
F Group, Yokohama, Jepang, 11 Am.
Seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang terlihat begitu lucu dan menggemaskan kini mulai memasuki F Group bersama. Mereka menggunakan setelan pakaian yang lucu, stylish dan sangat fashionable. Dan malah terlihat seperti model cilik saja.
Sebenarnya kedua anak kembar ini baru saja melarikan diri dari Yora, sang pengasuh. Kedua anak kembar yang tak lain adalah Leon dan Leona ini, mengatakan jika mereka akan tidur pagi dan memang berpura-pura tertidur saat itu.
Setelah itu Yora memang sengaja meninggalkan kedua bocah kembar itu ke kontrakannya lagi yang sebenarnya berada tak jauh dari kontrakan Leon dan Leona. Karena kedua anak kembar itu jika sudah tertidur bisa memakan waktu yang cukup lama.
"Leona!! Ayo lakukan sesuatu!!" bisik Leon kecil untuk Leona disaat mereka berdua sudah memasuki sebuah gedung yang terbilang cukup mewah itu.
"Hehe serahkan saja padaku! Tapi, Kak Leon ... sebenarnya mengapa kakak begitu ingin mengetahui tentang paman itu?" tanya Leona setengah berbisik dan sangat penasaran, karena Leon sama sekali belum memberikan alasannya untuk Leona disaat merencanakan sebuah rencana itu.
"Aku merasa jika paman itu memiliki sebuah hubungan yang sedikit berbeda dengan dengan mama. Jadi kita harus menyelidikinya! Okay?!" Leon menyauti dengan penuh semangat menatap Leona.
Hhm? Paman itu memiliki hubungan yang sedikit berbeda dengan mama? Tapi ... apa? Apakah mereka pernah memiliki hubungan di masa lalu? Namun ... insting kak Leon biasanya selalu beralasan dan selalu 99,99% tepat. Apakah ada kemungkinan jika paman itu adalah papa kami?
Batin Leona mulai mencurigai semua ini.
Sementara Leon mulai tersenyum menggemaskan dan mengangguk pelan, seolah bisa membaca pikiran Leona sang adik. Leona menanggapinya dengan senyum lebar lalu mengangguk dengan salah satu matanya yang dikedipkan. Sementara tangan kirinya seolah memberikan isyarat Ok.
Kedua anak itu kini mulai mendatangi petugas front office yang masih berada di tempat kerjanya.
"Maaf, permisi. Apakah kami bisa bertemu dengan paman Reo, Kakak cantik? Kami adalah keponakan jauhnya dan ingin mengantarkan bekal makan siang untuk paman Reo." ucap Leona mendongak tinggi karena meja front office memang cukup tinggi untuknya.
"Maksudnya tuan Reo apakah Presdir sementara dari F Group? " tanya gadis petugas recepsionis itu menunduk menatap kedua anak kembar itu.
"Benar sekali, Kakak cantik. Bolehkah kami menemui tuan paman Reo? Uhm ... maksud kami adalah tuan presdir sementara paman Reo. Hehe ..." ucap Leona nyengir lebar dan berbicara semakin kacau dan berantakan.
"Maaf, tapi predir Reo sedang sibuk saat ini, Dek. Dan beliau juga sedang ada meeting bersama beberapa klien saat ini. Lebih baik makan siang untuk presdir Reo dititipkan saja disini, nanti kakak akan memberikannya untuk presdir Reo." ucap gadis resepsionis itu menawari dengan ramah.
Ahh ... tidak bisa seperti itu! Jika makanan ini dititipkan, itu artinya kami tidak bisa bertemu dengan paman Reo dong! Cepat pikirkan sesuatu, Leona! Lakukan sesuatu agar kakak ini tidak mengusir kita secara halus!
Batin Leon manatap Leona tajam seolah sedang berbicara dengan cara telapati bersama sang adik.
Siap!! Serahkan saja soal ini padaku, Kak Leon! Atau jangan panggil namaku Leona jika aku tidak bisa mengatasi masalah ini! Kita pasti akan segera bertemu dengan paman Reo!
