
Seharian ini Ayaneru menyibukkan dirinya untuk pergi ke tempat perbelanjaan dan membeli hadiah untuk ibu mertuanya yang hari ini sedang berulang tahun.
Wanita cantik ini juga membeli beberapa gaun dan pakaian untuk dirinya, Leon dan Leona. Dan kali ini Ayaneru juga ditemani oleh Yora dan kedua anak kembarnya.
Setelah cukup puas berbelanja, kini mereka menuju ke sebuah restoran yang masih berada di mall itu, tepatnya di food street dari Queen's Square Mall itu.
Beberapa makanan mereka pesan dengan jumlah menu yang cukup banyak. Karena ketuga wanita itu memiliki hobi yang sama, yaitu makan. Kecuali Leon. Leon hanya memakan sewajarnya saja. Bahkan Leon malah lebih menyukai sayuran dibandingkan dengan daging dan sea food.
"Yora, terima kasih banyak ya karena sudah menjaga Leon dan Leona dengan baik. Mungkin untuk beberapa hari ini kami akan berada di Osaka untuk merayakan ulang tahun mama Reo." ucap Ayaneru dengan tulus.
"Sama-sama, Neru. Aku juga senang kok menjaga Leon dan Leona. Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Aku jadi ingin segera menikah dan ingin punya anak seperti mereka deh." sahut Yora dengan tawa kecilnya.
"Hhm. Semoga pernikahan kalian lancar ya. Bukankah bulan depan kalian akan menikah?" ucap Ayaneru bersemangat.
"Iya, Neru." jawab Yora dengan wajah begitu berbinar.
"Semoga semua persiapan kalian lancar ya. Oh iya, ini untukmu, Yora ..." Ayaneru menyodotkan sebuah totebag berwarna hitam untuk Yora.
"Apa ini, Neru?"
"Hadiah untukmu karena sudah selalu menjaga Leon dan Leona. Semoga kamu suka ya ..."
Yora mulai melihat isi di dalam totebag hitam itu dan terlihat begitu terkejut luar biasa. Karena isi di dalamnya adalah sebuah gaun yang beberapa saat yang lalu sempat dilirik oleh Yora ketika mereka sedang memasuki butik.
"Neru! Gaun ini ... gaun ini ..." ucap Yora masih terkejut luar biasa.
"Hhm. Gunakan gaun itu saat kamu berkencan dengan Xavier. Pasti kamu akan terlihat sangat cantik, Yora." jawab Ayaneru tersenyum penuh binar menatap Yora.
"Tapi gaun ini sangat mahal, Neru. Aku tidak bisa menerimanya. Sebaiknya untukmu saja." Yora kembali menyodorkan bingkisan itu untuk Ayaneru karena merasa seganakan pemberian itu.
"Bibi Yora. Tidak baik menolak pemberian dan rezeki. Mamaku tulus ingin memberikannya untuk bibi Yora kok. Hadiah yang diberikan dengan ketulusan memilili nilai yang tak terkira." ucap Leon menghentikan aktifitas makannya untuk beberapa saat.
"Hhm. Kak Leon benar sekali, Bibi. Sebaiknya bibi tidak menolaknya. Atau mamaku malah akan bersedih." imbuh Leona dengan mulut yang masih penuh dengan makanan, sehingga suaranya menjadi tidak terlalu jelas.
Ayaneru tersenyum tipis mendengarkan kedua buah hatinya. Ada rasa bahagia dan bangga ketika Tuhan menghadirkan kedua malaikat kecil itu di dalam hidupnya. Karena kehadiran Leon dan Leona-lah yang selama ini mewarnai kehidupan Ayaneru sekaligus menjadikannya menjadi seorang wanita yang kuat untuk tetap melangkah.
"Yora. Mereka benar. Aku akan sangat bersedih jika kamu menolaknya. Jadi aku harap kamu mau menerimanya." ucap Ayaneru berharap Yora tidak akan menolaknya lagi.
"Hhm? Baiklah, aku akan menerimanya." ucap Yora akhirnya menerima hadiah itu. "Terima kasih banyak, Neru. " imbuhnya dengan tulus.
"Sama-sama, Yora."
"Leona, makan sayuranmu!" Leon mulai mengembalikan sayuran yang sudah sengaja disingkirkan oleh Leona di piring kosong lainnya.
