
PUKK ...
Tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk bahu Ayaneru dan membuatnya terperanjat karena kaget.
"Lin Chen? Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Ayaneru saat menyadari jika yang menepuk bahunya adalah teman lamanya.
"Kebetulan aku sedang lewat sekitar sini. Jadi ... karena aku mengingat jika ini adalah jam bekerjamu selesai, maka aku menghampirimu saja deh. Pulang yuk!" ajak pria itu lagi.
Namun belum sempat Ayaneru menjawab ajakan dari Lin Chen, kini ponselnya berdering. Dan rupanya Jay Yeol yang sedang menelpon. Setelah meminta ijin kepada Lin Chen, akhirnya Ayaneru mulai mengangkat langgilan itu.
"Hallo ..." sapa Ayaneru sambil menatap sebuah mobil sport yang berada di seberang jalan.
Dan kebetulan sang pengemudi juga mulai menurunkan kaca samping kemudinya.
"Neru. Kamu bisa kan membantuku kali ini? Aku benar-benar tidak tau harus meminta tolong kepada siapa lagi. Jika sampai aku melewatkan pemotretan kali ini, maka Blink Fashions akan mendapatkan masalah besar. Please, Neru ..." pinta Jay penuh harap.
"Uhm ... itu ... sebenarnya ... aku ..."
"Please, Neru. Blink Fashions benar-benar akan mendapatkan masalah jika sampai kami melewatkan pemotretan kali ini."
Ayaneru merasa tidak enak hati untuk menolaknya, hingga akhirnya dengan sangat terpaksa Ayaneru mengiyakan untuk membantu Jay Yeol. Dan semua itu dilakukannya dengan tulus ingin membantu Jay Yeol.
"Baiklah. Aku ... akan membantumu, Tuan Jay Yeol." ucap Ayaneru mulai mengakhiri panggilan itu.
Maria mungkin memang pernah berbuat jahat padaku dan juga Leon. Tapi ... bukan berarti Jay Yeol juga jahat kan? Lagipula aku hanya ingin membantu dia saja. Jadi tidak akan menjadi masalah bukan?
Batin Ayaneru menepis segala pemikiran buruknya saat ini.
"Lin Chen, maafkan aku. Tapi masih ada sesuatu yang harus aku lakukan. Sampai jumpa!" ucap Ayaneru mulai meninggalkan Lin Chen dan menyeberangi jalan untuk segera menghampiri Jay Yeol.
Semenrara Lin Chen masih menatap kepergian wanita yang pernah disukainya itu hingga kepergian mobil sport mewah itu.
"Sejak kapan Neru mengenal dekat presdir Jay Yeol dari Blink Fashion?" gumam Lin Chen masih menatap kepergian mobil itu dengan kening berkerut.
...🍁🍁🍁...
Jay Yeol membawa Ayaneru ke sebuah hotel berbintang. Dan hal ini cukup membuat Ayaneru merasa sedikit aneh. Karena saat bekerja sebagai seorang model di F Group, Ayaneru tidak pernah melakukan pemotretan di dalam hotel sekalipun.
"Mengapa kita malah datang ke hotel?" tanya Ayaneru saat mereka berdua mulai menuruni mobil sport milik Jay Yeol dan mulai melenggang bersama memasuki hotel berbintang itu.
"Pemotretan kali ini memang akan memakai setting di dalam hotel, Neru. Tenang saja, anak buahku sudah menunggu kita di dalam kok." jawab Jay Yeol dengan santai.
Tidak menjawabnya lagi, Ayaneru hanya diam dan terus melenggang namun dia selalu mengamati sekitarnya. Tidak ada yang terlihat aneh. Semua normal seperti biasanya.
Hingga akhirnya mereka mulai bertemu dengan para make up artist, fashion stylish dan hair stylish yang bekerja sama dengan Blink Fashions.
Mereka mulai merias Ayaneru. Ayaneru yang sudah cantik dengan riasan wajah dan juga rambutnya kini mulai berganti kostum sesuai dengan dress code malam ini.
Malam ini Ayaneru mengenakan sebuah gaun malam berwarna hitam. Gaun malam itu begitu terbuka, sangat ****, tipis dan juga minim. Sangat membuatnya merasa risih dan kurang nyaman.
Tepatnya di salah satu kamar hotel yang sudah mereka sewa. Bahkan di dalam kamar hotel ini juga sudah ada beberapa peralatan pemotretan.
