
Reo terus saja melenggang seorang diri menyusuri koridor itu yang terlihat begitu mewah itu, namun tiba-tiba saja langkah kakinya mulai terhenti saat melihat dua anak kembar di hadapannya yang sedang mendongak menatapnya dengan senyum manis.
Kening Reo mulai berkerut menatap kedua anak kembar yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan itu. Namun sepertinya bukan hanya itu saja, Reo merasa jika dirinya pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Ditambah lagi kedua anak itu sedikit mirip dengannya.
"Hallo, Paman!!" sapa Leon mulai menyapa Reo dengan ramah. "Apa paman masih mengingatku?"
Reo berusaha untuk mengingat sesuatu, hingga akhirnya pria dewasa yang selalu terlihat necis dan berkharisma itu mulai mengingat sesuatu.
"Kamu ... adalah anak kecil yang di Narita Airport saat itu?" ucap Reo mulai jongkok dan menatap mereka berdua secara bergantian untuk mengimbangi tinggi mereka berdua.
"Benar sekali, Paman. Kami datang untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan ini untuk paman. Karena saat itu paman sudah baik dan menolongku." ucap Leon sambil menyodorkan sebuah bingkisan berisi makan siang untuk Reo.
"Mamaku yang memasak tadi pagi. Ini enak sekali lo ... pasti paman akan menyukainya!" imbuh Leona tak mau kalah dan berkata dengan manis.
Mendengar ucapan dari Leona membuat Reo sedikit tersenyum samar. Karena tingkah dari kedua anak itu benar-benar sangat menggemaskan!
"Oh iya. Kenalkan ... dia adalah Leona-adikku, Paman. Dan aku adalah Leon." ucap Leon memperkenalkan dirinya dan sang adik.
"Hhm. Terima kasih, Leon dan Leona yang manis." ucap Reo yang sepertinya mulai menyukai kedua anak kembar yang terlihat begitu lucu dan cerdas itu. "Tapi darimana kalian tau jika paman bekerja disini?" imbuh Reo sedikit curiga.
"Tentu saja itu karena mam ..." ucap Leona hampir saja keceplosan, namun Leon segera menginjak kaki sang adik hingga membuat Leona menghentikan ucapannya. "Ouhhh ... kakiku ..."
"Kemarin malam kami melihat acara di televisi. Dan kami melihat paman sedang diwawancarai oleh seorang reporter. Dan itulah mengapa kami bisa tau jika paman bekerja disini." ucap Leon dengan cepat agar sang adik tidak berbicara lagi.
"Hhm. Seperti itu ya." gumam Reo tersenyum samar dan mulai mengusap kepala Leon dan Leona saking gemasnya. "Kalian datang bersama dengan siapa kesini? Dimana wali kalian?" imbuh Reo mulai celingukan untuk mencari wali dari kedua anak kembar itu.
"Kami datang berdua saja, Paman. Mama kami sedang bekerja, dan bibi Yora sedang sibuk di kotrakannya." jawab Leona dengan jujur.
"Lalu ... dimana papa kalian? Kalian bepergian tanpa ditemani orang dewasa akan sangat berbahaya." ucap Reo sedikit khawatir namun juga merasa takjub karena melihat kedua bocah yang masih berusia 4 tahun namun cukup pemberani dan cerdas.
"Papa kami bekerja dan tak pernah kembali sejak kami kecil. Dia hidup di Jepang dan selalu sibuk bekerja saat kami di London." jawab Leona sedikit murung. "Bahkan kami sama sekali belum pernah bertemu dengan papa. Kami juga tidak tau saat ini papa ada dimana ..."
"Wah ... jahat sekali papa kalian karena meninggalkan anak semanis dan secerdas kalian." sahut Reo menyayangkan semua itu. "Ya sudah karena semua pekerjaan paman hari ini sudah selesai, maka paman akan mengantar kalian pulang. Ayo!"
"Sebelum pulang, bolehkan kita sedikit berjalan-jalan sebentar, Paman? Hehe ..." ucap Leona mulai nakal.
