan mereka, Ma." celutuk Leona mengusulkan.


Permintaan dari Leona juga tak bisa Ayaneru jawab dengan cepat, bahkan wanita itu membutuhkan beberapa saat untuk bisa menjawabnya.


"Hhm. Tentu saja kita akan mengunjungi kakek dan nenek, Sayang. Ya sudah, ayo kita segera turun. Paman Xavier dan paman Yuan memberikan hadiah yang spesiap loh untuk kalian! Ayo!!" Ayaneru kembali tersenyum lebar dan mulai menggandeng kedua anak kembarnya untuk segera menemui mereka yang sudah menunggu di ruang tengah.


"Happy Birthday, Little prince Leon and little princess Leona!! " seru mereka semua bersamaan ketika kedua anak kembar yang sangat itu datang.


"Paman, Bibi!!" Leona kegirangan dan segera berlari ke arah mereka hingga berakhir memeluk Yora.


Sementara si pria kecil yang dingin Leon, masih saja berjalan dengan santai dengam jemari yang masih bergandengan dengan Ayaneru. Setelah menyadarinya, Leon segera melepaskan gandengam tangan Ayaneru karena merasa sangag malu. Apalagi sikap hangat dan manis itu kini disaksikan oleh mereka semua.


"Hei, Pria kecil Leon yang dingin!! Kamu pasti terlalu kebanyakan membaca komik genre CEO dan Presdir milik ibumu kan? Jangan pernah bermimpi untuk menjadi seorang presdir dingin. Itu sangat tidak seru dan tidak menarik, Leon!" ujar Kara menggoda Leon dan segera menarik paksa jemari mungil itu untuk mengajaknya bergabung menikmati kue ulang tahun yang sudah mereka persiapkan.


Tok ... tok ... tok ...


Tiba- tiba ditengah-tengah kehangatan ini, mulai terdengar sebuah ritme teratur dari arah pintu.