Release Me, Love Me

Release Me, Love Me
Rencana Maria



Wanita cantik itu mulai melenggang memasuki mansion mewah itu dan diantarkan oleh pria paruh baya yang kemungkinan adalah salah satu dari asisten rumah tangga di dalam mansion ini. Sementara para pengawal dari wanita itu hanya menunggu saja di ruangan depan.


"Hallo, Maria sayang. Apa kabar? Lama tak melihatmu!" seorang wanita paruh baya mulai menyambut wanita cantik itu.


"Kabarku baik, Bibi. Bibi apa kabar?" balas Maria memeluk kilat wanita paruh baya itu.


"Bibi baik, Sayang."


"Syukurlah kalau begitu. Paman apa kabar?" kali ini Maria mulai beralih menatap seorang laki-laki paruh baya yang duduk di dekat mereka berdua.


"Kabar paman juga baik. Bagaimana pekerjaanmu? Kamu masih berada di F Group bukan?" sahut laki-laki paruh baya yang tak lain adalah papa dari Reo, sedangkan wanita paruh baya itu adalah mama Reo.


"Iya, Paman. Aku masih bekerja sama dengan F Group. Dan pekerjaanku akhir-akhir ini juga cukup lancar. Namun aku ingin memberitahukan sesuatu kepada paman dan juga bibi ... uhm ... ini soal Reo ..." ucap Maria dengan sangat berhati-hati.


"Ada apa dengan Reo, Maria? Apa dia membuat masalah di F Group?" mama Reo mulai menerka-nerka.


"Bukan begitu, Bibi ..."


"Ada apa, Maria? Katakan saja kepada kami jika Reo membuat sebuah masalah." potong papa Reo.


"Uhm ... begini, Paman ... bibi ... sebenarnya saat ini ada seorang wanita yang mendekati Reo. Wanita itu bahkan sudah memiliki dua orang anak di luar nikah. Dan ... wanita itu adalah putri tunggal dari keluarga Ryusei. Seorang wanita yang memiliki sebuah skandal di masa lalu. Dia mengkhianati Mr. Rei dan malah hamil di luar nikah bersama laki-laki lain. Wanita itu melarikan diri begitu saja saat dia hamil, dan kini dia kembali ke Jepang dan malah mendekati Reo." ucap Maria dengan sangat berhati-hati.


Dan sebenarnya Maria belum mengetahui siapa sebenarnya MR. Rei? Maria belum mengetahui identitas dari Mr. Rei hingga saat ini. Dan Maria menggunakan cara ini untuk membuat Ayaneru terlihat begitu buruk di hadapan kedua orang tua Reo, sebelum Reo semakin nekat untuk menikahi Ayaneru.


Sementara kedua orang tua Reo tentu saja sudah menilai buruk Ayaneru karena Ayaneru tidak bisa menjaga kehormatannya. Ayaneru malah hamil bersama dengan pria lain disaat Ayaneru sudah bertunangan dengan Mr. Rei, putra mereka.


Flash back on ...


Maria mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mengorek informasi tentang Ayaneru. Karena Maria sangat ingin menjatuhkan Ayaneru saat ini. Maria berharap akan mendapatkan sebuah celah dan kelemahan Ayaneru. Tak peduli celah sekecil apapun itu, asalkan bisa menjatuhkan Ayaneru, makan Maria akan merasa sangat puas!


"Nona, berikut ini adalah laporan yang anda butuhkan. Semua informasi tentang nona Ayaneru sudah kami dapatkan." ucap salah satu anak buahnya sambil memberikan sebuah amplop besar kecoklatan untuk Maria.


Tak sabar, Maria segera membuka amplop kecoklatan itu. Hingga akhirnya kedua alis indahnya mulai berkerut saling berdekatan, namun akhirnya Maria mulai menyeringai licik


"Hhm. Jadi dia adalah putri tunggal keluarga Ryusei yang pernah dijodohkan dengan Mr. Rei 5 tahun yang lalu ya? Namun dia malah membuat sebuah kesalahan dengan hamil bersama pria lain? Jika kabar penikahan Reo dan Ayaneru tersebar dan terdengar hingga sampai ke telinga Mr. Rei, pasti dia akan sangat murka. Habislah riwayatmu, Neru! Kali ini mantan tunanganmu sendiri yang akan menanganimu. Dasar wanita tak tau diri!! Kini malah mendekati Rei!! Aku akan segera membongkar semua kebusukanmu!!" geram Maria dengam seringai liciknya.