"Hhm? Berjalan-jalan? Baiklah ... kalian mau kemana? Biar paman antarkan. Namun sebelum itu kalian harus menghubungi bibi atau mama kalian dulu agar mereka tidak kebingungan mencari kalian." ucap Reo dengan ramah.
"Baiklah. Tunggu sebentar, Paman. Aku akan menghubungi bibi Yora." ucap Leona mulai meninggalkan Leon dan Reo, sementara Leona mulai menghubungi Yora dengan ponselnya.
"Gavin, gantikan aku untuk beberapa rapat bersama klien hari ini. Aku ada urusan hari ini!" perintah Reo untuk asistennya.
Raut wajah Reo masih saja terlihat begitu berbinar karena bisa bertemu dengan Leon dan Leona. Dan sebenarnya Reo memang sangat ingin bertemu kembali dengan Leon setelah pertemuan mereka si Narita Airport.
Dan rupanya hari ini Reo malah mendapatkan sebuah kejutan!! Leon mendatangi F Group dan mencari dirinya! Bahkan Leon juga mengajak Leona, saudara kembarnya. Tentu saja Reo tak ingin melewatkan sebuah kesempatan ini.
Sementara itu ...
"Bibi Yora. Aku dan kak Leon sedang pergi bersama dengan paman tampan yang baik hati. Bibi jangan khawatir dan mencari kami ya. Kami akan segera pulang kok setelah jalan-jalan bersama paman. Bibi Yora jangan kasih tau mama ya. Nanti kami akan membelikan oleh-oleh untuk bibi Yora deh!! Hehe ..." ucap Leona dengan manis lengkap dengan segala bujuk rayunya.
"Leona!! Leona!! Tunggu dulu!! Kamu pergi bersama dengan siapa?! Mengapa tidak pamit dengan bibi dulu tadi?!" ucap Yora dari seberang line terdengar begitu khawatir.
"Hehe maaf, Bibi. Kami buru-buru tadi. Pokoknya bibi tidak perlu khawatir deh. Kami akan baik-baik saja kok. Bye, Bibi Yora yang cantik dan baik hati!!" ucap Leona sambil mengakhiri panggilan itu begitu saja tanpa memikirkan Yora yang saat ini merasa khawatir luar biasa.
Setelah itu Leona mulai kembali menghampiri Leon dan Reo dan segera pergi bersama.
Sementara itu ...
Yora segera memasuki kontrakan Ayaneru untuk memeriksa sesuatu. Dan rupanya kedua anak kembar itu benar-benar sudah tidak ada di dalam kontrakannya.
"Oh tidak!! Neru pasti akan marah dan membunuhku jika mengetahui semua ini! Bagaimana ini?!" gumam Yora berjalan mondar-mandir dengan raut wajah begitu khawatir. "Pergi kemana kedua anak kambar itu? Dan dengan siapa dia pergi? Ughh ... bagaimana ini?!"
TRING ...
Sebuah suara notifikasi mulai terdengar berasal dari ponsel Yora. Dengan cepat Yora segera membuka pesan itu. Rupanya pesan itu berasal dari Leona yang mengirimkan beberapa pesan gambar untuknya.
Di dalam pesan gambar itu terlihat Leona yang sedang berfoto dengan senyum lebar. Sementara di sisi belakangnya terlihat Leon yang sedang sibuk memperhatikan jalanan di sekitarnya. Dan di belakangnya juga terlihat seorang pria dewasa sedang mengemudikan mobilnya.
Kening Yora mulai berkerut membuat sepasang alis indahnya berkerut saling berdekatan. Yora juga berusaha untuk mengingat pria dewasa itu, hingga akhirnya setelah beberapa saat Yora mulai mengingatnya dengan baik.
"Pria itu ... sangat mirip dengan Reo ... presdir sementara dari F Group. Tapi ... mengapa Leon dan Leona bisa bersama dengan pria itu? Dan bagaimana mereka bisa saling mengenal? Ini aneh sekali." gumam Yora tak percaya.
Bahkan Yora berulang kali memperbesar foto itu untuk melihat pria dewasa itu dengan lebih detail lagi.
"Aku sangat yakin jika pria ini adalah Reo!!" gumam Yora lagi.
...🍁🍁🍁...