Batin Leona dengan ekspresi serius dan penuh dengan keyakinan menatap sang kakak yang hanya lahir 5 menit lebih dulu dibanding dirinya.
Kedua anak kembar itu kini masih saling bertatapan dan mengangguk pelan namun penuh dengan keyakinan.
Namun sebenarnya ini hanyalah sebuah drama dari Leona kecil yang memang sangat cerdik dalam memainkan beberapa drama. Terlebih di depan sang mama.
Disaat Leona sedang membuat kesalahan dan membuat Ayaneru sedikit marah, maka Leona akan sering berakting dengan drama-dramanya untuk meluluhkan hati sang mama. Hingga akhirnya kekesalan Ayaneru akan segera hilang karena merasa tak tega.
"Arghh ... kak Leon, kepalaku sakit sekali!" kini Leona mulai berakting pingsan dan Leon segera menangkap tubuh sang adik.
"Kak, bolehkan kami beristirahat disini dulu? Adikku sedang sakit dan dia butuh beristirahat sebentar." kini Leon mulai melanjutkan drama itu.
"Ahh ... oh ... i-iya ... tentu saja boleh!" jawab gadis resepsionis itu juga mulai khawatir.
Hingga akhirnya sang gadis resepsionis mulai memerintahkan seorang karyawan pria untuk mengantarkan Leon dan Leona menuju ke sebuah ruangan beristirahat di dalam gedung F Group ini.
Namun setelah situasi mulai aman, kini kedua anak kembar itu mulai berjalan mengendap-endap meninggalakan ruangan itu dan mulai mencari ruangan Reo.
Setelah beberapa saat dan menggunakan kecerdasan Leon, akhirnya kini mereka berdua mulai menemukan ruangan Reo. Dan rupanya Reo sedang berada di dalam ruangan itu bersama dengan seorang gadis cantik. Dan kini dia baru saja keluar dari ruangan kerjanya diekori gadis cantik itu.
Semantara kedua anak kembar itu masih sengaja bersembunyi untuk mendengarkan percakapan mereka berdua.
"Wah ... apakah paman itu yang kakak maksud? Ternyata paman itu aslinya lebih tampan dan auranya begitu kuat, sangat berkharisma dan berkarakter. Sangat cocok untuk menjadi papa kita!" celutuk Leona begitu bersemangat dan masih menatap Reo dan Maria dari kejauhan.
"Benarkah? Tapi sebenarnya kakak belum berpikir sampai ke arah sana, Leona! Kakak hanya ingin mencari tau dan mengenalnya saja. Karena sikap mama sangat mencurigakan." sahut Leon.
"Ahaha ... apa salahnya kita juga berusaha untuk mencari tau soal papa kita, Kak?! Dan mungkin saja paman itu adalah papa kita. Hehe ..." celutuk Leona dengan tawa kecil
"Maria, aku sedang sibuk! Sebaiknya kamu segera kembali!" ucap seorang pria dewasa dengan setelan jasnya yang super rapi dan mewah.
"Aku akan menunggumu hingga waktu makan siang tiba. Tidak masalah kok." sahut gadis cantik yang dipanggil Maria itu.
"Tidak perlu! Saat makan siang aku tak akan pergi kemana-mana! Karena sudah selalu ada yang menyiapkan makanan untukku!" jawab pria itu dengan tegas dan semakin melenggang lebih cepat dan meninggalkan Maria.
Gadis itu mendengus kesal dan masih berusaha untuk mengejar Reo, namun rupanya seorang pria mulai menghampiri Maria hingga akhirnya Maria mengurungkan niatnya untuk kembali mengejar Reo.
"Nona, pemotretan untuk cover majalah akan segera dilakukan karena jadwal dimajukan. Sebaiknya nona Maria segera ke ruangan ganti ..." ucap pria itu yang sukses membuat Maria mulai berbalik dan segera meninggalkan koridor itu dengan wajah yang sedikit masam.
Reo terus saja melenggang sorang diri menyusuri koridor itu, namun tiba-tiba saja langkahnya mulai terhenti saat melihat dua anak kembar di hadapannya yang sedang mendongak menatapnya dengan senyum manis.