Flash back of ...


"Apa??!! Putri tunggal dari keluarga Ryusei?" pekik Nami, mama Reo membelalakkan sepasang matanya.


Maria mengangguk pelan dengan memasang wajah murung.


Sementara papa Reo hanya mengepalkan tangannya dengan memasang raut wajah serius.


"Aku sudah sering memperingatkan Reo, Tante, Paman. Namun sepertinya wanita itu sudah berhasil menggoda dan mencuci otak Reo. Bahkan Reo sampai menjadikan wanita itu sebagai model utama untuk F Group." imbuh Maria semakin memperkeruh suasana.


"Benar-benar sudah sangat keterlaluan!" geram Nami lagi. "Tante akan segera mengurus semua ini. Kamu tenang saja, Maria."


"Iya, Bibi ... tapi bibi ... itu ..."


"Tenang saja, Maria. Bibi tak akan mengatakan jika kamu yang sudah melaporkan semua ini." ucap Nami yang seolah-olah bisa membaca pikiran Maria.


"Anak itu benar-benar sudah melewati batas! Hubungi dia dan suruh dia untuk segera pulang ke Osaka!!" titah papa Reo yang sudah terlihat begitu frustasi.


Nami mulai menghubungi Reo dan meminta Reo untuk segera pulang ke rumah besar Fukushi di Osaka. Namun rupanya Reo tak bisa memenuhi perintah dari kedua orang tuanya, karena saat ini masih begitu banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan di F Group.


Beberapa kontrak kerja bersama beberapa suppliar dan juga custumer baru saja terjalin beberapa saat yang lalu. Apalagi saat beberapa saat yang lalu dia meninggalkan pekerjaannya karena berlibur ke Paris, hingga akhirnya beberapa pekerjaan kembali menumpuk.


...🍁🍁🍁...


"Ckkk ... mampus kamu, Ayaneru! Kali ini kamu tak akan bisa mendekati Reo lagi! Saat kedua orang tua Reo sendiri yang akan menendangmu jauh-jauh dari Reo, maka kamu tak akan memiliki wajah lagi!!" gumam Maria tersenyum miring saat sudah kembali berada di dalam mobil sport kesayangannya.


Sebuah melodi yamg begitu indah dan manis mulai terdengar dan berasal dari ponsel Maria. Wanita cantik itu mulai menggeser tombol hijau ke atas lalu menempelkan benda pipih itu pada telinganya.


"Maria! Kamu pergi kemana? 3 jam lagi pemotretan akan segera dimulai, namun kamu malah menghilang dari apartemenmu begitu saja!" suara seorang pria yang begitu jernih mulai terdengar dari seberang line.


"Ah, iya. Aku akan segera datang, Kak Jun Ze! Aku baru saja pergi menemui teman. Hehe ..." sahut Maria berbohong sambil berkaca menggunakan sebuah cermin kecil untuk memeriksa dan memastikan make up masih rapi.


"Baiklah. Cepat datang! Kakak akan menunggumu di Candy Entertaiment."


"Oke, Kak." sahut Maria mulai mengakhiri panggilan itu dan mulai berseluncur di media sosialnya dengan keadaan hati yang baik.


Namun ponsel Maria kembali berdering, dan nama Jay Yeol mulai terpampang pada layar benda pipih itu. Jay Yeol adalah putra tunggal dari Blink Fashions sekaligus presdir dari Blink Fashions, sebuah Industri fashion terbesar kedua setelah Fukushi Group.


Dan pria itu adalah salah satu pria yang sedang dekat dengan Maria saat ini. Bahkan Jay Yeol juga menjadikan Maria sebagai Brand Ambasador dari Blink Fashions.


"Hallo, Jay. Ada apa?" ucap Maria masih dengan nada ceria.


"Datang ke apartemenku sekarang juga!" titah Jay Yeol dengan nada tegas, tidak lembut seperti biasanya sehingga membuat Maria sedikit bingung.