Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Keputusan Leon



Beberapa hari sudah berlalu begitu saja dengan begitu cepat. Hingga akhirnya kini hasil tes DNA sudah keluar. Dan tentu saja kali ini Leon dan Leona kembali membuat siasat licik agar bisa pergi ke rumah sakit lagi tanpa sepengetahuan dari Yora.


Dan kali ini lagi-lagi kedua anak kembar itu meminta tolong kepada kekasih Yora. Bukan secara terus terang si kembar melakukan semua itu, namun Leona si ratu drama mulai merengek kepada kekasih Yora saat dia datang ke kontrakan Yora, agar pria itu mau membelikan sebuah kue yang hanya dijual di salah satu toko kue yang berada di Osaka.


"Jauh sekali, jika pergi ke Osaka hanya untuk membeli sebuah kue saja, Leona? Biarkan bibi belikan saja di toko kue yang berada di dekat-dekat sini saja ya." ucap Yora yang sepertinya cukup keberatan.


"Tidak mau, Bibi Yora! Kami maunya adalah kue dari toko kue Sunny Bread di Osaka! Selain itu kami tidak mau!" ucap Leona menandaskan dan mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya lalu mulai berdiri membelakangi Yora dan kekasih Yora dengan wajah cemberut.


"Baiklah, baiklah. Paman Xavier akan membelikannya untuk kalian. Tapi kalian sabar ya karena akan memakan waktu yang sedikit lama." ucap Xavier, kekasih Yora.


"Bibi, lebih baik bibi Yora juga menemani paman Xavier. Kasihan jika paman pergi ke Osaka sendirian." ucap Leon mengusulkan, dan tentu saja hal itu adalah salah satu dari rencana mereka berdua. Agar mereka berdua bisa lebih leluasa dalam bergerak.


"Tidak bisa, Leon. Bibi harus menjaga kalian disini. Bibi tidak akan meninggalkan kalian sendirian. Lagipula untuk pergi ke Osaka itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar." ucap Yora sangat keberatan akan saran dari Leon.


"Tidak perlu merasa khawatir, Bibi. Kami ini sudah besar. Kami bisa menjaga diri sendiri kok. Lagipula kami akan menunggu bibi dan paman di kontrakan saja kok. Bibi pergilah dan temani paman Xavier! Kami akan do rumah menonton kartun kok." ucap Leona berusaha untuk membujuk dan meyakinkan Yora.


"Hhm. Leona benar bibi. Kami akan baik-baik saja kok disini. Temanilah paman Xavier, kami janji deh ... kami tak akan mengatakannya kepada mama deh. Mama tak akan mengetahui semua ini. Asalkan bibi dan paman membelikan kue itu untuk adikku." ucap Leon meyakinkan kembali.


"Ahh ... baiklah ... baiklah ... aku akan pergi dan menemani Xavier. Tapi kalian harus berjanji tidak akan nakal ya! Kalian tidak boleh pergi bersama dengan orang asing lagi! Atau mama kalian akan benar-benar membunuh bibi." ucap Yora memelas.


"Baik, Bibi. Kami berjanji!" ucap Leona dengan manis dan tak akan ada seorangpun yang bisa menolak keinginannya jika sudah mendapatkan sebuah serangan manis dari si ratu drama Leona.


Akhirnya Yora dan Xavier mulai meninggalkan kontrakan dan meninggalkan kedua anak kembar itu. Tepat disaat Yora dan Xavier menutup pintu, disaat itulah Leon dan Leona bertatapan saling melempar senyum lebar dan melakukan tos.


"Ayo, Kak Leon!! Cepat!!" ujar Leona mulai bersiap untuk meninggalkan rumah ini untuk segera pergi ke rumah sakit.


"Ya! Ayo!!"


...🍁🍁🍁...


Leon dan Leona mulai menemui seorang dokter laki-laki yang bertugas di labolatorium. Setelah mendapatkan laporan yang sudah ditunggu-tunggu itu, akhirnya kedua anak kembar itu mulai duduk di sebuah bangku panjang dan mulai membuka amplop berwarna putih itu.