"Benar sekali, Nona. Brand terbaru yang sedang dikeluarkan oleh Blink Fashion kali ini adalah gaun malam. Dan gaun malam yang saat ini nona kenakan adalah produk terbaik kami saat ini. Jadi tolong berhati-hati agar gaun malam itu tidak rusak. Karena gaun malam itu dibandrol dengan harga 1000 yen." ucap sang fashion stylish menjelaskan panjang lebar.
"Ap-apa? 1000 yen?!!" ucap Ayaneru terperanjat kaget bukan main.
"Benar sekali, Nona. Ya sudah mari kita segera lakukan pemotretan kali ini ..."
"Tu-tunggu! Aku tidak bisa melakukan pemotretan dengan pakaian yang sangat minim dan sexy seperti ini. Sebaiknya kalian mencari model lain saja. Aku benar-benar tak tau jika pemotretan kali ini akan menggunakan gaun malam seperti ini." ucap Ayaneru berniat untuk mengundurkan diri saja.
Karena tentu saja jika Ayaneru melakukan semua itu, itu akan sangat mencoreng nama baik keluarganya serta nama baik keluarga calon suaminya.
"Tap-tapi, Nona ..." sergah fashion stylish itu keberatan.
"Ara! Keluar!" tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pria dari arah belakang Ayaneru.
Seorang gadis yang bekerja sebagai fashion stylish bernama Ara itu seketika mulai meninggalkan tempat ini dengan begitu patuh.
Aaroon mulai menatap nakal dari ujung kaki hingga ujung kepala Ayaneru yang terlihat begitu menggoda dan menaikan libidonya saat ini.
"Tu-tuan Jay, maaf tapi ... aku tidak bisa melakukan semua ini. Lebih baik tuan Jay menggunakan model lain saja. Maaf ..." Ayaneru berniat berbalik dan meninggalkan Jay Yeol untuk segera berganti pakaian kembali.
Namun dengan cepat Jay Yeol menarik tangan Ayaneru dengan cukup kasar hingga membuat Ayaneru terlempar pada pelukannya.
"Tu-tuan Jay ... lepaskan aku ..." Ayaneru berusaha untuk melepaskan dirinya dari Jay Yeol, namun pria berdarah campuran itu malah semakin kuat mencengkeram tubuh Ayaneru dengan seringai liciknya.
"Maria sudah membuatku terlihat bodoh karena dia yang masih selalu menginginkan dan mengejar-ngejar Reo. Dan kali ini aku juga ingin membuat Reo merasakan hal yang sama dengan apa yang telah aku rasakan." ucap Jay Yeol dengan senyuman misteriusnya.
Ughh!! Bodoh sekali kamu, Neru!! Kamu sudah tertipu olehnya!! Padahal Reo sudah memperingatkanmu sebelumnya!! Matilah kali ini kamu, Neru!
Batin Ayaneru memaki dirinya sendiri.
Rupanya seluruh anak buah Jay Yeol juga sudah meninggalkan kamar ini dan kini hanya ada Jay Yeol, Aaroon dan juga Ayaneru saja di dalam kamar ini.
Jay Yeol segera memberikan isyarat untuk Aaroon agar segera melakukan sesuai dengan apa yang telah mereka rencanakan sebelumnya.
Aaroon mengangguk pelan dan mulai menuju nakas untuk membakar sesuatu yang berbentuk menyerupai beberapa lidi yang tertancap di dalam sebuah sebuah wadah khusus. Tak beberapa lama aroma bunga kenanga itu mulai tercium melalui indera penciuman mereka bertiga.
Ayaneru masih saja berusaha untuk melepaskan dirinya dari jeratan Jay Yeol. Dan kali ini Jay Yeol sengaja melepaskan Ayaneru. Karena dia meyakini jika sebentar lagi Ayaneru akan menjadi tak berdaya bahkan akan berubah menjadi seperti cacing kepanasan.
BRUGGH ...
Tubuh Ayaneru terhempas dan terjatuh di atas lantai berkarpet roll wilton itu.
"Ughh ... aku harus segera meninggalkan tempat ini! Aku harus bisa keluar dari kamar ini! Tapi ... ada apa dengan tubuhku? Mengapa tubuhku terasa sedikit aneh dan tidak seperti biasanya?" gumam Ayaneru berusaha untuk segera bangun, meskipun tubuhnya terasa sedikit aneh dan berbeda.