Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Ayaneru Yang Polos



Di tengah-tengah fokusnya menyaksikan sebuah rekaman CCTV itu, tiba-tiba saja ada seseorang mulai memasuki ruangan kerja Reo tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


Dan semua itu membuat Reo menjadi salah tingkah sendiri dan gelagapan untuk segera menghentikan tayangan tersebut. Namun bukannya berhasil menghentikan, Reo malah salah mengeraskan volume.


CEKLEKK ...


Seorang pria berpakaian rapi yang memasuki ruang kerja Reo, seketika tercengang karena sempat melihat adegan panas itu.


"Astaga Reo!! Kau sungguh mesum sekali!! Siang bolong malah menonton film panas seperti itu di ruang kerjamu! Dasar, Presdir cabul!!" sentak Jion, rekan kerja sekaligus sahabat dekat Reo masih terkejut bukan main.


Namun sepasang netranya masis saja menatap lekat layar oled transparent berukuran raksasa itu. Membuat Reo semakin kesal sekaligus malu hingga Reo mulai berniat untuk kembali berusaha untuk mematikan video rekaman itu.


"Hei!! Jaga matamu!!" tandas Reo kegeraman sendiri dan kali ini sudah berhasil mematikan rekaman CCTV itu.


"Wah!! Wah!! Tak aku sangka, rupanya kau hobi sekali membuat video seperti itu." celutuk Jion blak-blakan.


"Apa kau sudah bosan hidup, Jion?! Sampai matipun aku tak akan dengan sengaja membuat video semacam itu!!" geram Reo dengan wajah yang sudah memanas.


Antara malu dan kesal sudah bercampur menjadi satu.


"Jadi apakah itu artinya wanita itu yang sudah menjebakmu, Reo? Dia ingin mengikatmu dengan cara kotor seperti ini?" celutuk Jion tiba-tiba malah seolah menyalahkan sang wanita.


"Diam dan anggap kau tak pernah melihat apa-apa! Atau aku akan membuatmu kehilangan semua harta dan pekerjaanmu, Jion!!" tandas Reo semakin kesal.


Memang seperti inilah mereka berdua, suka saling memperolok, padahal sebenarnya saling peduli sama lain dan saling menyayangi. Hanya saja perwujudan dari rasa sayang mereka memang seperti itu.


"Tunggu dulu!! Sepertinya aku merasa sangat tidak asing dengan wanita di dalam video itu, Reo! Bukankah dia adalah anak baru di divisi marketing yang merangkap menjadi seorang model utama nyonya Lingling? Wah ... wah ... Reo!! Sungguh kamu adalah benar-benar bos cabul!!"Jion kembali memperolok Reo.


Reo mulai memejamkan sepasang matanya dan memijat keningnya karena merasa begitu pusing.


"JIIOONN!" geram Reo yang sudah mulai hilang kesabarannya.


"Well!! Okay ... okay!! Aku tak akan melakukannya lagi! Rahasiamu aman bersama denganku, asal kamu merestuiku untuk menikahi adik angkatmu! Hehe bagaimana?" ucap Jion malah mengajak Reo untuk bernegosiasi.


Sebenarnya Reo memiliki seorang adik angkat, namun saat ini sedang berada di luar negerti untuk menyelesaikan kuliahnya.


"Bagaimana? Aku tidak terlalu buruk lo untuk dijadikan adik ipar ..." celutuk Jion lagi menaikkan kerah pakaiannya dengan wajah penuh percaya diri.


Namun belum sempat Reo menjawab ucapan dari Jion, tiba-tiba saja mulai terdengar sebuah ritme beraturan yang berasal dari arah pintu.


Tok ... tok ... tok ...


"Masuk!!" titah Reo, namun sepasang matanya masih menatap tajam Jion. Penuh dengan ancaman.


CEKLEKK ...


Pintu ruangan mulai terbuka. Terlihat seorang wanita cantik dan anggun dengan pakaian formal mulai memasuki ruang kerja Reo. Sepasang mata Jion mulai membulat ketika menyadari jika wanita itu adalah wanita yang berada di dalam rekaman video yang baru saja dilihatnya secara tak sengaja.


Sepasang mata Ayaneru dan Jion sempat bertemu dengan aneh. Jion yang masih terkejut namun juga penasaran dengan sosok Ayaneru. Sementara Ayaneru merasa sedikit aneh dan canggung karena mendapatkan tatapan seperti itu.


