
"Ya, Tuan Reo." ucap Gavin dengan nada rendah ketika sudah menghadap tuannya.
"Bagaimana? Apa kamu juga tidak berhasil menemukan peretas itu?!" tanya Reo yang rupanya masih memikirkan sang peretas itu.
"Ma-maaf, Tuan. Tapi kami benar-benar kehilangan jejaknya, Tuan." jawab Gavin ketar-ketir.
Reo menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan memijit keningnya karena merasa begitu pusing.
"Mengapa kalian menjadi sangat tidak berguna seperti ini?!"
"Ma-maafkan kami, Tuan ..."
"Jika sampai muncul berita yang tidak-tidak, maka persiapkan saja dirimu untuk aku kirim ke Afrika!!" tandas Reo mewanti-wanti.
"Af-Afrika??"
"Ya!! Sekalian kamu bulan madu sana!!" geram Reo cukup dibuat kesal karena kelalaian Gavin kali ini, hingga kehilangan peretas itu.
"Ti-tidak,Tuan ... akan aku pastikan lain kali aku akan melakukannya dengan baik, Tuan. Aku akan segera menangkap dan membersihkannya jika dia membuat masalah dan kekacauan." ucap Gavin ketar-ketir.
"Oke! Tapi jika sampai kamu tak bisa menepati dan memegang ucapanmu, maka bersiaplah untuk aku tendang sejauh mungkin dari Jepang!!!" ucap Reo menandaskan dengan sangat tegas dan penuh dengan penekanan.
"Ba-baik, Tuan ..." jawab Gavin mengusap peluhnya karena merasa sangat tegang dan khawatir.
Namun tiba-tiba saja Ayaneru sudah datang kembali dan membuat suasana hati Gavin menjadi lebih tenang dan terselamatkan saat itu.
Huft ... syukurlah nyonya sudah datang. Tuan Reo tak akan seseram biasanya kalau di depan nyonya. Aku selamat ...
Batin Gavin bernafas lega.
"Maaf ya agak lama. Kamar mandinya antri." ucap Ayaneru.
"Hhm. Ya sudah kita lanjutkan ke tempat selanjutnya yuk! Sudah selesai kan makannya?"
"Hhm. Iya ..."
Reo mulai mengajak Ayaneru untuk mendatangi Atlantis Submarines, seperti yang sudah Reo katakan sebelumnya. Reo bahkan mennyewa kapal selam itu hanya untuk dirinya dan orang-orangnya saja.
Yeap, Atlantis Submarines adalah kapal selam penumpang yang menawarkan pengunjung untuk memiliki sebuah kesempatan untuk melihat dunia di bawah laut.
Kapal selam ini akan menyelam hingga sekitar 100 kaki melewati kapal dan bangkai pesawat. Beberapa panduan juga menunjukkan berbagai makhluk laut.
Kapal selam ini dapat menjadi pilihan yang cukup baik jika bisa dalam scuba diving tetapi masih menyukai pengalaman bawah air untuk menyaksikan indahnya alam bawah laut di Honolulu, Hawaii.
Karena kebetulan Ayaneru dan Reo sedang berada di Pantai Waikiki, Hawaii, dimana di sinilah kantor dari Atlantis Submarines International, Inc berada, maka dari itu Reo memutuskan untuk mengajak Ayaneru mengunjunginya.
Perusahaan tur ini yang akan melayani perjalanan para pengunjung yang ingin menyaksikan indahnya alam bawah laut Hawaii tanpa diving. Namun di sini, mereka tidak akan langsung naik ke kapal selam, tapi ada kapal yang berukuran sedang yang akan mengantarkan mereka menuju lokasi kapal selam di tengah laut.
Di sana, sudah ada beberapa kru dari Atlantis Submarines yang akan menyambut kedatangan sekaligus membantu Reo dan Ayaneru serta anak buahnya untuk berpindah kapal.
Tak perlu waktu lama, mereka akan diajak langsung masuk ke dalam perut kapal selam. Di dalam kapal selam itu ada sekitar 40 bangku yang sudah disiapkan. Masing-masing bangku terdapat satu kaca bulat berukuran besar untuk melihat ke luar.