Laporan medis yang sebenarnya cukup rumit untuk dibaca dan diartikan bahakan untuk orang dewasa, namun semua itu tidak berlaku untuk pria dingin yang baru saja mau memasuki usia 4 tahun itu.


"Bagaimana hasilnya, Kak?" tanya Leona yang duduk di samping Leon dengan sangat tak sabaran.


"Jadi begini, Leona. Ada 23 pasang kromosom pada tubuh manusia. Yaitu kromosom nomor 1-22, dan satu pasang lagi kromosom ****. Pada tiap pasangnya satu kromosom diturunkan dari ayah dan satu lagi dari ibu. Laki-laki memiliki kromosom **** X dan Y, sementara perempuan X dan X. Kromosom Y pada laki-laki selalu didapat dari garis ayah dan hanya diturunkan pada anak-anak laki-laki mereka. Sedangkan profil dari kromosom Y dapat menentukan apakah dua orang atau lebih laki-laki memiliki ayah yang sama. Salah satu kromosom X pada perempuan berasal dari ayah. Sedangkan profil kromosom X dapat menentukan apakah dua orang atau lebih perempuan berasal dari ayah yang sama." ucap dokter Leon berusaha untuk menjelaskan dengan begitu detail.


Namun rupanya penjelasan yang diberikan oleh Leon malah membuat Leona merasa pusing, karena tidak mengerti dengan semua hal itu.


"Aduh, Kak Leon! Kepalaku pusing sekali mendengarkan penjelasan dari kak Leon! Sebaiknya kak Leon langsung saja mengatakan padaku hasilnya apa deh ..." sela Leona dengan wajah murung sambil mengintip isi dari laporan medis itu, meskipun Leona sama sekali tak memahaminya sih.


Mendengar ucapan dari sang adik, Leon hanya tertawa kecil dan sedikit meliriknya, namun akhirnya pria kecil yang sangat jenius itu mulai fokus kembali untuk membaca hasil laporan dari tes DNA itu.


"Jadi ... berdasarkan dari tes DNA yang sudah mereka lakukan adalah ... profil dari kromosom Y menyatakan jika paman Reo adalah positif ayah kita, Leona. Hhm ... seperti dugaanku sebelumnya." ucap Leon dengan tenang, namun mulai sedikit murung.


Tidak seperti Leona yang menjadi heboh sendiri hingga berjingkrak-jingkrak setelah mendengarkan hasil dari tes DNA itu.


"Wah!! Akhirnya aku punya papa!! Horee!! Dan papaku adalah orang yang sangat keren!! Mereka tak akan mencemoohku lagi!! Asiiikkk!! Senang sekali!!" ucap Leona dengan wajah yang begitu berbinar.


Leon masih saja murung menatap selembar kertas itu dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Dan semua itu tentu saja membuat Leona merasa kebingungan tak mengerti.


"Mengapa kak Leon malah terlihat sangat murung dan tidak bahagia, Kak? Apakah kakak tidak senang ketika mengetahui semua ini? Bukankah kakak juga menginginkan semua ini?" tanya Leona tak mengerti.


Leon mulai menghela nafas lalu menatap lekat sang adik dan meraih bahu kirinya.


"Leona, berjanjilah kepada kakak untuk menyimpan rahasia ini untuk sementara waktu!" ucap Leon tiba-tiba yang sukses membuat Leona melongo kebingungan.


"Tapi kenapa, Kak? Bukankah ini adalah kabar bahagia yang juga harus diketahui olek mama dan papa?"


"Leona. Selama ini mama tidak mengatakan semua ini dengan jujur kepada kita. Dan kakak juga merasa jika sebenarnya mama masih menyembunyikan sesuatu. Mama terlihat tidak menyukai papa, dan sepertinya papa sudah berbuat sebuah kesalahan di masa lalu hingga membuat mereka seperti ini. Kita harus mencari tau tentang semua ini, Leona ... karena biar bagaimanapun kebahagiaan mama adalah yang paling penting." ucap Leon masih menatap lekat sang adik.