Reo yang menyadari semua itu tentu saja masih menyimpan rasa kesal untuk Jion. Reo mulai berdehem untuk mencairkan suasana kembali.


"Ehemmm ... ada apa, Neru?" ucap Reo dengan suara khasnya yang begitu berkharisma.


Wanita cantik itu juga segera menyerahkan beberapa berkas itu untuk Reo.


"Sepertinya dia akan segera memanggilmu kembali, Neru ..." sela Jion tak kuasa untuk tetap menahan diri untuk tetap diam saja, bahkan Jion juga terlihat mengulum senyum.


Namun seketika Jion mulai diam kembali ketika mendapatkan tatapan penuh ancaman dari Reo.


"Baiklah ... kamu boleh pergi, Neru!" ucap Reo.


"Baik, Tuan. Permisi ..." Ayaneru berkata penuh hormat dan sedikit membungkukkan badannya dan berniat untuk segera meninggalkan ruang kerja bosnya itu, namun Jion malah menahannya dengan ucapannya.


Mereka berdua ini kenapa? Apa saking profesionalnya? Mengapa mereka malah terlihat seperti orang asing seperti itu? Apa hubungan Reo dan Ayaneru hanyalah sebatas ini saja? Ayaneru sebagai pemuas hasrat? Alias wanita panggilan? Atau ...


Batin Jion kebingungan sendiri.


"Ayaneru tunggu!! Apa kamu ..." ucap Jion tiba-tiba karena merasa bingung sendiri.


Namun Jion segera menghentikan ucapannya dan tak melanjutkannya lagi karena mendapatkan tatapan tajam dari Reo.


"Well ... well ... okay ... aku akan berpura-pura untuk amnesia saja!! Ahaha ... aku akan pergi!! Kalian nikmatilah saja!!" Jion berkata dengan konyol dan malah meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan ini.


Jion!! Benar-benar mau mati dia!!


Geram Reo di dalam hati sambil mengeraskan rahang dengan pahatan sempurnanya menatap kepergian Jion.


Sementara Ayaneru yang mendengarkan ucapan dari Jion hanya mengkerutkan keningnya karena tak mengerti dengan maksud dari ucapan Jion.


"Baik, kalau begitu aku permisi, Tuan." ucap Ayaneru kembali undur diri.


"Neru! Pulang kerja tunggu aku di depan kantor! Ada pekerjaan tambahan untukmu yang harus segera kamu lakukan!" ucap Reo memilih dengan menggunakan alasan pekerjaan.


Karena Reo berfikir cara itu akan lebih ampuh untuk membuat Ayaneru bisa berada di dekatnya.


"Lembur maksudnya?"


"Ya! Bisa dikatakan seperti itu! Tenang saja, semua jam lemburmu akan aku bayarkan sesuai dengan perjanjian kerja sebelumnya!"


"Baik, Tuan ..."


"Dan ... satu lagi ... jangan memanggilku tuan! Panggil saja namaku ..."


"Tapi itu tidak mungkin ... apa tanggapan semua orang jika mendengarnya? Lagipula itu sangat tidak etis ..." sanggah Ayaneru merasa sangat aneh.


"Biarkan saja! Lagipula bukankah aku disini hanya bos sementara? Lin Mu akan segera kembali ke F Group. Dan disaat itulah aku hanya akan menjadi karyawan biasa lagi." kilah Reo.


Ckk ... akhirnya pria ini mengakuinya sendiri. Jika dia bukanlah apa-apa dan sangat tak berkuasa!! Bagus jika kamu memang sadar!


Batin Ayaneru mulai menarik sudut-sudut bibirnya dan terlihat begitu puas.


"Baiklah, Reo!! Mulai sekarang aku hanya akan memanggil namamu!" jawab Ayaneru tanpa rasa curiga sedikitpun. "Baiklah! Kalau begitu aku akan kembali bekerja!! Sampai jumpa untuk waktu lembur!!" ucap Ayaneru dengan wajah penuh binar dan segera melenggang meninggalkan ruangan kerja Reo.


Sudut-sudut bibir Reo mulai ditariknya hingga membentuk sebuah senyuman misterius, "Kamu masih saja polos dan mudah untuk dibohongi, Neru ... dengan mudahnya mempercayai semua ucapanku ..."