Kini pintu mulai ditutup, mesin kapal selam pun mulai dinyalakan. Dan itu tandanya mereka akan segera berangkat menuju lokasi yang sangat indah di tengah lautan.
Kerumunan ikan-ikan kecil yang lucu dan berwarna-warni mulai mereka saksikan bersama. Ada juga ikan lumba-lumba yang sesekali melintas di dekat kapal, penyu besar yang menari-nari dengan indah. Belum lagi terumbu karang yang eksotis menambah keindahan lautnya.
Asyiknya lagi, di dekat kaca ada sebuah poster besar dan buku panduan yang menampilkan informasi berbagai jenis ikan dan terumbu karang. Jadi hal ini akan sangat membantu dan tidak akan membuat bingung tentang nama ikan yang sedang mereka lihat di luar. Hanya tinggal mencocokkan saja bentuk dan warnanya dengan yang ada di poster dan buku panduan tersebut.
Sesekali mereka juga melihat para diver yang kebetulan sedang menyelam di sana. Khusus di Maui, mereka akan melihat pemandangan bangkai Kapal Carthaginian yang tenggelam dan sudah ditutupi karang.
Pada kesempatan langka, para pengunjung juga akan bisa melihat ikan paus telah yang berenang di sekitar kapal selam yang memiliki ukuran lebih kecil dari mamalia ini.
Terumbu karang di sekitar Oahu cukup dalam dan telah mengalami kerusakan, baik melalui aktivitas manusia maupun badai tropis. Beberapa upaya juga telah dilakukan untuk menenggelamkan beberapa kapal dan pesawat, sebagai cara memberi karang dan ikan-ikan berwarna-warni di beberapa tempat perlindungan untuk tumbuh.
Ayaneru terlihat begitu terkesima melihat semua ini. Keindahan bawah laut ini bisa dia nikmati bahkan tanpa membuatnya basah.
"Ini benar-benar sangat indah, Reo ..." gumam Ayaneru takjub dan masih menatap ikan-ikan kecil dari kaca bulat itu. "Andai saja Leon dan Leona ikut. Pasti mereka akan sangat senang." imbuh Ayaneru mulai terlihat murung karena mengingat kedua buah hatinya yang kini malah beristirahat di resort.
"Ya sudah, besok kita ajak Leon dan Leona datang ke tempat ini. Jangan cemberut seperti itu, Sayang ..."hibur Reo sambil merangkul sang istri dan mendekatkan tubuhnya padanya.
"Benarkah?" Ayaneru mulai memiringkan wajahnya dan mendongak menatap Reo penuh binar.
"Hhm. Tentu saja ... saat ini biarkan saja mereka beristirahat dulu. Kasihan jika memaksa mereka ikut, sementara mereka merasa lelah dan mengantuk ..." ucap Reo.
Sementara itu di resort, Leon dan Leona sama sekali tidak tidur. Karena sebenarnya mereka benar-benar tidak sedang merasa mengantuk ataupun lelah.
Mereka malah menghabiskan sisa hari ini di depan sebuah layar TV yang berukuran jumbo. Wajah Leona terlihat murung saat ini
"Huftt ... jauh-jauh pergi ke Hawaii malah hanya menonton siaran Tv saja seperti ini. Kalau seperti ini sama saja dengan kita saat berada di Yokohama dong, Kak." sungut gadis kecil itu kesal dan mengerucutkan bibir mungilnya beberapa senti ke depan.
"Semua ini demi papa dan mama, Leona..mereka harus menjadi lebih dekat dan saling mencintai. Mereka harus bersama secara alami sesuai dengan hati mereka. Dan bukan karena melakukannya dengan terpaksa hanya karena kita." sahut Leon yang duduk di sebelah Leona sambil menatap layar TV yang sedang menayangkan sebuah karton sebuah spons cuci piring berwarna kotak.
"Huft ... okee deh. Semua demi mama dan papa!! Hhmm!!" Leona mengepalkan kedua tangannya dengan ekspresi mulai bersemangat.