"Emmhh!! Aku tidak mau!!" dengan cepat Leona segera menutup mulutnya rapat dengam kedua jemari mungilnya.
"Mama akan pesankan minuman yang sama dengan yang papa pesankan saat itu ya." sela Ayaneru untuk menghindari perdebatan antara Leon dan Leona.
...🍁🍁🍁...
Seorang wanita dewasa terlihat sedang bersiap di depan riasnya. Dia terlihat sudah begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun tanpa lengan berwarna keemasan.
Gaun itu memiliki desain yang sedikit rendah pada bagian dadanya. Sebuah kalung berlian yang begitu indah juga sudah melingkar dengan manis menghiasi leher jenjangnya.
Rambut panjang kecoklatan yang sedikit bergelombang itu dibiarkannya saja tergerai dengan manis. Sesekali dia juga terlihat memoleskan sebuah liptint berwarna pink lembut lada bibir tipisnya.
Tiba-tiba saja seorang pria dewasa yang masih mengenakan kemeja putihnya mulai menghampiri dirinya lalu melingkarkan tangannya pada perut wanita cantik itu, memeluknya dari belakang.
"Istriku cantik sekali ... jika seperti ini aku malah ingin tetap berada disini saja berduaan dengannya." pria itu menggoda istrinya dengan tawa kecilnya.
"Reo ... jangan bercanda. Mama dan papa sedang menunggu kita." sahut Ayaneru tersipu malu.
"Hhm? Iya-iya kita akan segera berangkat ke Osaka kok." sahut Reo dengan kekehannya. "Tapi kamu benar-benar sangat cantik, Sayang. Dan gaun ini sangat cocok untukmu. Benar-benar cocok untuk istriku." ucap Reo sesekali menggesekkan hidung mancungnya pada pipi putih Ayaneru yang saat ini sudah menjadi sedikir merah karena merona.
"Gaun ini adalah pilihan Leona dan Yora. Hehe ..." jawab Ayaneru meringis berusaha untuk bersikap tenang, padahal sebenarnya dia sedang gugup.
"Hhm. Sebenarnya mau memakai pakaian apapun, kamu akan selalu terlihat cantik sih di mataku." Reo mengatakan dengan setengah berbisik tepat di dekat telinga Ayaneru, seakan sedang menggelitiki daun telinganya.
Untaian kata serta sikap manis dan hangat dari Reo lagi-lagi semakin membuat Ayaneru salah tingkah dan merona. Padahal selama ini Ayaneru adalah wanita yang cukup tegas dan kuat, namun kini berada di hadapan Reo membuatnya luluh dan tak berdaya seketika.
Reo melonggarkan pelukannya dan mulai memutar tubuh istrinya untuk menghadapnya.
"Kita akan berada di Osaka selama beberapa hari."
"Hhm ..." Ayaneru mengangguk pelan dan sedikit menunduk untuk menghindari sepasang mata hangat namun mematikan itu, karena selalu membuatnya tak berdaya jika sudah menatapnya.
"Kita berangkat yuk, Sayang ..."
Lagi-lagi Ayaneru hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Reo menunduk dan memiringkan wajahnya untuk memberikan kecupan singkat di pipi Ayaneru. Sedangkan Ayaneru hanya mematung dan pasrah saja, seperti boneka barbie yang pasrah akan diutak-atik seperti apa oleh sang pemilik.
"Aku akan bersiap dulu. Kamu bisa menungguku di luar bersama anak-anak, Sayang."
"Hm? Aku akan tetap disini untuk membantumu bersiap." sahut Ayaneru mulai melenggang dan mengambil sebuah jas berwarna hitam yang sudah dia siapkan sebelumnya untuk suaminya.
Ayaneru kembali lagi dan mulai membantu Reo untuk memakaikan jas super mewah itu. Dia juga memakaikan sebuah dasi berwarna merah maroon unryk Reo. Sedangkan Reo hanya menikmati saat melihat wajah ayu itu yang saat ini hanya fokus untuk mengenakan jas itu untuk dirinya saja.
"Sudah rapi. Yuk berangkat ..." ucapan Ayaneru membuyarkan angan Reo seketika.
"Hhm. Ayo ..."
Reo segera menggandeng istrinya untuk bergegas meninggalkan kamar mereka berdua untuk menjemput Leon dan Leona yang masih bersiap di kamarnya dengan bersama baby sitter.